Judul:
Dijual 500 Juta: Istri Kontrak CEO Dingin
Deskripsi/Sinopsis:
Liana dijual bapak tirinya seharga 500 juta untuk jadi istri kontrak Arka Wijaya, CEO dingin yang lumpuh dan membenci semua orang.
Di rumah mewah itu, dia dipermalukan setiap hari. Disiram comberan, diusir ke gudang, dianggap sampah oleh Keluarga Wijaya.
Tapi yang tidak mereka tahu, di dalam tas lusuh Liana ada surat wasiat Ibu yang bisa mengguncang seluruh Keluarga Wijaya.
Surat yang menyebut nama Arka sebagai kunci atas kematian ayahnya 5 tahun lalu.
Dari gadis desa yang dihina, Liana akan berubah menjadi wanita yang ditakuti.
Dia datang bukan untuk tunduk. Dia datang untuk membalas dendam.
Pertanyaannya:
Apakah balas dendam itu akan membuat Arka jatuh cinta padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TheDee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
---
BAB 2: PERAN DI ATAS KERTAS
Setiap pagi Liana selalu mengerjakan pekerjaan rumah.
Di mata semua orang, ia dianggap sebagai pelayan, bukan sebagai istri Tuan Arka Wijaya.
Sudah dua bulan Liana bekerja jadi pelayan di rumah suaminya sendiri.
Suami yang bahkan tidak menganggapnya ada.
Selama itu juga, ia diam-diam mengumpulkan bukti tentang ayahnya melalui surat wasiat ibunya yang sudah meninggal.
Sementara itu, sang ibu mertua setiap hari keluar rumah untuk pergi arisan bersama teman-teman sosialitanya.
Setiap hari Liana tidak punya kesempatan untuk keluar rumah.
Tugasnya lebih banyak dari pelayan yang sesungguhnya.
Satu-satunya yang diam-diam membantunya hanya Mbak Sumi, pelayan tertua di mansion itu.
Menurut surat kontrak mereka, Liana menikah dengan Arka selama satu tahun.
Hanya itu yang mereka sepakati.
Ia akan menjadi istri Arka Wijaya di atas kertas.
Tanpa cinta, tanpa janji manis, hanya peran yang harus dijalankan di depan publik.
Setiap hari Liana bekerja sesuai arahan Nyonya Darmi dan Tuan Arka.
Tingkah para pelayan juga semena-mena terhadapnya.
Ia hanya bisa mengelus dada. Air matanya sudah mengering sejak dijual oleh bapak tirinya.
Pada suatu hari, Ibu Darmi keluar kota bersama teman-temannya untuk merayakan ulang tahun cucu dari temannya.
Paling tidak dua minggu ia akan pergi.
Secara kebetulan, mereka jalan-jalan dulu ke tempat wisata sebelum acara dimulai.
Untuk Arka Wijaya, ia bekerja di balik layar.
Karena belum bisa berjalan, ia menyuruh asistennya menjalankan perusahaan untuk sementara waktu sampai kakinya benar-benar sembuh total.
Suatu hari, Arka memanggil Liana untuk bertemu di taman belakang rumah.
Kebetulan hari itu libur untuk semua pekerja. Waktu yang sudah ditunggu oleh para pekerja mansion, waktunya berkumpul bersama keluarga.
Ini adalah awal untuk Liana dan Arka.
Keluarga Wijaya sudah mengetahui bahwa Arka menikah dengan gadis desa, tapi mereka juga tahu bahwa pernikahan itu hanya kontrak.
Tiba di taman belakang, Arka sudah duduk di kursi roda sambil melihat bunga dan ikan di kolam taman belakang itu.
Arka langsung bicara.
"Saya tahu siapa kau sebenarnya," ujar Arka pelan. "Liana Saraswati. Putri dari Dimas Saraswati. Perusahaan ayahmu bangkrut lima tahun lalu karena kasus penggelapan."
Udara di sekitar seketika terasa sesak.
Jadi dia tahu. Dari awal.
Liana tidak menyangkal. Ia hanya menyandarkan punggung ke kursi.
"Kalau begitu, kau juga harus tahu kenapa aku di sini."
Arka menyipitkan mata. "Untuk balas dendam?"
"Untuk keadilan," koreksi Liana. "Perusahaan ayahku tidak bersalah. Dan aku akan membuktikannya, bahkan jika harus masuk ke dalam sarangmu."
Keheningan menggantung di antara mereka selama beberapa detik.
Lalu Arka tertawa kecil. Suaranya rendah dan datar, tapi ada sesuatu yang aneh di dalamnya.
"Menarik. Aku suka orang yang jujur. Tapi ingat, Nyonya Wijaya. Di permainan ini, kau bisa saja yang pertama hancur."
Liana tersenyum tipis.
"Kita lihat saja, Tuan Wijaya. Siapa yang akan bertahan sampai akhir."
Setelah itu mereka berdua diam, masing-masing berperang dalam pikiran.
Tiba-tiba Arka menyodorkan surat untuk ditandatangani di hadapan Liana. Alis Liana terangkat.
"Surat apa itu?" tanya Liana.
"Baca," jawab Arka.
Liana mengambil dan membaca surat itu.
Surat Kontrak Nikah
Liana Saraswati dan Arka Wijaya
"Untuk apa ini?" tanya Liana.
"Tanda tangan kesepakatan," jawab Arka.
"Apa untungnya bagiku?" tanya Liana.
"Mau-mu apa? Ternyata kamu matre juga ya," jawab Arka.
"Setiap kesepakatan itu ada untung dan ruginya," jawab Liana.
"Oke, mau-mu apa?" tanya Arka.
"Aku ingin kau menggajiku setiap bulan sesuai kontrak sampai batas waktu kontrak habis. Bagaimana?" tanya Liana.
"Oke," jawab Arka.
Ia menandatangani lembar terakhir di map hitam itu, lalu mendorongnya kembali ke arah Arka.
Kontrak resmi dimulai malam ini.
Di luar, hujan semakin deras.
Tapi di dalam hati Liana, ada api yang menyala lebih terang dari sebelumnya.
Apalagi sekarang Arka mulai berbicara dengannya. Ini pertanda awal bagi Liana.
"Tunggu saja tanggal mainnya, Arka Wijaya," batin Liana.
Permainan baru saja dimulai.
Bersambung...