Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebahagiaan Iqram
Iqram sangat bahagia karena hari ini dia baru saja naik jabatan di perusahaan tempat dia bekerja. Posisi manajer pemasaran yang banyak di kehendaki oleh rekan rekan nya di dapatkan karena kerja keras dan kejujuran nya selama bekerja.
Mendengar kalau Iqram sudah di angkat jadi manajer, Vania kekasih Iqram sangat senang sekali dan langsung mengajak Iqram untuk ketemuan.
" Halo sayang,aku baru dapat kabar dari Rani kalau kamu sudah di angkat jadi manajer di kantor mu. Nanti malam kita rayain ya" ucap Vania dengan suara ceria.
Iqram tersenyum mendengar suara bahagia kekasih nya itu. " Aku baru saja mau nelfon kamu,tapi kamu udah duluan yang nelfon. Baik sayang,nanti malam aku jemput ya. Kita rayain keberhasilan ku ini " ucap Iqram.
" Oke sayang,aku tunggu ya. Love you,muach" ucap Vania yang kemudian mematikan panggilan itu.
Iqram menatap layar handphone nya sambil tersenyum, dia lalu bangkit dari kursi kerjanya untuk pulang karena jam kerja sudah habis.
Pada saat yang bersamaan, handphone nya kbali berdering,ada panggilan masuk dari nomor bunda nya. Iqram langsung tersenyum senang.
" Assalamualaikum bunda" ucap nya.
" waalaikumsalam nak. Kamu lagi dimana" ucap sang bunda dari balik sana.
" Masih di kantor Bun,ini mau jalan pulang. Oh ya Bun, ada kabar bahagia. Anak bunda ini baru di angkat jadi manajer pemasaran " ucap Iqram.
" Alhamdulillah,bunda senang denger nya nak. Semoga kamu tambah sukses. Jangan lupa sedekah tanda bersyukur pada Allah" ucap bunda nya Iqram dengan suara yang tampak sangat bahagia.
" Iya Bun,aku akan lakukan" ucap Iqram.
" Qram,bunda mau bertanya sesuatu. Apa hubungan kamu dan Vania benar benar sudah serius. Kalau sudah,cepat lamar dia. Menikah lah nak,tidak baik berpacaran lama lama, hanya akan mendatangkan dosa" ucap buk Vita bunda nya Iqram.
Iqram tersenyum mendengar pertanyaan bunda nya. " iya Bun. Rencana nya aku akan melamar Vania dalam waktu dekat ini. Kalau dia terima,aku akan langsung jemput bunda untuk melamar Vania ke orang tua nya" ucap Iqram.
" Tapi kok tumben bunda nelfon membahas masalah itu" tanya Iqram.
" Bunda sebenarnya ingin menjodohkan mu dengan anak sahabat bunda. Tapi karena kamu sudah menjalin hubungan serius dengan Vania,bunda tidak mungkin memaksa mu dengan pilihan bunda. Kamu yang akan menjalani semuanya nanti,bunda hanya akan menjadi penonton nya saja. Jadi kenyamanan mu yang akan bunda dahulukan" jawab buk Vita yang membuat hati Iqram sangat bahagia.
" Terima kasih bunda,bunda memang ibu yang paling baik sedunia. Selalu mendahulukan kebahagiaan kami anak anak bunda dari pada yang lain" ucap Iqram.
" Ya sudah, kamu mau pulang kan,hati hati di jalan. Bunda juga mau ke pengajian dulu. Maklum lah di kampung kalau mau dekat bulan ramadhan,banyak yang bikin acara minta doa di rumah" ucap buk Vita.
" Iya Bun. Aku mau pulang ke kontrakan dulu. Nanti malam ada janji sama Vania. Assalamualaikum" ucap Iqram.
" Waalaikumsalam " jawab Buk Vita yang kemudian mematikan panggilan itu.
Iqram kemudian berjalan kearah parkiran mobil nya dan melaju meninggalkan kantor nya.
Saat sudah sampai di kontrakan nya, handphone Iqram kembali berdering, Vania menelfon nya.
" Halo sayang,ada apa" tanya Iqram.
" Sayang,nanti malam papa ku mau ketemu kamu. Beliau ingin membicarakan tentang kelanjutan hubungan kita" ucap Vania yang membuat hati Iqram sangat bahagia.
" Baik sayang,aku juga ingin membahas masalah itu" jawab Iqram.
" Kalau gitu aku tunggu di rumah ya. Jangan sampai telat " ucap Vania.
" Iya sayang. Habis sholat Maghrib aku on the way ke rumah mu" ucap Iqram. Panggilan itu kemudian di matikan oleh Vania.
Iqram tersenyum bahagia,"gayung bersambut" ucap nya dalam hati.
**
Selesai menunaikan sholat Maghrib,Iqram langsung bersiap siap pergi menuju rumah Vania.
" Bismillah. Ya Allah,jika Vania jodoh yang tepat untuk ku,maka tolong lancar kan lah semua nya. Tapi kalau dia tidak baik untuk ku atau aku tidak baik untuk nya,maka tolong berikan petunjuk Mu, aamiin" ucap Iqram sebelum masuk ke dalam mobil nya.
Setelah menempuh perjalan selama tiga puluh menit,Iqram sampai di depan rumah Vania. Tampak Vania sudah berdandan cantik menunggu nya di teras rumah nya.
" Assalamualaikum" ucap Iqram saat menginjakkan kaki nya di teras rumah Vania.
" Waalaikumsalam,yuk masuk. Papa dan mama sudah nunggu di dalam" ajak Vania.
Iqram mengangguk dan langsung mengikuti langkah Vania masuk ke dalam rumah nya.
Iqram menyalami tangan ke dua orang tua Vania dengan takzim. Kemudian dia duduk di sofa yang ada di depan kedua orang tua Vania.
" Selamat ya Iqram,Tante sudah dapat kabar dari Vania tentang kenaikan jabatan mu di kantor" ucap buk Yanti mama nya Vania.
" Makasih tante. Alhamdulillah saya di percaya oleh perusahaan untuk menduduki jabatan itu. Mudah mudahan saya bisa menjalankan amanah yang sudah di percaya kan pada saya" jawab Iqram.
Pak Zainal papa nya Vania mengangguk angguk kan kepala nya mendengar ucapan Iqram.
" Sekarang bagaimana rencana hubungan kalian ke depan nya. Kapan mau di resmikan secara agama dan negara" ucap pak Zainal yang langsung pada inti pokok pembicaraan nya yang membuat Iqram terkejut.
Iqram menarik nafas panjang, kemudian melihat kearah papa nya Vania. " Saya punya rencana untuk bisa menghalalkan Vania dalam waktu dekat ini pak" jawab Iqram.
Pak Zainal langsung tersenyum," bagus. Papa sangat setuju dengan rencana itu. Tapi papa ingin bicara serius dulu sama kamu" ucap pak Zainal.
" Iqram,Vania ini anak perempuan kami satu satu nya. Dia sangat kami manja selama ini. Abang abang nya pun sangat menyayangi dia. Papa berharap kamu juga menyayangi dia dan menjaga dia dengan baik nanti kalau kalian sudah menikah " ucap pak Zainal lagi.
Iqram mengangguk," insaallah pak. Saya akan menjaga dan menyayangi Vania dengan sepenuh hati saya" ucap Iqram.
" Kalau kalian sudah menikah nanti, mau tinggal dimana" tanya buk Yanti sambil menatap Iqram.
Iqram langsung tersenyum," Alhamdulillah say sudah mempunyai tabungan untuk membeli sebuah rumah sederhana Tante. Nanti setelah menikah, Vania akan langsung saya bawa kesana" jawab Iqram.
Buk Yanti tersenyum," bagus kalau begitu. Rumah yang mau kamu beli nanti harus pakai nama Vania di sertifikat nya agar keluarga mu nanti tidak bisa semena mena pada Vania " ucap buk Yanti yang membuat Iqram terkejut.
" Keluarga saya tidak mungkin akan bersikap semena mena pada Vania Tante. Bunda saya dan adik perempuan saya tinggal di kampung. Mereka tidak akan menggangu ketenangan Vania" ucap Iqram.