Tuhan… Aku Mau Yang Itu (Part 2)
“Naniyaaa!!” Teriakan tepat di telingaku membuatku terlonjak kaget bangun dari tidurku. Aku membuka setengah mataku yang benar-benar masih berat karena merasa baru tidur. Wajah Davin tampak tepat di d
0
0
Pagi, Maaf Kuselingkuh Dengan Hujan
Dulu, aku cukup setia menyukai pagi. Wujud harapan baru yang mendekap hangat setelah gelap. Ia tak pernah ingkar janji untuk datang. Tapi, setiaku runtuh sebab aku mulai selingkuh karenamu. Iya, kamu
0
0
Perkawinan Cincin Berkarat
“Sudah cukup, sekarang kau boleh pergi” dengan berbalik arah, Linggar berkata lembut. “Tapi mengapa? Ini adalah kesalahan, dan tiap kesalahan pasti ada cara pembenarannya” Indah menyela. “Kesalahan ak
0
0
Rapuh
Beribu kali ucapan cinta terdengar. Hantaman kuat bak kilat menyambar menerobos jauh ke dalam relung hati. Menyayat serpihan hati yang tersisa. Kali ini aku mundur. Aku membiarkanmu memilih bunga yang
0
0
Dilema Berakhir Indah
“Vo, tadi aku ketemu sama kak Al”. Aku hanya membalasnya dengan senyuman manisku. “Kamu mau nolongin aku nggak?”. “Emang mau nolongin apa?” tanyaku tanpa mengalihkan pandangan dari novel yang tengah k
0
0
Tuhan… Aku Mau Yang Itu (Part 3)
3 minggu menjelang pembukaan pabrik di Malang, Davin mulai menunjukan perubahan, dia full time di kantor dan mulai serius mempelajari apa-apa yang aku ajarkan, hampir setiap hari kami pulang kerja ber
0
0
Hanya Kamu
Hari itu, hari Minggu, pukul sembilan tepat, aku bertemu dengannya di taman. Seseorang yang kini menjadi bagian dari kenangan hidupku, sedang kurindukan. Mataku bergulir melihat jalanan pekarangan rum
0
0
Sang Pengkhianat
Kuingat semua yang terjadi, ingin kulupakan namun kejadian itu masih saja terbayang, kejadian dimana aku dan dia akan segera menikah, ketika aku dan dia akan menjadi sah tiba tiba terdengar teriakan s
0
0
Sepotong Hati
Nila tak tahan jika harus berpisah dari suaminya, Mas Pram. Sudah setahun ini mereka menjalani hubungan jarak jauh. Sejak 10 bulan lalu Nila mengajukan pindah pada instansi tempatnya bekerja. Selama i
0
0
Sang Pemanah Hati
“Dan pada akhirnya, para pemanah pun akan merasakan sakit dari anak panah yang telah mereka lontarkan, mampukah kalian menahan rasa sakitnya” Bbbuughhh… Dengan sadar tian pun telah melesatkan pukulann
0
0
Apakah itu Aku?
“Setiap hari kamu selalu memberiku perhatian, tapi mengapa saat ini semua perhatianmu lenyap begitu saja? apakah aku ada di hatimu, apakah yang kamu sebut dalam doamu itu aku? semua itu adalah sebuah
0
0
Adik Atau Kakaknya
Teeeettt… Denteng bel sekolah terdengar nyaring di telingaku, yahh, jam istirahat pertama telah tiba. Waktu yang tepat untuk pergi ke kantin untuk membeli makanan ringan. Aku dan Ozi melangkahkan kaki
0
0
Diantara Cinta dan Janji
Tiga tahun kupendam perasaan yang begitu dalam. Begitu dalam hingga sulit bagiku untuk keluar. semakin dalam semakin sesak, tapi apa daya dengan cara inilah aku bisa selalu dekat dengannya meski sebat
0
0
Untuk Persaudaraan
Cause all of me loves all of you Love your curves and all your edges All your perfect imperfections Give your all to me I’ll give my all to you You’re my end and my beginning Even when I lose I’m winn
0
0
Aku, Kamu dan Dia
Namaku Tiara, panggil saja ara. Sekarang usiaku menginjak 14 tahun aku bersekolah di SMP N 6 SIPIROK kelas VIII di sekolah aku dikenal sebagai cewek yang cantik, ramah dan juga termasuk siswa yang ber
0
0
Hadiah Dari Sahabat
Tak dipungkiri, bahwa cinta pada pandangan pertama sangatlah mungkin, entah bagaimana hanya dengan melihat matanya saja sudah membuatku jatuh hati, melihat senyumnya membuatku meleleh, dan melihat waj
0
0
A Good Friend
11 September 2015 “Semua laki laki yang telah kutemui semuanya sama saja.” ucap Elli yang sedang duduk di taman dan ditemani oleh temannya. “Hmmm.. maksud dari semuanya sama itu apa?” ucap Putri teman
0
0
Kamu, Cuma Kamu!
“Aku nggak tahu mesti gimana nanggapin kabar itu, Dit. Kenapa harus sejauh itu? Kenapa nggak di Jakarta saja?,” protes Indah disela-sela tangisnya. Tak ada jawaban yang terdengar, hanya sebuah pelukan
0
0
Genre Cintaku
Mataku tertutup sejenak menikmati suasana yang berulang di pagi itu, begitu penuh semangat, segala gairah pun berlomba di sekitar tubuh ini namun, tidak dengan hati ini yang sedari pagi telah layu bak
0
0
Khianat Cinta Dan Sahabat
Pagi yang cerah ini nadia berangkat dengan wajah tak bersemangat, mata merah dan bengkak, hidung mancungnya pun memerah, siapa saja yang melihatnya akan merasa iba. “nadia.. kamu gak sarapan sayang” T
0
0