apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
...Happy Reading...
.......
.......
.......
setelah menempuh perjalanan selama setengah jam akhirnya sampai di mall yang terbesar di kota itu.
saga turun terlebih dahulu dengan melompat dan menaruh botol dot miliknya ke kursi mobil itu.
Revan yang melihat itu langsung menatap saga tajam, harus saja ia terjatuh tadi tapi malah melompat.
"sudah dibilangin tapi ngeyel nanti kalau jatuh lagi gimana?" tanya Revan kesal ia menggandeng tangan papanya untuk masuk kedalam mall setelah memberikan kunci mobil ke penjaga parkiran
"hehe maafin aga ya evann, tadi aga reflek" ujarnya dengan cerngiran lucu andalannya itu.
Di dalam mall terlihat begitu ramai beberapa orang menatap ke arah Revan dan saga, ad ajuga yang memekik gemas dengan saga karena parasnya yang begitu lucu.
"ayo ambil troli dulu, habis itu kita ke arah minuman" ucap Revan yang di angguki saga, saga hanya mengikuti Revan dengan senyuman manisnya karena senang di ajak ke mall.
Sejauh elang hidup ia tak pernah ke mall, apalagi ke minimarket.ia hanya ke warung terdekat didunianya dulu.
"evann aga mau susu ituu" tunjuk saga ke arah susu bermerk Berkualitas diatas, saga berusaha mengambil susu itu dengan melompat namun tidak bisa.
ia langsung menatap ke arah Revan yang sibuk mengambil Coca-Cola yang berada di botol besar, dan mengambil beberapa minuman lagi.
"Evan jahat, aga dicekin, aga mau susu itu evannn" rengeknya dengan bibir mencebik kesal ia mencubit lengan kekar milik sang anak.
Revan yang melihat itu sontak ingin tertawa, ia lupa kalau sang papa itu pendek mana mungkin bisa mengambil susu yang berada di rak tinggi itu.
"haha oke oke, tunggu sebentar ya bayi pendek" ejek nya pada sang papa.
Saga yang mendengar itu langsung menghentakkan kakinya kesal.
setelah Revan mengambil dua susu berukuran besar itu langsung menaruhnya ke troli ia melihat ke belakang dimana papanya tadi berada namun kini papanya entah ada dimana karena tidak ada tanda-tanda sang papa disekitar rak minuman.
"astaga dimana papa?!" ia langsung panik dan mencari diseluruh penjuru rak minuman itu hingga ia menatap ke arah stand kulkas berisi eskrim.
ia melihat sang papa berada disana dengan berpose layaknya orang bingung.
"astaga papa membuatku panik saja" gumamnya lalu mendekat ke arah saga lalu menggandeng tangan pria itu.
"eh Evan udah ambilin susu ya buat aga" ucapnya dengan tersenyum manis, apalah daya Revan yang tidak dapat marah saat melihat wajah terlalu imut papanya itu.
"udah tadi, kenapa papa pergi ngga bilang-bilang sama Evan hm?tadi Evan panik nyariin papa loh" ucapnya dengan lembut namun masih ada nada ketegasan.
"maafin aga yah Evan, tadi aga liat anak kecil bawa eskrim terus aga pengen jadi aga cari kulkas eskrim deh" jelas saga, ia tidak ingin Revan marah padanya.
" huh baiklah lain kali bilang dulu oke?" tanya nya dengan lembut diangguki oleh saga.
"aga mau eskrim rasa stroberi ini evann~" rengeknya dengan menarik lengan jaket Revan, Revan yang melihat itu langsung menatap ke arah eskrim yang ditunjuk papanya tadi.
"hanya satu tidak lebih" ujarnya tak bisa dibantah "okee satu aja, nanti kita ke atas yaa Evan mau lihat-lihat baju" ujarnya diangguki oleh Revan yang tengah mengambil eskrim rasa stroberi tadi.