Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.
Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.
Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemaksaan tanda tangan kontrak cinta.
"Apa maksudnya ini pak?" Nayyara kaget setengah mati saat membaca kertas di dalam map itu. "Sesuai yang tertulis di sana, klien saya sudah membeli anda di klub malam kemarin kami memberikan uang muka 200 juta, jadi tugas anda di sini seperti yang tertulis di kertas itu" Nayyara bergidik ngeri lalu menggeleng.
"Saya harus hamil paling lama setahun, dan dapat bayaran satu milyar jika berhasil melahirkan anak dari kliennya Pak Adrian begitu? Lalu Gaji saya tiap bulan 10 juta? " Adrian mengangguk lagi.
"Jika mbak Nayyara menolak tak masalah tapi uang muka kemarin sebanyak 200 juta yang sudah di keluarkan oleh klien saya, tolong mbak kembalikan sekarang" Nayyara mengerjapkan mata kaget, darimana dia punya uang sebanyak itu. Boro-boro dua ratus juta, uang lima puluh ribu saja dia nggak punya, malang sekali nasibnya harus terjebak di tempat mengerikan ini.
"Itu pekerjaan yang mudah kok, tadi dokter sudah memastikan jika mbak sehat dan tidak ada kelainan pada reproduksi, jadi mbak pasti bisa hamil secepatnya, bayaran itu juga sangat besar jika mbak berhasil, setelah mbak Nayyara melahirkan klien saya akan menceraikan anda dan pernikahan kontrak otomatis berakhir, gaji dan bonus akan mbak terima setelah kontrak nikah berakhir, namun jika mbak belum hamil juga setelah setahun, uang satu milyar hangus, mbak Nayyara hanya akan menerima gaji bulanan 10 juta saja, jadi waktu mbak disini hanya setahun untuk hamil"
Adrian berkata sambil menghela nafas kesal, Eko Davka Digdaya Tedja benar-benar merepotkan, untung saja kaya raya konglomerat jika tidak, tak sudi Adrian mau jadi pengacaranya dan ikutan andil dalam hal bodoh begini.
"Lalu pak, nantinya bagaimana dengan anak yang saya lahir kan?"
"Tentu saja akan mutlak jadi milik klien saya, mbak Nayyara tak boleh menuntut hak apapun soal bayi itu, mbak bisa pergi jauh dan menggapai masa depan yang mbak inginkan, jika perlu pergi ke luar negeri dan menjauhi keluarga klien saya"
Masa depan, sesuatu yang mustahil kemarin bagi Nayyara ketika dia di jual oleh ibu angkatnya sendiri dan masih berada di club malam, lalu tersiksa tubuh dan batinnya karena teganya ibu angkatnya.
"Hah orang kaya memang semaunya yang berpikir bisa membeli apapun dengan uang? Bahkan harga diriku dan tubuhku bisa mereka beli juga....." Nayyara berdecak sinis lalu meletakkan map dan kertas itu dimeja, dia berdiri kesal.
"Lepaskan saya saja, meminta saya setuju dengan kontrak gila ini sama saja memaksa saya menjual anak sendiri, apalagi nikah kontrak itu perbuatan gak baik!" Ketus Nayyara dan berjalan ke arah pintu namun di hadang oleh dua orang Security anak buah Denny.
"Pak pengacara!" Teriak Nayyara kesal dan melotot pada Adrian. "Silahkan pergi jika mbak Nayyara bisa mengembalikan uang 200 juta yang sudah di bayar kemarin, sekarang juga"
"Yang menerima uang itu bukan saya! Uang itu di ambil oleh Kaino jadi minta saja pada nya! Biarkan saya pergi dari sini saya nggak sudi jadi wanita seperti keinginan tuan muda mu!" Kedua Security memegangi lengan Nayyara yang meronta dan akan kabur, lalu Denny mekode dua bawahannya untuk tenang.
"Non Nayyara tolong bekerjasama lah, jika saya melepaskanmu, apa kamu mau kembali ke club malam itu lagi lalu jadi pelacur disana?"
"Saya nggak mau!" Nayyara menggeleng ngeri dengan ucapan Denny, dia sungguh tak mau ke sana lagi bertemu Kaino yang kejam, lalu bisa juga dipaksa jadi pelacur.
"Tapi saya nggak mau jadi perempuan seperti itu, saya mau hidup bebas....." Nayyara mulai menangis terisak, jika dia mau pasti akan jadi perempuan tak punya harga diri, apa dia sudah gila jika mau hamil anak seorang lelaki hanya demi uang.
"Mbak di sini bisa memiliki fasilitas enak dan tinggal dengan nyaman, semua kebutuhan mbak Nayyara akan di penuhi oleh klien saya dari pakaian bagus, perhiasan bahkan kebutuhan lainnya, bahkan mbak bisa dapat gaji juga tiap bulan yang jumlahnya banyak, mbak juga bisa melakukan apapun di sini tanpa ada kekangan dari siapa pun, bukankah ini bagus sekali? Mbak hanya tinggal melahirkan saja anak dari klien saya sebagai tugas mbak" Adrian membujuk Nayyara yang masih menangis.
"Klien yang pak Adrian sebut tadi itu cuma iblis berwujud manusia yang memanfaatkan kelemahan saya!"
"Waduh mbak jangan ngomong gitu soal tuan muda! Bisa bahaya entar......" Denny jadi merinding takut Davka mendengar.
"Tuan muda kamu itu tak pantas jadi Majikan kamu bang, yang kerjanya hanya bisa menindas orang miskin!! Dia itu lelaki sinting yang harusnya masuk rumah sakit jiwa, mana ada nikahi kontrak cuma demi bisa punya anak, sinting dia!!" Maki Nayyara dengan keras makin berapi-api, saking kesalnya dengan ancaman Denny tadi.
"Mulutmu kasar sekali ya?" Davka tahu-tahu sudah berdiri di ujung tangga ruang tamu karena sejak tadi dia menguping dan mendengarkan apa saja yang Nayyara ucapkan, dengan wajah penuh air mata Nayyara mendongak menatap tangga paling atas di mana lelaki tinggi dengan kemeja putih itu berdiri dengan gagahnya, dan memasukkan satu tangannya didalam saku celana kain hitamnya.
Lelaki itu berjalan turun dengan langkah lebar mendekati Nayyara yang masih terpaku seperti patung di tempatnya.
"Tuan muda maafkan mbak Nayyara, tadi dia cuma emosi saja" Denny yang paham jika majikannya pasti murka dengan caci maki yang Nayyara lontarkan tadi sudah pucat pasi.
"Jadi dia yang di panggil mereka semua tuan muda, kok masih muda?" Batin Nayyara menatap lekat lelaki dengan tampilan yang jauh dari ekspektasinya, dia pikir lelaki yang ingin menikah kontrak dengannya itu sudah tua atau paruh baya, ternyata masih semuda ini bahkan gagah dan ganteng.
"Kamu mengatakan itu seakan-akan kamu berhak, siapa kamu memangnya? Kamu itu hanya perempuan yang aku beli dari klub malam dengan harga mahal, kamu harusnya bersyukur aku mengambilmu dari sarang nista itu, dan membawa kamu kesini"
"Aish dasar om om galak" Batin Nayyara lagi yang tadi menatap lelaki itu dengan cengo dan kagum bahkan sempat terpesona langsung gelagapan dan kesal, dengan ucapan mulut tajam lelaki itu, wajahnya memang ganteng, dengan penampilan yang membuat wanita manapun pasti terpesona, tapi mulutnya sungguh sepedas cabe, tatapannya tajam menakutkan, dan ekspresi wajahnya jutek luar biasa.
"Hah sudah galak mukanya jutek juga, ya ampun udah eror nih tadi gue terpesona, ini sih tuan muda mode macan" Nayyara geleng-geleng keras masih menatap wajah Davka.
"Saya hanya tak mau jadi perempuan yang nggak punya harga diri" Nayyara berani mengatakan itu meskipun bibirnya gemetar.
"Harga dirimu sudah aku beli pada mereka di klub malam 200 juta, jika mau kembali ke klub malam, kamu harus memulangkan sekarang juga uangku" Davka mencebik sinis sampai Nayyara meremas ujung rok dari gaun putihnya, dan Adrian yang sadar situasi kali ini makin mencekam langsung ikut membujuk Davka.
"Bang, bagaimana jika kita beri mbak Nayyara ini waktu untuk berpikir sebelum dia tanda tangan kontrak ini, bagaimanapun keputusan seperti ini tak bisa mendadak" Davka menoleh kesal pada Adrian yang memohon.
"Baiklah, oke, aku tunggu sampai besok saja, paling lama besok pagi kertas itu harus sudah dia teken atau dia angkat kaki dari vilaku dan kembalikan dia ke sarang nista itu"
Davka menjauh pergi mengambil kontak mobil Lamborghini Veneno abu-abu sportnya dari tangan salah satu security di sini, dan langsung membawa pergi mobil mewahnya dari depan teras vila.
"Mbak Nayyara bisa istirahat dulu sebelum kita bicarakan Pelan-pelan soal ini nanti malam" Ponsel Denny berdering dia menerima panggilan dari Dino yang saat ini berada di club malam untuk bertransaksi dengan Kaino yang tengah membayar pelunasannya.