Aku Pelangimu
Kring… Kring… Kring… “Yeee…” Bel pulang disambut girang anak anak. Heran, sudah kelas 11 masih suka bel pulang. Seperti anak SD saja. “Risa, yuk pulang.” Ajakku sambil beranjak dari kursiku. “Ayo. Tap
0
0
Nyata yang Sirna
Cuaca pagi ini tertutup mendung, sepertinya akan turun hujan. Hari ini bukanlah hari keberuntungan bagiku, hari yang begitu menyakitkan dan membuatku harus tinggal beberapa hari di rumah sakit. Karena
0
0
Fitnah
“Kamu itu jahat ya Nara, masa kamu mukul aku cuma gara-gara aku ngatain Erisa jelek. Kan emang bener Erisa itu jelek dan bodoh.” ucap Dita. “Mendingan mulai sekarang kamu diam aja deh, daripada setiap
0
0
Kurang Waspada
Pukul 14.36 Sore gue baru keluar dari sekolah. Gue lagi cari temen sekaligus tetangga gue, gue rencananya mau nebeng (wkwk) soalnya gue lagi kagak bawa motor. bukannya gue males cuman kemarin gue jatu
0
0
365 Hari Bersama Hujan
“Kamu yakin dengan keputusanmu?” “Hm” Dia hanya bergeming tak melanjutkan pertanyaannya. Aku tahu, dia pasti ingin tahu apa alasan yang membuatku memilih berhenti menjadi atlet karate. Hai, namaku Ris
0
0
Dia
“Aku mau curhat sesuatu nih.” kata Vinka. “Curhat apa? ayo dong cepet aku kepo nih” ucap Luna. “Aku lagi suka sama cowok bahkan sepertinya lama-lama aku bisa cinta sama dia.” Vinka begitu semangat unt
0
0
Ternyata Dia Baik
“Maaf bu saya salah” ucap Tania ke Bu Tari. Bu Tari sangat marah kepada Tania, karena dia tidak pernah mengerjakan tugas geografi. Teman-teman sekelasnya menatap tajam ke arah Tania, dan ada juga yang
0
0
Little Sunflower
Tampaknya pagi telah datang lagi, udara hangat menyelip jendela kamarku. Aku memandang foto 3 anak kecil, yang berada disamping lampu tidurku. Mereka itu adalah Gee(aku), Thara, dan Adsen, saat itu ka
0
0
Persahabatan Bersemi di Tanaman
Di sebuah desa ada enam gadis yang masih bersekolah. Mereka berenam masih menduduki kelas 2 Tsanawiyah, diantaranya April, Adel, Pita, Tiwi, Amei dan Ulan. Tetapi, sayang mereka tidak begitu akrab. Ap
0
0
8 Sahabat Sejati
Siang itu hari minggu yang terik 4 sahabat sejati sedang bermain bersama, mereka sedang bermain lompat tali. Mereka adalah Askiya, Zahra, Aliya dan Devi, waktu sedang asik asiknya bermain tiba tiba da
0
0
Sahabatku Berbeda
Pagi itu suasana kelas terdengar sangat riuh. Beberapa siswa perempuan sibuk menggosip. Aku meletakkan tas kemudian menuju kerumunan anak perempuan. “Hai! Ada gosip baru ya?” tanyaku tiba-tiba. “Iya n
0
0
Bahagiaku Bahagiamu (Part 2)
Sore itu, aku dan teman-temanku sedang asyik bermain bersama Farhan dan teman-temannya juga. Kami sedang bermain sepeda. Tiba-tiba Nadia terjatuh, ia tampak kesakitan. Saat aku mencoba membantunya, ia
0
0
Bahagiaku Bahagiamu (Part 1)
*Bruk* “Arghhh..” seorang anak laki-laki terdengar mengerang kesakitan. Aku yang tengah asyik berjalan santai terkejut melihat pemandangan di depanku. Tak jauh dari tempatku berdiri, ada seorang anak
0
0
Perpisahan
Aku mempunyai sahabat namanya Natacha Mutiara. Aku sayang dengannya. Kami selalu bermain bersama. Dan kebetulan rumah kami saling berdekatan. Dan kadang aku ingin ke rumahnya dan kadang dia datang ke
0
0
Jawaban Atas Ketenangan (Part 2)
Deni mendengus pelan, mungkin dia sebal dengan ketidak pahamanku atas pernyataannya. “Intinya Risa itu Alien” “Al… Alien?” Aku masih bingung dengan apa yang diucapkan oleh Deni. “Jangan bercanda! Mana
0
0
Pak Zain dan Pak Bahri
Di sebuah desa terdapat dua orang yang sudah bersahabat sejak kecil. Mereka ialah Pak Zain dan Pak Bahri. Pak Zain adalah seorang petani yang memiliki lahan pertanian yang cukup besar. Sedangkan sahab
0
0
Jawaban Atas Ketenangan (Part 1)
“Menyebalkan, sekolah lagi sekolah lagi” “Ngapain sih dia ngajak aku ngobrol?” “Ah, dia hari ini cantik banget” Di dalam kelas XI C terdapat beberapa murid yang sedanng mengobrol. Aku dapat mendengar
0
0
Makna Hujan Turun
Musim kemarau akan berakhir. Sudah hampir 4 bulan aku duduk di taman ini menunggu sang pujaan hati yang tak kunjung tiba dan sekarang aku juga sedang menunggu hujan yang sebentar lagi sepertinya akan
0
0
All of You
Tring! Tring! Tralala la la! Bunyi alarm membangunkanku dipagi hari, Aku terbangun dengan senyum di wajahku, bergegas mengambil ranselku dan memasukkan beberapa pakaian serta perlengkapan lain, kemudi
0
0
Hampa (Part 1)
Jam menunjukkan pukul 5 sore, aku melangkahkan kakiku menuju rumah singgahku, aku berjalan menyusuri setapak yang sepi ini, hari yang melelahkan sehabis kerja seharian, sepertinya akan kugunakan waktu
0
0