NovelToon NovelToon
Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Selamat, Ibu Alana. Bayinya laki-laki, sehat, dan tampan sekali," ucap sang dokter tersenyum hangat.

​Alana mencium kening putranya dengan air mata yang terus mengalir. "Hai, sayang... Ini Ibu. Mulai hari ini, cuma ada kita berdua. Ibu berjanji akan menjagamu dengan seluruh hidup Ibu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DINDING PUTIH DAN ATAP MANDIRI

Rasa hangat dari tubuh mungil di pelukannya menjadi satu-satunya pelipur lara saat Alana melangkah keluar dari rumah sakit. Sesuai dugaannya, tidak ada siapa pun di ruang tunggu. Tidak ada bunga, tidak ada ucapan selamat, dan tidak ada mobil yang menjemput.

​Orang tuanya sudah lama menganggap Alana mati. Sejak hari di mana Alana mengaku hamil tanpa seorang suami, pintu rumah masa kecilnya tertutup rapat, bersamaan dengan kalimat kutukan yang memutus hubungan darah mereka. Alana diusir, dibuang seperti sampah yang mencoreng nama baik keluarga.

​Namun, Alana yang sekarang bukanlah Alana yang rapuh sepuluh bulan lalu.

​Dengan sisa tabungannya, Alana membawa bayinya ke sebuah kontrakan sederhana namun sangat layak di pinggiran kota. Kontrakan bernuansa putih bersih itu memiliki sirkulasi udara yang baik dan sebuah halaman kecil di depannya—sangat aman untuk tumbuh kembang seorang anak. Rumah ini bukan hasil belas kasihan orang lain, melainkan buah dari jerih payahnya sendiri.

​Setiap sudut rumah ini dibeli dari uang yang ia kumpulkan sebagai guru les privat. Selama hamil besar, di saat punggungnya ngilu dan kakinya membengkak, Alana tetap tersenyum ramah mengajar anak-anak sekolah dari satu rumah ke rumah lain. Ia menepis rasa lelahnya demi bisa memberikan tempat bernaung yang nyaman untuk darah dagingnya.

​Alana merebahkan bayinya dengan hati-hati di atas kasur yang empuk. Kamar itu berbau minyak telon yang menenangkan.

​"Kita sudah sampai di rumah, Sayang," bisik Alana lembut sambil mengusap pipi bayinya yang halus.

​Ia memandangi sekeliling kamar. Sepi, memang. Terkadang, ada secercah rasa iri di sudut hatinya ketika membayangkan wanita lain yang disambut hangat oleh suami dan mertua setelah melahirkan. Namun, Alana segera menggelengkan kepala, mengusir pikiran kelam itu.

​Ia menatap kembali wajah putranya yang sedang tertidur lelap. Di rumah kontrakan ini, meski tanpa dukungan orang tua dan tanpa kehadiran laki-laki dari kelab malam itu, Alana bertekad akan membangun dunianya sendiri. Dunia di mana hanya ada cinta, kerja keras, dan masa depan untuk anak laki-lakinya.

Malam pertama di kontrakan barunya menjadi pembuktian betapa kerasnya tekad Alana. Menjadi seorang ibu tunggal di usia muda, tanpa bimbingan ibu kandung atau bantuan pengasuh, tidak membuat Alana canggung. Sebaliknya, naluri keibuannya bangkit dengan begitu alami.

​Saat bayinya terbangun dan merengek di tengah malam, Alana tidak panik. Dengan gerakan yang tenang namun cekatan, ia menggendong sang buah hati, menimangnya dengan ayunan lembut sembari membisikkan selawat dan lagu nina bobo yang menenangkan.

​Ia sangat telaten. Mulai dari menyusui dengan posisi yang benar agar bayinya nyaman, sendawa setelah minum, hingga mengganti popok di bawah remang lampu tidur—semua dilakukannya sendiri tanpa mengeluh. Jari-jemarinya yang biasa memegang pena untuk mengajar les privat, kini dengan begitu luwes memandikan bayinya yang masih merah di pagi hari. Ia memeriksa suhu air hangat dengan sikunya secara teliti, memastikan airnya pas dan tidak terlalu panas untuk kulit sensitif sang bayi.

​Melihat bayinya tertidur pulas kembali setelah bersih dan kenyang, Alana tersenyum puas di tengah rasa lelahnya yang luar biasa. Kamar kontrakan itu terasa begitu hangat dan hidup, dipenuhi aroma minyak telon dan bedak bayi. Rasa sepi dan penolakan dari keluarganya perlahan menguap, digantikan oleh rasa bangga atas kemandiriannya sendiri.

1
Lubna Aulia
Ceritanya bagus. Menarik alurnya
Lubna Aulia
Alur ceritanya bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!