NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(REVISI) BAB 11

Beberapa minggu lalu, Kim Ae Ra masih merasa asing setiap kali memasuki gedung Aegis Corp. Setiap langkah terasa seperti menjejakkan kaki di atas tanah yang belum pernah ditempuh, setiap suara yang terdengar seperti bisikan misterius yang sulit dipahami.

Sekarang, langkahnya sudah otomatis seolah tubuhnya telah mengingat setiap lorong, setiap sudut, bahkan setiap suara yang ada di dalam gedung yang tinggi menjulang itu.

Pintu kaca gedung terbuka dengan sendirinya saat ia mendekat, satpam yang selalu berdiri dengan tegak langsung mengangkat tangan dalam sapaan hormat. Udara pagi yang segar membawa aroma kopi dari kantin yang sudah mulai aktif, menyatu dengan aroma bahan bakar dan asap kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Ia merasakan getaran kecil di setiap serat tulangnya seolah alam semesta sedang memberitahukan bahwa hari ini akan berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Ae Ra berjalan melewati area resepsionis dengan langkah yang mantap, menyapa setiap staf yang melihatnya dengan senyum hangat yang tulus. Saat mencapai meja kerjanya yang terletak tepat di luar ruang CEO, ia melihat tumpukan dokumen tebal yang sudah disiapkan oleh Yoo Min Ji dengan cermat. Setiap lembar kertas berisi angka dan grafik yang menunjukkan perkembangan proyek yang sedang berjalan—dan di tengahnya, nama “Haesung” muncul dengan jelas seperti duri yang siap menusuk kapan saja.

Ia duduk dengan hati-hati, menata kembali dokumen tersebut dengan urutan yang logis agar mudah dibaca nanti. Ketika selesai menyusun, ia menarik napas panjang sebelum membuka laptop untuk memeriksa email yang masuk dari berbagai divisi. Beberapa pesan penting tentang rapat mendadak harus segera ditindaklanjuti, sementara yang lain hanya berisi pemberitahuan tentang jadwal yang berubah secara tak terduga.

“Pagi, Sekretaris Kim.”

“Selamat pagi juga, Pak.”

Sapaan dari staf yang lewat membuatnya sedikit terkejut namun tetap menjawab dengan sopan. Ia kembali fokus pada pekerjaan, mencatat setiap poin penting dengan tangan yang stabil meskipun pikirannya terkadang melayang pada hal-hal kecil yang membuat hari ini terasa berbeda.

Hyun Jae Hyuk keluar dari ruangannya dengan jasnya sudah terpakai rapi, matanya langsung mencari Ae Ra yang sedang sibuk mengatur dokumen di mejanya. Ia berjalan dengan langkah mantap menuju arahnya, suara alas kaki yang kuat terdengar jelas di lorong yang kini mulai sepi karena sebagian staf sudah keluar untuk makan siang.

“Sudah siap untuk rapat nanti sore?” tanya Jae Hyuk dengan nada yang tegas namun penuh perhatian.

“Sudah siap, Pak. Semua dokumen sudah disusun dan peserta sudah dihubungi sesuai jadwal,” jawab Ae Ra dengan percaya diri, meskipun hatinya masih sedikit berdebar karena kesempatan untuk bekerja lebih dekat dengan CEO-nya.

Ia mengangguk dengan puas sebelum masuk kembali ke dalam ruangannya, menyisakan suasana yang lebih tenang di sekitar meja Ae Ra yang kini terlihat lebih rapi dari biasanya. Ia menarik napas lega sebelum mengambil botol air mineral dari dalam tas untuk sedikit menghilangkan rasa haus yang mulai muncul.

Menjelang siang, ponselnya berbunyi dengan suara notifikasi yang khas.

Bo Ram:

Jangan lupa makan ya! Kalau tidak aku antar makanan kesana!

Seo Jun:

Hari ini mungkin akan hujan lagi nanti. Jangan lupa bawa payung.

Ae Ra tersenyum melihat pesan dari kedua teman terbaiknya. Di tengah kesibukan dan tekanan yang dirasakan, ada orang-orang yang selalu ada untuknya tanpa pamrih apapun. Namun ketika ia hendak membalas pesan tersebut, Jae Hyuk muncul lagi dengan membawa secangkir kopi hangat.

“Untukmu,” katanya sederhana sebelum kembali ke dalam ruangannya, menyisakan aroma kopi yang masih terasa di udara.

Rapat sore berlangsung lebih lama dari yang direncanakan. Para eksekutif membahas setiap kemungkinan dengan sangat teliti, strategi yang akan diambil jika persaingan semakin ketat, risiko yang mungkin terjadi, hingga langkah-langkah antisipatif yang harus dilakukan segera. Suara mereka terdengar tegas namun penuh dengan perhitungan yang matang.

“Kalau mereka terus maju dengan cara yang tidak adil, kita harus siap menghadapinya dengan segala cara yang diperlukan,” ucap Jae Hyuk dengan suara yang jelas dan tegas.

Setelah rapat selesai dan semua orang mulai keluar, Ae Ra tetap duduk sejenak mencatat kembali poin-poin penting yang dibahas. Tubuhnya merasa sangat lelah namun hati merasa lega karena hari itu telah berlalu tanpa kesalahan besar. Ia mengambil tasnya dan berjalan menuju lift dengan langkah yang semakin lambat, tubuhnya benar-benar merasa kelelahan setelah seharian bekerja tanpa jeda yang cukup.

Saat keluar dari gedung menjelang malam, langkahnya secara otomatis mengarah ke arah toserba kecil yang sudah begitu akrab. Suara bel pintu yang khas menyambutnya dengan hangat ketika membukanya dengan lembut.

Klining…

“Kamu datang!” teriak Bo Ram dengan senyum lebar yang membuat hati Ae Ra menjadi hangat.

Ae Ra tersenyum melihat kegembiraannya. Seo Jun muncul dengan membawa secangkir minuman hangat yang sudah siap diberikan. “Kau terlihat sangat lelah hari ini,” katanya dengan nada yang penuh perhatian.

“Aku benar-benar lelah,” jawab Ae Ra dengan jujur sebelum menerima minuman yang diberikan dan duduk di kursi kecil dekat jendela.

Ia melihat ke luar pada malam yang mulai datang dengan cepat, menyadari bahwa setiap hari yang berlalu membuatnya semakin dekat dengan dunia yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan bisa diraih.

Bo Ram mulai cerita tentang pelanggan lucu yang datang hari itu, sementara Seo Jun hanya menyimak dengan tatapan yang lebih tenang namun penuh perhatian. Di dalam toko kecil yang hangat itu, Ae Ra merasa bahwa semua beban yang ada kini lenyap begitu saja, tempat ini benar-benar menjadi tempat di mana ia bisa menemukan kedamaian dan kedekatan yang sesungguhnya.

Di luar toko, sebuah mobil hitam berhenti sebentar sebelum melaju lagi. Di dalamnya, Jae Hyuk melihat ke arah jendela toserba dengan tatapan yang mendalam, rasa ingin tahu dan perhatian yang muncul secara alami setiap kali melihat Ae Ra tertawa dengan riang bersama teman-temannya. Ia menghela napas sebelum memberi isyarat pada sopir untuk melanjutkan perjalanan kembali ke rumah, menyadari bahwa ada bagian dalam dirinya yang mulai berubah, bagian yang belajar untuk melihat dunia dengan cara yang lebih hangat dan penuh dengan makna yang sebenarnya.

Ae Ra tetap duduk di kursi kecil dekat jendela toserba, menikmati minuman hangat yang diberikan oleh Seo Jun sambil mendengarkan cerita dari Bo Ram yang penuh dengan kegembiraan. Ia melihat ke luar pada malam yang semakin gelap, menyadari bahwa setiap hari yang berlalu membawa perubahan kecil yang akhirnya akan membentuk jalan baru dalam hidupnya, jalan yang penuh dengan tantangan namun juga dengan kehangatan dan kedekatan yang sesungguhnya berharga.

Dan bahwa kini ada tiga jalur yang mulai saling mendekat, jalur yang akan membawa ia pada pilihan penting yang tidak bisa dihindari lagi.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!