Peniru Yang Buruk
Malam yang semakin larut diikuti dengan angin yang berhembus lewat celah lubang berukuran 30 X 30 cm tepat diatas jendela berkaca bening yang memiliki ukuran 2 kali lipat celah lubang. Hujan rintik-ri
0
0
Kalender
“Guys, gua dapet kalender nih dari toko antik!”, kata Bino. “Ih masa loe dapet kalender dari toko antik? Katanya barang barang dari toko antik biasanya terkutuk”. “Ya loe jangan begitu donk. gua loh u
0
0
Kenapa?
Tik… tik… tik… Bunyi jam di kelas 12 bahasa 3 menunjukan jam 6 sore. Seorang gadis telihat seperti sedang menunggu seseorang, tapi sepertinya orang yang ia tunggu tak kunjung datang. Akhirnya gadis it
0
0
Kematian Kang Pardijon
“Gi, apakah kau tidak merindukan ibumu di kampung?,” demikian pertanyaan yang tiada henti memberondong bak antrean rakyat jelata korban Corona yang mendapat Banpres(Bantuan Presiden) berupa uang sebes
0
0
Jenazah yang Berpindah (Part 2)
6 Hari yang lalu, Sabtu 9 Juni 2018 Keesokan harinya, seorang pria berkacamata dengan memakai hoodie lengan panjang berwarna biru tua, berambut agak gondrong duduk di ruangan yang sama. Penampilannya
0
0
Sangklen
Siang itu, beberapa anak desa sedang memetik buah jambu di pohon dekat tepi sungai. Sebagian dari mereka tengah menikmati jambu yang telah susah payah dipetiknya. Sambil sesekali seseorang melemparkan
0
0
Yang Mati Telah Ditentukan
Terkadang aku hanya memandang jendela, melihat keluar, menatap langit, lalu pikiranku melayang kemana-mana. Aku sadar? Justru aku tidak sadar. Mereka melayang tinggi, setinggi langit yang kutatap. Bah
0
0
Menginap di Rumah Darma
Darma mengajakku untuk pergi ke rumahnya di akhir pekan ini. Bukannya aku menolak, tapi rumahnya sangat jauh, bagaikan di ujung pulau jawa. Sebuah desa kecil di pedalaman Jawa Barat. Tapi Darma rupany
0
0
Saling Mengerti
Entah sudah berapa lama aku berdebat dengan wanita sialan ini, “Laki-laki yang itu siapa sih HAH?” bentakku, menyodorkan sebuah foto. “Maafin gua Jek, sekali lagi, gua gak bisa jelasin sekarang.” tepi
0
0
Kasus Bayu
Awalnya aku serasa bosan dengan duniaku. Tuhan semberiku kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain. Entahlah mengapa tuhan memberiku kelebihan seperti ini. Setiap malam aku selalu ketakutan. Meli
0
0
Tukang Kebun
Pagi ini, Ian memandang halaman rumahnya, tepatnya menatap tukang kebun asing yang sibuk merapikan tanaman hias disana. “Bukankah seharusnya Tuan Maden yang membersihkan kebun ini? Kenapa nenek memang
0
0
Delusi
Gemerlap cahaya putih mulai stabil, kesadaran pemilik iris coklat terang itu belum sempurna. Lima menit kemudian, ia mulai sadar bahwa tak seharusnya ia berada di tempat itu. Ia berada di dalam kelas.
0
0
The Th1rd inQstr
Kamis, 2 agustus 2018 Pagi itu, jam 7.15 aku telah sampai di sekolah. Memasuki lorong kelas aku melihat di papan informasi terdapat sebuah poster lomba membuat cerpen. Aku melihat lebih banyak tentang
0
0
Surat
Aku masuk ke dalam kelas. Ternyata ada Nauval, dia sudah sampai duluan. “tumben datang pagi-pagi sekali, kerasukan setan darimana kamu?” ejekku. “ya pengen aja berangkat awal, males kena hukuman terus
0
0
Reunion
“Sesungguhnya… aku tidak terlalu mengingatnya…” Akhirnya, salah seorang di ruangan ini membuka mulutnya. Tapi, dia tetap tidak ingin mengatakan yang sejujurnya. “Katakan!” “Aku.. aku tidak ingat! Aku
0
0
Hasil Autopsi Nancy Hilang
Kamu bebas menanyakan apapun tentang kota ini, terkecuali tentang hasil autopsi Nancy. Maksudku, hasil autopsi Nancy hilang, titik. Nancy tidak mati dibunuh, sungguh. Tapi, tidak juga mati alami. Mema
0
0
Alien
Namaku adalah Abraham Lee, aku adalah sebuah remaja introvert yang berumur 16 tahun dan sedang mencari tujuan hidupku. Aku merupakan korban bully, aku dibully karena aku percaya dengan alien, dunia pa
0
0
Another (Part 2)
“Tok tok tok”, terdengar suara ketokkan pintu dari kamar rumah sakit Kanna. “Ya, silakan masuk” ujar Kanna. Ternyata orang yang mengetuk pintu tersebut adalah suster. Suster tersebut masuk dan memberi
0
0
Siapa Dia? (Part 1)
Ada yang bilang sakit hati lebih parah daripada disayat pisau, rasa sakitnya sulit hilang dan terus terngiang, begitupula yang dialami Reza, cowok itu duduk memeluk lutut, matanya menatap cahaya dibal
0
0
Tabir Surga Kelabu
Di keheningan waktu ini, tak kutahu engkau ada di mana. Kenangan fatamorgana yang pernah terbang di ufuk langit senja, masih kuingat. Aku masih saja terperangkap dalam putaran waktu. Alunan detik yang
0
0