NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Fantasi / Bertani / Slice of Life
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

⚠️ PERHATIAN PEMBACA! ⚠️ Ini adalah Part 2 (Season 2) dari novel Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi. Sangat disarankan untuk membaca Part 1 terlebih dahulu guna memahami alur cerita, intrik karakter, dan sepak terjang sang Petani Sultan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelamatkan Kandungan

Melihat perubahan drastis pada mood Banyu, Jessica tentu bisa menebak situasinya. Hatinya diselimuti rasa hampa dan kehilangan. Ia telah mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menyerahkan dirinya malam ini, tapi lagi-lagi semesta seolah bercanda dan menggagalkannya hanya karena sebuah panggilan telepon. Kadang Jessica bertanya-tanya, apakah takdir memang tidak merestuinya bersama Banyu? Kenapa jalan mereka selalu penuh hambatan?

Meski hatinya dilanda kekecewaan yang mendalam, Jessica adalah wanita yang dewasa. Ia menahan perasaannya, setengah bangkit dari kasur dengan berbalut selimut, dan bertanya pelan, "Ada urusan darurat?"

"Ya..." Banyu mengangguk dengan raut wajah muram dan frustrasi. "Istri dari seorang teman baikku baru saja kecelakaan. Kata dokter, bayi di dalam kandungannya kemungkinan besar tidak bisa diselamatkan. Dia memohon agar aku segera ke sana untuk menolongnya."

Begitu mengetahui bahwa masalah ini menyangkut nyawa seorang bayi yang belum lahir, semua pikiran egois dan gairah di kepala Jessica langsung menguap. Ia buru-buru mendesak Banyu, "Kalau begitu tunggu apa lagi? Cepat bersiap-siap dan berangkat!"

Banyu menggeleng pelan. "Temanku sedang mengerahkan orang untuk menjemputku. Aku masih menunggu kabarnya."

Tepat saat Banyu menyelesaikan kalimatnya, ponselnya kembali berdering. Suara Pak Yapto Liem terdengar sangat terburu-buru, "Banyu, tetaplah di posisimu! Helikopter akan mendarat di sana dalam lima belas menit! Kalau bisa, tolong buat api unggun di area tanah lapang yang kosong untuk memandu titik pendaratan helikopternya."

Banyu mengiyakan dengan cepat, lalu beranjak dari kasur untuk mencari area pendaratan yang pas di luar rumah. Namun, saat ia melangkah melewati tepi ranjang, sisa-sisa api gairah di dalam dadanya mendadak memberontak. Dalam satu gerakan kilat, ia menyingkap selimut yang menutupi Jessica dan mendaratkan tamparan keras nan gemas di bokong sintalnya yang berbalut celana dalam renda.

Plakk!

Suara tamparan nyaring bergema di kamar itu. Sensasi kenyal dan membal yang tertinggal di telapak tangannya membuat jantung Banyu berdesir hebat. Di saat yang sama, Jessica yang terkejut setengah mati memekik pelan. Ia menoleh dan melotot tajam dengan rona merah di pipinya. "Nakal!"

"Karena situasinya sedang darurat, kali ini kau kuampuni!" bisik Banyu tepat di telinga Jessica dengan nada serak yang menggoda. "Tapi ingat, lain kali aku pasti akan melanjutkan sesi review pakaian dalammu ini! Jangan berani-berani lupa!"

Sebagai jawaban, Jessica menarik kerah Banyu dan mendaratkan ciuman yang sangat panas dan menuntut. Dengan napas terengah-engah ia berbisik, "Aku tidak akan pernah lupa. Kalaupun kau yang lupa, aku sendiri yang akan datang menagihnya padamu!"

Banyu tersenyum puas. Mendengar kalimat seberani itu keluar dari mulut wanita seindependen Jessica, itu artinya gadis ini telah menyerahkan hati dan jiwanya secara mutlak pada Banyu. Karena waktu sangat mendesak, Banyu tak sempat merespons dengan kata-kata. Ia mengecup bibir gadis Amerika itu sekali lagi, lalu bergegas berlari keluar untuk menyiapkan area pendaratan.

---

Dua puluh menit kemudian, Banyu sudah duduk di dalam sebuah helikopter ringan yang membelah langit malam. Ini bukan pengalaman pertamanya menaiki helikopter terbang, jadi ia tidak lagi merasa takjub. Tak butuh waktu lama, helikopter itu mendarat di sebuah bandara perintis terdekat dari Kota Wharton. Di sana, sebuah jet pribadi Gulfstream sudah memanaskan mesinnya, standby menunggu kedatangan Banyu.

Begitu Banyu melangkah masuk, jet eksekutif itu langsung meluncur di landasan pacu dan mengudara, membelah awan dengan kecepatan maksimal menuju Los Angeles. Setelah mendarat di Bandara Orange County, sebuah helikopter lain sudah menunggu untuk menjemput Banyu dan menerbangkannya langsung ke helipad di atap Rumah Sakit Swasta Santa Maria.

Begitu Banyu melangkah keluar dari helikopter, sosok Pak Yapto Liem yang sudah menunggu dengan raut wajah kuyu langsung berlari menghampirinya. "Banyu, saudaraku! Untung saja kau sedang berada di Amerika. Kalau tidak... aku benar-benar takut semuanya akan terlambat."

"Kita lihat kondisi Ibu Ratna dulu," potong Banyu lugas. Di tengah krisis nyawa seperti ini, ia tidak punya waktu untuk berbasa-basi.

Pak Yapto Liem mengangguk cepat dan langsung memandu Banyu menuju kamar perawatan istrinya. Fasilitas rumah sakit swasta di Amerika memang sangat luar biasa; kamar VIP yang disewa taipan Hong Kong itu kemewahannya setara dengan presidential suite di hotel bintang lima. Namun, kemewahan material tidak ada artinya di hadapan maut. Hal itu terbukti dari vonis tim dokter ahli yang menyatakan bahwa bayi di dalam kandungan Ibu Ratna sudah nyaris mustahil untuk diselamatkan.

Saat Banyu bergegas masuk ke dalam kamar, Ibu Ratna sedang bersandar lemah di kepala ranjang dengan air mata yang terus mengalir membasahi wajah pucatnya. Usia kehamilannya sudah menginjak enam bulan; ia sudah bisa merasakan dengan jelas tendangan dan pergerakan kecil dari nyawa yang tumbuh di dalam rahimnya. Bagi Ibu Ratna yang selama bertahun-tahun merindukan kehadiran seorang buah hati, bulan-bulan terakhir ini adalah masa paling membahagiakan dalam pernikahannya dengan Pak Yapto Liem. Siapa sangka, sebuah kecelakaan tragis tiba-tiba merenggut harapan terbesarnya, membuat hatinya hancur berkeping-keping.

Namun, begitu sepasang mata sembabnya menangkap sosok Banyu yang melangkah masuk, secercah harapan langsung menyala terang. Mengabaikan instruksi ketat dari dokter agar ia beristirahat total, Ibu Ratna meronta mencoba bangkit dari kasurnya. Dengan suara parau yang menyayat hati, ia memohon, "Banyu... kumohon, tolong selamatkan anakku..."

"Nyonya, jangan bergerak! Tetaplah berbaring," Banyu buru-buru melangkah maju dan menahan bahu wanita itu dengan lembut. Dengan nada suara yang memancarkan ketenangan dan kepercayaan diri mutlak, ia meyakinkan, "Anda tenang saja, saya pasti akan mengerahkan seluruh kemampuan saya untuk menyelamatkan anak Anda. Tolong jangan terlalu panik atau stres; kondisi emosional yang buruk sangat berbahaya bagi janin di dalam perut Anda!"

Kalimat penenang Banyu bekerja seperti sihir. Ibu Ratna perlahan kembali membaringkan tubuhnya. Ia memaksa dirinya untuk bernapas teratur, lalu bertanya dengan suara bergetar, "Banyu, apakah... apakah anak ini benar-benar masih bisa diselamatkan?"

Banyu tidak berani memberikan janji seratus persen agar tidak mendahului takdir. Ia mengangguk pelan. "Kita manusia hanya bisa berusaha maksimal, sisanya kita serahkan pada kehendak Tuhan. Tapi menurut perkiraanku... peluang suksesnya ada di angka delapan puluh persen."

Mendengar estimasi peluang 80%, Pak Yapto Liem dan Ibu Ratna serentak mengembuskan napas lega yang luar biasa panjang. Angka itu adalah sebuah mukjizat! Sebelumnya, tim dokter spesialis di rumah sakit ini menyatakan bahwa peluang keselamatan janin tersebut bahkan tidak sampai 10%!

Melihat Ibu Ratna sudah mulai tenang, Banyu berpura-pura memeriksa denyut nadinya layaknya tabib tradisional. Setelah itu, ia merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi cairan yang sudah ia siapkan sejak di peternakan, dan menyodorkannya pada Ibu Ratna. "Ini ramuan penguat kandungan. Minumlah sekarang!"

Ibu Ratna sangat sadar bahwa kehamilannya ini murni terwujud berkat pengobatan sakti dari Banyu yang menyembuhkan kemandulan suaminya. Oleh karena itu, ia menaruh kepercayaan mutlak bak penganut sekte pada pemuda itu. Tanpa ragu sedikit pun, ia mengambil botol kecil itu, mencabut sumbatnya, mendongak, dan menenggak habis seluruh cairan di dalamnya dalam satu tarikan napas.

Pak Yapto Liem yang menonton dari samping sama sekali tidak merasa ada yang salah dengan hal itu. Namun, seorang suster bule yang sedari tadi standby berjaga di sudut ruangan langsung terbelalak ngeri. Ia memekik panik, "Ya Tuhan! Apa yang baru saja kau minumkan pada Nyonya ini?!"

"Oh, itu semacam ramuan obat dari resep rahasia pengobatan tradisional Jawa," jawab Banyu dengan senyum santai. "Ramuan itu bisa membantu menstabilkan kandungan Ibu Ratna dan mempercepat proses pemulihan fisiknya."

Suster yang dididik dengan kurikulum medis Barat modern itu tentu saja menganggap omongan soal "ramuan misterius dari Timur" sebagai bualan dukun palsu. Dengan wajah memerah karena marah, ia menegur Banyu dengan keras, "Tuan! Kalau Anda tidak memiliki lisensi medis resmi di negara ini, Anda dilarang keras mencekoki pasien dengan zat sembarangan! Tindakan Anda ini sangat tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum federal Amerika Serikat!"

Pak Yapto Liem sangat paham dengan tabiat orang Amerika yang kadang terlalu kaku dan terobsesi pada regulasi. Kalau suster cerewet ini sampai melaporkan tindakan Banyu ke Departemen Kesehatan, dan polisi turun tangan untuk menyelidiki kasus malapraktik tanpa izin, Banyu bisa terseret ke dalam masalah hukum yang sangat pelik.

Taipan Hong Kong itu tentu tidak ingin dewa penyelamatnya tertimpa sial gara-gara menolong keluarganya. Ia segera memasang badan dan berkata pada suster tersebut dengan nada tenang namun berwibawa, "Suster, teman saya ini hanya bercanda. Itu tadi bukan obat-obatan medis, melainkan cuma... suplemen minuman herbal khas dari kampung halaman kami. Istri saya sangat menyukai minuman itu, jadi teman saya ini khusus membawakannya jauh-jauh dari rumah untuk menghiburnya."

Meski suster itu sama sekali tidak memercayai omong kosong Pak Yapto Liem, fakta bahwa pasiennya sudah telanjur meminumnya dan pihak keluarga sendiri tampaknya sangat supportif membuatnya tak punya banyak celah untuk mendebat. Ia tidak ingin memperpanjang masalah, namun ia tetap melontarkan protes tegas dengan suara rendah, "Tolong hargai kondisi kritis pasien dan jangan sembarangan memberinya konsumsi aneh-aneh lagi! Dan satu hal lagi... insiden pemberian cairan tak dikenal ini akan saya catat secara resmi di dalam rekam medis!"

Banyu hanya mengangkat bahunya santai, sama sekali tidak peduli dengan ancaman tersebut. Sebaliknya, Pak Yapto Liem justru merasa bersalah. Ia menoleh pada Banyu dan berbisik menggunakan bahasa Indonesia, "Maafkan insiden barusan, Saudaraku Banyu. Kau tahu sendirilah bagaimana watak orang Amerika; mereka itu sangat strict dan kaku soal aturan dan hukum. Tolong jangan dimasukkan ke hati."

Banyu justru merasa salut dengan dedikasi dan profesionalisme suster tersebut. Ia tersenyum memaklumi dan menjawab pelan, "Tidak masalah, Pak. Suster itu hanya menjalankan SOP pekerjaannya dengan baik. Pokoknya Nyonya sudah meminum ramuan saya, jadi dijamin tidak akan ada masalah komplikasi apa pun. Kalian bisa tenang sekarang."

Banyu berani memberikan jaminan mutlak karena isi botol kaca itu adalah air murni yang telah dicampur dengan dua tetes Cairan Ajaib! Dosis sebesar itu sudah terbukti ampuh menyembuhkan penyakit kronis yang mematikan, apalagi kalau cuma sekadar untuk menguatkan janin di dalam rahim? Itu sih kelewat gampang!

Namun, di telinga suami-istri Liem, ucapan percaya diri Banyu itu tetap terdengar sangat mengejutkan. Puluhan pakar medis dan profesor kandungan di rumah sakit elite ini sudah angkat tangan dan menyerah, masa Banyu cuma butuh satu tegukan ramuan misterius untuk membalikkan keadaan?! Meski terdengar tidak masuk akal, ingatan tentang bagaimana Banyu menyembuhkan infertilitas permanen Pak Yapto Liem dengan mudah kembali menguatkan keyakinan mereka. Keduanya mulai merasa jauh lebih tenang dan optimis.

Beberapa saat setelah Ibu Ratna menelan Cairan Ajaib, Banyu bertanya dengan nada yakin, "Bagaimana perasaan Anda sekarang, Nyonya?"

Pertanyaan Banyu bagaikan menyadarkan Ibu Ratna dari lamunannya. Mata wanita itu membelalak takjub. Ia menoleh ke arah suaminya dengan ekspresi sangat gembira dan berseru pelan, "Sayang... perutku rasanya sudah tidak mulas lagi... ah, tidak, tidak! Rasa sakitnya benar-benar hilang total!"

Pak Yapto Liem nyaris melompat kegirangan mendengar penuturan istrinya. Sejak kecelakaan terjadi, keluhan utama Ibu Ratna adalah kram perut yang hebat, yang juga menjadi indikator utama ancaman keguguran bagi tim dokter. Fakta bahwa rasa sakit itu lenyap tanpa bekas hanya beberapa menit setelah menenggak ramuan Banyu semakin mengukuhkan status Banyu sebagai dewa penolong di mata Pak Yapto Liem.

Mengetahui bahwa Cairan Ajaib telah bekerja sempurna di dalam tubuh Ibu Ratna, Banyu menoleh pada Pak Yapto Liem sambil tersenyum, "Pak, lebih baik kita mengobrol di luar saja. Biarkan Nyonya beristirahat dan tidur nyenyak. Itu akan sangat membantu mempercepat pemulihan fisiknya."

"Benar, benar sekali!" Pak Yapto Liem yang kini sudah menjadikan Banyu sebagai panutan mutlaknya buru-buru menyetujui. Ia menoleh pada istrinya dan mengelus tangannya lembut. "Tidurlah sayang. Aku dan Banyu akan berjaga di luar."

Ibu Ratna mengangguk patuh dan mulai memejamkan matanya. Sejak kecelakaan tragis itu, fisik dan mentalnya disiksa habis-habisan oleh teror keguguran dan rasa sakit yang mendera perutnya. Kini, setelah ancaman keguguran itu mereda dan rasa sakitnya hilang, rasa lelah yang terakumulasi langsung menyerangnya. Tak butuh waktu lama, ia pun jatuh tertidur pulas.

Begitu mereka melangkah keluar dan menutup pintu kamar rawat, sang taipan Hong Kong langsung menggenggam tangan Banyu dengan erat. Matanya berkaca-kaca menahan haru saat berucap, "Terima kasih, Banyu... terima kasih banyak! Kalau kau tidak ada hari ini, aku benar-benar... aku tidak tahu harus berbuat apa."

"Astaga, Pak Yapto, kita ini kan bersaudara, kenapa harus sungkan begitu?" Banyu menepuk bahu pria paruh baya itu sambil tertawa ringan. "Bapak sudah kuanggap seperti kakak sendiri. Mana mungkin aku diam saja membiarkan keponakanku celaka? Bapak tenang saja, Nyonya dan bayinya dipastikan seratus persen aman!"

Pak Yapto Liem mengangguk dalam-dalam. "Asalkan istri dan anakku selamat, separuh nyawaku rasanya kembali."

Sementara asyik mengobrol dengan Pak Yapto Liem, pandangan Banyu tanpa sengaja menyapu ke sekeliling lorong rumah sakit. Insting tajamnya seketika menangkap ada sesuatu yang sangat ganjil sedang terjadi di sekitar mereka.

1
Noor hidayati
kayaknya authornya ini memang menyukai free sex
Sri Murtini
Sesuai takdir Siska adalah isteri pertamamu banyu ...mslh dayang lainya ikuti mengalir saja tp dgn pertimbangan istri pertama ya !!
Yusup Surya
sialan plot twist dalam plot twist
Sri Murtini
Banyu segera nikahi Siska siapa tahu ada banyu yunior yg singgah dirahim siska sblm zina berlanjut💪😍😍
wan auw
ahhh kurang bnyak thorrr
isnaini naini
stlh beratus ratus episode...akhirnys....emang author satu ini pnuh kjutan
Memyr 67
𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎. 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝗄𝖾𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗄𝖺, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝖺𝗇? 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗉𝗅𝖺𝗒𝖻𝗈𝗒 𝖼𝖺𝗉 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗄.
Hardware Solution
akhirnyaaaa.....
Memyr 67
𝗉𝗎𝖺𝗌𝗒, 𝗒𝗎𝖽𝗈 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗅𝖺𝗌𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗍𝗂𝗆𝗉𝖺𝗅
Gege
akhirnya banyu pecah prewi...dan ular kadutnya pun berevolusi bukan buat kencing ajah...🤭🤣
Cui Lan Seng
hahaha emang benar novel terjemahan berarti emang indonesia bukan asia ya
Zamo: Anjirr, aku ampe mikir apa maksudnya ini? tapi bener juga ya, dikiranya Indonesia benua sendiri🤭
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
lalu crita ditangkep polisi gmn kelanjutannya ???
Riyanganz
seperti biasa dramanya 4 chapter ga selesai selesai😄
Was pray: biasa .... muter2 kayak gangsing, satu konflik gak kelar2.. .. 🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝗉𝖾𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖺𝗌𝗂𝖺. 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗌𝗂𝗌𝗂 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝖺 𝗍𝗁𝗈𝗋.
asammanis
wkwk bosen hidup🤣🤣
BaksoEnak
hahahah kayaknya ini novel terjemahan Da Xia yaa ketahuan kamu🤭🤭🤭
Was pray
jadi tersangka penganiayaan itu Rendi biar banyu mikir dulu kalau mau bertindak, udah jelas menganiaya Rendi di tempat publik( rumah sakit)itu udah veruko tinggi
Gege
othor berusaha membuat konflik yang memicu emosi pembacanya, ..🤣
asammanis
wkwk kekuatan amplop emang paling top🤣
asammanis
wkwk susternya kena mental 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!