Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Permaisuri Ai Ning pun mengangguk mengiyakan ucapan kedua anaknya. dia pasti akan melakukan apa pun demi keduanya, Ang Bei dan Nuning memeluk erat sang ibu.
"Kalian istirahat ya... nanti ibu akan bangunkan kalian, saat kita akan mulai latihan, jadi kalian harus mengumpulkan tenaga kalian dulu ya" ucap Permaisuri Ai Ning. Ang Bei dan Nuning pun mengangguk mengiyakan ucapan sang ibu, Ang Bei pun langsung masuk ke kamar yang sebelah dengan adiknya, Permaisuri Ai Ning pun pergi untuk istirahat juga.
Sedangkan pengawal bayangan milik ibu suri Ning hanya melihat tenda yang berbeda di tempat Permaisuri Ai Ning dan anak-anaknya tadi. Mereka mencari keberadaan Permaisuri Ai Ning dan putra mahkota dan juga putri mahkota, satu jam mereka mencari keberadaan tiga orang penting itu. tapi tak menemukan keberadaan mereka bertiga.
"Kemana lagi kita mencari Yang Mulia Permaisuri Ai Ning? sudah satu jam kita menelusuri tempat ini. sampai sekarang kita belum menemukan Permaisuri Ai Ning dan putra mahkota juga putri mahkota" ucap lirih salah satu pengawal bayangan Ibu suri.
"Jangan menyerah... ayo coba kita mencari ke sungai, Siapa tahu ketiganya sedang berada di sungai. ayo kita pergi" ucap ketua pengawal bayangan Ibu suri Ning.
Permaisuri Ai Ning sudah memulai melatih putra dan putri nya, Ang Bei dan Nuning bersemangat belajar bela diri modern. Mereka pun sudah satu hari di dalam ruang biru. Permaisuri Ai Ning tersenyum dengan kecepatan Ang Bei yang belajar bela diri.
.
Permaisuri Ai Ning pun maju melawan kedua anaknya, dan keduanya juga semangat menangkis dan mengelak serangan dari ibunya.
"Jangan hanya menangkis dan mengelak... kalian berdua Serang Ibu secara bersamaan" teriak Permaisuri Ai Ning. Ang Bei dan Nuning pun langsung memberikan kode satu sama lain.
Ang Bei melompat keatas. Nuning memutar tubuhnya, Ang Bei memberikan tekanan dari atas. Nuning menendang perut Permaisuri Ai Ning, Permaisuri Ai Ning tersenyum mengejek.
"Cih... kalian masih sangat lemah" ledek Permaisuri Ai Ning, dia sengaja meledek kedua anaknya itu. agar membuat mereka semangat dan membuat mereka berdua semakin terpancing.
BUG
BRAK
BRUK
"Huu... lemah" ledek Permaisuri Ai Ning. Ang Bei menyipitkan matanya, dia merasa ibunya sengaja untuk memancing keduanya untuk terbawa emosi. dan dia pun langsung menatap sang adik, dia bisa melihat adiknya mulai terpancing oleh kata-kata ibunya itu.
"Mei mei.. jangan sampai terpancing dengan kata-kata ibu, dia sengaja agar kita berdua terpancing emosi dan bisa meluapkan emosi kita, kita harus menahan emosi kita mei mei" teriak Ang Bei. Permaisuri Ai Ning tersenyum, akhirnya putranya itu menyadari kalau dia sedang memancing emosi mereka berdua, berkelahi dengan emosi itu tidak akan membuahkan hasil yang baik, yang ada membuat kita kelelahan karena menghajar membabi buta tanpa memberi celah kepada lawan, saat kita kelelahan lawan itu akan menyerang balik kita dan membuat kita mati kutu nantinya.
"Mei mei bagian kiri..." ucap Ang Bei. Nuning pun mengangguk, dia langsung menormalkan nafasnya. agar tidak mudah terpancing dengan kata-kata ibunya itu.
.
Permaisuri Ai Ning mulai serius, Ang Bei berlari menyerang dari kanan. Nuning dari kiri, Permaisuri Ai Ning tersenyum.
"Baiklah... mari kita belajar dengan benar" ucap Permaisuri Ai Ning, dia pun mulai menyerang Ang Bei dan Nuning. Ang Bei memutar tubuhnya, Nuning melompat ke kanan.
SLING
SREK
Pedang Nuning mengayun ke sisi kiri, Permaisuri Ai Ning menepis pedang itu. dan Ang Bei pun menyerang dari kanan, Permaisuri Ai Ning pun menepis serangan itu. Ang Bei mulai mempelajari strategi ibunya, Ang Bei mengikuti cara ibunya mengelak dan menepis serangan yang dia berikan.
BUG
Permaisuri Ai Ning tersenyum, saat putranya memberikan tendangan ke arah pedangnya itu. Ang Bei mulai melompat ke arah kiri, Nuning juga ikut melompat ke arah kanan. dengan kekompakan keduanya itu membuat permaisuri mundur tiga langkah.
"Bagus... kalian dengan cepat mempelajari strategi yang sedang melawan kalian, baik sekarang kita istirahat dulu. ibu cukup haus" ucap Permaisuri Ai Ning. mereka sudah berlatih sekitar lima jam, Ang Bei pun segera masuk ke dalam paviliun dan dia pun mengambil minuman untuk ibu dan adiknya itu.
"Ini ibu...." ucapnya sambil memberikan gelas yang berada di tangannya. dan tidak lupa juga dia memberikan minuman yang waktu pagi ibunya buat untuk sang adik.
"Ibu... apa kita boleh belajar disini terlebih dahulu? Ibu kalau mau keluar dari tempat ini keluar saja, biarkan kami berlatih agar kami cepat menguasai beladiri yang ibu ajarkan ini. bukankah kita juga harus kembali kekaisaran nantinya? Aku hanya ingin sebelum kembali ke kaisaran Ning, kami sudah menguasai ilmu beladiri yang ibu ajarkan pada kami. dan aku juga ingin menguasai beberapa alat yang berada di gudang yang Ibu tadi lihat kan pada kami, kalau memanah aku sudah cukup bisa. tapi untuk menembak dan melempar tombak, aku belum bisa kuasai ibu" ucap Ang Bei. Nuning pun langsung ikut mengangguk.
"Apa yang kakak bilang itu benar ibu... Aku juga ingin cepat menguasai teknik beladiri yang ibu ajarkan ini, dan beberapa senjata yang Ibu tunjukkan waktu tadi pagi, di saat kita kembali kekaisaran kami sudah menguasai beladiri yang belum pernah diajarkan di perguruan atau di padepokan ibu" ucap Nuning, Permaisuri Ai Ning pun mengangguk. dia juga ingin kedua anaknya itu sudah cukup kuat saat kembali ke kaisaran. apalagi dia tahu kalau ayah dari keduanya itu akan membuat drama yang membuat dia ingin segera menghabisi Kaisar Rui Ning.
"Baiklah... ibu akan mengizinkan kalian untuk tinggal di tempat ini, agar terus belajar beberapa hari ini, tapi setelah menguasai beladiri dan teknik menyerang juga bertahan...... kalian akan segera keluar dari tempat ini, dan setelah itu kita akan kembali ke kaisaran. Ibu tidak menerima bantahan paham" ucap tegas Permaisuri Ai Ning. kedua anaknya pun langsung mengangguk, mereka tidak mungkin membantah perkataan ibunya, mereka juga tidak akan membuat ibunya kecewa karena sudah melatih mereka dengan sungguh-sungguh.
"Kami tidak akan mengecewakan ibu... kami pasti akan membuat Ibu bangga... dalam beberapa hari kedepan, kami sudah menguasai teknik dan strategi untuk menyerang dan bertahan" ucap Ang Bei. Permaisuri Ai Ning pun tersenyum, dan membawa mereka ke berdua ke dalam pelukannya.
"Ingat kalian kalau ingin makan sesuatu yang masih hangat, kalian tahu kan tempatnya? Jadi kalian tinggal ambil saja... dan kalau ingin memakan buah-buahan, tidak perlu memetik buah-buahan yang berada di kebun, di dalam lemari pendingin itu.... sudah ibu cuci dan membersihkan semua buah yang berada di kebun, jadi kalian tak perlu repot-repot lagi, mengerti....." ucap Permaisuri Ai Ning dengan lembut.
"Kami mengerti ibu......
BERSAMBUNG.........
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭