NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Jam dua siang Rani bersiap-siap untuk membuat adonan bakwan. Untung kol dan juga wortel masih ada. Jadi dia tinggal mengeksekusi semua bahan-bahan itu.

" Gimana acara belanja sama buk mandornya"

" Seru Buk, aku sama Rumi dibeliin baju sama sendal baru"

" Jadi serunya karena dapat baju sama sendal baru"

" Salah satunya itu. Aku juga tau gimana orang kaya belanja"

" Emang gimana belanjanya?"

" Belanjanya tanpa liat dan nawar harga"

Ibuk Rani tersenyum mendengar ucapan putrinya.

" Beda sama belanja kita ya Buk. Kita terkadang masih nawar kalau belanja"

" Nawar itu biasa saja, Asal jangan kelewatan"

" Kelewatan gimana Buk?"

" Contohnya harga cabe dua puluh lima ribu sekilo, di tawar sepuluh ribu sekilo. Nah itu kelewatan namanya"

" Emang ada yang nawar begitu"

" Ada"

" Itu mah nggak nawar namanya, tapi malak"

" Sekarang berapa banyak buat adonan bakwannya"

" Nggak banyak Buk, cuma setengah kilo tepung aja"

" Apa nggak sedikit?"

" Sekarang nggak terlalu ramai di lapangan, jadi buat adonannya nggak banyak "

" Di sana kan bukan cuma anak-anak latihan bola saja. Ada anak-anak ngaji sama latihan voli juga. Buat satu kilo pun nggak masalah itu"

" Nanti nggak habis kan sayang Buk"

" Coba aja, ibuk udah survei tempat jualan kalian itu. Di sana selalu ramai"

" Baiklah, aku buat satu kilo tepung "

Rani mengikuti kata ibuknya, ia membuat adonan bakwannya satu kilo tepung. Nanti dia akan bilang sama Rumi.

" Mbaknya Rumi sudah kerja Buk"

" Alhamdulillah kalau sudah kerja. Jadi beban Rumi terangkat sedikit "

" Tapi aku nggak yakin kalau mbaknya mau berbagi. Ibuk kan tau sifatnya mbak Nita gimana"

" Kalau dia nggak mau bantu, berarti dia memang nggak punya hati "

" Entah kenapa aku ingin Rumi pergi dari rumah itu Buk. Bukan karena aku jahat, tapi aku ingin Arumi jauh dari keluarga toxic itu"

Rani tau bagaimana penderitaan sahabatnya itu. Rumi yang selalu menangis setiap bercerita bagaimana keluarganya memperlakukannya.

" Makanya kamu harus selalu menghibur Rumi"

" Pasti Buk, aku akan selalu ada untuk Rumi"

Rani akan selalu mendukung sahabatnya itu. Semoga Arumi dapat menggapai impiannya untuk menjadi desainer. Semoga banyak orang yang memakai baju buatan sahabatnya itu.

" Oh iya, kemarin ada orang yang lihat kamu jalan sama Putra "

" Iya, tapi bukan berdua sih. Lebih tepatnya bertiga "

" Yang bener?" goda sang ibu.

" Ya bener lha. Lagipula dia bantuin bawa semangka. Ternyata cctv yang ibuk dapat tidak lengkap"

" Ibuk kirain kamu pacaran sama si Putra"

" Sekarang ini nggak ada waktu mikirin untuk pacaran. Mau fokus cari duit "

" Kalau kamu mau menikah juga nggak apa-apa Ran. Toh umur kamu udah 22 tahun"

" Aku mau cari uang banyak-banyak dulu Buk. Kalau uang udah banyak dan nggak nyusahin ibuk lagi baru lha cari pacar"

" Kamu itu nggak pernah nyusahin ibuk. Kamu itu putri terbaik ibuk"

" Aduh mata jadi berair nih karena ngupas bawang merah "

Ibuk Rani tersenyum mendengar ucapan putrinya.

" Buk, bisa nggak ibuk buatkan tabungan atas nama Arumi"

" Bisa, besok ibuk urus"

" Alhamdulillah Arumi dikasih uang lebih sama Buk mando, karena udah menjahitkan baju yang bagus untuknya "

" Alhamdulilah, senang mendengarnya "

" Uangnya nggak dia tabung semua sih Buk. Soalnya nanti kan ibuk Arumi pasti tanya uang upah jahitnya "

" Iya, yang penting Arumi punya uang untuk dia simpan "

" Tolong ya Buk"

" Besok ikut saja sama ibuk ke bank nya"

" Nggak bisa Buk, besok kita mau bantu buk mandor masak"

" Oh iya ya, bos besar kalian kan datang "

" Iya, jadi besok aku sama Rumi mau pakai baju baru. Kita beli bajunya di toko lho Buk"

" Mandor kamu kan banyak uangnya"

" Nggak habis-habis uang mandornya "

" Kamu mau ibuk masakin apa nih "

" Apa aja Buk. Semua masakan ibuk Rani suka"

Ibuk Rani tersenyum mendengar ucapan putrinya. Rani memang tidak terlalu pilih-pilih makanan. Tapi putrinya itu paling suka ikan asin sama tumis kangkung.

" Cuma ada tempe sama teri "

" Nggak apa-apa Buk, enak itu. Apalagi kalau pake sambel tomat "

" Ya udah, ibuk buatkan itu aja"

" Ok Buk "

Rani sudah selesai mengiris kol dan juga wortel. Sekarang ia tinggal membuat adonannya. Nanti adonan itu akan ia simpan di dalam kulkas.

***

Arumi baru selesai masak untuk orang tua dan juga mbaknya. Sekarang tinggal membersihkan dapur dan menyapu rumah. Setelah itu barulah ia bisa mandi.

" Rum, cucikan baju mbak"

" Aku lagi beresin dapur mbak, mbak aja yang cuci"

" Setelah itu kan bisa"

" Kenapa mbak nggak coba mencuci pakaian mbak sendiri. Lagipula aku banyak kerjaan"

" Aku capek, kerjaan tadi banyak "

" Mbak pikir aku nggak capek "

" Kan kamu nggak kerja, jadi capek ngapain kamu?!"

" Mbak pikir masak sama beresin rumah itu nggak bikin capek"

" Itukan sudah tugas kamu di rumah ini"

" Terus tugas mbak di rumah ini apa?, makan tidur aja"

Anita terdiam mendengar ucapan Arumi.

" Mbak pikir cuma mbak yang capek, aku jauh lebih capek daripada mbak"

Setelah mengatakan itu, Arumi meninggalkan Anita yang terdiam di depan pintu. Arumi benar-benar kesal sama mbaknya. Kenapa dia selalu merasa dirinya paling capek di rumah ini.

Arumi segera masuk ke kamar mandi. Ia ingin membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat. Sekalian ia ingin menenangkan pikirannya.

" Kamu kenapa Nita "

" Rumi, Buk"

" Kenapa dengan Rumi "

" Dia marah-marah sama aku "

" Kenapa dia marah-marah sama kamu"

" Aku suruh nyuci baju aku, eh dianya malah marah sama aku. Dia bilang kerjaan aku cuma makan tidur aja. Ibuk kan tau kalau aku ini lagi capek"

" Nanti ibuk marahin Arumi. Berani sekali dia bicara seperti itu sama mbaknya sendiri "

Anita tersenyum mendengar ucapan ibunya. Ia senang karena ibunya selalu berpihak padanya. Berani sekali Arumi itu bicara seperti itu padanya.

" Sekarang dimana Rumi"

" Mungkin lagi mandi "

" Gimana pekerjaan kamu tadi"

" Lancar Buk. Tadi cuma menghadiri rapat sama pak kades "

" Syukurlah kalau lancar "

" Ibuk tau, aku baru masuk sudah jadi primadona di kantor. Semua lelaki yang bekerja di sana terpesona sama kecantikan aku"

" Kan putri ibuk memang cantik "

" Iya dong Buk. Kalau nggak mana mungkin mas Ardi klepek-klepek sama aku"

" Hubungan kamu sama Ardi gimana?, baik-baik aja kan?"

" Baik-baik aja Buk. Kenapa ibuk tanya seperti itu"

" Sekarang kalian jarang pergi jalan"

" Mas Ardi kan lagi kerja Buk, pulangnya udah sore. Pastinya dia capek pulang kerja. Lagipula setiap weekend kami selalu pergi jalan"

" Ibuk pikir kalian berdua lagi berantem "

" Ya nggak lha Buk. Mas Ardi itu mana pernah marah sama aku. Dan lagi mas Ardi itu nggak akan pernah selingkuh. Karena dia sudah punya pacar cantik kaya aku"

" Tapi kamu harus hati-hati, zaman sekarang kucing di kasih ikan asin mana bisa nolak. Apalagi cowok itu banyak duitnya, pasti banyak wanita disekelilingnya "

" Iya Buk, tapi mas Ardi nggak mungkin tergoda sama wanita-wanita seperti itu"

Anita yakin kalau kekasihnya nggak akan mungkin tergoda sama perempuan diluar sana. Karena ia tau kalau Ardi sangat mencintainya.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian.

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!