NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:287.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

" kamu ngga papa Ra, dari tadi aku perhatiin makananmu di aduk terus. Ada masalah Ra" tanya Amel. Mereka bertiga duduk di kantin kecil kantor, suasana sudah sepi karena sebagian besar staf sudah selesai makan siang.

Kyra yang disebut namanya sontak menoleh " ehh ngga ada kok mel, aku ngga papa kok. Cuma sedikit pusing aja"

Arya ikut menimpali sambil menyeruput minumannya. “Kalau pusing, jangan dipaksa kerja , Ra. Apalagi kamu masih baru. Jangan sampe sakit.”

Kyra terkekeh kecil, berusaha menutupi keresahannya. “Iya, aku ngga papa kok.”

 “Eh, ngomong-ngomong, weekend ini kalian kosong nggak? Aku pengen ngajak jalan bareng. Biar kita nggak stres mikirin kerjaan terus.” ucap amel dengan wajah berbinar.

Arya mengangkat alis. “Jalan ke mana?”

“Ke taman kota aja. Nggak jauh kok. Bisa piknik kecil-kecilan, low budget juga. Kali ini ngga akan nguras uang” Amel tampak bersemangat.

Kyra tampak ragu. “Hmm… aku nggak ikut deh, Mel. Kalian tahu sendirikan kalo aku punya anak” ucapnya dengan suara pelan

Amel langsung menepuk tangan Kyra. “Nah, justru itu! Ajak aja putramu sekalian. Aldian, kan namanya? Biar kita bisa kenalan juga. Masa kita temenan, tapi belum pernah ketemu sama anakmu.”

Arya tersenyum hangat. “Iya, bener. Ajak Aldian, Ra. Aku juga penasaran. Katanya dia masih kecil ya? Lucu banget pasti.”

Kyra menghela napas pelan, lalu tersenyum tipis. “Baiklah, kalau Aldian mau, aku coba ajak dia. Tapi jangan protes ya kalau dia rewel.”

Amel tertawa kecil. “Tenang aja! Justru seru. Biar aku sama Arya sekalian belajar jadi babysitter dadakan.”

****

Pagi ini kyra tengah bersiap-siap untuk pergi bersama Amel dan juga Arya. Sesuai dengan rencana mereka sebelumnya, mereka akan piknik di taman kota.

" mah kita nanti disana mau ngapain," ucap Aldian yang tengah sibuk memakai sepatunya.

" nanti disana banyak permainan, nanti Aldian bisa main sepuasnya. Disana juga ada Tante Amel dan om arya yang bakal temanin Aldian "

“Wahh, seru!” seru Aldian dengan mata berbinar, lalu menengadah menatap bundanya. “Bunda juga ikut main kan?”

Kyra tersenyum sambil merapikan rambut anaknya yang sedikit berantakan. “Iya, Bunda ikut. Tapi jangan nakal ya. Nanti kalo Aldian nakal bunda ngga mau nemenin Aldian lagi?”

Aldian mengangguk semangat. “Siap, Bun!”

Mereka pun berangkat dengan motor butut Kyra. Angin pagi terasa segar, jalanan belum terlalu ramai. Sesekali Aldian berteriak riang dari belakang.

Sesampainya di taman kota, Amel dan Arya sudah menunggu di pintu masuk. Amel melambai ceria. “Ra! Sini!”

Aldian langsung meloncat turun dari motor begitu Kyra memarkirkan. “Tante Amel!” panggilnya polos.

Amel terkekeh lalu jongkok untuk menyambut. “Eh, Aldian udah datang! Wah, ganteng banget hari ini. Siap main sama Tante Amel?”

“Siap!” jawab Aldian lantang sambil menunjukkan giginya yang ompong satu.

"ihh, kenapa anak kamu ganteng banget sih Ra, kan aku jadi pengen gigit"

Arya ikut tersenyum lalu menyapa lembut, “Pagi, Ra. Pagi, Aldian.”

“Pagi, Om Arya,” balas Aldian sopan, meski nada suaranya tetap polos kekanak-kanakan.

Kyra sedikit lega melihat anaknya cepat akrab. “Makasih ya, Mel, Arya. Aldian jadi nggak sabar dari tadi pagi.”

“Justru kita yang seneng bisa bareng kalian,” jawab Amel sambil menggandeng tangan Aldian. “Ayo kita cari tempat buat gelar tikar dulu, baru nanti main-main.”

Mereka berjalan ke tengah taman, mencari tempat rindang di bawah pohon besar. Amel mengeluarkan tikar dari tas besar yang dibawanya, sementara Arya membantu menata makanan ringan. Kyra menaruh bekal sederhana yang ia buat tadi pagi

“Bunda, boleh main dulu?” ucap Aldian tak sabar.

Kyra menatapnya sejenak, lalu tersenyum. “Boleh. Tapi jangan jauh-jauh. Nanti Om Arya nemenin, ya?”

“Yay!” Aldian langsung menggandeng tangan Arya, membuat Kyra tersenyum melihat keduanya begitu cepat dekat.

Amel duduk di samping Kyra sambil menatap ke arah mereka. “Aldian itu anak manis banget, Ra. penurut lagi."

Kyra menunduk,. “Iya, Mel. Dia satu-satunya alasan aku kuat sampai sekarang.”

Amel menepuk punggung tangan Kyra dengan lembut. “Kamu hebat, Ra. Dan kamu nggak sendirian. Kalau ada apa-apa, cerita aja ke aku sama Arya, ya?”

Amel membuka bekal yang Kyra bawa, matanya berbinar. “Wah, ini enak banget keliatannya. Kamu sempat masak pagi-pagi gini, Ra?”

Kyra terkekeh kecil. “Iya, sekalian bikin sarapan buat Aldian juga. Jadi nggak repot.”

Aldian yang baru selesai bermain ayunan langsung duduk di samping bundanya, mulutnya sibuk mengunyah potongan apel yang diberikan Arya. Tawa kecilnya membuat suasana jadi lebih hangat.

Amel menatap mereka berdua dengan senyum tulus. Namun, di balik senyumnya, ada rasa penasaran yang sudah lama ia tahan. Dengan nada hati-hati, ia akhirnya bertanya, “Ra… kalau kamu nggak keberatan, aku boleh tanya sesuatu nggak?”

Kyra melirik sekilas. “Apa, Mel?”

Amel ragu sejenak, lalu suaranya melembut. “Tentang ayahnya Aldian… Dia di mana sekarang?”

Kyra sontak terdiam. Senyum tipis di wajahnya perlahan hilang. Tangannya refleks menggenggam erat jemari kecil Aldian.

“Mel…” suara Kyra pelan. “Aku tahu kamu perhatian sama aku sama Aldian. Tapi untuk sekarang… aku belum siap jawab pertanyaan itu.”

Amel cepat-cepat mengangguk, merasa bersalah. “Iya, iya… maaf, Ra. Aku nggak maksud bikin kamu nggak nyaman.”

Kyra memaksakan senyum samar. “Nggak apa-apa. Suatu saat… mungkin aku bisa cerita. Tapi belum sekarang.”

Arya yang sedari tadi diam memperhatikan ikut menimpali dengan suara tenang. “Nggak perlu dipaksain, Ra . Kalau belum siap, ya nanti aja kalo udah siap cerita .”

“Iya, kamu bener, Arya. Aku cuma… kepikiran aja. Soalnya Aldian anaknya pintar banget, pasti banyak yang sayang.”

Kyra mengusap kepala putranya dengan lembut. “Selama ini dia cuma punya aku, Mel. Itu sudah cukup buatku.”

****

Malam itu Bagas tengah duduk di ruang tamu apartemennya dengan laptop di pangkuannya.

Drtt... drtttt

Bagas melirik kearah ponselnya guna mengetahui siapa yang meneleponnya malam-malam begini . Disana tertera nama Revan adiknya, tumben bocah ini meneleponnya pikirnya.

Bagas mengernyit. “Halo, Van?”

Suara Revan terdengar panik. “kak! Cepet ke rumah sakit sekarang. Mama masuk IGD!”

Bagas langsung berdiri dari sofa, jantungnya berdegup keras. “Apa?! Kenapa Mama?”

“Katanya tadi tiba-tiba sesak napas. Sekarang lagi ditangani dokter. kakak mendingan sekarang kesini deh.” Suara Revan bergetar menahan panik.

Tanpa pikir panjang, Bagas mengambil kunci mobil dan jasnya. “Oke, aku otw sekarang. Kamu jangan panik, tunggu aku di sana.”

Ia menutup telepon, lalu bergegas keluar dari apartemen.

Begitu sampai di depan rumah sakit, Bagas langsung memarkir mobilnya sembarangan di dekat pintu masuk darurat. Ia berlari masuk, jas yang disampirkan di lengannya hampir terjatuh.

“Pak, nggak boleh parkir di situ!” teriak satpam.

“ pak tolong parkiran mobil saya, saya sedang buru-buru” ucap Bagas sambil memberikan kunci mobilnya itu kepada satpam yang berjaga disana.

Begitu masuk, Bagas sudah melihat adiknya mondar-mandir di depan ruangan IGD.

“Van!” panggil Bagas dengan napas masih memburu.

Revan sontak menoleh, lalu segera menghampiri. Wajahnya pucat, matanya sembab seakan habis menahan tangis. “ kak… Mama masih di dalam. Dokter lagi tangani. Aku takut banget, kak.”

Bagas langsung meraih bahu adiknya, berusaha menenangkannya meski dirinya sendiri juga panik. “Kamu tenang dulu, Van. Mama pasti kuat. Dari dulu dia selalu kuat.”

Revan menggigit bibir, berusaha menahan emosinya. “Tapi tadi aku lihat sendiri kak, Mama jatuh pingsan sambil sesak napas. Aku kira…” suaranya tercekat, tidak sanggup melanjutkan.

Bagas menepuk-nepuk pelan bahu adiknya, meski matanya terus melirik ke pintu IGD yang tertutup rapat. Hatinya seolah diremas.

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!