NovelToon NovelToon
Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: samSara

罪から生まれ、 遺産を求める血に追われる。 Tsumi kara umare, isan o motomeru chi ni owareru. (Born from sin. Hunted by blood that demands legacy) Nakamura Noa, gadis miskin yang bekerja serabutan sekaligus merawat ibunya yang sakit parah. Noa dan ibunya yang sedang dalam persembunyian, tidak sadar bahwa klan besar Yamaguchi-gumi telah mengawasi mereka sejak lama. Mereka beranggapan bahwa Noa adalah pewaris roh leluhur Yamaguchi: 'Kuraokami' yang bangkit saat berada diambang batas. Sampai akhirnya Noa dijemput paksa dan dibawa kembali ke dunia kelam para algojo. Ia harus memilih: tunduk pada mereka atau hancurkan warisan yang telah merenggut hidupnya. ⛔️"DILARANG KERAS menyalin atau mengambil ide, alur, plot twist, tokoh, dialog, maupun bagian cerita, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa izin penulis."⛔️ Copyright© 12/07/2025 - SAMSARA. Technical Advisor : Aimarstories Cover : pinterest Dark psychological thriller Dengan gaya sinematic noir - slow burn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samSara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog I - Kobe

...**...

...かつて狙われた血は、今、運命から逃れられない身体に宿っている。...

...-Katsute nerawareta chi wa, ima, unmei kara nogarerarenai karada ni yadotte iru-...

..."Darah yang pernah diburu kini hidup di tubuh yang tak bisa menghindar dari takdirnya."...

...⛩️🏮⛩️...

...Kobe, Prefektur Hyogo – Wilayah Kansai. ...

...Hujan turun seperti dendam yang tak pernah berakhir. Malam itu gelap, tapi semburat awan-awan pucat justru tampak mencolok. Ada sesuatu di udara—sesuatu yang tua dan berat seperti kutukan. Langit menjelma menjadi tirai abu-abu yang perlahan menghitam, tanpa cahaya, tanpa suara selain gemuruh yang menggertakkan dada....

...Di tepi kota Kobe, di antara jalanan yang ramai namun tak mencuri perhatian, tersembunyi sebuah paviliun kecil yang menjadi markas cabang Yamaguchi Clan. Dari luar, bangunannya tampak seperti rumah biasa: dinding yang rendah, taman sempit, dan gerbang yang tak terlalu mencolok. Namun siapa pun yang memasuki halaman dalam akan merasakan aura berbeda—setiap sudut terasa diawasi, sunyi, dan penuh kewaspadaan yang tak terlihat....

...Dari jendela belakang paviliun tua, seorang wanita bangkit duduk dengan susah payah. Rambutnya basah oleh keringat, kain yukata-nya penuh noda darah yang belum mengering. Di pelukannya, seorang bayi merah yang baru saja dilahirkan, belum sempat menangis dengan sempurna....

...Rin....

...Bukan istri. Bukan selir resmi. Hanya seorang penghibur kelas bawah yang terlalu cantik untuk disia-siakan. Tapi malam ini dia bukanlah siapa-siapa kecuali seorang ibu. Dan bayi yang didekapnya adalah darah yang seharusnya tidak boleh ada....

...Wajah Rin pucat pasi. Tubuhnya masih gemetar, bukan hanya karena sakit persalinan yang baru saja dilewatinya tanpa bantuan medis yang layak, tapi juga karena rasa takut yang menusuk dari balik tulang. Di sampingnya, seorang bidan tua memasukkan handuk kotor ke dalam ember, lalu menoleh ke arah pintu dengan gugup....

..."Mou jikan ya," (Sudah waktunya) gumamnya pelan, seperti lantunan doa....

...Sesosok pria—Yamaguchi Kuroda—telah menunggunya di luar tepatnya halaman belakang yang gelap, di balik taman bambu yang terlupakan. Mantel hitamnya menyerap cahaya, menyatu dengan hujan dan malam. Mata lelaki itu tak pernah lepas dari jalan sempit yang mengarah ke bangunan utama....

...Pintu terbuka perlahan. Kuroda melangkah masuk, mantel panjang dan sepatu kulit hitam mengilap membuat langkahnya terdengar berat. Wajahnya kaku seperti patung batu. Tatapannya jatuh pada bayi kecil di dada Rin, terbungkus selimut tipis yang hampir tidak melindunginya dari dinginnya malam....

..."Onna da," (Dia perempuan) kata Rin dengan suara lirih. "Ikiteru." (Dia hidup)...

...Kuroda tidak menjawab. Ia hanya memandangi bayi itu lama, dalam diam yang menyembunyikan banyak hal....

...Lalu ia menoleh pada sang bidan....

..."Iu beki koto wakatte ru daro?" (Kau tahu apa yang harus kau katakan, bukan?) suaranya dingin seperti musim dingin yang membunuh....

...Bidan mengangguk cepat, tubuhnya gemetar. "Akambou wa na, shougai mochi de, umareta toki kara iki shite hen koto ni shitoru. Shibou todoke mo, mou te e mawashite aru. Dare mo ayashimahen.."...

...(Bayi lahir cacat... tidak bernafas... saya sudah siapkan akta kematian. Mereka takkan curiga)...

...Kuroda membuka mantel hitamnya. Di dalamnya tersembunyi kain tebal dan kantong kecil berisi dokumen palsu serta uang tunai. Ia mengeluarkan selembar tiket kereta dan secarik alamat yang diketik rapi....

..."Naik kereta terakhir ke arah pegunungan timur malam ini, lalu turun di stasiun kecil bernama Minamigawa. Lanjutkan dengan naik bus menuju desa Shugitani." Suara itu datar. Tidak terburu-buru, tapi juga tak memberi ruang untuk penolakan....

..."Di ujung desa itu, ada rumah kecil yang sudah kusiapkan. Namamu sekarang Nakamura Misao. Kau tak pernah ada di rumah ini, tak pernah mengenal nama Yamaguchi. Jika ada yang bertanya, katakan bahwa anak ini keponakanmu, bukan anakmu." Suaranya menurun. Tapi justru terasa lebih tajam. "Sembunyikan dia dengan seluruh nyawamu."...

...Rin memeluk bayinya erat. "Kenapa anda lakukan ini, Kuroda-sama*? Kalau mereka tahu..."...

..."Aku tidak lakukan ini karenamu," bisik Kuroda. "Aku lakukan ini karena mungkin jalan terbaik untuk anak ini."...

...Ia memalingkan wajah. "Dan karena anak ini... mungkin memiliki sesuatu."...

...Rin menatapnya penuh tanya. Tapi tidak sempat bertanya lebih jauh. Dari kejauhan, suara langkah terdengar di lorong—berat, teratur, dan dingin. Milik orang-orang yang tak pernah datang kecuali membawa kematian....

...Kuroda segera mengambil bayi dari dekapan Rin, membungkusnya lebih erat—lebih hangat. Lalu, ia menyerahkan kembali bayi itu ke pelukan Rin. Kuroda menunjuk pintu kecil di ujung kamar....

..."Lewat situ. Lurus, belok kanan ke gudang. Ada lorong pelayan menuju gerbang barat."...

...Rin melangkah dengan tertatih. Luka persalinan membuat tubuhnya bergetar, tapi ia menggigit bibir dan menahan semua rasa. Bayinya di dalam pelukan, dan harapan satu-satunya adalah menjauh dari rumah ini, dari Oyabun, dari takdir seorang wanita tak 'bernama'....

...Ketika pintu belakang digeser pelan, hujan langsung menyambut seperti tamparan dari langit. Kuroda menyusul dari belakang, topinya menutupi wajah. Di pinggir gerbang barat, seorang penjaga muda sudah menunggu: Tateishi Gen. Mata pemuda itu terbelalak saat melihat bayi....

..."Kuroda-sama... kore wa... "...

...(Tuan Kuroda... Ini...)...

..."Shizukani." (Diam.) Kuroda mendesis rendah penuh ancaman. "Kau tidak lihat apa pun malam ini. Kau dengar?"...

...Gen menelan ludah. "Kalau ditanya..."...

..."Bayi Lahir cacat. Mati saat lahir. Tak perlu penyelidikan lebih jauh."...

...Gen ragu-ragu. "Dan Oyabun**...?"...

...Kuroda menatap lurus ke matanya. "Selama kau bersumpah dan siap kehilangan nyawa, kurasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kecuali... jika bayangannya mulai bergerak." Ia mencondongkan wajah sedikit. "Maka kita semua akan lenyap."...

...Gen mengangguk perlahan. "Wakarimashita... (Saya mengerti) Saya tidak lihat apa-apa, Kuroda-sama."...

...Kuroda kembali menatap Rin, lalu membuka pintu gerbang kecil....

..."Pergilah. Sebelum mereka sadar kamar bersalin telah kosong."...

...Rin melangkah masuk ke dalam kegelapan, memeluk anaknya seperti menggenggam satu-satunya alasan untuk hidup. Ia menoleh sekali ke arah gerbang besar Yamaguchi Estate yang kini perlahan tertutup kabut. Di sana, ia pernah menjadi bayangan tak bernama. Kini, ia akan menjadi hantu tanpa identitas, menyembunyikan darah paling terlarang dalam sejarah klan....

...Kuroda tetap berdiri di sana, memastikan wanita itu telah menjauh dalam jarak yang cukup. Setelah suara langkah itu lenyap, ia menoleh ke Tateishi Gen....

...Gen menatap tanah. Mengangguk. Tidak berkata apa-apa....

...⛩️🏮⛩️...

...Di paviliun utama, seorang pria berdiri di balik kaca besar. Rambutnya diikat rapi, jubah hitam membungkus tubuh tinggi dan tegap itu seperti kulit kedua. Oyabun—Yamaguchi Raizen tidak tidur malam itu. Saat petir menyambar untuk kesekian kalinya, matanya menyipit, menatap ke arah taman belakang yang kosong....

...Ia menurunkan cangkir teh yang sudah dingin, lalu berbisik ke udara:...

..."Uso wa kusaru."...

...(Kebohongan akan membusuk.)...

...Tak lama, ia memanggil wakil setianya—Sakaki Jin....

..."Kurosawa ni, shinjitsu o mitsukesasero," kata Raizen datar, hampir tanpa amarah....

...(Perintahkan Kurosawa untuk menemukan kebenarannya)...

...Dari balik dinding, sosok gelap membungkuk, lalu menghilang ke dalam kelam malam....

.........

...Percakapan seluruh anggota klan termasuk Oyabun menggunakan dialek Tokyo/umum. Kecuali bidan karena dia warga lokal Kobe, maka dia menggunakan dialek Kobe....

...Walaupun begitu, semua tokoh yang berperan saling memahami maksud kalimat masing-masing....

...*Panggilan penuh hormat....

...**Kepala klan/ Pemimpin tertinggi Yamaguchi-gumi clan....

1
Carzenogenik
Woo~ Keteguhannya masuk kategori jempol. Bahkan kalo abis ini dia ngungkapin kebenarannya, dia masih lumayan~
Carzenogenik
Melihat sosok yang sebelumnya tampak kuat dan teguh sekarang hanya bisa terbaring dan sekarat pasti sangat sulit... 😢
Carzenogenik
Atau pneumonia? Mungkin juga sesuatu yang lain🤔
Carzenogenik
Di satu sisi, terlalu menjaga jarak justru akan memicu rasa penasaran dan kecurigaan. Tapi di sisi lain, kadang ini cara paling ampuh untuk menghindari kecurigaan dan penasaran. Susah.. susah... 😵
raresha
hujannya deres banget pasti ya ... kebayang jatuhnya kek nusuk2 kulit
raresha
ngilu bayanginnya 😭😭😭 luka pascapersalinan, berarti ada robekan ya 😭
raresha
apakah sesuatu itu yang kuroda inginkan??? hmmm
raresha
di sini mulai bertanya-tanya, siapa kuroda? kenapa dia milih nolongin rin dan noa?
raresha
ibunya rin berarti gak pernah dinikahi resmi sama bos ya ...
raresha
baru lahir banget ini, masih glagepan bayinya 😭 semoga dia melahirkan dengan aman dan selamat huhu
Faeyza Al-Farizi
Flamboyan 😌
penavana
kerenn banget.. jadi bisa sekalian belajar bahasa Jepang. Semua manusia pasti punya kisah pilu masing-masing. Jadi, penasaran sama hidupnya si bayi. Status ibu diubah menjadi bibi. Bayinya ga salah tp ikut nanggung hukuman 😭
penavana
inget peribahasa Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga.
penavana
OMG .. buat berdiri aja sakitnya minta ampun. Apalagi buat jalan.. jadi ikutan ngilu.
penavana
Penghibur sering di anggap kelas bawah/sampah. Padahal justru yang sampah itu ya kalangan kelas atas yang menggunakan jasanya. Kan udah punya permaisuri dan selir. Masih kuraaaaang aja. Liat yang cantik dikit langsung sikat.
penavana
gapapa ganti identitas, yang penting anaknya hidup.
tapi biasanya yg namanya ikatan darah daging pasti kelak akan bertemu.
penavana
loalaa ... makanya daritadi bu bidan gugup terus, ternyata dipaksa membuat kesaksian palsu.
raresha
sesuatu yang sederhana memang kamuflase terbaik untuk menyembunyikan rumah mafia wkwkwk. semoga begitu. atau yamguchi hidupnya zuhud bener ya 🤭
Faeyza Al-Farizi
buseeeet Noa cantik amat, ya kayak ibunya sih mana kasihan chapter sebelumnya 😭
Faeyza Al-Farizi
😭😭😭😭😭 ini yang pantas di omelin tuh author nya apa karakternya sih, udah anak habis ditinggal emaknya modar, diculik, di siksa, mana si mata-mata yang tiap hari lihat dia gak bantuin, ada jin yang nyebelin, pingin culik balik Noa tak umpetin. tapi oyabunnya punya telinga dimana-mana, 😭😭😭 sukses ngolah emosi pagi-pagi
Dylla: Berantemin aku sama author-nya please 😭 kasian banget itu si Noa. Ada aja masalah hidupnya. Tapi anda sukses bikin pembaca ngerasa merinding, Mak. Di sisi lain menyiksa MC emang harus dilakukan biar kita tau arti kehidupan (cakeeep)
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!