NovelToon NovelToon
Di Jodohin Sama Santri

Di Jodohin Sama Santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Romansa
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Celina adalah ratu clubbing yang hidupnya cuma soal hura-hura, alkohol, dan gonta-ganti cowok sesuka hati. Baginya, pakaian seksi adalah seragam wajib untuk menaklukkan malam. Dia nggak butuh aturan, apalagi komitmen.

Muak melihat kelakuan Celina yang makin liar, sang Mama akhirnya memberikan ultimatum keras: Menikah dengan seorang santri pilihan Mama, atau angkat kaki dari rumah tanpa sepeser pun uang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sementara itu, di dalam paviliun kecilnya, Sarah mulai melancarkan aksi fitnahnya.

Zuhair benar-benar tak sadarkan diri akibat dosis obat tidur yang cukup kuat. Sarah menatap wajah Zuhair dengan penuh obsesi. Dengan tangan gemetar—bukan karena takut, tapi karena bersemangat—ia mulai melucuti baju koko putih Zuhair dan melepas sarungnya, menyisakan laki-laki itu hanya dengan celana pendeknya saja. Ia memposisikan tubuh Zuhair agar miring, seolah-olah tangan Zuhair sedang mencoba merangkulnya saat mereka tidur tadi.

Tepat jam dua pagi, saat suasana pesantren berada di titik paling sunyi, Sarah memulai transformasi aktingnya.

Ia mengganti baju santrinya dengan sebuah tanktop tipis tanpa dalaman. Ia menarik-narik kerah bajunya hingga sedikit melar, memberikan kesan seolah-olah terjadi "perlawanan". Tak lupa, ia mengacak-acak rambutnya hingga berantakan total dan meneteskan air mineral berkali-kali ke matanya agar terlihat sembap dan merah layaknya orang yang baru saja menangis hebat.

Sarah kemudian membuka pintu rumahnya sedikit, lalu ia keluar dan duduk meringkuk di lantai teras dengan posisi memeluk lutut. Ia nampak bergetar, seolah-olah sedang menahan trauma yang sangat dalam.

"Hiks... hiks... Astagfirullah... Gus..." isak Sarah, awalnya pelan, namun lama-lama volumenya ia naikkan agar memancing perhatian santriwati yang mulai bangun untuk bersiap salat Tahajud atau piket dapur.

Benar saja, dua orang santriwati yang sedang lewat menuju sumur langsung menghentikan langkah mereka saat mendengar suara tangisan memilukan itu.

"Loh, itu kan Mbak Sarah?" bisik salah satu santriwati dengan wajah panik.

Mereka berlari mendekat. "Mbak Sarah! Mbak kenapa? Kok... kok bajunya begini?"

Sarah langsung pura-pura tersentak ketakutan, ia makin meringkuk dan menyembunyikan wajahnya di lutut. "Jangan... jangan masuk... ada Gus... di dalam..." ucapnya terbata-bata sambil terisak hebat.

"Gus? Gus siapa, Mbak?"

"Gus Zuhair... hiks... saya tadi cuma mau ngasih luat catatan pengeluaran pesantren... tapi dia... dia memaksa saya masuk..." Sarah mulai berakting histeris, bahunya naik turun seolah-olah ia sedang hancur.

Para santriwati itu menutup mulut mereka, syok luar biasa. Salah satu dari mereka memberanikan diri mengintip lewat celah pintu yang terbuka sedikit. Di sana, di bawah lampu remang, terlihat sosok Zuhair yang terkapar tanpa baju, hanya menggunakan celana pendek di atas kasur Sarah.

"Astagfirullah! Gus Zuhair?!" pekik santriwati itu.

Dalam sekejap, keheningan jam dua pagi di pesantren itu pecah. Kabar itu menyebar secepat kilat. Sarah terus menangis, menutup wajahnya, menyembunyikan senyum licik di balik telapak tangannya yang basah oleh air mineral. Ia tahu, sebentar lagi seisi pesantren akan heboh, dan nama Celina akan benar-benar tamat di sini.

Kegaduhan itu memuncak saat fajar menyingsing. Celina yang terbangun karena suara bising dari arah paviliun santri senior akhirnya melangkah keluar dengan wajah mengantuk. Namun, begitu melihat kerumunan orang di depan kamar Sarah, matanya langsung terbuka lebar.

Ia menerobos kerumunan dan membeku di ambang pintu. Di sana, Zuhair baru saja terbangun dengan kepala yang sangat pening, tampak linglung melihat dirinya sendiri hanya mengenakan celana pendek di atas kasur Sarah. Di sudut ruangan, Sarah masih terus menangis histeris dengan tanktop yang berantakan.

"Gus... kenapa Anda tega melakukan ini pada saya?" isak Sarah pilu di depan para pengurus.

Zuhair memegang kepalanya yang berdenyut hebat. "Saya... saya tidak ingat apa-apa. Saya tidak tahu kenapa saya bisa di sini."

Celina berdiri bersedekap di pintu. Jujur, ia syok melihat pemandangan itu, tapi hatinya tidak merasa hancur karena memang ia belum menaruh rasa pada Zuhair. Ia menatap Zuhair dengan tatapan datar, seolah sedang menonton drama televisi. "Wah, Gus... ternyata lo lebih liar dari dugaan gue ya?" celetuk Celina sinis, membuat suasana makin tegang.

Zuhair hanya bisa tertunduk lesu. Melihat kondisi dirinya yang tanpa busana dan Sarah yang nampak "hancur", ia tidak punya argumen untuk membela diri. Ia pasrah, mengira bahwa mungkin ia benar-benar melakukan hal tersebut dalam kondisi tidak sadar.

Mobil hitam besar memasuki pelataran pesantren. Ummi Cahya dan Abi datang dengan wajah sangat tegang setelah mendapat telepon darurat. Tak lama, Ayah Roni dan Bunda Siska pun tiba kembali dengan raut wajah penuh kekecewaan yang mendalam.

Di dalam Ndalem Agung, suasana terasa sangat tegang.

"Zuhair... Abi tidak pernah menyangka kamu akan melakukan hal sehina ini," ucap Abi dengan suara bergetar karena menahan amarah sekaligus malu.

Zuhair hanya diam bersimpuh di lantai. "Maafkan Zuhair, Abi. Saya benar-benar tidak sadar."

Ayah Roni menghela napas panjang, menatap Celina yang duduk santai sambil memainkan kuku di samping Bunda Siska. "Besok sebenarnya adalah jadwal akad resmi kalian sekaligus resepsi. Tapi dengan adanya kejadian ini... nama baik Sarah juga harus diselamatkan."

Bunda Siska mengusap air matanya. "Meskipun kami kecewa luar biasa karena tahu Zuhair bukan orang seperti itu... tapi faktanya bicara lain. Kita tidak bisa membiarkan Sarah menanggung malu sendirian."

Keputusan pahit akhirnya diambil. Untuk meredam amarah santri dan menutupi aib, Zuhair tidak punya pilihan selain bertanggung jawab.

"Sesuai kesepakatan keluarga," ucap Abi dengan berat hati. "Besok, setelah akad resmi dengan Celina, Zuhair juga harus menikahi Sarah secara siri di jam yang berbeda. Ini satu-satunya cara agar fitnah ini tidak menghancurkan pesantren."

Sarah yang duduk di sudut ruangan dengan kepala tertunduk diam-diam menyunggingkan senyum kemenangan di balik kerudungnya. Rencananya berhasil total. Besok, ia akan sah menjadi bagian dari hidup Zuhair, meskipun harus berbagi posisi dengan Celina.

Celina hanya mengangkat bahu mendengar keputusan itu. "Ya udah, terserah aja. Gue sih yang penting status gue jelas. Tapi inget ya, Gus... jangan harap gue bakal jadi istri yang manis setelah kejadian ini," ucapnya sambil melirik Zuhair yang nampak sudah kehilangan separuh jiwanya karena rasa bersalah yang ia sendiri tidak mengerti asalnya dari mana.

Suasana di depan Ndalem Agung mendadak riuh rendah. Bisik-bisik yang tadinya hanya soal Sarah, kini berubah menjadi gelombang keterkejutan yang luar biasa saat pengumuman dari Abi (ayah Zuhair) terdengar sampai ke telinga para pengurus dan santri senior yang berkumpul di teras.

"Jadi... Ning Celina itu sebenarnya sudah menikah dengan Gus Zuhair?!" pekik salah satu santriwati dengan wajah melongo.

Kabar itu menyebar lebih cepat daripada api. Para santri yang selama ini mengira Celina hanyalah "anak bandel" titipan Kyai Roni yang sedang dididik atau "direhabilitasi" oleh Gus Zuhair, merasa seperti kena petir di siang bolong.

"Pantas saja mereka tinggal satu atap! Ternyata mereka sudah sah secara agama," sahut santri lain dengan nada tak percaya. "Gila ya, kita selama ini mikirnya Gus cuma sabar ngadepin murid bandel, ternyata lagi jagain istrinya sendiri!"

Di tengah kegemparan itu, Celina keluar dari pintu depan Ndalem Agung dengan gaya santainya. Ia masih menggunakan jaket oversize dan celana jeans, tampak sangat kontras dengan suasana pesantren yang sedang berduka. Ia melewati kerumunan santri yang menatapnya dengan berbagai macam ekspresi— ada yang kasihan, ada yang kaget, dan banyak yang merasa tertipu.

Celina berhenti sejenak, melirik ke arah para santriwati yang tadinya sering mencibirnya di belakang.

"Apa liat-liat?" cetus Celina dengan nada angkuh khasnya. "Iya, gue emang udah nikah sama Gus kesayangan kalian. Kenapa? Kaget ya karena idola kalian ternyata punya istri kayak gue?"

Para santriwati itu hanya bisa menunduk, tidak berani menjawab. Mereka merasa bodoh karena selama ini menganggap Celina sebagai "pengganggu", padahal dialah pemilik sah dari Gus Zuhair.

Namun, kejutan itu tidak berhenti di situ. Kabar bahwa Zuhair akan menikahi Sarah secara siri sore harinya—tepat setelah akad resmi dengan Celina—membuat suasana makin keruh.

"Tapi kok... Gus Zuhair malah mau nikah lagi sama Mbak Sarah?" bisik seorang santriwati dengan nada bingung. "Berarti Gus beneran khilaf semalem? Kasihan banget ya Ning Celina, baru ketahuan statusnya, eh langsung dimadu gara-gara ini."

Sarah, yang masih berada di dalam ruangan, diam-diam mendengar semua bisikan itu. Ia merasa menang telak ya walaupun ia sendiri juga kaget ternyata Zuhair sama Celina udah nikah. Dan semua orang tahu Celina adalah istri pertama, tapi di mata santri, Celina adalah istri yang "gagal" menjaga suaminya hingga Zuhair berpaling ke "santriwati teladan" seperti dirinya.

Di sudut lain, Zuhair tampak duduk termenung di ruang tamu, kepalanya masih tertunduk dalam. Ia mendengar suara bising di luar, mendengar namanya disebut-sebut, dan merasakan tatapan menghakimi dari semua orang. Baginya, terbongkarnya status pernikahannya dengan Celina di saat ia tertangkap basah di kamar Sarah adalah hukuman yang paling berat.

"Sekarang semua orang tahu kamu istri saya, Cel," gumam Zuhair pelan saat Celina masuk kembali ke ruangan. "Tapi mereka tahu di saat saya menjadi laki-laki paling hina di mata mereka."

Celina hanya menatap Zuhair datar, lalu duduk di kursi seberangnya sambil menyilangkan kaki. "Ya bagus dong, biar mereka nggak nganggep lo malaikat lagi. Sekarang lo manusia biasa di mata mereka, Gus. Selamat datang di dunia nyata."

1
Ulfa 168
seru lanjut thor
Veronicacake: aaaaa maacie udah baca yaaaa, jan lupa like komennya yahhhh! aku update tiap hari kok ka💕💕
total 1 replies
ChaManda
😭😭
Veronicacake: kak😭😭
total 1 replies
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di ceritaku kak🤭😇
Anonim
SUKAAAA, GA TAMPLATE NARASINYAAAA! SEMANGAT THOR DI TUNGGU UDATE💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!