NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Ia melihat Riani mulai menggerakkan jarinya. Perlahan matanya terbuka lebar.

"Riani?" panggil Alneo lembut, ia langsung menggeser duduknya mendekat ke tepi kasur. "Kamu sudah bangun, Dek?"

Riani mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia memegangi kepalanya, lalu menatap Alneo dengan tatapan bingung karena pandangan matanya jauh lebih jernih dan segar dibanding dulu.

"Kak... Alneo?" suara Riani terdengar serak, namun tidak ada lagi nada ketakutan atau sesak di dalamnya.

 "Riani... Riani kenapa? Kok rasanya badan Riani enteng banget ya, Kak? Dada Riani juga sudah enggak sakit lagi buat napas," kata Riani sambil memegang dadanya.

Alneo tersenyum lebar. Ia mengusap rambut adiknya dengan penuh kasih sayang. "Itu karena Riani anak yang kuat. Obat yang Kakak kasih tadi sudah bekerja dengan baik. Sekarang Riani sudah sembuh."

Riani mencoba mendudukkan tubuhnya, dan benar saja, tidak ada lagi rasa lemas. "Wah... iya, Kak! Riani merasa sehat banget!"

Namun, saat Riani hendak mengayunkan kakinya ke pinggir kasur, pandangannya mendadak terpaku pada dinding di depannya. Matanya yang bulat melebar.

 Mulutnya sedikit terbuka, menatap tidak percaya pada beberapa potong pakaian yang tergantung rapi di sana.

"Kak... itu... Itu... seragam SMP?" tanya Riani menunjuk ke arah baju tersebut.

Alneo ikut menoleh ke arah seragam itu, lalu kembali menatap adiknya dengan senyuman paling tulus.

"Iya, Riani. Itu seragam barumu. meskipun kita hanya hidup berdua, kamu tetap harus sekolah, kakak adalah wali mu sekarang, jadi kau adalah tanggung jawabku, mulai sekarang, Riani butuh apa, berita tahu saja pada kakak, kakak pasti akan memenuhinya," kata Alneo lembut.

Air mata Riani langsung tumpah, karena rasa haru yang luar biasa. Ia menatap kakaknya dengan pandangan tidak percaya. "Kakak... Kakak beli ini? Uang dari mana, Kak? Bukannya... bukannya kita tidak punya uang?"

Alneo langsung menggenggam kedua tangan adiknya, menggenggamnya dengan erat seolah sedang menyalurkan seluruh kekuatan dan keyakinannya.

"Riani, dengerin Kakak. Mulai hari ini, kamu tidak perlu memikirkan soal uang, soal ayah, atau soal bagaimana kita akan makan besok. Tugasmu sekarang cuma satu: belajar yang pintar, sekolah yang rajin, dan jadi anak yang bahagia," ucap Alneo dengan tegas.

Alneo menyeka air mata yang mengalir di pipi Riani menggunakan ibu jarinya.

"Kakak sudah berjanji pada diri Kakak sendiri, dan juga pada Ibu di atas sana. Selama Kakak masih bernapas, Kakak akan penuhi semua kebutuhanmu. Kakak tidak akan membiarkan siapa pun merenggut masa depanmu lagi. Mengerti?"

Riani langsung menghambur ke dalam pelukan Alneo, menangis sesenggukan di dada kakaknya.

"Terima kasih, Kak... Terima kasih banyak... Riani janji akan belajar dengan rajin, Riani enggak akan ngecewain Kakak..." katanya terisak.

Alneo memeluk erat tubuh adiknya, menepuk-nepuk punggungnya dengan penuh kasih.

 Di dalam hatinya. Dengan bantuan sistem yang ia miliki, ia akan membangun dunia yang aman dan layak untuk adiknya, Riani.

Alneo membiarkan Riani menumpahkan seluruh air matanya di dadanya. Pelukan hangat itu berlangsung cukup lama, hingga akhirnya tangisan Riani mereda menjadi sesenggukan kecil.

"Sudah, jangan menangis lagi. Nanti matamu bengkak, malah tidak cantik saat mencoba seragam baru," goda Alneo sambil melonggarkan pelukan dan mencubit pelan hidung adiknya.

Riani tersenyum, buru-buru menyeka sisa air mata di pipinya dengan ujung lengan baju, lalu terkekeh pelan. "Kakak bisa saja."

"Nah, sekarang kamu mandi dan bersih-bersih dulu. Setelah itu, cobalah seragam barumu," ujar Alneo sambil bangkit berdiri dari lantai.

"Baik, Kak!" Riani menyahut dengan semangat yang sudah lama tidak Alneo lihat.

Gadis kecil itu melompat turun dari kasur dengan lincah, lalu keluar menuju kamar mandi.

1
Ambu Rinddiany Thea
duuuh ikut degdegan, ka less berasa nonton depan mata ini teh 🤭
less22: anggap aja beneran lihat🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!