NovelToon NovelToon
Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Benny, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

“Apa? Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu, Putra!” tegas Syafira saat makan malam bersama Putra sepulang kantor.

“Iya, Syaf. Maksudku kalau kamu mau menikah denganku, kamu tidak perlu lelah bekerja, kalian juga tidak perlu tinggal di rumah sewa yang sempit. Kembar pasti akan bahagia kalau tinggal di rumah yang lebih besar dan ber-AC, setiap hari juga diantar jemput dengan mobil. Pikirkanlah masa depan mereka, turunkan egomu,” tutur Putra.

Seketika bunda kembar itu pun naik pitam. Ia bahkan tak sungkan mengatai Putra sedang menghinanya. Ia merasa Putra bisa membeli kehidupannya dengan harta. “Aku tahu kembar akan bahagia dengan hidup seperti itu, tapi bukan berarti kehidupan mereka sekarang begitu tragis!”

Menenangkannya, Putra menjelaskan ia tak bermaksud demikian. Ia pun mengatakan dengan jujur atas perasaannya terhadap Syafira selama ini yang sudah ia tahan bertahun lamanya. Menikahi Syafira bukan lah caranya untuk membeli kehidupan janda beranak dua itu, tapi untuk membahagiakannya.

“Kenapa kamu tidak berpikir kalau ini cara Tuhan membalas kesedihanmu selama ini? Atau memang kamu yang tak pernah ingin membuka hati untukku? Kamu begitu buta dan tuli akan semua yang aku lakukan untukmu dan anak-anakmu. Kalau begitu caranya, kebahagiaan yang Tuhan berikan padamu akan selalu tertolak oleh sikapmu sendiri,” tutur Putra begitu dewasa.

Pria itu juga mengatakan bahwa bukan kah hidupnya akan terbebas dari suara-suara sumbang para karyawan di kantor bila mereka menikah dan Syafira tak lagi bekerja di sana.

Terdiam, Syafira tak mampu membantah perkataan Putra. Baginya, tak ada yang salah dengan ucapan bosnya itu. Ia memang bersikeras tak ingin membuka hatinya untuk orang lain. Tanpa sadar, hal itu membuat hidupnya terus seperti ini, terlebih berdampak anak-anaknya.

“Kalau kamu masih ingin waktu, baiklah. Tapi tolong, izinkan aku memindahkan kembar ke sekolah yang lebih baik. Mereka pantas mendapatkan pendidikan yang sempurna. Tolong, kali ini saja demi kembar,” lanjut Putra semakin menggoyahkan pendirian Syafira.

Sementara itu, Khale yang malam ini tak pulang ke apartemen karena ingin mengunjungi rumahnya sendiri, baru saja mendapat kabar mengejutkan dari anak buahnya.

“Apa? Yang benar saja? Jadi selama ini dia di Jakarta?”

***

Beberapa hari ini, Khale tak melihat kembar di sekolahnya. Tak berpikir macam-macam, ia merasa bisa jadi mereka sedang izin tak masuk sekolah karena urusan keluarga, atau sedang sakit. Jika memang benar demikian, ia ingin sekali menjenguk mereka.

Mengeluarkan ponselnya, mantan suami Syafira itu berniat menghubungi Putra dan menanyakan langsung perihal alasan kembar tak masuk sekolah, tapi ia urungkan karena hal ini bersifat terlalu pribadi dan kurang etis.

Di lain tempat, terlihat kembar sedang berbincang satu sama lain.

“Kita jadi tidak bisa bertemu dengan Om yang itu ya, sekarang. Padahal aku mau minta cokelatnya lagi,” celetuk Khanza menopang tangannya ke dagu bak sedang memikirkan negara.

Mengangguk sembari melamun, Khayra setuju dengan ucapan kembarannya itu.

“Tapi kan sekarang jadi bisa diantar jemput pakai mobil, terus sekolahnya juga lebih bagus dan lebih besar, adem lagi,” sahut Ria.

Meringis bahagia, kembar seakan bisa menerima sekolah baru mereka.

***

“Kenapa tidak jadi memindahkan Aura? Bukankah kemarin kamu sangat ingin melakukannya?” tanya Khale saat mendatangi bakery milik sang mantan kekasih.

Menggeleng, Karina mengaku tak ingin bertengkar dengan anak semata wayangnya itu.

“Sebenarnya kami sangat membutuhkanmu, Khal. Aura butuh kehadiran seorang ayah, aku pun menginginkan peran seorang suami yang bisa menengahi kami ketika berseteru. Semakin besar, Aura sangat mirip denganku. Aku yakin ketika dia sudah remaja nantinya, kita akan sering berdebat,” jelasnya sembari setengah memeluk tubuh Khale.

Melepaskan tangan Karina, Khale sama sekali tak berminat membahas hal ini. Apalagi ketika ia telah mendapat kabar bahwa Syafira ternyata masih ada di Jakarta, meskipun belum ada kabar lagi terkait kehidupan sang mantan istri saat ini. Tentu, ia semakin gencar ingin bertemu dengannya dan anak-anaknya, sekalipun jika ternyata mereka sudah memiliki ayah baru.

Protes karena Khale dianggap tak dapat melupakan masa lalunya, Karina memohon pada sang mantan agar mereka bisa kembali menjalin cinta.

“Tidak, Karina. Keinginanku hanya satu, bertemu dan menafkahi anak-anak kembarku karena mereka tanggung jawabku. Aku sama sekali tak ada keinginan untuk menikahimu,” tegas Khale.

Sementara itu, Putra terus mendekati Syafira. Apalagi, satu langkahnya telah Syafira wujudkan. Ia optimis langkahnya untuk menikahi bunda dari kembar itu juga akan segera terwujud. Hal ini membuat sang CEO bersemangat dalam bekerja. Termasuk ketika hari ini ia bertemu Khale untuk membahas progress pembangunan cabang barunya.

“Kurang dari 2 bulan saya yakin Pak Putra sudah bisa launching,” ucap Khale optimis.

Sumringah, Putra berharap demikian karena ia pun tak sabar untuk segera membuka cabang barunya yang lebih besar dari cabang-cabang lain.

“Oh iya, Pak. Akhir-akhir ini saya tidak melihat anak kembar Pak Putra. Apa mereka sedang sakit?” tanya Khale memberanikan diri.

Senyumnya redup, Putra mengatakan bahwa kini kembar telah pindah ke sekolah yang lebih bagus. “Oh iya, ngomong-ngomong, bocah perempuan yang Bapak bilang anak teman Pak Khale itu lebih cocok jadi anak Bapak.”

“Kenapa tidak menikahi ibunya? Padahal kalian sudah seperti keluaga kecil yang bahagia,” lanjut Putra.

Terhenyak mendengar ucapan Putra, Khale tersenyum kecut. Banyak sekali yang ia pikirkan. Pertama, mengapa tiba-tiba kembar pindah sekolah, hal itu bersamaan dengan Karina yang awalnya juga ingin Aura pindah sekolah. Rasanya untuk ukuran taman kanak-kanak, sekolah itu sudah cukup bagus. Kedua, ia tak menyangka Putra memperhatikan kehidupan pribadinya. Ia pun hanya bisa mempertahankan senyumnya untuk menghargai lawan bicaranya.

***

Akhir pekan ini, Khale tak bisa menolak permintaan Aura untuk jalan-jalan dan membeli es krim di sebuah minimarket. Saat sedang membayar di kasir, dari arah belakang tak sengaja ia mendengar suara yang tak asing di telinganya. Suara lembut itu seakan begitu ia rindukan.

“Yang varian keju ini apakah juga ikut promo?” tanya wanita tersebut pada karyawan minimarket.

Sontak Khale menoleh ke belakang dan mereka pun beradu pandang sekian detik.

...****************...

1
noreen1709
wow syafira benar1 tegas dan gak neko2 dia gak buang2 waktu dan emosi membalas perbuatan suami nya...padan muka khale ..sepatutnya gak harus ada penemuan dgn karina belakang syafira..seharusnya jujur walaupun tiada niat selingkuh...aku suka sama wataknya syafira gak cengeng terus tembak 🤭😄😄
Yati Syahira
2 orang mabuk cinta ssling mencakar khale punya otak bilang sendiri tdk mencintai ,nikah hnya ibunya tus ibunyabsdh meninggalnberarti sdhbtdk berarti lgi istrinya ,waras bikin setres
Yati Syahira
bikin khale setres
Yati Syahira
bikin menyesal dan ancur hidupnya khale laki bodoh dan arogan nyeoelakan ketulusan istri
Yati Syahira
laki munafik akhirnya bersatu sama mantan buang anak anaknya
Yati Syahira
good syafira tegas laki biadab puas dan bangga tanoa hambatan untuk balik sama mantanya
Yati Syahira
istri yg masih punya harga diri good laki pecundang pantas di buang biar gila nyesal seumur hidup
Yati Syahira
laki bodoh ,klu tdk pergi trus akan tetsakiti suami mencintai wanita lain percuma bertahan
Yati Syahira
laki bodoh hanya ego yg dikedepankan masa sdh ada di sia siakan
Momcia
Jas, bukan jaz thor...
Sari Nilam
suka drh gaya syafira ..wanita kuat dan tegas
Raksasa Ouw
sepertinya putra ini mantannya Karina makanya si Karina ngebet banget untuk mindahin sekolah anaknya
Marifatul Marifatul
lnjttttt doooongggg
Fay
luar biasa
Halimah Somadiziqzim
pada ku yg bodoh sebenarnya si Syafira nya
Anonim
Bodoh banget sih si khale sama syafira,masa g ngerasa ada yg janggal kan bisa cari tahu siapa suami syafira aneh
sunaryati jarum
Kok sudah end
sunaryati jarum
Jangan luluh dulu,itu kesalahan terbesar Khale.Sudah istri kabur gara- gara dirinya nyamperin Karina,malah rajin mendatangkan bahkan membantunya.Jangan cepat luluh Syafira,biarkan dia benar - benar menyesal dan berjuang,selama perjuangan mendapatkan kamu mudah banget,bahkan masih bertemu dengan masih masih terus berhubungan dengan Karina,walau diakhir mencari bukti,Jangan terlalu mudah mendapatkan kamu walau akhirnya jika bersatu
sunaryati jarum
Semoga berhasil melawan Putra dan keluarganya serta dapat bukti pembakaran Gudang perusahaan Khale
cinta semu
,makin tegang dahhh...putra vs khale
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!