NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggung Penghinaan yang Sunyi

Dunia digital sering kali menjadi pisau bermata dua yang menebas tanpa suara namun meninggalkan luka yang menganga sangat lebar.

Pagi itu Kyna terduduk di tepi ranjang dengan jemari yang gemetar saat layar ponselnya menampilkan sosok Julian yang sangat asing baginya.

Di dalam video pendek yang diunggah oleh akun dengan nama Elara tersebut Julian tampak melepaskan topeng kedinginannya yang selama ini selalu ia kenakan di hadapan Kyna.

Pria itu tertawa lepas dengan mata yang berbinar binar penuh gairah hidup sambil mengangkat gelas kristal berisi cairan ambar yang memantulkan cahaya lampu pesta.

Aldrian melanggar janjinya untuk berhenti menyentuh alkohol namun yang lebih menyakitkan bagi Kyna adalah seruan antusias Julian saat menyebut nama Elara dengan nada yang begitu akrab seolah nama itu adalah sebuah mantra suci yang mampu mencairkan es di hatinya.

Selama lima tahun ini Kyna hanya mengenal Julian sebagai sosok suami yang sopan namun tak berjiwa layaknya sebuah patung marmer yang indah namun beku saat disentuh.

Julian tidak pernah marah pun tidak pernah benar benar tersenyum apalagi memberinya nama panggilan sayang yang manis.

Di mata Julian Kyna hanyalah sebuah kewajiban yang harus dipenuhi dan sebuah tanggung jawab yang lahir dari rasa bersalah yang menyesakkan dada.

Saat Sani sang asisten rumah tangga mengetuk pintu dengan suara penuh kekhawatiran Kyna hanya mampu menjawab dengan suara yang tercekat di tenggorokan seolah ada sebongkah batu yang menyumbat jalan napasnya.

Ia memaksakan diri untuk keluar kamar dan menghadapi rutinitas yang kini terasa seperti siksaan yang tak kunjung usai.

Di meja makan Kyna hanya mampu menelan sesuap pangsit kuah yang biasanya terasa lezat namun kini terasa hambar seperti debu.

Ketika Sani menanyakan rencana menu makan malam Kyna hampir saja melontarkan jawaban otomatis yang selalu ia berikan selama bertahun tahun yakni menyiapkan apa pun yang disukai oleh suaminya.

Namun lidahnya mendadak kelu saat menyadari bahwa pria yang ingin ia senangkan itu mungkin sedang sibuk merencanakan jamuan makan untuk wanita lain.

Sani dengan nada hati hati menyampaikan bahwa Julian tidak akan pulang untuk makan malam karena urusan bisnis namun Kyna tahu kebenaran yang jauh lebih menyakitkan di balik kalimat formal tersebut.

Melalui jejak digital yang ditinggalkan Elara Kyna melihat daftar keinginan wanita itu yang ingin dimanjakan oleh teman teman lamanya sepanjang minggu dan Julian berada di barisan terdepan untuk memenuhi setiap permintaan itu.

Rasa haus akan kebebasan mulai membakar jiwa Kyna lebih kuat dari rasa sakit hatinya.

Ia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya sebagai penunggu setia di sebuah rumah yang luas namun terasa seperti penjara bawah tanah yang lembap.

Langkah kecil menuju kemandirian ia ambil dengan melakukan pembayaran konfirmasi biaya kuliah ke universitas di luar negeri melalui aplikasi perbankan di ponselnya.

Saat notifikasi pemotongan saldo itu muncul Kyna merasakan sebuah kelegaan yang aneh seolah beban berat di pundaknya mulai sedikit terangkat.

Malam itu dengan tekad yang sudah bulat ia bersiap untuk keluar rumah sendirian sebuah tindakan langka yang membuat Sani terperangah tidak percaya.

Kyna berbohong bahwa ia akan menemui teman lama padahal tujuan sebenarnya adalah sebuah hotel di dekat lokasi ujian bahasa asing yang akan menentukan masa depannya besok pagi.

Kyna berjalan menembus sinar matahari yang terasa menyengat kulitnya sambil terus menundukkan kepala dan menyembunyikan wajahnya di balik topi serta kerah baju yang tinggi.

Sejak kecelakaan yang merenggut kesempurnaan fisiknya Kyna kehilangan keberanian untuk berdiri tegak di hadapan publik.

Ia merasa setiap mata yang memandangnya selalu dipenuhi oleh rasa kasihan yang merendahkan atau pertanyaan sinis tentang mengapa pria seunggul Julian bersedia menikahi wanita yang berjalan dengan pincang.

Julian sendiri selalu menyarankan agar Kyna tetap di rumah jika tidak sedang bersamanya namun Kyna sadar bahwa saran itu bukanlah bentuk perlindungan melainkan cara halus Julian untuk menyembunyikan aib yang ia rasakan dari pandangan kolega kolega mewahnya.

Saat berada di dalam taksi yang membawanya menuju hotel pandangan Kyna secara tidak sengaja menangkap mobil mewah Julian yang terparkir di depan sebuah restoran kelas atas.

Dorongan impulsif yang tak terbendung membuatnya meminta sopir taksi untuk berhenti dan ia melangkah masuk ke dalam restoran itu dengan jantung yang berdegup kencang.

Dengan menyebutkan nama dan nomor telepon Julian ia berhasil dipandu oleh pelayan menuju sebuah ruang privat yang tertutup rapat.

Di depan pintu kayu yang berat itu Kyna berdiri mematung mendengarkan percakapan dari dalam yang seketika menghancurkan sisa sisa harga dirinya yang masih tersisa.

Suara tawa riuh rendah terdengar bersahutan menyelingi pembicaraan tentang bagaimana Julian dianggap membuang kebahagiaannya demi menikahi seorang wanita yang dianggap sebagai beban.

Suara Elara yang manja dan penuh manipulasi terdengar menanyakan tentang alasan di balik kakinya yang pincang sementara teman teman Julian lainnya melontarkan hinaan yang menusuk jantung.

Mereka menyebut Kyna sebagai sosok yang tidak bisa dibawa ke mana mana dan hanya merupakan bentuk pengorbanan sia sia dari seorang pria sesukses Julian.

Darah Kyna mendidih saat mendengar suara Julian yang tenang namun penuh kepahitan mengatakan bahwa ia hanya berutang budi karena Kyna telah menyelamatkan nyawanya.

Tidak ada pembelaan tidak ada cinta yang tulus hanya ada sebuah transaksi moral yang melelahkan.

Puncak dari penghinaan itu terjadi saat salah satu teman Julian mulai memperagakan cara berjalan Kyna yang pincang secara dramatis diikuti oleh gelak tawa yang meledak memenuhi ruangan.

Tanpa sadar Kyna mendorong pintu itu dengan keras membuat seluruh penghuni ruangan terdiam seketika dalam keterkejutan yang membeku.

Di sana di tengah cahaya lampu yang mewah Kyna berdiri menatap lurus ke arah suaminya yang masih memegang gelas minumannya.

Ia melihat William sedang membungkuk memperagakan cacat fisiknya dengan cara yang sangat menjijikkan sementara Elara duduk di samping Julian dengan senyum kemenangan yang tersirat di bibirnya.

Kyna berdiri dengan tubuh yang gemetar bukan karena takut melainkan karena rasa sakit yang sudah mencapai ambang batasnya. Ia berharap Julian akan berdiri dan membungkam tawa mereka atau setidaknya menunjukkan sedikit rasa hormat pada wanita yang telah memberikan segalanya untuknya.

...***...

Julian tertegun dengan gelas yang masih menggantung di udara sementara matanya menatap tajam ke arah kaki Kyna yang tampak sedikit goyah di ambang pintu.

Keheningan yang mencekam itu seolah ditarik hingga ke titik putus sampai akhirnya Julian meletakkan gelasnya dengan denting yang keras di atas meja.

Alih alih meminta maaf atau mengusir teman temannya yang kurang ajar Julian justru berdiri dengan tenang dan melontarkan kalimat yang lebih tajam dari sembilan jam tangan yang pernah ia berikan.

Kyna menyadari bahwa kehadiran dirinya di sana bukan hanya merusak suasana pesta melainkan juga membuka sebuah kotak pandora tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam kecelakaan lima tahun lalu yang selama ini Julian rahasiakan dengan sangat rapi.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!