Rasa Terlarang (Part 2)
Waktu menunjukan pukul 15.00, Saat ini aku kebetulan bersama Santi teman sejawat sesama foreman sedang melakukan checklist kebersihan area dan toilet. Sebenarnya kami hanya kebetulan bertemu di korido
0
0
Rasa Terlarang (Part 1)
“Kenapa kamu nangis..?” Suara seorang perempuan di belakangku kepada temannya. Akupun membalikkan badan dan aku tau kalo itu adalah Wati dan Siti bawahanku yang baru saja selesai closing toilet malam
0
0
Inikah Sakit Hati?
Hari yang cerah. Matahari muncul menggantikan posisi sang bulan dan bintang. Hari pertama sekolah. Hari pembagian kelas. Tentunya bukan di kelas VII lagi karena aku sudah dinyatakan naik ke kelas VIII
0
0
Membenci Takdir
“Nis! Udahan sedihnya! sudah seminggu lo gak teratur makan. Ikhaskan semunya Nis!” “Lo gak tahu Rio bagaimana rasanya kehilangan seseorang. Sakit banget.” Bubur lempah buatan Mbok Lasmi masih diabaika
0
0
Sepihak
Itukah kamu? Sepasang kaki yang kelak akan menderap beriringan dengan langkahku. Itukah kamu? Segenap jemari yang akan bertaut menghangatkan kebekuanku. Kepada satu nama yang sejak hadirnya tak pernah
0
0
Filosofi Diam
Diam? Menurut kalian diam itu apa sih? Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia alias KBBI, diam berarti tak bergerak, tak bersuara. Sedangkan filosofi merupakan kerangka berfikir kritis untuk mencar
0
0
Rasa Terlarang (Part 3)
“Aaaahhh…”, Akhirnya bisa istirahat juga. Baru saja kupejamkan mata, wajah dia datang lagi di kepala ini. “Ya Tuhaaaaaaannnnn… tolong ambil kembali perasaan ini.” Aku tak mau menderita sebagai pengagu
0
0
Bukan Pemeran Utama
Hari yang cerah dimulai dengan pagi yang cukup dingin, masih jam delapan pagi. Aku bersiap berangkat sekolah dan sempat membetulkan kerudungku di depan kaca rumahku, lalu bersiap pergi namun terhenti
0
0
Mas Yayan
Mas Yayan adalah pemuda yang bisa dibilang tak lagi muda. Usianya sudah lebih dari kepala tiga dan dia sama sekali belum memiliki keinginan untuk menikah. Tekad untuk mencari pasangan pun belum ada. S
0
0
Cinta Yang Terpendam
Mencintai dalam diam adalah hal yang menyakitkan bagi orang-orang yang tak biasa dengan hal itu. Namun, mencintai dalam diam menurutku adalah hal yang paling aku gemari karena hanya itu yang bisa aku
0
0
Pergi dan Lupakan
Pagi itu sangatlah dingin dan ramai di jalan raya. Hujan yang turun tadi malam masih menyisakan rasa dingin pada kulit. Meski sudah memakai jaket tetap saja wanita yang sedang berdiri di pinggir jalan
0
0
Sudah Diam, Berjarak Pula
Sekelas selama 3 tahun waktu SMA, terdengar lucu karena hanya kelasku dan beberapa saja yang tidak diacak setiap kenaikan kelas. Namun, satu yang aku tahu, kita semua teman sekelas jadi sama-sama tahu
0
0
Merah Jambu Telah Usai
Angin berbaris tenang, melewati pohon hijau yang rindang. Sedang ombak masih sibuk berjalan-jalan, kepiting mulai keluar dari rumahnya. Itulah yang kulihat selama 17 tahun ini, hi namaku Lisdiana bias
0
0
Jatuh Sendirian
Jatuh cinta pada Icha adalah hal terbaik dalam hidup Rio. Berkenalan lewat sebuah aplikasi social media yang mengantarkan mereka menjadi lebih dekat. Menghabiskan waktu semalaman untuk saling berbalas
0
0
Menaruh Harap
Seperti kata orang mencintai tidak harus memiliki, itu memang benar bahwa cinta itu tak bisa dipaksakan. Seperti aku yang mencintai dia namun hanya sebatas menaruh harap Ikbal laki-laki tampan dan ban
0
0
Keramaian Sunyi
Jika kita mengutip sebuah frasa atau kalimat dari sebuah pola pikir atau sudut pandang orang lain dalam melihat sebuah fenomena, maka, biasanya kita akan memikirkan sebuah tokoh inspirasional bukan?,
0
0
Awal Kisah
Perkenalkan namaku Rara, gadis sederhana yang lahir dari keluarga yang sederhana, tidak ada yang istimewa tentangku, tidak ada yang luar biasa tentangku, semuanya biasa saja, walaupun begitu tidak ada
0
0
Dia yang Tak Tergapai
Hari senin menyambut, waktunya untuk berangkat ke sekolah seharusnya, tapi aku diam saja alih-alih berangkat dengan tergesa aku justru duduk dengan santai di teras rumah, sengaja menunggu sepuluh meni
0
0
Menyimpan Rasa
Anggi yang tadinya nggak niat ikut akhirnya mau juga. Ia juga tidak enak pada Arin karena sudah berjanji akan berangkat bersama dengannya. Dengan memakai blouse warna putih, celana coklat Serta tas se
0
0
Tak Sanggup Melupa
Mencintai seseorang yang mencintai orang lain itu rasanya amat menyakitkan, tetapi tetap saja aku lakukan. Jika ditanya alasannya aku pun tidak tahu, karena cinta itu hadir dengan sendirinya tetapi su
0
0