NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi / Tamat
Popularitas:400k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Inti Bintang di Dalam Dantian

​Udara pagi di Pegunungan Azure terasa menusuk tulang, tetapi bagi Lin Xuan, angin dingin itu kini terasa seperti belaian lembut. Ia melangkah menuruni Puncak Teratai Hitam dengan langkah yang ringan namun mantap.

​Setiap kali kakinya berpijak, ia bisa merasakan untaian tipis Energi Spiritual Langit dan Bumi secara otomatis meresap ke dalam pori-porinya, mengalir melalui meridian yang kini jauh lebih lebar dan tangguh dari sebelumnya.

​"Seni Penempaan Tubuh Kekacauan Primordial..." gumam Lin Xuan sambil mengamati telapak tangannya. Kulitnya kini tampak sehalus batu giok, namun menyembunyikan daya ledak yang mengerikan.

​Di dalam Dantiannya yang berbentuk ruang hampa kosmik, Mutiara Kekacauan Primordial berputar lambat, memancarkan kabut abu-abu yang terus-menerus memelihara tubuhnya.

​Sebelumnya, karena "Akar Spiritual Cacat", ia terjebak di Tahap Kondensasi Qi tingkat 2 selama lima tahun. Tubuhnya tidak mampu menahan energi spiritual, membiarkannya bocor keluar seperti ember yang berlubang. Namun kini, hanya dalam satu malam, ia telah melesat menembus bottleneck itu.

​Tingkat 3... Tingkat 4... dan berhenti di puncak Tingkat 5 Kondensasi Qi!

​Untuk menguji kekuatan barunya, Lin Xuan berhenti di depan sebuah batu raksasa seukuran lemari yang menghalangi jalan setapak. Tanpa menggunakan teknik bela diri apa pun, ia hanya menarik napas, memusatkan kekuatan fisiknya ke kepalan tangan kanan, dan meninju ke depan.

​BAM!

​Suara retakan keras menggema di hutan sunyi itu. Batu keras tersebut hancur berkeping-keping, meledak menjadi serpihan kerikil yang berhamburan ke segala arah.

​Mata Lin Xuan terbelalak. "Kekuatan fisik murni seberat tiga ribu kati! Ini... ini adalah kekuatan yang seharusnya hanya dimiliki oleh kultivator Kondensasi Qi tingkat 7!"

​Sebuah senyum percaya diri, sesuatu yang sudah bertahun-tahun menghilang dari wajahnya, kini kembali mengembang. Dengan Mutiara Kekacauan, ia bukan lagi seorang jenius yang gugur. Ia adalah naga yang baru saja terbangun.

​Dua jam kemudian, Lin Xuan tiba di gerbang perumahan utama Klan Lin. Bangunan megah dengan pilar-pilar merah dan patung singa batu di depannya itu tampak kontras dengan gubuk reyot yang ia tempati di sudut pelataran luar.

​Saat ia melangkah melewati gerbang, dua penjaga berbaju zirah kulit menyilangkan tombak mereka, menghalangi jalannya. Keduanya adalah anak buah Lin Hu, salah satu kaki tangan Lin Feng.

​"Berhenti, Tuan Muda Sampah," ejek salah satu penjaga yang memiliki bekas luka di pipinya. Matanya menyapu tubuh Lin Xuan dengan tatapan meremehkan, namun sedetik kemudian keningnya berkerut. Ia melihat sisa-sisa noda darah kering di baju Lin Xuan, tetapi anehnya, pemuda itu tidak terlihat seperti orang sekarat. Bukankah Tuan Muda Lin Feng bilang anak ini sudah mati kedinginan di atas gunung?

​"Minggir," ucap Lin Xuan datar. Suaranya tenang, namun membawa hawa dingin yang tak terbantahkan.

​Penjaga berwajah codet itu tertawa keras, meludah ke tanah. "Kau pikir kau siapa berani menyuruh kami? Tuan Muda Lin Feng telah memberi perintah. Area utama sedang dibersihkan untuk menyambut Nona Su Yue. Anjing dan orang buangan dilarang ma—"

​Plak!

​Sebelum penjaga itu sempat menyelesaikan kalimatnya, sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Kecepatan tamparan itu begitu luar biasa hingga tak satu pun dari kedua penjaga itu sempat bereaksi.

​Tubuh penjaga berwajah codet itu berputar di udara sebelum membentur tanah dengan keras, memuntahkan beberapa butir giginya beserta darah segar.

​Penjaga kedua terperanjat hebat. Ia menodongkan tombaknya, tangannya gemetar. "K-kau... kau berani menyerang penjaga klan? Dantianmu sudah hancur, bagaimana kau bisa..."

​Lin Xuan melangkah maju, auranya yang menekan bocor sedikit dari tubuhnya, membuat napas penjaga kedua tercekat. Tatapan mata Lin Xuan bagaikan jurang tanpa dasar.

​"Aku mungkin sampah di mata Lin Feng," bisik Lin Xuan, suaranya sedingin es. "Tapi bagi anjing penjaga sepertimu, aku tetaplah majikanmu. Sampaikan pada tuanmu: Lin Xuan masih hidup. Dan aku akan mengambil kembali semua yang menjadi milikku."

​Tanpa menoleh lagi ke arah dua penjaga yang ketakutan itu, Lin Xuan melangkah masuk ke area pelataran luar, menuju halaman kecilnya yang reyot.

​Di dalam kamarnya yang sederhana, Lin Xuan duduk bersila di atas ranjang kayu. Balas dendam memang manis, tapi ia tahu betul bahwa Lin Feng sudah berada di Tahap Kondensasi Qi tingkat 8, dan di belakangnya berdiri Tetua Agung Klan Lin. Mengandalkan kekerasan impulsif hanya akan mengantarnya kembali ke kematian.

​"Turnamen Klan tinggal tiga bulan lagi," pikir Lin Xuan sambil memejamkan mata, memfokuskan kesadarannya ke dalam Mutiara Kekacauan. "Aku butuh sumber daya. Aku butuh pil spiritual tingkat tinggi untuk menembus Tahap Pembentukan Fondasi sebelum turnamen dimulai. Aku harus pergi ke Paviliun Seribu Ramuan besok."

​Saat kesadarannya menyentuh Mutiara Kekacauan, teks emas baru perlahan muncul di benaknya, mengungkapkan sebuah profesi sekunder yang paling dihormati di seluruh Benua Azure: Seni Alkimia Api Kekacauan.

1
Aldrianto M. Lasut
🤣 ini baru cerita fantasi,qw suka gaya cerita mu thor 👍👍
Endang Solihin
iklan nya terlalu lama,, membosankan kan
Aldrianto M. Lasut
ini baru cerita yg menarik MC nya op.. sesuai temanya fantasi dunia kultivasi 👍
Abil Amar
alur ceritanya gmn lrinya kmn aplgi tmnnya mn yg 4 tuh ko g ad mkin ksni alurnya aburadul
Laode Muslimin
sponsor yah
eedan
semakin aneh ceritanya..mau lanjutin baca Ndak yaaa😄😯😯
Laode Muslimin
badas..
Sarmili Mili
Tingkat Kultvasi di chapter berapa
rini rianty
hemmmm🤔🤣
Ike Diva Putri
lanjutt thorr
Sony Setiawan
aku baca bab sampai 57...cerita yang bagus untuk di ikuti menurutku... sampai akhirnya aku penasaran mencoba 2 bab terakhir ini, dan hasilnya sangat kecewa, cersil berubah jadi cerita tehnologi modern kaya alien saja... akhirnya kuputuskan berhenti baca..
Laode Muslimin
raja pedagang neraka..
I wen
sampai di sini, ini novel yg paling menarik dari sejumlah novel yg di baca di aplikasi ini yg saya tinggalkan dalam membacanya. saya mau lihat ke mana penulis akan membawa pembacanya 👍
echa purin
👍🏻
CahNdablek
bahasanya di campur aduk dengan bahasa kimia 🤣🤣🤣
rini rianty
🤣🤣🤣🤣🤣👍
Sachroni
Istilah tetua itu dipakai untuk pejabat sekte atau klan bukan kekaisaran !
sutrimo trimo
mantap thor👍💪
Rusman Tifeng
sayang nya pendekar nya gak masuk akal dengan kultigasinya yg paling redah 🤣
Jade Meamoure
setidaknya pedangnya d bagusin lah gimana caranya bertempur kalo baru d pegang kaki dah amblas 1/2 meter yg bener aja 🥴🥴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!