Selalu Sama
Di suatu sore yang sejuk, datang kawanan air kecil yang turun dari langit indah berwarna kemerah-merahan itu. Air-air itu turun dengan sangat sopan, tidak membuat gaduh dan tidak juga terburu-buru. An
0
0
Thea dan Mahendra (Part 1)
Cinta, ya cinta.. Semua orang membicarakannya, termasuk aku. Aku bukanlah tipe cewek yang gampang jatuh cinta, kenapa? Terbukti sampai usia sekarang aku belum pernah yang namanya menjalin hubungan, sa
0
0
Apakah Manusia Kekal?
Lail merangkai beberapa tangkai bunga di tangannya, sedari tadi pembeli memang hilir mudik mengunjungi toko bunganya. Gadis berumur seperempat abad itu mendadak disibukkan dengan permintaan bunga yang
0
0
Seperti Ayah Mencintai Ibuku
Usiaku sudah genap 34 tahun. Di usiaku yang memasuki kepala tiga ini, aku baru saja belajar naik sepeda. Dengan dibantu oleh adik sepupu, aku belajar sepeda di tepi pantai. Adik sepupuku berkali-kali
0
0
Secangkir Kopi Yang Membawamu Kembali
“Aku menyeruput perlahan kopi dari cangkirku. Sesaat menyebar ke seluruh permukaan lidah. Rasa pahitnya justru membangkitkan gairah, nikmat. Seperti pagi ini, hadirmu dalam segelas kopi membuat hatiku
0
0
Happiness
Apa kabar dunia? Apakah masih baik-baik saja? Nyatanya dunia yang telah ia tinggali selama dua puluh tahun ini tidak terlihat baik-baik saja. Walaupun luarnya baik, dalamnya tidak sebaik itu. Charlott
0
0
Bukan Rama dan Sinta (Part 2)
“Sin, pulang bareng gue, ya?” Suara yang terdengar tiba-tiba itu mengejutkan Sinta yang tengah asyik makan bakso di kantin. “Eh?” Sinta menoleh dan mendapati seorang cowok jakung berdiri di belakang b
0
0
Cinta Segitiga
Suatu hari ada seorang cowok dan cewek di kelas sepuluh atau kelas satu sma, ia bernama samudra dan zulaikah, mereka baru kenal setelah 3 bulan bersama di kelas sepuluh. Awalnya samudra itu meminta no
0
0
Takdir Kita
Aku menemui rosita, setelah kembali ke kota ini. Dengan maksud ingin melamarnya, Rosita menyuruhku menunggunya di taman, tempat biasa kami bertemu dulu, rosita datang diantar riko sehabatku. “Terimaka
0
0
Tiga Hati
Nama saya ika, saya mempunyai sahabat bernama tiwi. Setiap hari, setiap saat kami selalu bersama. Tiwi mempunyai sahabat bernama aldi, mereka dekat jauh lebih lama dari kedekatan saya dan tiwi. Seirin
0
0
Karena Janji
Di ruangan kantornya, Irfan memandang beberapa lembar kertas yang berada di tangannya. Kertas yang cantik, bersampul pita dan terlihat sangat mewah. Dia bukan tertarik pada benda itu, melainkan kekhaw
0
0
Ketika Preman Jatuh Cinta
Tama adalah anak yang baik. Ia disenangi oleh keluarga dan teman-temannya. Nilai plus berikutnya, Tama merupakan Wakil Ketua OSIS 1 di sekolah. Wajar saja karena temannya yang banyak. Cukup sebut nama
0
0
Salah
“Apa dia menyukaimu?” aku menoleh sebentar dan cepat saja aku ucap padanya “Tidak, aku yakin tidak, dia sudah memiliki seseorang.” Lantas aku menelan ludah sejenak. Kenapa Karina bisa berpikir demikia
0
0
Tutup Patah Hati Itu dan Pulanglah
“Ini yang kamu mau?” Tanyaku dengan tegas. “Iya!” Jawabnya singkat lalu pergi, aku langsung menggapai tangannya “Tapi kenapa? Kenapa harus begini? Kenapa disudahin? Kenapa 3 tahun itu harus berhenti s
0
0
Sebatas Mimpi
“Apa-apaan ini? Aku menangkan Gusti? Tapi mengapa..? Air mata ini.. rasa sakit ini.. tidak masuk akal!” Gumamku sambil menatap langit Malam. Aku pikir jika seseorang mendapatkan kemenangan mereka akan
0
0
Tidak Untuk Selamanya
Rona mega bertahta anggun di batas cakrawala. Bersiap menyambut sang dewi malam dengan senyumnya yang mempesona. Langit mulai menghitam, meninggalkan siluet-siluet gelap yang selalu setia menemani sen
0
0
Di Antara Sahabat (Part 2)
Ketika matahari mulai lelah. Gadis itu duduk di dekat jendela sembari melamun. Revan yang saat itu juga di kamarnya melihat sahabatnya dari jendela sedang melamun. Sahabat Aurel bahkan orang yang disu
0
0
Cinta Memang Lucu
Aku diajak teman satu kos-an-ku keluar cari makan. Biasa anak kos. Seringnya memang makan di luar. Makan di luar di sini bukan berarti makan di luar ruangan. Tapi makan makanan yang bukan hasil masaka
0
0
Di Antara Sahabat (Part 1)
Sang mentari telah di penghujung pagi. Bersedia menyebarkan kilau gemerlapnya. Butir-butir embun hiasi pelosok jendela rumah. Angin bersiul mengiringi nyanyian merdu burung-burung. Gadis itu siap memb
0
0
Aku, Kamu dan Dia
Aku, Kamu dan dia menjadi kita dalam sebuah ikatan yang tak semestinya terjadi. Pusaran takdir bak menyatukan kita dalam keadaan yang sangat rumit, betapa hebatnya Tuhan yang telah memperkenalkan kita
0
0