NovelToon NovelToon
Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:434
Nilai: 5
Nama Author: Ratna_dee

"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena

namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kabut kenangan yang menghampiri

ada tujuh Bus yang terparkir di lapangan depan gedung sekolah, satu Bus ada 2 kelas atau lebih yang mengisi, jurusan Ipa dan Ips tak di pisah sama sekali mereka di campur sesuai kelas mereka. Kemah besar-besaran itu sudah menjadi tradisi turun temurun di sekolah itu dari semenjak 25 tahun yang lalu.

"jika sudah siap, kita akan berangkat! ingat untuk tidak terpisah dari rombongan. karena perjalanan kita jauh jadi kita akan berhenti untuk istirahat nanti, jangan sampai ada yang membuat masalah ingat harus menaati aturan, jangan bersikap sembarangan juga. sebelumnya bapak sudah ingat kan kalian untuk menyiapkan fisik dan mental kalian karena kali ini Bus kita tidak akan mengantar sampai titik lokasi, kita akan sedikit mendaki, jika ada yang kurang siap, ragu atau merasa menyesal untuk ikut silahkan undur kan diri, bapak tidak memaksa kalian untuk ikut" ucap Dharma lantang di tengah-tengah lapangan besar itu

'Ma.. Deva akan jenguk Mama..' batinya begitu semangat semenjak dua hari lalu

ada sesuatu yang membuatnya tak sabar untuk sampai di sana lebih awal, entah apa.. mungkin kenangan indahnya bersama keluarga kecilnya dulu, sebelum Mamanya pergi dan sebelum Papanya menikah lagi mengmengkhianati janji mereka atau mungkin sesuatu yang sudah berusaha di lupakannya sejak dulu, sesuatu yang sengaja di hapusnya melalui waktu.

"baiklah.. waktu sudah menunjukkan jam 09:12 mari kita berangkat sekarang" Dharma mengarahkan para siswa-siswi nya untuk memasuki Bus, tiga gadis itu cukup bersemangat menaiki Bus, dua hari yang lalu Lusi masih sedikit kecewa namun mengingat dia punya kesempatan untuk pulang Lusi jadi semangat, toh juga pemandangan di bukit hijau cukup menawan meski sudah sering di lihatnya akan terasa berbeda jika dia menatapnya bersama mereka semua teman-teman barunya itu, Lusi juga berniat memperkenalkan kampung indahnya yang asri, ingin memperkenalkan tempatnya di lahirkan itu pada Claudia

"gue gak sabar liat kuda-kuda liar di sana!" senang Claudia, jiwa nya sudah memberontak ingin segera sampai ke tempat tujuan

"gak cuma kuda loh, di sana juga ada gajah, monyet, rusa, dan sapi-sapi warga yang sengaja di lepas di bukit.. loe gak bakalan kecewa sih" sahut Yulia

"serius? wih.. sehutan apa tempat tinggal kalian Yul?" tanya Rea yang tertarik dengan obrolan tiga gadis itu

"selain hutan, sungai dan danau nya juga masih asri loh.. kita di larang buat rusakin alam makanya jarang ada yang di beri izin buat ber pariwisata ke sana, takutnya malah merusak ekosistem disana. pak Dharma dapet izin di sana aja udah bikin kaget banget loh" jawab Yulia

'gak tau Bapak punya alasan apa ngasih Izin kami berkemah di sana, secara kami bukan sedikit orang.. nanti tanya Bapak deh!' batin Lusi

"oh.. itu larangan dari pemerintah ya?" tanya Aldo juga

"bukan.. Bukit hijau rindang dan sekitarannya masih aset pribadi Desa, dulu Bukit dan tanah itu milik satu orang tapi di sumbangkan ke Desa karena si 'orang' itu pendiri Desa Bukit Rindang.. orang yang cukup kaya dengan tanah dan ladang, makanya Bukit Hijau sangat di jaga sama Bap.. sama kepala Desa disana, tempatnya yang indah dan terjaga menjadi ikon desa Bukit Rindang" jawab Lusi

"wahh... sejarahnya benar-benar luar biasa!! keren deh!" celetuk Rozi

"kalian gak boleh sakitin hewan-hewan di sana ya nanti, kalo sampai ketahuan bakal gue laporin kalian!!" ancam Lusi, sedikit khawatir dengan perilaku mereka di sana nanti

"tenang aja bro, kita mah taat aturan, kita ini calon-calon orang sukses jadi loe gak usah khawatir.. nona manis" sahut Andre nyeletuk dari belakang, banyak yang tertawa karena kata-kata Andre

di sepanjang jalan, hiruk pikuk Kota masih terlihat begitu menyebalkan di mata mereka. matahari tak menunjukkan wibawanya hari ini, di tutup awan hitam yang seolah berkata dia jauh lebih gagah dari matahari yang di selimuti nya. tiga jam perjalanan dan mereka sudah keluar dari Kota, mereka mulai menempuh jalan-jalan kecil Desa di pinggiran kota semangat mereka mulai naik kala mengingat tempat tujuan mereka. Arsha menatap ke luar jendela, sedikit tersenyum menatap beberapa anak-anak kecil yang bermain di pinggir jalan.

ada beberapa yang mabuk perjalanan, hingga mereka terpaksa berhenti sebelum sampai di pemberhentian yang seharusnya, beristirahat sebentar untuk mengembalikan tenaga mereka yang lemas karena terlalu lama di dalam Bus itu. mereka melanjutkan perjalanan setelah semua siap kembali, perjalanan yang panjang itu terasa sedikit menyenangkan karena pedesaan yang jauh dari kota mulai memanjakan mata mereka semua, Deva membuka jendela menghirup udara yang sudah 7 tahun di lupakannya itu. terbayang kenangan manisnya di masa kecil, kuda liar, sapi, sungai, sawah, layangan dan ayunan lalu otaknya membawa pada satu kenangan yang sudah lama terkubur dalam kebencian, tawa dari gadis manis yang selalu di anggap nya sebagai setengah dari jiwanya dulu menarik benang layangan sambil menatapnya dengan tulus dan ceria, senyuman itu terasa pudar dalam ingatannya

'ck!' Deva menutup jendela dan mulai memejam kan mata berusaha tidur untuk melupakan luka yang masih membekas dan selalu terasa baru itu

'dia mungkin gak salah tapi ayahnya menodai ibuku.. bahkan membunuhnya! dia tak pantas untuk melintas di benakku!!' batin Deva mencengkram kuat tasnya

sudah dua kali berhenti, pertama karena beberapa siswa yang mabuk perjalanan, kedua karena harus istirahat dan makan mengisi daya hidup mereka dan kali ini Bus mulai memasuki kawasan Bukit Rindang, di mana di kiri kanan jalan adalah pepohonan semua, hutan yang masih indah dan terjaga

"beneran ada rusa dong!! cantik banget anj*r!!" teriak beberapa siswa yang terpesona melihat rusa liar berkeliaran tanpa rasa takut di sana

Deva menatap rusa-rusa itu, wajahnya memerah karena bahagia yang tak terucap. sudah 7 tahun bergelut dengan hiruk pikuk kota, dirinya sampai lupa jika pernah bermain dengan riang bersama hewan-hewan liar itu

rasa rindunya sedikit terobati, senyum Utari seolah menyambutnya di setiap jalan, perbukitan mulai terlihat dan Deva mulai meneteskan air mata tanpa peduli dengan pandangan Alvin dan Samudra yang sejak tadi tak berkedip ke arahnya

"loe sakit?" tanya Samudra

"semua hal ini familiar, terlalu familiar.. Ma.. Sena pulang" ucapnya menyandarkan kepala ke belakang, menikmati angin dari jendela yang sudah di bukanya lagi itu

"pulang? oh.. jadi desa yang Om Lian ceritain itu ada disini?" tanya Alvin menatap betapa indahnya tempat itu bahkan di sepanjang jalan

"desa Bukit rindang" jawab Deva menatap Desa yang sudah mulai terlihat dengan jelas.

1
v_v aja🩵🩷🩶
bagus banget 😍💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!