Di tahun 1523 Syeran adalah seorang Ratu yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri, karena dia sadar dia dinikahi oleh sang Raja hanya untuk mencetak keturunan. Tak ada cinta dan hidupnya begitu menderita.
Dia kira semuanya akan berakhir setelah dia meninggal, namun siapa sangka dia justru bertransmigrasi di tahun 2023, Syeran yang hidup dengan miskin dan kemudian dijual oleh sang ayah pada orang paling berpengaruh di kota Servo.
Pernikahan telah terjadi dan kini saatnya penandatanganan kontrak.
"Aku hanya butuh keturunan dari mu, jadi jangan berharap lebih," ucap Zeon dengan suaranya yang terdengar begitu dingin.
Syeran putus asa, bahkan di kehidupannya yang kedua nasibnya tetap sama.
Namun seketika harapan Syeran muncul saat tanpa sadar dia punya kekuatan untuk menghentikan waktu.
"Aku harus merubah surat kontrak itu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMMW Bab 2 - Penuh Cinta
Secepat yang Syeran bisa dia berlari mengambil surat kontrak pernikahan itu, surat yang melayang di udara kini Syeran genggam di tangannya.
Dia melihat ke arah sang ayah sekali lagi, lalu menatap Tuan Zeon dan asisten Hanzo secara bergilir. Ketiga orang itu benar-benar mematung, waktu bagi mereka tetap sama seperti 3 menit yang lalu.
Nafas Syeran memburu, kedua matanya berkedip cepat. Begitu gelisah dalam keadaan ini.
Masa depannya akan bergantung pada isi surat kontrak pernikahan tersebut.
Syeran lantas membaca secara rinci, memastikan apakah surat perjanjian ini sama seperti surat perjanjiannya dengan raja Lorry.
Dadda Syeran terasa begitu sesak saat dia baca kata demi kata dalam surat tersebut.
Dan ternyata semuanya sama.
Ya Tuhan.
Syeran nyaris terhuyung jatuh, namun secepatnya dia berpegang pada meja.
Pernikahan berlangsung seumur hidup.
Syeran hanya bertanggung jawab melahirkan keturunan Tuan Zeon sebanyak mungkin, hanya melahirkan dan tidak lebih. Setelah anak itu lahir Tuan Zeon lah yang akan merawat dan mendidiknya, Syeran dilarang ikut campur.
Tak ada komunikasi, tak ada sentuhan fisik, sentuhan fisik hanya dilakukan saat proses membuat keturunan.
Di hadapan semua orang Syeran dan Tuan Zeon adalah sepasang suami istri, tapi ketika hanya berdua Syeran dan tuan Zeon adalah orang asing.
Surat kontrak pernikahan ini bersifat rahasia. Jika Syeran membocorkannya maka Tuan Zeon tak akan segan untuk menyiksa.
Kepala Syeran terasa begitu pusing tiap dia ingat isi surat kontrak pernikahan tersebut. Perjanjian menyakitkan yang membuatnya trauma.
"Aku harus bagaimana? bagaimana caranya aku merubah surat kontrak ini," ucap Syeran cemas, dia coba berpikir keras untuk menemukan cara.
Di masa lalu Syeran adalah wanita yang cerdas, dia Ratu yang begitu diagungkan oleh rakyatnya.
Namun dalam keadaan seperti ini Syeran tak bisa berpikr banyak, dia hanya menemukan 1 cara.
Syeran mengambil pena yang ada di tangan kiri asisten Hanzo. Dengan teknik meniru yang dia kuasai, Syeran bisa menulis begitu mirip dengan tulisan yang ada di dalam surat tersebut.
Syeran tidak menulis banyak, dia hanya menambahkan beberapa kata di poin pertama surat perjanjian itu.
Pernikahan berlangsung seumur hidup. dan penuh cinta
Sebuah rasa yang selama ini dia harapkan dari Raja Lorry.
Hanya menulis seperti itu saja Syeran sudah begitu lemas, dia hanya tinggal menambah titik, namun seolah tak sanggup lagi untuk menekan pena.
Aku harus cepat sebelum waktu kembali berjalan. Batin Syeran.
Zeon dan asisten Hanzo menatap hingung saat gadis itu sudah memegang pena dan kertas, padahal seingat mereka semuanya belum sejauh ini. Surat itu tadi masih berada di tangan Hanzo.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Zeon hingga membuat Syeran tersentak kaget.
Dia gelagapan dan balik menatap bingung.
Markus yang ada di sana pun mengerutkan dahi, bagaimana bisa surat itu sudah berpindah tempat. Padahal asisten Hanzo belum meletakkannya di atas meja.
Apa aku yang salah? batin Markus.
"Ma-maaf Tuan, bukan kah aku harus menandatangani surat ini?" balas Syeran gugup, bahkan langsung menelan ludah setelah mengatakan itu.
Zeon terdiam.
Dan Hanzo yang mengambil alih semuanya.
"Benar Nona, tapi apakah Anda tidak ingin membacanya lebih dulu?" tanya Hanzo, meski dia merasa belum menyerahkan kertas itu, tapi mau bagaimana, nyatanya surat tersebut sudah ada di tangan nona Syeran.
"Ti-tidak perlu, aku akan langsung menandatanganinya," balas Syeran buru-buru, lalu menggerakkan tangannya yang bergetar untuk membuat sebuah tanda tangan.
Setelahnya dia arahkan kertas itu untuk lebih dekat dengan Tuan Zeon.
Hati Syeran begitu was-was.
Jangan dibaca ulang, aku mohon. Batin Syeran penuh harap.
Dan akhirnya gadis itu bisa bernafas lega saat Tuan Zeon pun langsung menandatanganinya tanpa membaca surat kontrak itu lebih dulu.
Ya Tuhan, aku mohon, rubah lah takdirku.
Jelas² tindakan kalian itu paksaan bwt Syeran...gmn dia gak merasa terpaksa
Lagian kok jahat amat sih Zeon...pdhal Zena diperlakukan bak ratu oleh Frans
Coba bayangkan jika Frans bersikap seperti kamu ini thd Zena ,adikmu...rasanya pasti sakit
Jahat kamu Zeon
Mending kamu dibiarkan mati sj dahulu...gak perlu susah payah Liam & anak buahnya menyelamatkanmu 👿