72 jam (Kisah Akhir Tahun) Part 1
6 Januari 2015 Sudah seminggu semenjak kejadian itu, rasanya sepi dan sunyi. Sesekali dilihatnya kembali foto itu, terukir segaris senyuman di bibirnya. “Dasar bodoh, tch kenapa aku menangis” isaknya
0
0
My Boy + Friend
Rega dapat predikat cumlaude untuk kejombloan yang ia pertahankan selama seumur hidupnya, ga tau kenapa dengan muka ganteng dengan prestasinya yang membludak dan seantrean cewek-cewek kece yang mau ja
0
0
Cookies
“Kaoru, hari ini kamu ada jadwal ekskul kan?” “Masa nggak ingat?” “Hehehe!” Konnichiwa, minnasan. Namaku, Kaoru Amamura desu. Aku kelas 11, di sekolah Meitoku Gijuku Senior High-School. Di sekolah ter
0
0
Sahabatku Seperti Napasku
Sepertinya Cindy sedang gelisah. Setiap hela napasnya seakan sarat dengan sejuta beban yang membuatnya enggan untuk melakukan aktivitas. Akhir-akhir ini dia tak pernah memperlihatkan wajah cerianya me
0
0
Karena Pergaulan
Pagi hari Dinda selalu terlihat semangat untuk berangkat sekolah, ia sekolah di SMA Negeri dan masuk dengan beasiswa yang ia peroleh. Ketika SMP ia berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa agar masuk
0
0
Kisah Lima Serangkai
Hari ini aku ingin menceritakan kepada semesta betapa aku sangat bersyukur kepada Tuhan, karena tepat pada hari ini adalah perayaan tiga tahun persahabatanku dengan kelima sahabatku Shafira, Shabira,
0
1
Rindu Di Penghujung Senja
Sore ini aku dan kedua sahabatku menikmati senja di bawah pohon tepi pantai. Keindahan air pantai sore ini masih terasa hampa tanpa kehangatan matahari yang tak kunjung jua terbenam. Angin sore terasa
0
0
Janji Sandyakala
Dirgantara melangkah keluar, tepat setelah pintu kereta terbuka dan penumpang dipersilakan turun. Matanya menelisik sekitar, membaca papan penunjuk sekilas sebelum melanjutkan langkah. Kakinya lambat
0
0
Ia yang Tak Terlupakan
Pagi-pagi buta aku berjalan sendirian menyusuri kediaman tempat terakhir ia berada. Aku tak tahu jadinya bila aku tak bertemu dengannya. Ia yang membuka mataku, membuatku melihat dunia dari perspektif
0
0
Sampai Jumpa, Elene (Part 1)
Hidup selalu berjalan terbalik dengan apa yang diharapkan. Tidak semua memang, but mostly. Sore ini aku sedang asyik mengerjakan laporan kerjaan kantor. Kepala rasanya mau pecah setelah hampir 6 jam d
0
0
72 jam (Kisah Akhir Tahun) Part 2
29 Desember Di hari selanjutnya melalui telefon mereka merencanakan akan pergi ke Toko Buku terdekat di kota. kali ini Tiya yang akan memandu Dita, mengingat kota ini masih cukup asing bagi teman baru
0
0
Aku Hanya Ingin
Tawa mereka masih juga terdengar di telingaku, aku tau semuanya telah berbeda. Kumohon sobat!!! Lihatlah aku, lihatlah keberadaanku. Tapi entah mengapa satu kali pun kalian tak melihat keberadaanku, t
0
0
Ketika Hati Ini Ingin Semuanya Berakhir
Angin berhembus menerpa wajah Ara yang terlihat sendu. Kalau kalian lihat mata Ara sembab itu karena Ara habis nangis. Kenapa Ara nangis? sepertinya pertanyaan itu gak usah Ara jawab karena Ara gak ma
0
0
My Sweet Seventeen
Redup mengikis keindahan dengan balutan asap rok*k di sekitar kamar. Butiran obat bulat kecil berwarna kuning di atas meja belajar. Lalu mereka tertawa dibalik cerita yang tidak begitu lucu. Aku kelua
0
0
Pemberian Terakhir
Dimalam begini suara seseorang dan ketukan pintu dari rumahku berbunyi. Aku membuka pintu rumahku dan menerima paket dari kurir pengantar paket dan berkata “Terimakasih, maaf ini dari siapa ya? Aku ti
0
0
Sahabat dan Janji (Part 2)
Nita telah sampai di halte bus dengan beberapa orang yang tengah menunggu juga, sedangkan Yasha perempuan itu sedikit berlari agar cepat sampai menuju halte. “Nit, kenapa ninggalin?” ucap Yasha setela
0
0
Sahabat Lama (Part 1)
Dimanakah engkau berada sahabat lama yang kutunggu Telah lama tak ada kabar darimu sahabat lama ku Aku rindu saat-saat kita lewati panjangnya malam Menghisap rokok nikmati kopi bicara tentang cinta da
0
0
Putih
Gadis itu terdiam sejak 5 menit lalu. Dokter di depannya hanya membuang nafas pelan, kemudian beranjak berdiri. “Saya harap, kamu bisa menerimanya dengan baik ya. Terima kasih. Saya tinggal dulu, Sela
0
0
Kembali Bersama
Hatiku sangat tidak tenang. Begitu juga diriku sangat tidak tega melihatnya terbaring lemah di sleeping bed. Dia adalah mbak Widya. Sekarang ia sedang koma. Hari ini yang menunggunya hanya aku dan mba
0
0
Teman Baik
Jew memiliki banyak teman khususnya teman laki-lakinya Jew, mereka adalah Indra, Jere, rojer dan teman lainnya. Jew sangat akrab kepada teman-temannya, begitu juga dengan teman-temanya Jew yang sangat
0
1