Slavic yang frustasi karena ingin memiliki anak perempuan demi bisnis namun yang dia dapatkan malah laki-laki terus sedangkan Karen sang Istri yang ingin menjadi istri utama dari Suaminya membuatnya memanggil iblis dari buku ilmu Hitam yang dia beli dari Occult Shop untuk mendapatkan anak perempuan yang hasilnya mengandung dan melahirkan sepasang anak kembar berupa seorang anak laki-laki tampan namun albino dan seorang anak perempuan biasa yang cantik dan mereka diberi nama Keita dan Keira.
Namun, Slavic yang merupakan seorang dokter di bidang kecantikan memandang rasis Keita sebagai anak yang tidak sempurna apalagi dia sudah cukup dengan banyak putra dan hanya ingin putri ditambah kebenciannya terhadap adiknya yang juga Albino terus mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga ia membunuh putranya setelah lahir.
Namun perbuatannya mendapatkan konsekuensi yang akan memberikan sebuah petaka yang akan datang menghampiri mereka dan sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part Twelve :Going To School
"𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊𝚔𝚞, 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚊𝚍𝚘𝚙𝚜𝚒 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐... 𝚂𝚞𝚕𝚒𝚝.
𝚆𝚊𝚕𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚂𝚕𝚊𝚟𝚒𝚌 𝚍𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚎𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊, 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚛𝚝𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚓𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚒𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚍𝚒𝚊𝚍𝚘𝚙𝚜𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑𝚖𝚞, 𝙰𝚗𝚗𝚊.
𝙺𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚔𝚊𝚞 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚒𝚋𝚞 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕𝚊𝚗...
𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚔𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚊𝚔𝚞𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚕𝚒𝚖𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚒𝚝𝚞, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚔𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚒𝚑𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚕𝚊𝚟𝚒𝚌 𝚍𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚎𝚗, 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚊𝚐𝚊𝚔 𝚛𝚊𝚐𝚞 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚖𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚒𝚐𝚒𝚝 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗.
𝚍𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚔𝚑𝚊𝚠𝚊𝚝𝚒𝚛 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚏𝚒𝚝𝚗𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚖𝚞 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚍𝚒𝚕𝚊𝚗.
𝙹𝚒𝚔𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒, 𝚑𝚊𝚔 𝚊𝚜𝚞𝚑𝚖𝚞 𝚝𝚎𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚝𝚛𝚒𝚙𝚕𝚎𝚝𝚜 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚗𝚌𝚊𝚖.
𝙺𝚊𝚞 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚖𝚙𝚞𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚋𝚞𝚔𝚝𝚒 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝙲𝙿𝚂(𝙲𝚑𝚒𝚕𝚍 𝙿𝚛𝚘𝚝𝚎𝚌𝚝𝚒𝚘𝚗 𝚂𝚎𝚛𝚟𝚒𝚌𝚎) 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚐𝚎𝚛𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊.
𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚋𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚐𝚎𝚐𝚊𝚋𝚊𝚑 𝚕𝚊𝚐𝚒, 𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚔𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚌𝚊𝚖 𝚂𝚕𝚊𝚟𝚒𝚌 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚙𝚘𝚛𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚎 𝙲𝙿𝚂? "
Pada saat Anna teringat percakapannya dengan Sandy 2 tahun yang lalu, ia teringat bagaimana Slavic membalas ancamannya dengan mengancam keselamatan ketiga putranya.
Ini salahku dengan gegabah mengacam Slavic...
aku tidak tahu Karen memiliki kakak laki-laki seorang anggota CPS sehingga tidak heran Slavic tersenyum dengan ancamanku.
ia pasti menduga bahwa saudara Karen akan membela Slavic apalagi, walaupun aku tidak mengenal orang yang dimaksud, aku yakin sifatnya sama dengan Karen.
Ayah dan saudaranya bagaikan sampah , pasti saudaranya juga sama.
Selain itu, aku tidak bisa membahayakan keselamatan ketiga putraku...
dalam batinnya, Ia memang menyayangi Keira namun ia tidak bisa membuat keselamatan Andy, Arga dan Alfa terancam.
Selain itu...
" 𝙸𝚋𝚞 𝙰𝚗𝚗𝚊, 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚋𝚞...
𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚒 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚍𝚞𝚕𝚞. 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚗𝚒,𝚒𝚋𝚞...".
Anna tidak bisa memaksa Keira untuk pergi dari rumah itu saat ia berbicara dengannya Kemarin.
mungkin sebaiknya aku bertanya saja padanya saat ia berusia 12 tahun keatas...
wajar jika anak 5 tahun berpikir begitu.
Selama itu, aku akan tetap di rumah itu untuknya dan selama itu, aku mengumpulkan banyak bukti sehingga tidak dapat terbantahkan baik dihadapan orang-orang yang berpihak pada Slavic atau dihadapan hakim.
ucap Anna membuat keputusan dalam hatinya lalu melirik ke arah 3 putranya.
"𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚊𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚒𝚗𝚒 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚒𝚔𝚞𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚒𝚋𝚞...
𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚒𝚜𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊,𝚒𝚋𝚞.
𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚒, 𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚞𝚕𝚕𝚢-𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚗𝚣𝚘 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚊𝚔𝚞𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚔 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚊𝚢𝚊𝚑? "
Anna tersenyum karena takjub betapa kuatnya persaudaraan mereka.
Keira hanya adik tiri, tapi mereka sangat menyayangi Keira sebagai adik kandung dan dari percakapan mereka kemarin malam setelah ia bertanya pada Keira untuk memastikan apakah ketiga putranya ingin pergi atau tidak.
dan mereka memilih tinggal untuk gadis kecil itu. Ibu dan anak memiliki pemikiran yang sama.
sedangkan Keira...
Apa yang salah denganku kemarin?
Saat ibu Anna bertanya apakah aku mau pergi dari rumah itu dan tinggalkan ayah dan ibu, aku ingin sekali mengatakan...mau, mau dan mau!
aku ingin pergi dari sana...
ingin pergi dari ayah yang suka menghukumku karena tuduhan kak Kenzo, atau pelampiasan kekesalan ayah karena punya putri yang tidak bisa jalan...
ingin pergi dari orang yang suka memukul kakak-kakak karena mencoba melindungiku dari orang yang jahat padaku seperti ayah dan kak Kenzo...
Aku ingin pergi dari ibu yang hanya menyayangi kak Kenzo daripada aku...
aku ingin pergi dari ibu yang mengacuhkan diriku dan tidak melakukan apapun untuk mencegah kemarahan ayah padaku...
aku ingin pergi dari pembantu yang dulunya baik padaku malah suka menatapku dengan tatapan risih, seakan aku hanya beban dan suka mengejek diriku dari belakang.
Intinya...
aku ingin pergi dari mereka yang tidak memperlakukanku sebagai manusia.
Aku ingin pergi bersama dengan ibu Anna dan ketiga kakakku agar mereka tidak lagi disakiti dirumah itu...
...Akan tetapi......
Mengapa apa yang ingin ku katakan malah berbeda saat diucapkan?
aku tidak mengerti mengapa mulut ini tidak mengatakan apa yang ingin ku katakan?
Saat ingin mengatakannya, rasanya ada yang menutup lidah ini dan memaksa lidah dalam mulut ini mengatakan hal-hal yang tidak ingin ku katakan.
𝚂𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛 𝚜𝚞𝚊𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚝𝚊:"𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚕𝚊𝚑", " 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗", "𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗".
𝚊𝚙𝚊𝚔𝚊𝚑 𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚗𝚎𝚑? 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚒𝚋𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚔𝚊𝚔-𝚔𝚊𝚔𝚊𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚒𝚔𝚞𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚞𝚔𝚊 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚊𝚔𝚞... 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚙𝚊 𝚔𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚘𝚑𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚖𝚞𝚕𝚞𝚝? Keira benar-benar kesal dalam pikirannya sendiri sehingga ia pun memukul mulutnya sendiri.
" Keira, kenapa kamu memukul bibirmu? "
Andy melihat Keira memukul bibirnya sendiri.
mereka bertiga juga mengarahkan pandangan ke gadis itu.
" ah..... tidak apa-apa. Ada nyamuk di sekitar sehingga mencoba Keira pukul tapi malah mulut yang kenapa sedangkan nyamuk berhasil kabur, hehe".
Keira memberikan alasan dan saat mereka memperhatikan Keira, ada seorang anak laki-laki albino berdiri dibawah pohon memperhatikan mereka.
" 𝙼𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚜𝚞𝚔𝚒𝚖𝚞 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚖𝚞 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚜𝚎𝚝𝚞𝚓𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚊𝚖𝚊.
𝙺𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚒𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗𝚖𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚍𝚞𝚕𝚞 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚊, 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊...
𝚊𝚢𝚊𝚑𝚊𝚗𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 8 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚕𝚊𝚐𝚒.
𝙰𝚔𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚒𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚍𝚒𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚋𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚔𝚞... 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚖𝚞 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚍𝚊𝚗𝚔𝚞 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚜𝚝𝚊𝚋𝚒𝚕... " Ucapnya sembari memperlihatkan tangannya yang terlihat masih bayang-bayang dibawah sinar matahari.
"𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚋𝚊𝚛𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 7 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚊𝚔𝚞 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚊𝚗𝚖𝚞, 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚔𝚒𝚝𝚒 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚖𝚞 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚝𝚞...
𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚞𝚜𝚒𝚊 13, 𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚠𝚊𝚖𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚎 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚔𝚎𝚌𝚒𝚕 𝚔𝚒𝚝𝚊...
𝚜𝚎𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚞𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚜𝚊𝚔𝚒𝚝𝚒 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊𝚙𝚞𝚗.
𝙱𝚎𝚛𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚕𝚊𝚑...
𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐...".
setelah anak itu mengatakan sesuatu, ia pun menghilang tepat saat sebuah mobil melewati pohon itu.
" kita sudah sampai".Mereka berhenti disebuah gedung SLB Persian tingkat Sd-Smp yang letaknya berseberangan dengan sekolah Sd negeri tempat triplets sekolah.
" dadah kakak-kakak".Keira melambaikan tangannya saat triplets pergi ke seberang yang dibalas dengan lambaian tangan juga.
" ayo kita masuk ".
" iya, ibu Anna". di gedung sekolah SLB Persian, sebuah gedung serba biru dari luar berdiri di atas lahan yang luas dengan desain arsitektur yang ramah penyandang disabilitas, memadukan fungsi pendidikan yang aman dan kenyamanan bagi para siswanya.
di sekolah itu, terdapat terdapat
Fasilitas eksterior yang dilengkapi dengan ramp dan jalur pemandu (guide block) untuk memudahkan mobilitas pengguna kursi roda dan tunanetra.
Bahkan halaman dan are terbuka juga ada yang dilengkapi dengan taman sensorik dan area bermain khusus.
Saat memasukinya, mereka disambut beberapa guru dan mereka mengikuti para guru bersama dengan murid dan orang tua murid untuk menjelajahi beberapa fasilitas sebagai bagian dari orientasi siswa di hari pertama mereka bersekolah.
perwakilan guru menjelaskan fasilitas yang dimiliki sekolah mereka dimana,
terdapat ruang kelas yang nyaman yang lebih lapang dengan pencahayaan dan sirkulasi udara maksimal untuk menghindari distraksi siswa autis.
bahkan ada peredam suara di ruang kelas yang khusus tunarungu atau tunagrahita.
ruang multimedia, serta ruangan khusus untuk terapi dan pengembangan keterampilan vokasional siswa seperti tata boga dan kerajinan tangan atau komputer juga ada.
bahkan fasilitas pendukung kebutuhan khusus juga ada seperti UKS, ruang fisioterapi, atau toilet yang setiap ruangan dilengkapi pegangan tangan khusus (handrail) dan ruang tersebut cukup muat untuk kursi roda.
intinya, Lingkungan sekolah sekolah itu telah dirancang dengan suasana tenang, aman, dan mendukung kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus.
selama murid baru melihat-lihat, Keira dan Anna mengetahui bahwa sekolah yang sangat luas itu memiliki enam gedung yang berisi kelas bedasarkan kelompok disabilitas pada setiap murid-murid dari
tunanetra (disabilitas indra penglihatan),
tunarungu (disabilitas pada indra pendengaran),
tunawicara ( disabilitas yang pengaruhi kemampuan bicara secara verbal),
tunagrahita (disablitas pada intelektual),
tunadaksa (disabilitas pada fisik). bahkan,
tunaganda( kombinasi disabilitas) juga ada.
tidak lama kemudian masing-masing mereka mengikuti perwakilan masing-masing gedung menuju gedung kelas tersebut dimana Keira diarahkan ke gedung "D" yang merupakan kelas berisi murid-murid tunadaksa dan Keira adalah salah satu dari tunadaksa.
"ini kelas Keira".Ucap Anna, dimana sebuah ruangan kelas tersebut akan berisi 15 murid yang khusus pemakaian alat bantu untuk berjalan seperti kruk atau kursi roda dan Keira termasuk salah satu murid dikelas itu.
pintu keluar masuk terbilang luas untuk bisa kursi roda keluar masuk. Perabotan kelas yang dapat disesuaikan dengan kelainan fisik atau postur tubuh siswa seperti meja ( karena Keira memakai kursi roda, ia dan teman-teman sekelasnya yang memakai kursi roda tidak perlu kursi) dan kursi bagi yang menggunakan kruk.
" belajar yang rajin dan fokus pada pelajaran ya, sayang ".Keira mengangguk mendengar nasihat ibu dan Anna pergi bersama dengan wali murid lainnya setelah mengantarkan mereka pada hari pertama mereka masuk sekolah.
Keira berjanji akan belajar giat seperti kakak-kakak agar ibu Anna bangga pada Keira. Setelah berjanji dalam hatinya, Keira mulai menjalani belajar untuk pertama kalinya sebagai murid SD.
ada ibu anna lho...