**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
### **Bab 2: Tamparan Logika dan Menu Status**
:
### **Bab 2: Tamparan Logika dan Menu Status**
"Ka-kau... bagaimana mungkin?!"
Suara Zhao Lucius bergetar hebat. Buku-buku jarinya yang tadi dilapisi oleh energi spiritual *Qi* kini tampak memar dan mengeluarkan darah segar. Matanya yang beberapa detik lalu dipenuhi oleh kebencian dan keangkuhan, kini melebar sempurna karena rasa horor yang teramat sangat.
Di depannya, Feng Tian—si 'sampah' Klan Feng yang seharusnya sudah mati dengan tulang rahang hancur atau setidaknya cacat permanen—berdiri dengan postur tubuh yang luar biasa tegap. Tidak ada lagi tubuh membungkuk ketakutan. Tidak ada lagi tatapan mata memohon ampun yang biasa diperlihatkan pemuda itu. Yang ada hanyalah sepasang mata yang sedingin es, menatapnya seolah-olah Zhao Lucius tidak lebih dari seekor semut yang siap diinjak.
Feng Tian tidak langsung menjawab. Dia hanya melirik sedikit ke sudut mata kanannya, di mana sebuah layar transparan berwarna biru neon masih berkedip lembut, menampilkan hitung mundur digital yang terus berjalan.
**[Sisa Waktu 'Cheat Code: Kebal Pemula': 45 Detik.]**
*Empat puluh lima detik... waktu yang lebih dari cukup untuk memberi pelajaran pada anjing klan Zhao ini,* batin Feng Tian, yang jiwanya kini sepenuhnya dikendalikan oleh Arka, sang pemuda modern. Sebuah seringai tipis yang sarat akan ironi terbentuk di sudut bibirnya.
Feng Tian mulai melangkah maju. Gerakannya pelan, bahkan terkesan santai. Namun, bagi Zhao Lucius, setiap kali sandal jepit tipis Feng Tian menginjak lantai kayu gudang tua yang berdebu itu, suaranya beresonansi langsung dengan detak jantungnya. Setiap langkah Feng Tian membawa tekanan tak kasat mata yang membuat napas Zhao Lucius terasa sesak.
"Tadi kamu bilang ingin mematahkan kedua kakiku, kan? Kamu juga menyuruhku bersujud untuk menyerahkan cincin peninggalan ibuku?" Feng Tian bertanya dengan nada suara yang sangat tenang, hampir seperti bisikan seorang kawan lama. Namun, bagi siapa pun yang mendengarnya, suara itu terdengar seperti lonceng kematian yang ditiup oleh malaikat maut.
"Jangan sombong, Sampah! Kau pasti menggunakan trik kotor! Benar, kau pasti menggunakan jimat terlarang atau racun untuk mengelabui indraku!" teriak Zhao Lucius. Jiwanya menolak untuk mempercayai logika di depannya.
Sebagai murid luar senior yang dihormati di bawah naungan wilayah Sekte Awan Hijau, bagaimana mungkin dia bisa dilukai oleh seorang pecundang yang bahkan tidak bisa merasakan energi spiritual alam? Rasa malu dan panik bercampur menjadi satu, memicu kemarahan yang membabi buta.
"Mati kau, keparat!"
Zhao Lucius berteriak histeris, mengerahkan seluruh sisa *Qi* di dalam tubuhnya. Dia memaksakan dantiannya bekerja hingga batas maksimal, membuat aura biru di tangan kanannya menyala dua kali lipat lebih terang dari sebelumnya. Dia menerjang maju dengan kecepatan penuh, mengarahkan tinju mautnya langsung ke tenggorokan Feng Tian.
Namun, di mata Feng Tian yang saat ini jiwanya telah diperkuat oleh sistem dan tubuhnya telah naik secara instan ke tingkat 3 Pengumpulan Qi, gerakan menerjang Zhao Lucius terasa sangat amat lambat. Di mata Feng Tian, Lucius bergerak lambat seperti seekor siput yang merayap di atas lumpur. Setiap lintasan angin, perubahan tumpuan kaki, dan arah tinju Lucius terbaca dengan sangat jelas di kepalanya.
*Wush!*
Feng Tian hanya perlu sedikit menggeser bahu kirinya ke belakang. Gerakan yang sangat minimalis namun presisi. Tinju besar Zhao Lucius melesat melintasi udara kosong, hanya berjarak beberapa sentimeter dari telinga Feng Tian, menciptakan embusan angin yang menerbangkan beberapa helai rambut hitamnya.
Sebelum Zhao Lucius sempat menyadari bahwa serangannya meleset, tangan kanan Feng Tian sudah bergerak seperti kilat yang menyambar di malam hari.
*Hup!*
Dengan akurasi yang menakutkan, lima jari Feng Tian mencengkeram erat leher Zhao Lucius. Detik itu juga, seluruh aliran *Qi* di tubuh Lucius mendadak macet total akibat tekanan fisik yang luar biasa pada jalan darah di lehernya. Feng Tian menggunakan satu tangannya untuk mengangkat tubuh pemuda bermarga Zhao itu ke udara, membiarkan kaki Lucius bergelantungan tak berdaya.
"Uhuk! Lepas... lep-paskan aku... S-sampah..." Zhao Lucius meronta-ronta dengan panik. Wajahnya yang tadi putih angkuh kini berubah menjadi merah keunguan karena kehabisan oksigen. Kedua tangannya berusaha memukul lengan Feng Tian yang mencengkeramnya, namun lengannya terasa sekeras tiang besi dewa yang tak tergoyahkan.
"Dunia lama dan dunia baru ternyata sama saja," gumam Feng Tian, menatap lurus ke dalam manik mata Lucius yang kini dipenuhi oleh ketakutan yang mendalam. "Orang-orang sepertimu hanya berani menindas dan menggonggong di depan mereka yang lemah. Tapi begitu kalian bertemu dengan dinding yang tidak bisa kalian hancurkan, kalian langsung merangkak seperti anjing jalanan. Sayangnya, hari ini kamu salah memilih lawan."
**[Ding! Perintah Sistem terdeteksi. Mengingat target memiliki ketahanan fisik yang lemah, disarankan menggunakan kombinasi: 'Cheat Code: Kekuatan Gajah' (Durasi: 10 detik).]**
Seketika itu juga, Feng Tian merasakan sensasi panas yang luar biasa mengalir dari dadanya menuju ke seluruh otot lengan kanannya. Otot-ototnya tidak membesar Secara ekstrem, namun kepadatan energi di dalamnya meningkat ribuan kali lipat. Kekuatan yang mampu menghancurkan batu granit besar kini berpusat di tangannya.
Tanpa belas kasihan sedikit pun, Feng Tian menghempaskan tubuh Zhao Lucius ke bawah, membantingnya langsung ke lantai gudang kayu dengan kekuatan penuh.
*BRAAAKKK!*
Suara ledakan keras bergaung di dalam gudang. Lantai kayu yang sudah tua dan rapuh itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan kecil. Tubuh Zhao Lucius terperosok sedalam setengah meter ke dalam tanah yang ambles akibat dampak benturan, menciptakan kawah kecil di tengah gudang.
*Uhuk!* Lucius memuntahkan seteguk besar darah segar dari mulutnya. Kesadarannya langsung berada di ambang kegelapan. Tulang rusuk bagian kirinya dipastikan patah setidaknya tiga atau empat buah, membuat setiap tarikan napasnya menjadi siksaan yang luar biasa.
**[Ding! Target utama berhasil ditundukkan secara total. Menyerap sisa energi spiritual Qi yang tersebar dari tubuh musuh...]**
**[Konversi Berhasil: Anda mendapatkan 50 Poin Pengalaman (EXP) dan 10 Koin Sistem!]**
Feng Tian melepaskan cengkeramannya dan melangkah mundur, membiarkan Zhao Lucius terkapar pingsan dengan tubuh gemetar di dalam reruntuhan tanah. Tepat setelah itu, layar holografis berganti warna menjadi hijau tenang, menandakan bahwa durasi semua *cheat code* pemula telah selesai dan sistem masuk ke dalam mode siaga.
"Hah... ini benar-benar gila," Feng Tian mengembuskan napas panjang, menatap kedua telapak tangannya sendiri yang bersih tanpa luka sedikit pun. Jiwa Arka di dalam dirinya merasa sangat puas. Sebagai seorang mantan *gamer* yang sering menghabiskan malam di warnet, sensasi memiliki panel digital dan kekuatan instan ini benar-benar membuatnya ketagihan.
*Sekarang, mari kita pelajari apa saja yang bisa dilakukan oleh 'hadiah' luar biasa ini,* pikir Feng Tian dengan penuh antusias.
"Sistem, tampilkan Menu Status Utama!" perintahnya dalam hati.
*Sret!*
Sebuah layar biru yang jauh lebih besar dan detail muncul mengambang di depannya. Teks-teks digital berwarna putih menyusun barisan data statistik dirinya dengan sangat rapi, menggunakan format yang sangat mudah dipahami olehnya.
**[SISTEM CHEAT CODE JAGAT RAYA - MENU UTAMA]**
* **Pengguna:** Feng Tian (Arka)
* **Asal Usul:** Klan Feng (Garis Keturunan Cabang Sampingan - Runtuh)
* **Fisik Tubuh:** Tubuh Fana Tingkat Rendah (Telah Diperkuat)
* **Ranah Kultivasi:** Tahap Pengumpulan Qi - Tingkat 3
* **Poin Pengalaman (EXP):** 50 / 300 *(Butuh 250 EXP lagi untuk naik ke Tingkat 4)*
* **Kesehatan (HP):** 100 / 100
* **Energi Spiritual (Qi):** 150 / 150
* **Koin Sistem:** 10 *(Dapat digunakan di Toko Sistem)*
**[DAFTAR KODE CURANG AKTIF]:**
**Kebal Pemula (Level 1):** Menahan 100% semua jenis serangan fisik dan spiritual di bawah ranah Fondasi Dasar selama 60 detik. *(Status: Cooldown - 23 Jam 59 Menit)*
**Kekuatan Gajah (Level 1):** Meningkatkan kekuatan fisik murni sebesar 500% selama 10 detik. *(Status: Cooldown - 11 Jam 59 Menit)*
**[SLOT KODE TERKUNCI]:** *Buka otomatis setelah Pengguna mencapai Tahap Pengumpulan Qi Tingkat 5.*
Feng Tian membaca setiap baris dengan senyuman yang kian melebar. "Luar biasa... Ini benar-benar kode curang yang merusak logika dunia kultivasi! Di saat para jenius di luar sana harus bertapa di dalam gua yang dingin selama berbulan-bulan, menahan lapar, dan meminum obat-obatan pahit hanya untuk menembus satu tingkat Pengumpulan Qi... aku hanya perlu membiarkan musuh memukulku, menyerap energinya, dan naik level sambil berdiri santai!"
Namun, tawa kepuasan di dalam hatinya tidak berlangsung lama. Indra pendengarannya yang kini jauh lebih tajam berkat kultivasi Tingkat 3 tiba-tiba menangkap suara bising yang berasal dari luar gudang.
Suara derap langkah kaki tergesa-gesa dari beberapa orang terdengar mendekat ke arah gudang tua tersebut. Jumlahnya tidak sedikit, sekitar lima sampai enam orang.
"Zhao Lucius! Kamu di dalam?!" Sebuah suara melengking penuh keangkuhan berteriak dari luar.
"Hei, aku bersumpah tadi mendengar suara ledakan keras dan jeritan dari arah sini! Apa si sampah Feng Tian itu sudah mati karena pukulan Lucius?" Suara lain menimpali diiringi tawa rekeh yang meremehkan.
Feng Tian langsung mengenali suara-suara itu dari ingatan pemilik tubuh asli. Mereka adalah rekan-rekan satu kelompok Zhao Lucius, murid-murid luar dari klan Zhao dan klan kaki tangannya yang selama ini selalu ikut serta dalam menyiksa dan merampas jatah batu spiritual milik Feng Tian setiap bulannya. Di antara mereka, ada yang sudah mencapai Pengumpulan Qi Tingkat 2 dan Tingkat 3.
*Brak! Brak!*
Pintu kayu gudang mulai digedor-gedor dengan kasar dari luar karena tidak dikunci dari dalam.
Feng Tian melirik sekilas ke arah tubuh Zhao Lucius yang masih terkapar tidak berdaya dan mengerang lirih di dalam lubang. Kemudian, dia mengalihkan pandangannya ke arah pintu kayu yang bergetar. Alih-alih merasa panik atau mencari jendela untuk melarikan diri seperti yang biasa dilakukan oleh Feng Tian yang lama, Arka yang kini berada di dalam tubuh itu justru berjalan perlahan mendekati pintu.
Dia menghentikan langkahnya tepat beberapa jengkal di depan pintu, lalu mengangkat tangannya untuk merapikan kerah jubah abu-abunya yang sedikit kusut akibat pertarungan tadi. Tatapan matanya berkilat penuh dengan antisipasi yang berbahaya.
"Sepertinya... aku tidak perlu repot-of mencari mangsa di luar. Notifikasi sistemku akan terus berbunyi sepanjang hari ini," bisik Feng Tian pada dirinya sendiri.
Tanpa menunggu orang di luar mendobraknya, Feng Tian mengangkat kaki kanannya dan menendang pintu gudang tersebut dengan sentuhan kecil energi *Qi*-nya.
*BANG!*
Pintu kayu itu hancur berantakan menjadi serpihan yang melesat keluar, mengejutkan lima pemuda berjubah abu-abu yang berdiri di depan halaman gudang. Debu tebal mengepul ke udara, perlahan-lahan menyingkap sosok seorang pemuda bermarga Feng yang berdiri kokoh di tengah ambang pintu.
Kelima murid luar senior itu langsung terdiam seribu bahasa. Senyum ejekan di wajah mereka membeku seketika saat merasakan gelombang tekanan aura yang memancar dari tubuh pemuda yang selalu mereka panggil 'sampah' tersebut.
"Kalian datang tepat waktu, Kakak-Kakak Senior," Feng Tian menyapa mereka dengan sebuah senyuman yang sangat ramah, namun diiringi oleh sepasang mata yang memancarkan aura haus darah yang sangat pekat. "Mari kita selesaikan urusan kita sekaligus."
\> \*\*💬 Catatan Penulis:\*\*
> Feng Tian mulai main kasar, nih! 😱 Gimana menurut kalian nasib lima murid senior yang baru datang itu? Apakah mereka bakal jadi tumbal EXP selanjutnya buat Feng Tian?
> Dukung terus perjalanan Feng Tian dengan klik **Favorit** (masukkan ke rak buku), kasih **Like**, dan tinggalkan **Komentar** ya biar author makin semangat kebut nulisnya! Yuk, lanjut ke Bab 3! 🔥🚀
>