NovelToon NovelToon
Antara Pagar Dan Detak Jantung

Antara Pagar Dan Detak Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Dalgichigo

Varendra Malik Atmadja, seorang arsitek muda yang tampan, ramah, dan sangat telaten, baru saja pindah ke Blok C-17. Sebagai penganut paham "tetangga adalah saudara", Malik bertekad untuk menjalin hubungan baik dengan seluruh penghuni kompleks.

Namun, rencananya membentur tembok tinggi setinggi pagar Blok C-18.

Di sanalah tinggal Vanya Ayudia Paramitha, seorang Game Developer yang lebih suka berinteraksi dengan baris kode daripada manusia. Baginya, ketenangan adalah segalanya, dan tetangga baru yang terlalu ramah seperti Malik adalah gangguan sinyal bagi kedamaian hidupnya.

Awalnya, Malik hanya berniat memberikan camilan sebagai tanda perkenalan. Tapi, setiap sapaan Malik dibalas dengan debuman pintu, dan setiap perhatiannya dianggap sebagai gangguan oleh Ayu.

Lalu, bagaimana jika sebuah paket yang salah alamat dan aroma masakan dari dapur Malik perlahan mulai meruntuhkan pertahanan Ayu? Bisakah Malik merancang fondasi cinta di hati gadis yang bahkan enggan membuka pintu rumahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dalgichigo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerja Bakti

Rencana akhir pekan yang tenang di Griya Visual langsung hancur berantakan. Pak Bambang, sang Papi Gaul, baru saja meluncurkan "bom atom" di grup WhatsApp yang membuat semua warga yang sedang sibuk bekerja mendadak gatal ingin protes.

Pak RT : PENGUMUMAN PENTING! Berhubung Papi liat saluran air depan Blok C udah mulai mampet dan rumput lapangan udah setinggi harapan, Noh sampah mulai rame, maka MINGGU INI Wajib KERJA BAKTI! Start jam 07:00 pagi! 🧹🔥

Pak RT : GAK ADA ALASAN! Yang gak dateng, dendanya BERSIHIN EMPANG selama seminggu sendirian!

Adit: Waduh Pak RT! Minggu pagi gue ada kelas privat dance 'Goyang Pantura' di Jakarta! Bisa gempor kaki gue kalo paginya nyangkul dulu! 🕺😭

Malik: Pak, saya ada meeting sama vendor material jam 9 pagi. Proyek nggak bisa ditinggal. Bisa ganti denda uang aja nggak Pak? 🏗️💸

Jisel: Excuse me Pak RT. Jisel ada kegiatan di museum,I can't reschedule it. It's impossible. 🗽

Pak RT : TIDAK BISA! Pokoknya semua harus hadir! Kecuali... Mas @Bima.Mas , hari Minggu dinas kan ya? Katanya ada pengamanan demo?

Bima: Siap Pak RT. Ijin, hari Minggu saya tugas pengamanan dari subuh sampai malam. Mohon maaf tidak bisa bergabung. 🙏👮‍♂️

Pak RT : Nah, kalau Mas Bima kan demi NEGARA! Jadi Papi izinkan. Yang lain? Demi REJEKI masing-masing doang kan? TETEP KERJA BAKTI! 🔥

Grup langsung "panas" dalam hitungan detik. Ketidakadilan Pak RT yang memberikan privilege pada Bima (dan rasa takutnya pada seragam polisi) memancing jiwa pemberontak warga.

Vino: Tak adil kali kau Pak RT! Cuma gara-gara Mas Bima bawa pistol kau izinkan? Aku pun tugas negara juga Pak, tugas mengabadikan momen sejarah lewat foto! Kenapa tak kau izinkan?! 📸🦁

Sarah: WKWKWK Mas Bima mah anak emas! Pak RT takut ya kalo nggak diizinin entar rumahnya dipasang garis polisi? 😂 @Pak RT Bambang

Genta: Aduh Pak, Genta ada panggilan nyanyi di hajatan pagi-pagi. Kalo suara Genta abis gara-gara ngangkut sampah, gimana nasib saweran Genta Pak? 🎤😭

Juned: Pak RT, mon kareh ijin, saya juga mau syuting iklan sabun colek. Harus wangi Pak, tak boleh bau got. @Pak RT Bambang

Kiran :Ga bisa pak, weekend adalah jadwal Meditasi saya!!

Pak RT : SYUTING SABUN COLEK BISA SORE! Genta, ngangkutin sampah gak bikin suara lu abis ye! Pokoknya kumpul! @Kula @Ayu Kalian berdua jangan nyimak doang ya! Papi liat statusnya online!

Kula: Saya ikut Pak... tapi boleh nggak saya bagian bersihin taman depan rumah Bapak aja? Biar Zahra nggak capek nyiram bunga... 👉👈

Pak RT : KULA!!! LU BAGIAN KURAS GOT DEPAN POS RONDA! JANGAN MODUS! 😡

Di balik layar, Ayu yang sedang panik melihat ancaman "Denda Empang" langsung mengirim pesan ke pelindungnya.

[Chat Pribadi]

Ayu: Ra, gimana ini? Aku nggak bisa keluar rumah lama-lama apalagi rame-rame gitu. 😭

Ara: Tenang. Gue juga males. Nanti gue yang ngomong ke Pak RT pas kerja bakti. Kita bagian 'Logistik' aja. Lu di dapur gue, kita bikin minum. Nggak usah ketemu orang banyak.

Ayu: Beneran ya? Makasih Ra...

[Kembali ke Grup "Warga Guweh"]

Ara: Pak RT, saya dan @Ayu bagian Logistik. Kita yang nyiapin kopi dan gorengan di studio saya. Gak usah dipaksa ke lapangan, nanti kerjaan kalian malah keganggu kalo kita di sana. 🙄

Malik: Saya setuju! Biar efisien. Saya bagian angkut sampah pake bak mobil proyek saya aja biar cepet.

Pak RT : Hmm... Ide bagus. Oke, Ara sama Ayu bagian dapur. Tapi awas ya kalo gorengannya dikit, Papi suruh kuras empang beneran!

Minggu pagi di Griya Visual dipastikan bakal jadi hari yang penuh peluh, omelan Sarah, dan dendam warga pada Bima yang asyik dinas sementara mereka harus berjibaku dengan lumpur. Sementara Malik? Dia sudah bertekad, biarpun sibuk kerja bakti, dia akan sesering mungkin mampir ke "Pos Logistik" Ara demi bisa melihat sekilas wajah Ayu di balik asap penggorengan.

Minggu pagi di Griya Visual berubah menjadi arena sirkus. Sesuai ancaman Pak RT, semua warga hadir dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. Satu-satunya yang absen hanyalah Bima, yang mungkin sedang tertawa pelan di balik seragamnya sambil mengawal demo, sementara warga lainnya harus mengawal sapu lidi.

Jika kerja bakti adalah medan perang, maka Hani, Jisel, dan Kiran adalah pasukan yang salah kostum.

Jisel datang mengenakan legging yoga merek ternama, lengkap dengan kacamata hitam besar dan topi pantai. "Duh Pak RT, is it okay if I just spray some disinfectant on the trash cans? Bau sampahnya too strong, I can't handle it," keluh Jisel sambil memegang penjepit sampah dengan gaya paling estetik.

"Disinfektan apa toh, Neng Jisel? Ini mah butuhnya tenaga kuda, bukan bau wangi-wangian!" seru Pak RT yang sudah berkeringat sambil memegang cangkul.

Di sisi lain, Kiran sedang berdiri mematung di depan selokan. Ia membawa kuas cat, tapi bukan untuk mengecat pagar. "Pak RT, saya rasa warna lumut di selokan ini punya gradasi yang menarik untuk koleksi saya, tapi aura negatifnya terlalu kuat. Saya harus meditasi sebentar sebelum mulai menyapu," ucap Kiran datar, lalu duduk bersila di atas koran bekas.

Hani lain lagi. Dia adalah satu-satunya princess yang bersemangat, tapi fokusnya melenceng jauh. "Pak RT! Mas Bima beneran nggak pulang buat makan siang ya? Hani udah bikinin bekal khusus loh, bunganya Hani petik langsung dari taman!" seru Hani sambil mengayunkan sapu lidi seperti tongkat peri.

"HANI! Bima lagi tugas negara! Kamu mending bantuin si Juned tuh, dia dari tadi cuma push up doang bukannya kerja!" teriak Pak RT emosi.

Genta datang ke lapangan bukan bawa cangkul, tapi malah bawa speaker bluetooth kecil yang dikalungin di lehernya. Dia pakai kaos partai dan celana pendek yang warnanya kuning mentereng.

"Teh Jisel! Teh Kiran! Jangan pada lemes gitu atuh, ini Genta kasih irama biar semangat nyangkulnya!" seru Genta sambil menyetel lagu dangdut koplo dengan volume maksimal.

Genta bukannya fokus nyabut rumput, dia malah menjadikan gagang sapu lidi sebagai mikrofon.

"Tarreeeeek Ses! Semangat warga Griya Visual! Ulah kumeok memeh dipacok! (Jangan menyerah sebelum bertarung!)" teriak Genta sambil berjoget di pinggir jalan.

Pak RT yang lagi sibuk ngatur selokan langsung sewot. "GENTA! Lu jangan konser mulu! Itu rumput depan lu babat, bukan lu ajak joget!"

"Sabar Pak RT, ini namanya 'Kerja Bakti Musikal'. Biar imun warga naik, nggak stres liat lumpur!" balas Genta tanpa dosa.

Malik adalah bintang utama hari itu. Sebagai arsitek dan kontraktor, dia tidak butuh arahan. Dengan kaos singlet yang memperlihatkan otot lengannya (yang bikin Sarah berkali-kali salah fokus saat merekam vlog), Malik dengan sigap mengangkut tumpukan dahan pohon ke bak mobil proyeknya.

"Sini Pak RT, biar saya yang bagian berat-berat. Bapak istirahat aja dulu," ucap Malik sopan.

"Nah! Ini baru warga idaman Papi!" seru Pak RT bangga.

Sementara itu, Juned sedang berdiri di atas tumpukan bata, berpose bak pahlawan dari negeri Tiongkok. "Kiran, jhek se-serius rowa! (Kiran, jangan seserius itu!) Liat saya, nyapu saja harus punya teknik bela diri!" seru Juned sambil menggerakkan sapunya seperti tombak sakti.

"Juned, diam! lo merusak frekuensi ketenangan gue!" balas Kiran tanpa membuka mata.

Di studio Ara, suasana jauh lebih damai setidaknya sampai Adit masuk tanpa izin.

Ayu sedang sangat serius memotong tempe. Ia mengenakan celemek besar dan masker, berusaha bersembunyi dari keramaian di luar. Ara di sampingnya sedang menyeduh kopi dalam teko raksasa.

"Woy! Logistik mana logistik?! Pasukan udah haus nih!" teriak Adit yang masuk dengan badan penuh lumpur.

"ADIT! Keluar! Badan lu bau got!" bentak Ara sambil mengacungkan sutil.

Ayu tersentak dan hampir menjatuhkan piringnya. Ia langsung bersembunyi di balik punggung Ara saat melihat Adit.

"Dih, si Neng Ara galak bener. Mbak Ayu, masakannya yang banyak ya, Si Malik udah mau pingsan tuh di luar gara-gara angkut pohon sendirian," goda Adit sambil mencoba mencuri satu gorengan yang baru matang.

Ayu terdiam. Mas Malik mau pingsan? Pikirannya mendadak kacau. Ia melihat ke arah jendela, melihat Malik yang memang terlihat sangat berkeringat di bawah terik matahari. Tanpa banyak bicara, Ayu mengambil satu gelas plastik besar, mengisinya dengan es teh manis dan banyak es batu.

"Ini... kasih ke... Mas Malik," bisik Ayu sambil menyerahkan gelas itu ke Adit dengan tangan gemetar.

Adit melongo, lalu menyeringai lebar. "Ciyeeee! Oke siap, Mbak! Laksanakan!"

Sarah: (Mengunggah foto Malik yang sedang angkut sampah dengan keringat bercucuran) ASUPAN PAGI GAES! Liat nih Bang @Malik, ototnya udah kayak mau meledak! 🔥📸

Vino: Jangan kau foto terus dia Sarah! Sini kau bantu aku angkut lumpur ini. Berat kali kurasa!

[Adit: GUYS! EMERGENCY! Si @Malik dapet kiriman spesial 'Air Cinta' dari tim logistik! @Ayu makasih ya es tehnya, Malik langsung seger lagi kayak abis disiram air zam-zam!

Pak RT: Ehem! Papi kok nggak dikasih es teh sama Mbak Ayu? Pilih kasih nih warga Papi! 🤨

Malik: Makasih ya Mbak @Ayu. Seger banget es tehnya. 🙏

Ayu: ... (Hanya membaca, lalu mematikan HP dengan wajah semerah saus sambal).

Kula: Pak RT, saya pingsan Pak! Tolong suruh Zahra kasih saya nafas buatan!

Pak RT: KULA! BANGUN LU! ATAU GUE CEMPLUNGIN KE EMPANG SEKARANG JUGA! 😡💢

Saat Genta mulai kehausan karena kebanyakan nyanyi, dia lewat di depan Jisel. Jisel yang lagi sibuk pakai hand sanitizer setelah memegang satu helai daun kering, langsung melihat kesempatan emas buat ngerjain Genta lagi.

"Genta! You look so thirsty," panggil Jisel dengan aksen New York-nya yang kental. "I have a special beverage for you. It's a 'Green Detox Smoothie' from my fridge. Bagus buat vocal cords kamu."

Genta langsung berenti joget. "Hah? Grita-ditoks? Apa itu Teh? Semacam jamu kuat biar suara Genta makin cetarr?"

"Exactly! Drink it all," ucap Jisel sambil menyerahkan botol berisi cairan hijau pekat.

Genta tanpa curiga langsung meneguknya. "GULUK... GULUK... HOEKKK!"

Wajah Genta langsung berubah jadi hijau beneran. "TEH JISEL! Ini mah jus pare campur brokoli mentah ya?! Pahit pisan atuh Teh, berasa nelen empang!"

Jisel ketawa sampai hampir jatuh dari kursinya. "It's called healthy living, Genta! No pain, no gain!"

"Hahaha! Rasain kau bang! Makanya jangan asal mangap aja saja kau!" ledek Vino.

Sambil nahan rasa pahit di lidah, Genta tetep nggak mau kalah eksis di grup WhatsApp.

Genta: Lapor warga! Genta baru saja diracuni Teh @Jisel pake minuman jin hijau! Tenggorokan Genta langsung berubah jadi rasa kebun raya Bogor! 🥬🤢

Sarah: WKWKWK! Emang enak! Itu biar lu nggak asbun terus kalo ngomong!

Jisel: It's for your own good, Genta. Biar suara kamu nggak pecah pas nyanyi 'Mobil Mewah' lagi. You're welcome! 💅

Kerja bakti itu berakhir dengan Pak RT yang kelelahan, Jisel yang mengeluh kukunya patah, dan Malik yang pulang dengan perasaan paling bahagia sedunia hanya karena segelas es teh buatan si tetangga paling introvert.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dalgichigo: siaapp💪
total 1 replies
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹
Dalgichigo: 🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Juli Idyawati
menarik ceritanya
Dalgichigo: Makasihh Kak Juli <3, jangan lupa lanjutin baca ya, karena ceritanya bakal makin menarik nihh
balas
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!