NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

01. Pembantu Baru

29 Desember akhir tahun,

Wanita muda itu turun dari ojek yang mengantarnya dari terminal. Tempat di mana ia turun dari bus yang mengantarnya dari kampung. Dengan tas ransel coklat di punggung, gadis muda dua puluh empat tahun itu maju selangkah mendekati salah satu rumah dari banyaknya deretan rumah mewah di komplek perumahan elit itu.

Alina diam sejenak. Menatap kertas kecil di tangannya dan rumah di hadapannya secara bergantian.

"Jalan Wijaya Kusuma nomor 9," ucapnya pelan.

Alina diam sejenak menatap ke arah rumah mewah berlantai tiga yang terlihat megah dan mahal dari luar pagar.

Benar, ini rumah yang ia cari. Setelah menempuh perjalanan lebih dari enam jam dari kampung, akhirnya ia sampai juga di tempat tujuan. Rumah calon majikannya.

Alina mengambil ponsel dari dalam tasnya, lalu memotret bangunan di hadapannya.

"Ini, kan, Mbak, rumahnya?" tulis Alina dalam sebuah pesan singkat yang ia kirim untuk Murni, tetangga kampungnya yang menawarkan pekerjaan sebagai pembantu infal di tempatnya bekerja.

"Iya! Itu rumahnya. Kamu langsung pencet bel saja. Biasanya ada Pak Supri, tukang kebunnya Tuan Vincent yang jagain rumah," balas Murni melalui pesan singkat.

"Oke, Mbak!" balas Alina singkat. Gadis itu lantas memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam ransel. Ia kembali melangkahkan kakinya mendekati pagar rumah mewah itu kemudian memencet bel yang berada di sana.

Ting...tong...

Bel pun berbunyi. Alina diam sejenak. Menunggu seseorang dari dalam sana. Namun sepertinya tak ada.

Ting...tong....

Bel ditekan lagi. Tak lama kemudian seorang pria berbadan cukup gempal nampak keluar dari rumah itu sambil tergopoh-gopoh.

"Selamat siang, Pak!" sapa Alina.

"Selamat siang. Mau cari siapa, Mbak?" tanya laki laki berseragam hitam hitam itu. Itu adalah Pak Supri, supir rumah tersebut.

"Saya Alina, Pak. Saya temannya Mbak Murni dari kampung. Saya yang mau jadi ART infal selama Mbak Murni cuti," jawab Alina ramah.

Pak Supri diam sejenak. Ia menggerakkan bola matanya mengamati penampilan Alina dari atas sampai bawah. Badannya ramping mungil, kulitnya lumayan putih, penampilannya rapi dan polos khas gadis kampung dengan rambut panjang yang tergerai cukup rapi. Sendalnya flat sederhana, serta sebuah ransel coklat di gendong di punggungnya.

"Oh, kamu Alina?" tanya Pak Supri menegaskan. Alina mengangguk sambil tersenyum.

"Iya, si Murni tadi sudah WA saya," lanjut Pak Supri. "Ya, sudah. Ayo silahkan masuk!"

Alina mengangguk lagi. Pak Supri kemudian membuka gembok pagar rumah itu dan mempersilahkan Alina untuk masuk. Keduanya lantas berjalan memasuki area rumah mewah dengan halaman berumput hijau yang cukup luas itu.

"Ini rumah tempat kamu bekerja mulai hari ini. Pemilik rumah ini bernama Tuan Vincent. Beliau tinggal sendiri di sini. Tugas kamu selain bersih bersih seluruh ruangan dan sudut rumah ini, kamu juga harus melayani Tuan Vincent. Mulai dari menyiapkan air mandi, mencuci baju, menyiapkan makan, dan keperluan keperluan lainnya yang dibutuhkan Tuan Vincent."

"Tuan itu tidak suka kesalahan. Dia sangat menyukai kedisiplinan. Jadi, sebisa mungkin kamu jangan teledor ya di rumah ini. Biar tidak kena marah," ucap Pak Supri mewanti wanti.

Alina mengangguk paham. Keduanya kini sudah sampai di ruang tengah rumah milik Tuan Vincent.

"Ini ruang tengah. Biasanya setelah pulang kerja, Tuan akan duduk di sini sambil melepas lelah. Nanti kamu bisa memperkenalkan diri kamu di sini. Jangan lupa juga, siapkan makan dan air mandi untuk Tuan."

"Siap, Pak!" jawab Alina.

"Hari ini sepertinya Tuan Vincent pulang cukup malam. Sebagai satu satunya ART, mau tidak mau kamu harus nungguin Tuan sampai pulang. Kalau ada apa apa, kamu bisa panggil saya. Saya ada di belakang di kamar supir. Soalnya hari ini tuan nyetir sendiri, jadi saya nggak jemput," tambah Pak Supri lagi.

"Iya, Pak. Saya paham!" balas Alina lagi. Pak Supri tersenyum.

"Ya, sudah. Kalau begitu mending sekarang kamu istirahat. Kamu pasti capek habis perjalanan jauh. Kamar kamu ada di belakang, di samping kamar saya. Kamu istirahat dulu saja. Nanti sore baru mulai bersih-bersih. Tuan kan pulangnya malam. Yang penting, pas Tuan pulang semua sudah bersih dan rapi" ucap Pak Supri lagi.

Alina mengangguk lagi. "Iya, Pak!" jawabnya.

"Ya, sudah. Yuk, bapak antar kamu ke kamarmu!"

Keduanya belantas pergi meninggalkan ruangan tersebut. Alina diantar Pak Supri menuju kamar pembantu yang berada di bagian belakang rumah tersebut. Alina masuk ke dalam kamarnya. Ia menutup pintu kamar itu, meletakkan ransel coklatnya di sebuah nakas kecil disana lalu kemudian merebahkan tubuhnya di sebuah kasur busa tanpa ranjang.

Alina memejamkan matanya sejenak seraya menarik nafas panjang.

Drrt...drrrtt...

Ponsel di dalam ranselnya bergetar. Ia mengulurkan tangannya. Ia merogoh ransel coklatnya lalu mengambil sebuah benda pipih di sana. Sebuah pesan dari nomor dengan nama "Calon suami"

"Al, sudah sampai? Aku WA dari pagi kok nggak dibales?" bunyi pesan itu.

Alina menarik kedua sudut bibirnya membaca pesan singkat dari sang kekasih, Aditya.

"Iya, Mas. Maaf, aku baru sempat balas. Ini baru sampai. Tadi aku ketiduran di bus, jadi nggak sempat balas pesan kamu. Aku udah ketemu kok sama rumah majikanku. Tapi orangnya masih di kantor, belum pulang. Ini aku lagi di kamar, mau istirahat dulu. Capek banget soalnya habis perjalanan jauh," tulis Alina.

"Oh, ya, udah. Syukur kalau kamu udah sampai. Aku dari tadi khawatir kamu nggak ada kabar."

"Aku baik-baik saja kok, Mas."

"Oke, kalau begitu kamu istirahat dulu ya, sayang. Maaf, ya. Gara-gara aku yang belum mampu ngumpulin uang buat ngelamar kamu, kamu jadi harus pergi jauh buat bantu aku. Aku sebenarnya malu banget, Al. Ini kan tugasku sebenarnya buat ngumpulin uang biar bisa melamar kamu," tulis pria yang lebih akrab disapa Adit itu.

"Mas, nggak usah mikirin itu. Kan dari awal kita sudah sepakat, kita akan menjalani ini sama-sama. Toh, uang yang kita kumpulin ini nantinya juga demi masa depan kita. Biar ayah melihat keseriusan kamu. Biar ayah merestui hubungan kita. Biar kita bisa menikah. Nanti, kalau kamu mau ganti uang aku, boleh, kok. Bisa kamu ganti pakai nafkah yang kamu kasih setiap hari kalau kita sudah menikah nanti. Hehehe..." tulis Alina sambil terus mengulum senyum.

"Kamu bisa saja, Al," jawab Adit. "Iya, aku janji. Aku akan membuktikan ke ayah kamu kalau aku benar-benar serius ingin menikahi kamu. Aku serius ingin menjadikan kamu istri aku. Walaupun ayah kamu selalu bilang bahwa aku bukan laki-laki yang baik, aku akan membuktikan bahwa aku bisa menjadi suami dan menantu yang tepat untuk kamu dan ayah kamu. Kamu doain aku, ya. Semoga secepatnya aku bisa melamar kamu!"

"Amiiiinnnn...." jawab Alina.

Saling berbalas pesan pun terus berlanjut antara sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama tiga tahun itu.

Ya, namanya Alina. Dia seorang gadis desa anak dari seorang petani sederhana di kampungnya. Alina adalah seorang gadis berusia dua puluh empat tahun, anak tunggal yang kini memilih untuk merantau ke ibu kota menggantikan pekerjaan salah satu tetangganya selama satu minggu kedepan sebagai seorang asisten rumah tangga.

Niatan bekerja itu sebenarnya ditentang oleh ayah dan ibunya. Selama ini Alina tidak pernah jauh dari orang tuanya. Apalagi sampai merantau ke ibukota. Namun demi mewujudkan cita-citanya untuk segera menikah dengan sang kekasih, Alina rela menentang kedua orang tuanya. Ia pergi bermodalkan cinta. Berharap bisa mendapatkan pundi-pundi uang untuk membantu sang kekasih mengumpulkan modal untuk melamar dirinya.

Ya, memang secinta itu Alina pada Aditya. Meskipun sang ayah menentang keras hubungan mereka karena menganggap Aditya adalah laki-laki yang tidak baik, namun Alina tetap kokoh akan cintanya. Ia memperjuangkan Aditya sedemikian rupa. Ia yakin laki-laki itu adalah calon suami yang tepat bagi Alina. Di matanya, Adit adalah laki-laki yang setia dan sangat menyayanginya. Sangat cukup untuk membuatnya bahagia. Tak seperti pandangan sang ayah yang menganggap bahwa Adit adalah pria tak bertanggung jawab, pengangguran, dan memiliki sifat dan tabiat buruk seperti ayah Adit yang merupakan seorang penjudi dan pemabuk. Berkali-kali sang ayah mencoba menasehati Alina, namun sepertinya cinta sudah menutup mata dan hati gadis itu. Ia tak peduli dengan nasehat sang ayah.

Kini, Alina sudah tiba di ibukota. Dengan segala mimpinya, berharap di rumah mewah ini, dengan majikan yang belum ia temui, dia bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang akan bisa membawanya untuk secepatnya bersanding dengan Aditya.

1
Don't Call Me Mbak💅
lanjuttt
Don't Call Me Mbak💅
lah🤦🤦
Don't Call Me Mbak💅
🤣🤣🤣
Don't Call Me Mbak💅
najisss🤮
Don't Call Me Mbak💅
kebanyakan makan camilan sih😹
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!