NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Delana

“Maaf, Pak. Yang mau dijadikan tumbal yang mana ya?” Tanya Angga.

Rex melirik dengan mata sinis, meski bibirnya berusaha kuat untuk tetap diam tanpa tertawa.

“Maksdunya yang mau dijadikan jaminan hutang bapak,” ujar Angga kemudian meralat pertanyaan nya yang pertama.

“Anak saya masih di luar, dia masih kerja. Soalnya kan jadwal yang seharusnya memang…”

Pak Sharga tidak melanjutkan ucapan nya saat melihat raut masam dia wajah Rex.

“Oke, berarti perjanjian kita batal. Silakan Pak Sharga bayar hutang sesuai nominal.”

“Pak, tunggu sebentar, Pak. Anak saya dalam perjalanan menuju ke sini. Sebentar lagi sampai, saya mohon.”

Sharga terlihat mengiba.

Rex yang sudah berdiri, kembali duduk.

“Aku pulaaang.”

Suara kecil yang terdengar manja itu mengusik pendengar Rex. Hatinya tergelitik untuk menoleh pada sumber suara.

Seorang gadis kecil datang dengan begitu riang nya. Memakai baju overall jeans selutut dan kaos putih.

Sepatu flat nya membuat dia yang memang tidak terlalu tinggi, terlihat begitu imut. Rambutnya tergerai indah.

“Pah, Mah.”

Sharga memberikan isyarat mata agar gadis itu segera masuk ke dalam. Namun, nampaknya gadis itu tidak mengerti dengan isyarat yang diberikan.

“Oh, ini calon suami kakak ya?” Tanya nya tanpa dijawab oleh Sharga atau pun istrinya.

“Halo, aku Delana. Adiknya kak Dara.”

“Oh, hai. Kamu cantik ya. Siapa nama lengkap kamu?” Tanya Angga.

“Delana Cecilia Alexina, Om.”

Mendengar panggilan Om dari Delana, Angga merasa tidak terima. Dia yang selama ini merasa bahwa dirinya terlihat masih muda, dipanggil Om di depan semua orang.

Rex tertawa kecil.

“Emmm, kamu kelas berapa Delana?” Tanya Angga dengan nada suara seolah sedang berbicara dengan anak-anak.

“Aku mahasiswa, Om.”

“Oh, iya? Saya pikir masih smp.”

Delana tertawa. “Gak heran kok, emang banyak yang bilang. Enaknya punya wajah baby face itu bayar ongkos bis nya selalu harga pelajar.”

Rex mengernyitkan keningnya.

“Bis?”

“Ah, itu. Anak saya yang ini memang suka naik angkutan umum ketimbang bawa mobil sendiri.”

Cara biacara Sharga yang nampak gugup, membuat Rex merasa curiga jika pria itu sedang menutupi sesuatu.

Gadis itu pamit untuk pergi menuju kamarnya. Saat dia berjalan, mata Rex tidak lepas sedetikpun hingga tubuh gadis itu tidak bisa lagi terjangkau oleh matanya.

Obrolan berlanjut, membicarakan apa saja agar mereka tidak terlalu canggung. Terutama saat Rex berkali-kali melirik jam tangan dan membuang nafas berat. Tanda nya pria itu sudah tidak bisa memberikan lagi waktu.

Hanya saja dia pun tidak bisa meminta Angga untuk pergi dari rumah itu. Dia masih menunggu, menunggu dia datang.

Delana.

Setelah hampir satu jam, gadis itu kembali keluar dengan pakaian berbeda. Rambut hitam pekatnya yang lurus, terlihat setengah basah. Sepertinya gadis itu baru saja keramas.

Wangi shampoo da parfum dari tubuhnya menyeruak ke dalam rongga hidung dan hati Rex.

Tangan Rex mengepal, menahan rasa untuk bisa memiliki dara itu.

Bukan sahabat sejak kecil jika Angga tidak bisa mengerti apa yang dirasakan oleh Rex.

“Pak, kami sudah sangat lama menunggu. Jika putri Bapak tidak kunjung datang, maka sesuai perjanjian kita, Bapak harus melunasi hutang seluruhnya. Atau, serahkan perusahaan dan aset yang Bapak miliki termasuk rumah ini.”

Mata Delana membelalak.

Keresahan di wajah Sharga dan istrinya terlihat begitu jelas.

“Atau ….”

Semua orang menahan nafas untuk mendengar apa kelanjutan ucapan dari Angga, termasuk Rex. Karena tidak ada plan C untuk masalah ini. Jika tidak anak nya, maka hartanya. Lalu apa yang akan dikatakan Angga, tanya Rex dalam hati.

“Atau jika anak pertama Bapak tidak datang dalam sepuluh menit, maka Delana yang akan kami bawa.”

Deg! Mata Delana kembali membelalak, lebih bulat dari sebelumnya.

“Pak, yang bener aja. Aku gak mau gantiin kakak. Masa aku nikah sama aki-aki.”

Senyuman yang sedang mekar di wajah Rex karena Angga begitu peka pada keinginan nya yang bahkan tidak terucap, kini sirna seketika saat Delana menyebutnya aki-aki.

Rex mencoba mengatur nafasnya karena emosinya yang terlalu membuncah.

Dia berdiri. Semua orang yang ada di sana semakin tegang dibuatnya.

“Jika bukan Delana, maka serahkan harta. Tidak ada anak pertama.”

Setelah mengucapkan kalimat singkat itu, Rex bergegas pergi meninggalkan rumah Sharga. Dia bahkan tidak peduli pada Sharga dan istrinya yang memelas dan memohon.

Brakkk! Rex membanting pintu mobilnya. Dia terlihat begitu marah, namun Angga tertawa lepas begitu mobil melaju.

“Kenapa lo ketawa? Puas lo bocah tengik itu ngatain gue aki-aki.”

“Lah, tadi kan lo juga nahan tawa kan pas dia ngatain gue om. Ternyata di mata dia lo terlihat lebih tua.” Angga kembali tertawa puas.

“50%.”

Angga langsung menghentikan tawanya saat Rex menyebutkan angkat persentase. Yang artinya gaji dia hilang setengahnya jika masih tertawa.

...***...

Plakkkk!

Rasa panas dan perih begitu menyengat pipi Delana saat tangan kuat Sharga mendarat di pipi nya yang putih mulus.

Pipi Delana langsung mendaptkan cap lima jari berwarna merah, bahkan sedikit kebiruan karena begitu kerasanya Shrga menampar pipi mungil itu.

Tidak ada rintihan apalagi air mata di wajah Delana. Toh udah menjadi kebiasaan.

“Kamu merusak segalanya! Kamu tahu berapa lama papa menyusun rencana ini sampai akhirnya kamu menggagalkan semuanya.”

Delana tertawa kecil seolah mengejek.

“Berani tertawa kamu!?”

Sharga menyeret Delana dari lantai karena dia ambruk saat Sharga menamparnya. Delana berdiri dengan tangan Sharga mencengkeram kaos bagian dada Delana.

“Dasar anak durhaka!” Plak!

“Anak tidak tahu diri.” Plak!

“Anak tidak tahu terimakasih.” Kali ini Sharga mendorong tubuh kecil Delana hingga menabrak meja yang penuh dengan guci keramik mahal ibunya.

Prankkkk!

Beberapa guci itu jatuh dan terpecah belah. Terurai di lantai, berhamburan ke mana-mana. Delana terhuyung, dia jatuh dan menahan tubuhnya dengan telapak tangan.

“Awww.” Kali ini dia merintih karena telapak tangan kecil itu terkena pecahan guci.

Saat dilihat, beberapa pecahan guci itu menancap di telapak tangan Delana. Ada lima pecahan yang merusak telapak tangannya.

Dia mencoba untuk mengambilnya, namun sebuah tangan kekar menahan tangan Delana.

Delana menengadah.

“Jangan dicabut jika tidak ingin darahnya mengalir lebih deras.”

“Pak Rex?” Sharga gemetar melihat kedatangan Rex yang tiba-tiba.

“A-ada apa bapak kembali lagi ke sini?”

“Ponsel Pak Rex ketinggalan,” ujar Tias yang tidak kalah gemetar nya karena melihat adegan yang sungguh tidak manusiawi.

“Tias!” Rex berteriak. Sekpri cantik itu segera berjalan cepat menghampiri atasan nya.

“Bantu Delana berdiri.”

“I-iya, Pak.”

Tias membantu Delana untuk berdiri.

“Hati-hati, masih banyak pecahan di bawah lantai,” ujar Tias pada Delana.

Mendengar ucapan Tias, Rex melihat sekeliling lantai dan memang banyak sekali pecahan guci di sana.

Tanpa basa-basi, Rex menggendong tubuh Delana yang kecil. Bagi Rex, tubuh Delana sangatlah ringan. Seperti menggendong boneka Teddy bear.

“Di mana kamar kamu?”

1
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!