Gulali Chaca
“Eh… lihat!” terdengar di kanan telinga Chaca. “Apa…,” sahut Chaca menoleh yang di tunjuk Sinta. “Nyam… Gulali!” ucap Chaca dan Sinta serentak dan berlari ke arah yang ditunjuk Sinta. Wow… banyak bang
0
0
Langit itu
Entah apa yang langit pikirkan sekarang. Langit itu redup, diselimuti oleh awan tebal yang membuat matahari mulai hilang. Aku hanya bisa terdiam saat air-air jernih itu mulai turun darinya. Mungkin ta
0
0
Nyanyian Jalanan Kota
Bising suara tak jua berhenti menemani hari kelamku. Aku seakan membisu dalam keramaian kota tersebut. 500 rupiah, 1000 rupiah.. ah, aku tidak bisa mengharap banyak hanya dengan memelas dan menyanyi t
0
0
Lihat Semangat Kami
Cerita ini hanya fiksi. Terinspirasi dari film “LASKAR PELANGI” sapa tau bisa diangkat jadi film LASKAR PELANGI 2 ya, hahhahaha ( nghayal terus ). Cerita tentang sekelompok anak yang ingin mengenyam p
0
0
Semangat Merah Putih dan Garuda
Hay all, gue akan menceritakan semanagat juang anak perdesaan yang ngak pernah menyerah walaupun mereka diasingkan, sebagai anak tiri. Dan pemeritah mengukur pendidikan dengan UN apakah adil?, pasti t
0
0
Jangan Kau Sujudkan Hatimu Kepadaku
“Vinda !” “Ada apa?” Kata Vinda seraya menatap Ardi yang ada di depannya yang mengajak untuk mengobrol, Vinda menghadapi obrolan Ardi yang mengajak serius. Akhirnya Vinda berusaha mengerti apa yang ak
0
0
Perjuangan Tanpa Pandang Bulu
Memulai hari baru dengan sebuah senyum yang tersimpul dari bibir mungilnya. Tidak salah lagi senyuman yang ikhlas dari lubuk hatinya terpancarkan lagi setelah sepekan dia terbelenggu oleh perasaan ber
0
0
Mon(ster)day
“Heeeh! Apa lo bilang? Gue gendut? Awas lo yaaa! Gue jitak!” Terdengar suara teriakan yang disertai pekikan dari sudut belakang ditengah kesunyian suasana kelas X-A. “Monday! Kalau pengin ngomel-ngome
0
0
Anak Kerbau
“Kasian juga aku liatnya, Mak.” ujarku. Isteriku tak menyahut, ia asik mengaduk nasi dalam periuk. Aku menghisap rokokku dan mengepulkannya ke atas. Daguku terangkat tinggi, kepalaku bersandar ke daun
0
0
Disana Aku Berada
Ponorogo, 12 Juni 2000 Suara dentuman keras benda itu begitu menggelegar, alunan melodinya sangat dahsyat ternyata itu adalah suara lonceng alat peringatan di setiap melakukan aktifitas agar lebih ter
0
0
Si Buta Mencari Matahari
(1) DI PERMUKIMAN YANG TERPENCIL Berawal dari sebuah gubug tua yang sudah reot, Kala itu hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua orang anak laki-laki. Kepala keluarga i
0
0
Perubah Hidup Pemulung Cilik
Pagi hari yang cerah, matahari terbit di ufuk timur, sinar merah mudanya menyinari alam yang liar. Kusman terbangun dari tidurnya, lalu bergegas mempersiapkan pekerjaan yang ia lakukan setiap harinya.
0
0
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah Lagi
Anto berlari menyelusuri jalan-jalan pintas di sebuah permukiman kumuh yang terletak di utara kota Jakarta. Walaupun napasnya terengah-engah dan keringat bercucuran di hampir seluruh tubuhnya karena s
0
0
Kotak Impian
Kampung bahagia, tempat Ryan melewati hari-hari bersama ibu dan adiknya. Hidup tanpa kehadiran seorang ayah tak membuatnya kehilangan semangat, meskipun dalam kondisi ekonomi yang kurang memadai. Ryan
0
0
Saat Nisa Mengatakan Bisa
Cempreng Dan Cuek itulah karakter utama dari seorang Nisa.. Siswa yang mempunyai Cita-cita Yang tinggi Ingin menjadi sastrawan Yang sukses.. Namun Keinginan Itu Haruslah ia pendam Karena Takut diterta
0
0
Sebuah Baju dan Tiga Baju Khayalan Lain
Aku berdiri menyilangkan kedua tangan di dada. Semua kesusahan selama ini terbayar sudah. Lunas. Tuntas. Orang lain mungkin melirikku setengah mata dengan semua kesuksesan ini. Atau, dengan rumah gubu
0
0
Impian Angsa Kecil
Di sekolah harapan bangsa ada seorang siswi yang bernamana Hilda, Jurusan Ilmu pengetahuan Alam. sekarang dia sudah kelas Tiga SMA. Pada hari senin, tepatnya pada jam istirahat di sekolah SMA Harapan
0
0
Peramal Ulung
Mata anak itu memicing. Mentari pagi bersinar, mengentaskan temaram dini hari yang sunyi. Ekoinoks vernal, sangat terasa. Peronda malam telah dirumahkan. Selimut mereka bentangkan. Saat untuk istiraha
0
0
Amanah
Waktu terus berjalan semakin larut. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun wanita tua itu belum juga tidur. Beliau masih terjaga di depan pintu. Hatinya gelisah dan cemas. Tampaknya wanita i
0
0
Juwari
Juwari menatap beberapa anak berpakaian putih abu-abu bertengger di warung kopi terminal, berlomba mengepulkan asap pembakar jantung di mulutnya. Sesekali tawa lebar terdengar. Cerita tentang modifika
0
0