NovelToon NovelToon
Salah Meja Jadi Istri CEO

Salah Meja Jadi Istri CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Slice of Life / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Office Romance
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Aneska (25 tahun) berada dalam situasi darurat: menikah dalam seminggu atau dijodohkan dengan "om-om" pilihan Papanya yang bernama Argani Sebasta. Demi kebebasan, Aneska nekat mencari pacar sewaan lewat bantuan sahabatnya.
Namun, kecerobohan berbuah petaka—atau mungkin keberuntungan. Di sebuah kafe, Aneska salah mendatangi meja. Bukannya bertemu pria dari aplikasi kencan, ia justru mengajak kencan seorang pria asing yang tampak dewasa dan sangat tampan.
Aneska tidak tahu bahwa pria itu adalah Argani Sebasta, calon tunangan yang sangat ia hindari. Arga yang menyadari kesalahan Aneska justru merasa tertarik dan memilih menyamar menjadi "Gani" si pria biasa.
Permainan menjadi serius saat Arga tiba-tiba mengajukan syarat gila: "Jangan cuma pacaran, ayo langsung menikah saja."
Terdesak waktu dan terpesona pada ketampanan "Gani", Aneska setuju. Akankah Aneska tetap bahagia saat tahu bahwa suami yang ia pilih sendiri sebenarnya adalah pria yang paling ingin ia tolak sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Jamuan Makan Malam dan Taring Sang CEO

​Ruang makan di kediaman utama Sebasta malam itu tampak begitu megah. Meja panjang dari marmer Italia itu dipenuhi dengan perangkat makan perak dan kristal yang berkilauan di bawah lampu gantung raksasa. Ini adalah makan malam keluarga besar pertama sejak Arga dan Aneska kembali dari Bali.

​Aneska duduk di samping Arga, merasa sedikit risih dengan gaun sutra yang menurutnya terlalu membatasi ruang geraknya. Di ujung meja, Papa Wirawan dan Mama Wirawan tampak tersenyum hangat ke arah menantunya.

​"Anes, kamu harus sering-sering main ke sini ya. Mama kangen ada suara berisik di rumah ini. Dulu pas kamu masih kecil, tiap kali Mama titipin Arga ke rumah Papa Hendra, Arga selalu cerita kalau kamu itu bayi yang paling kuat nangisnya," goda Mama Wirawan sambil tertawa.

​"Ih, Mama! Jangan buka kartu dong, Anes kan jadi malu," sahut Aneska manja, sisi "anak rumahan"-nya keluar.

​Memang benar, hubungan keluarga ini sangat dalam. Papa Hendra dan Papa Wirawan adalah sahabat sejak SMA. Dulu, saat Mama Aneska belum kunjung hamil, Arga kecil sering "dipinjam" untuk menginap di rumah keluarga Graceva sebagai pancingan agar Mama Anes cepat mendapat momongan. Tak disangka, takdir justru menyatukan mereka di pelaminan.

​Namun, suasana hangat itu mendadak mendingin saat Tante Dewi—adik bungsu Papa Wirawan yang dikenal sombong—berdehem keras sambil meletakkan garpunya dengan denting yang nyaring.

​"Lucu ya, Kak Wirawan. Padahal dulu saya pikir Arga akan menikah dengan anak kolega kita yang setara, seperti dari keluarga Mahendra atau setidaknya dari klan yang high-class. Ternyata malah sama anaknya Hendra," ucap Tante Dewi dengan nada meremehkan. Matanya memindai Aneska dari ujung rambut sampai ujung kuku. "Yah, saya tahu Hendra punya uang, tapi penampilannya terlalu... sederhana. Saya khawatir keponakan saya ini jadi tertular gaya hidup yang kurang 'berkelas'."

​Aneska membeku. Tangannya yang sedang memegang sendok sup mulai gemetar. Bukan karena takut, tapi karena sisi bar-barnya sudah di ambang batas. Gue lempar juga nih sendok ke mukanya! batin Aneska geram.

​"Maksud Tante, keluarga saya nggak selevel sama keluarga Sebasta?" tanya Aneska dengan suara rendah, matanya mulai menatap tajam ke arah Tante Dewi.

​"Oh, Sayang, jangan tersinggung. Itu kenyataan, kan? Kamu mungkin biasa makan di pinggir jalan, tapi di sini ada etikanya. Lihat caramu memegang sendok saja masih kaku," balas Tante Dewi sambil tersenyum sinis.

​Aneska sudah setengah berdiri, jemarinya sudah mencengkeram sendok perak itu dengan kuat, siap untuk meluncurkannya. Namun, sebuah tangan besar yang hangat tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangan Aneska, menahannya dengan lembut tapi tegas.

​Arga.

​Arga tidak menatap Aneska. Ia menatap lurus ke arah Tante Dewi dengan tatapan mata yang begitu dingin hingga suhu di ruangan itu seolah merosot drastis.

​"Tante Dewi," suara Arga sangat tenang, namun setiap katanya terasa seperti sembilu yang tajam. "Seingat saya, dua tahun lalu perusahaan suami Tante hampir bangkrut kalau Papa Wirawan tidak menyuntikkan dana. Dan dana itu... sebagian besar adalah hasil investasi yang dikelola oleh Papa Hendra, ayah dari istri saya."

​Ruang makan mendadak hening. Tante Dewi tampak tersedak ludahnya sendiri.

​"Aneska memang sederhana, karena dia tidak butuh pengakuan dari orang-orang yang hanya mengandalkan nama besar tanpa isi otak," lanjut Arga dengan nada dominan yang mematikan. "Kalau Tante merasa Aneska tidak setara di meja ini, mungkin Tante yang harus angkat kaki. Karena bagi saya, siapa pun yang menghina istri saya, artinya dia sedang menghina saya dan menghina keputusan Papa Wirawan."

​"Arga, Tante kan cuma—"

​"Satu kata lagi keluar dari mulut Tante soal latar belakang istri saya," potong Arga tajam, matanya berkilat penuh ancaman, "maka besok pagi saya pastikan semua akses kredit bisnis suami Tante di Bank Sebasta akan saya tutup permanen. Pilihannya ada di tangan Tante."

​Wajah Tante Dewi pucat pasi. Ia langsung menunduk, tidak berani lagi mengeluarkan suara bahkan untuk sekadar bernapas kencang.

​Aneska melongo. Ia menoleh ke arah Arga, terpana melihat suaminya yang biasanya manja dan hyper di kamar, kini menjelma menjadi predator yang sangat kejam demi membelanya.

​Papa Wirawan berdehem, memecah ketegangan. Ia bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Aneska. Pria tua yang berwibawa itu meletakkan tangannya di bahu Aneska dengan sayang.

​"Anes, jangan dengerin omongan Tante kamu. Dia memang suka lupa diri," ucap Papa Wirawan lembut. "Bagi Papa dan Mama, kamu itu permata. Kamu itu anak yang sudah kami tunggu-tunggu sejak Arga masih pakai seragam sekolah. Kami nggak butuh menantu yang sombong, kami cuma butuh kamu buat jagain Arga yang kaku ini."

​Mama Wirawan ikut menghampiri, memeluk Aneska dari samping. "Bener, Sayang. Mama justru seneng Arga sama kamu. Kamu bikin Arga jadi lebih manusiawi. Tadi kamu liat kan? Dia bisa semarah itu demi kamu. Itu artinya dia beneran cinta mati."

​Aneska merasakan matanya panas. Rasa ingin melempar sendok tadi berganti dengan rasa haru yang luar biasa. Ia merasa sangat diterima, bukan karena harta, tapi karena sejarah panjang yang sudah terjalin.

​"Makasih, Ma, Pa..." bisik Aneska.

​Arga menarik tangan Aneska ke bawah meja, menggenggamnya erat, lalu berbisik pelan, "Tadi hampir aja sendoknya melayang ya? Sabar, Sayang. Nanti di kamar, lo boleh lempar apa aja ke gue sepuasnya."

​Aneska menyikut perut Arga, pipinya merona merah. "Dasar om-om mesum! Lagi suasana haru juga!"

​Arga hanya terkekeh, mencium punggung tangan Aneska di depan seluruh anggota keluarga besar, seolah menegaskan sekali lagi bahwa Aneska adalah ratu yang tak boleh disentuh oleh siapa pun.

1
Aidil Kenzie Zie
Anes sangat beruntung
Ariska Kamisa: tapi anes nge gas terus yaa🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
didunia nyata apakah ada yang seperti Arga 🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: seperti nya 1001 kak🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ya Allah Arga ... 😱
umie chaby_ba
so sweet
umie chaby_ba
👍👍👍👍
umie chaby_ba
satria oh satria bikin Arga kesurupan
umie chaby_ba
arga nyebut ga !
umie chaby_ba
anes iiih 🤭
umie chaby_ba
astagfirullah...🤣🤣🤣
umie chaby_ba
arga 🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ya Allah Arga udh kebelet banget 🤭
umie chaby_ba
suka suka suka
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gercep Amayyy
umie chaby_ba
gemas banget sih arga🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ada siangan nih.
Ariska Kamisa: saingan kali... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
cerita nya asik nih, ringan ... aku suka yang bucin gini tapi ceweknya sok cuek /Curse//Curse//Curse//Curse/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ciee ngajak ngebubur duluan🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
apakah sebenarnya itu rencana para papa mereka berdua?
Ariska Kamisa: pintar...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!