NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Benih Keraguan

Pagutan bibir itu terlepas dengan sangat lambat. Aletta terengah-engah, dadanya naik-turun memburu pasokan udara yang sempat terenggut. Wajahnya terasa panas membara, dan ia langsung memalingkan wajah ke arah lain, tidak berani menatap mata kelabu Xavier yang kini berkilat dipenuhi kepuasan dan gairah yang pekat.

​Xavier menyeringai tipis, ibu jarinya bergerak mengusap bibir bawah Aletta yang sedikit basah dan memerah akibat ulahnya.

​"Kau jauh lebih manis saat tidak melawan, Aletta," bisik Xavier, suaranya yang rendah terasa menggetarkan dada Aletta. Pria itu bangkit dari ranjang, seolah tidak terpengaruh oleh ciuman panas mereka barusan, lalu memakai kemeja hitam baru yang disiapkan pelayan. "Sesuai janjiku, karena kau sudah menjadi 'istri yang penurut' pagi ini... aku akan memberikanmu hadiah tambahan."

​Aletta mendongak, merapikan gaunnya yang sedikit berantakan. "Hadiah apa lagi?"

​Xavier mengancingkan lengan kemejanya dengan gerakan elegan. "Hari ini, kau diizinkan keluar dari mansion. Kau boleh menjenguk ayahmu secara langsung di rumah sakit."

​Mata Aletta seketika berbinar cerah. Rasa bahagia yang teramat sangat menyapu bersih kecanggungannya. "Benarkah? Aku bisa memeluk Ayah?"

​"Ya," jawab Xavier datar, namun tatapannya mendadak mengeras, memancarkan dominasi mutlak. "Tapi jangan berpikir untuk kabur, Sayang. Diego dan delapan pengawal bersenjata lengkap akan menempel padamu seperti bayangan. Satu saja langkah mencurigakan, mereka akan langsung membawamu kembali mendekam di kamar ini."

​"Aku tahu," cicit Aletta. Baginya, bisa melihat ayahnya secara nyata jauh lebih penting daripada memikirkan pelarian yang mustahil.

​Dua jam kemudian, konvoi mobil mewah yang membawa Aletta tiba di rumah sakit internasional paling bergengsi di kota itu. Seluruh lantai VIP telah dikosongkan dan dijaga ketat oleh anak buah Xavier.

​Begitu pintu ruang rawat dibuka, Aletta tidak bisa lagi menahan air matanya. Ia berlari dan langsung menghambur ke pelukan pria paruh baya yang sedang duduk di sofa dekat jendela.

​"Ayah!" isak Aletta kencang, memeluk erat tubuh ringkih ayahnya.

​"Aletta... anakku," sang ayah membalas pelukan itu dengan air mata yang turut mengalir. Ia mengusap rambut putri tunggalnya dengan penuh kasih. "Kau benar-benar sehat, Nak? Ayah sangat mengkhawatirkanmu sejak malam mengerikan itu."

​Aletta melepaskan pelukannya perlahan, menghapus air mata di pipi ayahnya. "Aku baik-baik saja, Ayah. Lihat, aku tidak kurang satu apa pun. Xavier... dia merawatku dengan baik."

​Saat Aletta menggerakkan tangannya, kilatan silau dari cincin berlian biru murni di jari manisnya langsung menarik perhatian sang ayah. Pria tua itu tertegun, meraih jemari Aletta dan menatap cincin seharga pulau pribadi itu dengan tatapan nanar.

​"Cincin ini..." Ayah Aletta menatap mata putrinya dalam-dalam, suaranya bergetar penuh rasa bersalah. "Al... katakan sejujurnya pada Ayah. Apa pria bernama Xavier itu memaksamu? Apa dia menyakitimu demi melunasi hutang dua triliun itu? Ayah tahu dia bukan orang biasa. Dia... dia penguasa yang kejam."

​Aletta terdiam sejenak. Bayangan kekejaman Xavier saat menyiksa Marcos di ruang bawah tanah, serta perintah pembantaian Kartel El Cuervo semalam, mendadak melintas di benaknya. Xavier memang iblis. Pria itu kejam dan berbahaya.

​Namun, ingatan saat Xavier menjadikannya tameng hidup dari peluru, berlutut memijat kakinya yang lecet, dan tatapan cemas pria itu semalam, membuat lidah Aletta mendadak kelu untuk mengutuk suaminya.

​Aletta memaksakan sebuah senyuman tulus, menggenggam tangan ayahnya. "Tidak, Ayah. Dia tidak menyakitiku. Cincin ini... adalah bukti bahwa dia melindungiku dari musuh-musuhnya. Ayah jangan khawatir lagi, ya? Fokus saja pada kesembuhan Ayah."

​Sang ayah menghela napas panjang, tampak sedikit lega namun guratan kesedihan masih tercetak jelas di wajahnya. Mereka menghabiskan waktu satu jam untuk melepas rindu, berbicara tentang banyak hal kecil, hingga akhirnya seorang perawat masuk untuk memberikan jadwal terapi fisik bagi ayahnya.

​"Ayah, aku ke toilet sebentar, ya," pamit Aletta lembut.

​Aletta melangkah keluar menuju toilet khusus yang berada di ujung lorong VIP yang sepi. Setelah mencuci wajahnya di wastafel, ia menatap pantulan dirinya di cermin, mencoba mencerna perubahan besar dalam hidupnya. Ia, yang awalnya adalah tawanan, kini justru mulai membela sang penyekap di depan ayahnya sendiri.

​Saat Aletta keluar dari toilet dan berjalan di lorong yang agak temaram, seorang pria mengenakan pakaian dokter dengan masker medis hitam tiba-tiba berjalan cepat dari arah berlawanan.

​Bruk!

​Pria itu sengaja menyenggol bahu Aletta dengan cukup keras hingga Aletta terhuyung mundur.

​"Ah, maaf, Nyonya," ucap pria itu dengan suara rendah yang sengaja disamarkan.

​Sebelum Aletta sempat membalas, pria itu dengan gerakan secepat kilat meraih tangan kiri Aletta, menyelipkan sebuah gulungan kertas kecil ke dalam genggaman jarinya, lalu berjalan pergi dengan terburu-buru menghilang di tikungan lorong sebelum para pengawal Xavier di ujung jalan menyadari keanehan tersebut.

​Jantung Aletta berdegup kencang. Ia menatap telapak tangannya yang kini menggenggam kertas kecil tersebut. Dengan tubuh gemetar karena cemas, ia kembali masuk ke dalam bilik toilet dan mengunci pintunya dari dalam.

​Aletta membuka gulungan kertas itu dengan perlahan. Di dalamnya, terdapat sebuah tulisan tangan dengan tinta merah darah yang berbunyi:

​"Jangan tertipu oleh topeng pelindung yang dikenakan Xavier, Aletta. Hutang dua triliun milik ayamu bukan kecelakaan atau kegagalan bisnis. Xavier yang merencanakan kebangkrutan itu sejak awal. Dialah iblis yang menghancurkan hidup ayahmu hanya demi menjebakmu ke dalam sangkarnya. Tanyakan padanya tentang proyek pelabuhan lima tahun lalu."

​Napas Aletta seketika tercekat. Kertas di tangannya merosot ke lantai marmer yang dingin.

​Seluruh tubuhnya mendadak kaku, dan darahnya seolah berhenti mengalir. Matanya menatap kosong pada cincin berlian biru murni di jarinya yang berkilau mewah. Cincin yang sejam lalu ia anggap sebagai simbol perlindungan, kini mendadak terasa seperti belenggu paling menjijikkan yang mengikat lehernya.

​Jika isi surat ini benar... maka pria yang baru saja ia kecup bibirnya pagi tadi, pria yang ia percayai telah menyelamatkan ayahnya, adalah dalang utama di balik seluruh penderitaan hidupnya.

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!