Dalam Genggaman
Deru mobil avanza berjam-jam tak membuatnya tertidur. Kantuk pun tak dirasakannya. Dia terus terjaga. Bahkan ketika semua terlelap. Kecuali 2 laki-laki yang terus bergantian mengemudi mobil. Dilihatny
0
0
Menuju Masa Depan
Kabut putih masih menyelimuti pagi buta yang dingin. Udara yang dingin dan titik-titik embun di atas lembaran daun serasa makin membangkitkan suasana pagi ini. Tampak jauh terlihat seorang ibu sibuk m
0
0
Dipaksa Nikah
Pendidikan merupakan hal yang paling penting untuk Hamdah kejar karena ia tahu kalau masa depan seseorang ditentukan oleh sejauh mana pendidikan mereka. Perasaan senang terus membanjiri jiwa Hamdah da
0
0
Sungguh Sial Hariku ini
“Ah… aku lupa ini, Ini juga. Aduh gimana ini?” kataku dalam hati. Hari ini sedang ulangan harian pelajaran yang tidak aku sukai. Ini adalah pelajaran IPA. Tak tahu mengapa aku tidak suka pelajaran yan
0
0
Jendela Cerita Menembus Mimpi
Indonesia tanah air beta Pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala tetap dipuja-puja bangsa Serentak puluhan suara menggemakan sebuah ruangan dari sudun ke sudut, ribuan tepuk tangan pun membuat
0
0
Perjuangan Tika
Seperti biasa Tika berangkat sekolah dengan jalan kaki. Ia selalu mengeluh di jalan ketika berjalan kaki. “Kenapa sih harus jalan kaki?” Tanya dia kepada dirinya sendiri. “Ihh kan cape, panas lagi.” K
0
0
Semua Karenamu, Ayah
Aku tak pernah membayangkan akan bisa kuliah di perguruan tinggi. Hal itu mengingat akan pekerjaan orangtuaku sebagai tukang kayu. Pekerjaan tukang kayu sekarang sudah tidak menjanjikan, karena kayu-k
0
0
Desiran Ombak di Senja Hari
Menggulung-gulungnya ombak melukiskan pasang surutnya kehidupan. Menepis menjauhi pantai ketika dia datang perlahan menuju imajinasi. Butiran pasir setiap saat dapat berubah menghantui pejalan kaki. K
0
0
Roda Kehidupan
“Ibu, ini hasil ujianku. Jelek ya? Maafin aku ya Bu, gak bikin bahagia hari ini” kata Rangga sedih. “Nak, kamu sudah berusaha. Jalan hidup tidak selalu lurus, ada kalanya kita berada di atas, ada juga
0
0
Paradoks
Pagi yang biasa, tak ada burung yang terbang kian kemari. Hal yang biasa terjadi padaku, pada anak berumur 6 tahun. Pagi hingga malam hanya tampak beton-beton tebal, suara kebisingan kendaraan di atas
0
0
My Change
Langit senja begitu indah, berwarna kemerah-merahan dengan ditemani kicaun burung yang beterbangan di atas sana untuk pulang ke sarang mereka, serta gemericik air sungai yang menyejukkan hati, semua i
0
0
Aku Ingin Seperti Mereka
Namaku Gentar. Aku seorang yatim piatu. Aku tinggal sebatang kara di sebuah tempat yang tak asing kalian dengar. Ya di bawah kolong jembatan. Ini adalah kisah hidupku yang termotivasi dari segala perj
0
0
My Beloved Brother
Aku terlahir di dusun pegunungan yang jauh dari Kota. Hawa di sini begitu dingin, jika hari berganti malam rasa dingin itu seperti menusuk tulang kecilku. Aku memiliki seorang Adik laki–laki yang beru
0
0
Belajar Dengan Jurus ATM
Hai teman-teman, pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT, eh… bukan itu maksud aslinya, oke “to the point” pertama-tama aku akan memperkenalkan diri, ada pepatah
0
0
Guru Ku Motivasi Hidup Ku
Tidak terasa sebentar lagi tanggal 25 November. Dimana semua siswa Indonesia akan memperingati hari guru. Jika aku melihat jasa para guru, itu sangat berjasa sekali bagiku. Guru tidak pernah lelah unt
0
0
Oemar Bakrie
Guru, sebuah profesi yang jarang diminati karena gajinya yang sedikit, sedangkan biaya kuliahnya cukup mahal, itulah pandangan masyarakat terhadap guru, begitu juga menurut Anto Mulyanto, dia begitu m
0
0
Misteri Nilai A
Hujan deras yang tak kunjung reda saat itu membuat Evendi sedikit terlambat berangkat ke kampus, setelah semua jalan mulai mengering, dengan motor jupiter mx ia berangkat ke kampus tercintanya. Waktu
0
0
Apakah Si Miskin Berhak
Namaku Ahmad, aku seorang Yatim piatu. Orangtuaku meninggal dunia karena kecelakaan, dan sekarang aku hanya hidup sebatang kara di tempat yang mungkin tak asing lagi bagi kalian. Yaa.. aku hidup di ba
0
0
Indonesia Baru (Part 2)
“Dan juara pertama kita adalah… Aldi Saputro.” tepuk tangan begitu meriah, tapi aku hanya terbengong. Namaku? “Saudara Aldi dipersilahkan naik ke podium.” ucap juri sekali lagi. Aku menatap Pak Aleo d
0
0
Indonesia Baru (Part 1)
“Beginilah nasib tanah subur itu. Daerah yang berkembang akan menjadi maju, dan daerah yang tertinggal akan menjadi melarat.” ucap Pak Aleo, guru baru kami. Beberapa kali ia menatap papan tulis di bel
0
0