Predator Kampung Buruh (Part 1)
Suatu ketika di sebuah kampung bernama Kampung Buruh, hiduplah seorang juragan properti kaya raya bernama Pak Bambang Sutejo. Karena kekayaannya itu, Pak Sutejo merupakan orang yang sangat disegani di
0
0
Misi Penyamaran
Setelah para polisi memberitahu kalau Pembunuh Abu-abu sudah tewas, hal ini pun membuat warga kota dapat bernafas dengan lega. Dan hal ini pun membuat aktivitas di kota dapat kembali berjalan seperti
0
0
Absolute Destiny
Kebahagiaan tampak di wajah Riana. Sambil bernyanyi riang bersama ayahnya, riana asyik menikmati pemandangan jalan raya pada pagi hari lewat jendela mobil. Saat ini riana sedang berulang tahun dan ing
0
0
Terbunuh Sepi
Dikisahkan ada sekumpulan remaja tampan di salah satu sekolah bernama Galaxy School. Di sana ada cowok bernama Ricky yang pendiam. Ricky sedang mengeluarkan rokok membuang ke tempat sampah. Kemudian a
0
1
Rumah Megah Tak Bertuan
“Klik..” ada notice sms masuk ke hpku. Kuambil hpku yang tengah tergeletak di atas meja, dan benar dugaanku gajiku bulan ini telah ditransfer oleh pak Burhan. Pak Burhan adalah majikanku, beliau adala
0
0
Lake of Black Water
Pandanganku buram, tak sangup bernafas, tubuhku seolah melayang di luar angkasa, perlahan turun ke dasar. Di sana, kulihat seorang gadis yang mirip denganku, wajahnya pucat pasi sedang tersenyum semba
0
0
Siapa Dia? (Part 2)
“Siapa Den?” tanya Reza seperti orang panik. “Bukan saatnya lu tau.” “Jawab Den!” Paksa Reza sembari menarik kerah baju Deni. “Lu bisa tenang dulu gak? bantu gue tarik pohon pisang itu dulu.” Mereka m
0
0
Hello, Nyiioo! (Part 2)
Omong-omong soal Mama, Nyiioo memalingkan wajah melihat sang Mama. Namun, wanita itu mendadak hilang seperti nggak pernah ada sebelumnya. Nyiioo mencoba bangkit mencari sang Mama yang entah ke mana. “
0
0
Hello, Nyiioo! (Part 1)
“Mau coba mati sekali?” Di pusat pengobatan kejiwaan, dua orang wanita tampak duduk berhadapan. Berambut pendek dan bergelombang itu adalah klien, memakai dress putih selutut. Sedangkan yang mengenaka
0
0
Tidak Tenang
Pukul 02.00 dini hari, tepatnya hari Selasa, suasana di kampung itu masih sangat gelap, dingin sekali, bahkan warga yang ada di luar rumah hanyalah tiga warga yang bertugas jaga pos kamling. Suasana d
0
0
Dering Ponsel
Drt … Drt … Drt … Suara itu. Entah bagaimana caranya namun mampu membuat diriku terjaga. Sembari menahan kantuk, aku beranjak dari kasur empukku menuju toilet yang berada di dalam kamarku. Berniat unt
0
0
Hampa (Part 2)
Matahari pun sudah terbenam dan jam menunjukkan pukul 20.00. Ayu dan Nathalie baru saja datang, sedangkan Rheagan dan Oscar sudah sampai terlebih dahulu. “Tepat sekali. Mari masuk.” Rheagan menyambut
0
0
Book of Nina Diary
Hari kamis telah tiba, seperti biasa malam ini kita akan menelusuri suatu rumah kosong yang terkenal cukup angker di pinggir kota. “Bella, Tiara, seperti biasa nanti malam kita menelusuri rumah angker
0
0
Itu Bukan Gue
Sore hari menjelang magrib suasana di kampus serasa sangat dingin karena siang hari hujan sangat lebat dan mengguyur seantero universitas. Di pojok paling jauh terlihat sebuah gedung tua yang merupaka
0
0
Penunggu Cermin
“Jangan sering-sering bercermin nak” Kata ibu itu kepada anak gadisnya yang sedang bercermin di ruang tamu. “Kenapa Ma, lagian aku juga senang melihat diriku sendiri di cermin ini cantik” “Ya pokoknya
0
1
Baswara
Kebenaran adalah suatu hal yang tidak bisa diungkapkan, rahasia akan selalu terbenam di danau kegelapan. Dia sang manusia penuh dosa dan tanda tanya, dia Baswara, seorang manusia yang kehilangan arti
0
0
Rumah Sakit
Seorang wanita pergi ke rumah sakit di kotanya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat sang wanita hampir sampai ke rumah sakit, wanita itu merasakan aura yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Rum
0
0
Penunggu Rumah Nenek
Sudah beberapa hari ini Lucy menempati kamar barunya di rumah neneknya. Ia pindah karena tempat kerjaannya lebih dekat dengan rumah neneknya di tengah pusat Jakarta. Kamarnya berada di lantai dua. Di
0
0
Sama (Part 2)
Hujan turun membasahi kota. Rintiknya begitu deras, sampai-sampai membuat celanaku sudah kuyup lebih dulu. Aku termangu di depan gedung tempat ibu mendaftarkanku pada les sebuah mata pelajaran sebab m
0
0
Sama (Part 1)
Aku melihatnya di depan sana, tepat di depan gerbang rumahku. Sendirian, tak ada yang mau berteman dengannya hanya karena sebuah hal yang aku tidak begitu paham apa itu. Kutatap dia lebih lekat, kudek
0
0