NovelToon NovelToon
Istri Tuan Amnesia

Istri Tuan Amnesia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:11.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Ia tengah lari dari perjodohannya. Nur Aida Rindayani tak pernah menyangka, Ia justru menemukan seorang pria yang tergeletak di pantai dan membawanya pulang. Sebuah fitnah keji, lalu memaksa mereka menikah dalam sekejap.

Arrayan Bima Hartono , adalah seorang pewaris dari perusahaan besar di kotanya. Suatu hari, Ia diculik secara dramatis oleh beberapa musuhnya. Ia sempat kabur, namun justru terjatuh ke dalam jurang yang menghubungkannya dengan lautan yang dalam.

Apakah akan tumbuh cinta diantara mereka? Bagaimana, jika ketika itu Gibran ingat akan semua masa lalunya? Bagaimana, nasib Aida selanjutya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jahatnya Arum

"Rum, Aku mau bicara." ucap Om Edo pada istrinya.

"Ya, kenapa?" Tante Arum langsung menghampiri sang suami di sofanya.

"Ada apa dengan kamu?"

"Ada apa, gimana? Ngga papa tuh."

"Jangan bohong! Biasanya kamu yang paling semangat menjodohkan Aida dengan Amrul. Kenapa hari ini beda?"

"Beda apanya? Sama aja, ngga ada bedanya. Aku hanya....."

"Arum! Jelaskan, apa maksud kamu melakukan ini?"

"Aku melakukan apa? Aku ngga ngelakuin apa-apa! Kenapa aku terus yang jadi bulan-bulananmu, Mas!" bentaknya pada sang suami.

Om Edo spontan mengambil vas di meja, dan melemparkannya ke dinding. Nyaris saja mengenai sang istri.

"Aaaaarrrrrrggghhh!" pekik Tante Arum dengan begitu kuat. Nyalinya yang tadi seolah tak terkalahkan, kini menjadi ciut di hadapan sang suami. Bahkan, menatap matanya saja seolah tak sanggup.

"Apa maksud kamu melakukan ini? Kamu sengaja, mempermalukan keluargaku? Kamu kira aku tak tahu, jika Ibu pun di rawat gara-gara kamu?"

"A-aku ngga tahu. Ngga tahu, Ibu kenapa? Abis dari sana, aku pergi." jawabnya gugup.

"Pergi? Pergi mencari pasukan fitnah, lalu membawaku kesana?"

"A-aku hanya...." Tante Arum tampak frustasi, dan tengah memikirkan pembelaan untuk dirinya.

"Mas! Maafkan aku. Aku tahu, jika Aida menolak bersama Amrul. Tapi... Tapi... Keluarga itu sudah memberiku banyak uang, untuk membeli Aida." tangisnya, memeluk lutut sang suami.

"Kau fikir Aida itu barang! Bisa seenaknya kau jual. Biadab kau Rum!"

"Aku tak tahu, tak menyangka jika Aida se tegas itu. Ku kira, dia akan menurutiku seperti biasa. Aku tak tahu, Mas. Maaf kan aku." tangisnya pecah. Entah tangis sungguhan, atau pun palsu.

"Kau apakan uang itu? Kenapa tak kembalikan saja?" tanya Om Edo, sedikit lirih kali ini.

"Sudah ku kirim, pada Tiara. Dia butuh banyak dana, untuk kuliahnya."

"Itu bukan dana kuliah. Tapi dana gaya, kau tahu apa akibatnya terlalu memanjakan dia? Tapi kau tak pernah mendengarku!"

"Aku hanya tak ingin anakku kekurangan! Kau fikir, aku mau lihat anakku tak punya teman karena miskin? Seperti yang di rasakan Aida kala itu!"

Tangan Om Edo mengepal, bagai ingin melayang ke pipi mulus istrinya itu. Tanta Arum sudah terpejam, untung saja kepalan tangan itu tak jadi mendarat kesana..

" Kau lihat saja, apa yang akan terjadi nanti." lirihnya.

" Ya... Aku ingin lihat, bagaimana kehidupan Aida dengan pria tanpa ingatan itu. Aku ingin dia jatuh, menderita dan selalu di bawah Tiara. Tiara lah yang paling membanggakan bagiku."

"Terserah kau, Rum. Aku tak perduli lagi, bahkan jika keluarga Amrul mengamuk menagih uangnya padamu." pasrah Om Edo.

"Tidak. Mereka tak akan meminta, karena Aida lah yang menolaknya. Bukan karena, aku yang membatalkannya." senyumnya menyeringai, tampak jahat dengan segala obsesinya.

Om Edo tak tahu, harus bicara apa lagi dengan wanita yang sudah Ia nikahi Dua puluh tahun lebih itu. Harta membuatnya gila, bahkab rela menggadaikan keponakannya sendiri.

"Semoga, pria itu bisa menjagamu, Aida." harapnya dalam hati.

Om Edo bergegas pergi. Tak menoleh lagi pada sang istru. Ia ingin menjenguk Ibunya, lalu meminta pada Aida agar memaafkannya. Entah, rasa bersalah macam apa. Tapi seolah lega baginya, ketika melihat Aida bersama Tono.

" Rasanya, seperti melepasnya pada orang yang tepat. Meski aku, sama sekali belum pernah mengenalnya." fikirnya, di sepanjang perjalanan.

1
Lisa Halik
happy ending thor..suka sama ceritanya
Lisa Halik
banyak typo thor...apakah mama lia itu mama nur
Lisa Halik
jadi lelaki malah takut isteri
Lisa Halik
menarik
Lisa Halik
saya mampir thor,ini cerita lama dalam library tapi baru ada kesmepatan baca...macam menarik ni cerita
Shifa Burhan
pemikiran munafik pria
melaknat pebinor dan memuja pelakor

pemikiran munafik wanita
melaknat pelakor dan memuja pebinor

dan novel ini menunjukan dirimu dengan cara kau memperlakukan pelakor dan pebinor
Shifa Burhan
begitu banyak novel pebinor menculik, memaksa istri orang untuk tinggal dengan nya, dan itu semua dibenarkan oleh author nya

bahkan ada novel istri diculik, tinggal bersama, bahkan tidur bersama dengan pebinor penculiknya dan ketika suami datang menyelamatkan nya dan menghajar pebinor itu istrinya malah membela pebinor karena dia bilang dia diperlakukan dengan baik, dan novel itu membenarkan

cari satu saja novel yang bertema pebinor menculik atau memaksa istri orang tinggal bersamanya, dan novel itu anggap itu sebuah kesalahan
kalian tidak akan dapat novel kayak gitu, karena faktanya semua novel akan membenarkan itu
Firma Firma
bagus banget Thor... 💪💪💪💪
Iis Sumarni
Luar biasa
Siskaa Ummu Yahya Fiona
kocaksss /Grin/
Tina Akbar
Luar biasa
WaTea Sp
good
herself_22
Luar biasa
L A
Biasa
Meimawati
Kecewa
Meimawati
Buruk
Najwa Naj
cerita bagus
Najwa Naj
bagus
Mili magaya
iya,memang jauh, jauh lebih kaya maksudnya
Mili magaya
tante gambreng gak tuh🙃🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!