NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10.Rencana licik Ratu.

Hari yang dinanti akhirnya tiba.

Sinar matahari pagi menyinari seluruh penjuru Istana Utama Avalon, memantulkan cahaya keemasan dari atap-atap marmer dan pilar-pilar megah yang menjulang tinggi. Hari ini, Taman Kekekalan Abadi yang terletak di sayap timur istana diubah menjadi tempat yang luar biasa indah untuk acara Pesta Teh Besar.

Meja-meja panjang berukir indah ditutupi taplak renda berwarna putih bersih. Di setiap sudut meja terdapat vas-vas kristal berisi bunga-bunga ajaib yang bersinar lembut dan mengeluarkan aroma harum menenangkan. Piring-piring perak berisi kue-kue manis, sandwich, dan teko-teko perak berisi teh herbal terbaik tersusun rapi.

Suasana sangat meriah namun tetap menjaga kesopanan tinggi. Tawa renyah dan obrolan lembut terdengar bersahutan. Ribuan kupu-kupu sihir beterbangan bebas di antara para tamu, menambah kesan magis dan mewah.

Semua wanita bangsawan tampak berusaha tampil sempurna. Mereka mengenakan gaun-gaun terbaik dari sutra dan brokat dengan warna-warna cerah dan mencolok—ungu kerajaan, biru safir, merah delima, hingga emas berkilau. Perhiasan berlian dan permata berkilauan di leher, telinga, dan tangan mereka, seolah sedang mengadakan kontes kecantikan.

Mereka semua tahu tujuan sebenarnya dari pesta ini. Mereka semua ingin menjadi yang paling menonjol di mata keluarga kerajaan.

Namun, di tengah lautan kemewahan dan kilauan itu, ada satu sosok yang terlihat sangat... biasa saja.

PENAMPILAN YANG "SEDERHANA"

Lae ria Star born duduk dengan anggun di sebelah ibunya, namun matanya terus melirik ke sekeliling dengan perasaan campur aduk antara iri dan kesal.

Ia mengenakan gaun berwarna abu-abu pudar, potongannya sederhana tanpa banyak hiasan renda atau manik-manik. Tidak ada perhiasan berkilau yang mewah, hanya sebuah kalung kecil batu biasa di lehernya. Rambutnya diikat sangat rapi dan kaku, tanpa gaya yang menarik perhatian. Wajahnya yang sebenarnya sangat cantik, kini terlihat pucat dan datar karena hanya diberi bedak tipis tanpa sentuhan riasan yang mempercantik.

Sengaja.

Semua ini dilakukan sengaja oleh orang tuanya.

"Tenanglah, Lae ria," bisik Nyonya Star born pelan sambil mengaduk tehnya dengan sopan. "Ini demi kebaikanmu. Semakin tidak mencolok penampilanmu, semakin kecil kemungkinan Ratu atau Pangeran memperhatikanmu. Kita hanya perlu hadir, bersikap sopan, lalu pulang."

Lae ria menggigit bibir bawahnya frustrasi. Ia ingin protes. Ia ingin tampil cantik seperti putri-putri lain yang terlihat seperti bidadari. Tapi ia tahu, ayahnya sangat tegas. Jika ia melawan, ia bisa dilarang keluar rumah selamanya.

"Tapi Bu... lihat mereka," keluh Lae ria pelan. "Mereka semua bersinar seperti bintang. Sedangkan aku... aku terlihat seperti pelayan yang kebetulan duduk di meja tamu."

"Jangan mengeluh. Kesederhanaan itu indah," jawab Nyonya Star born singkat, meski dalam hatinya ia juga merasa sayang melihat putri cantiknya tertutup penampilan yang membosankan ini.

Lae ria mendengus pelan lalu menyesap tehnya dengan wajah cemberut. Ia tidak tahu bahwa di tempat yang tinggi, sepasang mata yang tajam sedang mengamati setiap gerak-geriknya.

MATA TAJAM RATU DELIA

Di balkon utama yang menjorok ke arah taman, Ratu Delia berdiri memandang ke bawah dengan tatapan analitis. Ia tersenyum tipis melihat keramaian itu, namun pandangannya terus tertuju pada satu titik.

Pada sosok Lae ria.

"Hmm... sungguh licik," gumam Ratu Delia pelan, tangannya memegang gelas kristal berisi minuman berwarna merah muda. "Kalian pikir kalian bisa membodohi aku, Tuan dan Nyonya Star born?"

Ratu Delia sangat paham. Ia tahu betul wajah dan darah bangsawan. Lae ria Star born memiliki garis wajah yang sempurna, kulit yang mulus, dan mata yang indah. Gadis itu jelas memiliki potensi kecantikan yang luar biasa. Tapi hari ini, mereka sengaja menutupinya dengan pakaian kusam dan gaya rambut yang kaku.

"Mereka takut," bisik Ratu pada dirinya sendiri. "Mereka takut putri kesayangan mereka dilirik oleh Ka el. Mereka pikir dengan membuatnya terlihat biasa saja, putraku akan melewatinya begitu saja."

Senyum Ratu Delia melebar, namun ada kilatan licik di matanya.

"Sayang sekali... kalian salah besar. Justru karena kalian menyembunyikannya, aku semakin penasaran. Dan Ka el... putraku itu justru suka menelusuri sesuatu yang tersembunyi."

Ratu Delia berbalik, melambaikan tangannya pelan. Seorang pelayan wanita kepala yang setia dan cekatan segera mendekat dan membungkuk hormat.

"Panggilkan Sarah dan timnya. Suruh mereka jalankan rencana B," bisik Ratu Delia dengan suara rendah namun tegas. "Jangan biarkan gadis itu keluar dari istana sebelum penampilannya berubah seratus delapan pulah derajat. Aku ingin Ka el melihat bunga asli keluarga Star born, bukan bunga layu yang sengaja dibuat mereka."

"Siap, Yang Mulia. Segera saya laksanakan," jawab pelayan itu dengan anggukan hormat, lalu segera berjalan cepat meninggalkan balkon dengan langkah tak bersuara.

Kembali di taman pesta, suasana semakin hidup. Beberapa putri bangsawan mulai menampilkan bakat sihir ringan berupa hiasan bunga atau cahaya untuk menarik perhatian.

Lae ria sedang duduk diam, mencoba bersembunyi di balik punggung ibunya agar tidak disapa oleh siapa pun, ketika tiba-tiba...

BRUK!

Seorang pelayan istana yang membawa nampan besar berisi teko teh dan gelas kristal berjalan dengan terburu-buru. Seolah-olah kakinya tersandung karpet, tubuhnya oleng tepat di sebelah meja Lae ria.

"Aduh! Maafkan saya! Maafkan saya!" teriak pelayan itu dengan panik berlebihan.

SPLAAASH!

Cairan teh berwarna merah tua tumpah ruah, memercik tepat ke seluruh bagian depan gaun Lae ria. Bahkan beberapa tetes mengenai wajah dan rambutnya.

"AAAAAAH!" Lae ria melompat kaget dan berdiri sambil memegang gaunnya yang basah kuyup dan kotor. "Apa-apaan ini! Gaunku!"ucapnya marah.

Warna abu-abu pudar itu kini berubah menjadi kotor, berbekas noda cokelat kemerahan yang sangat jelek dan mengkilap karena basah. Penampilannya yang tadinya biasa saja, kini berubah menjadi sangat berantakan dan memalukan.

"Ya Tuhan! Apa yang kau lakukan?!" seru Nyonya Star born berdiri dengan wajah kaget dan marah.

"Maaf Nyonya! Saya benar-benar minta maaf! Kaki saya terpeleset tadi!" pelayan itu membungkuk berkali-kali dengan wajah pucat pasi.

Keributan kecil ini menarik perhatian tamu-tamu lain. Beberapa mulai menoleh dan berbisik-bisik. Lae ria merasa wajahnya panas karena malu. Ia berdiri mematung dengan gaun yang kotor dan bau teh.

Tepat saat itu, beberapa pelayan wanita lain datang berlarian seolah-olah baru saja mengetahui kejadian itu. Mereka dipimpin oleh seorang wanita paruh baya yang tampak sangat berwibawa dan rapi.

"Maafkan keteledoran pelayan kami, Nyonya," sapa wanita itu dengan sopan namun tegas, lalu menoleh ke arah Lae ria. "Nona muda, situasi ini sangat tidak mengenakkan. Gaun Nona sudah tidak bisa dipakai lagi dan sangat tidak pantas untuk tetap dikenakan di acara ini."

"Te-tapi..." Nyonya Star born ingin protes.

"Jangan khawatir, kami sudah menyiapkan segalanya," potong wanita itu dengan senyum yang seolah sudah diatur. "Ratu Delia tidak ingin tamu kehormatan merasa tidak nyaman. Silakan ikuti kami ke Ruang Ganti Tamu di sayap istana sebelah sana. Di sana sudah tersedia gaun-gaun cadangan, perlengkapan mandi, dan penata rias terbaik. Kami akan memastikan Nona bisa kembali tampil sempurna."

Lae ria yang merasa sangat kotor dan malu, tanpa sadar mengangguk. Ia memang ingin segera membersihkan diri.

"Ibu, aku basah kuyup. Aku harus ganti baju," kata Lae ria.

“Tapi... ”

Nyonya Star born bingung. Ia ingin menolak, tapi situasi sudah terlanjur memancing perhatian. Menolak berarti menyinggung Ratu dan mempermalukan keluarga lebih besar lagi.

"Ya... ya sudah. Pergilah nak. Cepat bersihkan diri," ucap Nyonya Star born akhirnya dengan berat hati. Ia tidak menyangka ini semua adalah jebakan yang sangat rapi.

"Ayo Nona, cepat. Jangan sampai angin membuat Nona sakit," ajak pelayan kepala itu dengan ramah namun mendesak.

Lae ria pun segera dibantu dan digiring meninggalkan area pesta menuju bangunan istana yang megah, meninggalkan ibunya yang masih merasa cemas di tempat duduk.

Lae ria dibawa masuk ke dalam sebuah kamar tamu kerajaan yang sangat luas dan mewah. Ruangan itu dingin, harum, dan diterangi cahaya kristal yang indah.

Namun yang membuat Lae ria terbelalak adalah apa yang ada di dalamnya.

Bukan hanya satu orang penata rias, tapi ada sekitar lima hingga enam pelayan wanita yang sudah berdiri rapi menunggu. Di atas meja rias yang besar, berjejer kotak-kotak perhiasan berkilau, palet warna riasan, dan... di atas manekin berdiri sebuah gaun yang luar biasa indah.

Gaun itu berwarna hijau zamrud tua yang melambangkan kekuatan sihir Bumi keluarga Star born. Bahannya terbuat dari sutra terbaik yang berkilau seperti cairan, dengan hiasan manik-manik yang menyerupai akar pohon dan dedaunan yang disulam dengan benang emas.

"Ini... ini untukku?" tanya Lae ria terbata-bata.

"Tentu saja, Nona Lae ria," jawab salah satu pelayan dengan senyum ramah. "Ini adalah gaun terbaik yang kami siapkan khusus untuk tamu istimewa. Ayo, jangan buang waktu. Kami harus mengubah penampilan Nona secepat mungkin sebelum Pangeran Ka el datang."

Sebutan nama Pangeran Ka el membuat jantung Lae ria berdegup kencang. Rasa takut bercampur rasa penasaran dan... senang.

Tanpa bisa menolak lagi, Lae ria segera dipandu ke area pencucian. Ia dibantu membersihkan sisa noda teh di tubuh dan rambutnya dengan air wangi yang menenangkan. Setelah itu, proses magis pun dimulai.

Para pelayan bekerja dengan sangat cepat, cekatan, dan profesional. Mereka tahu persis apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkan potensi maksimal dari wajah Lae ria.

Seorang penata rias ahli mulai bekerja di wajahnya.

Pertama, alas bedak yang tipis namun menutupi sempurna membuat kulit Lae ria tampak mulus seperti porselen. Lalu mereka menyapu warna cokelat keemasan di kelopak matanya yang biru, membuat mata itu tampak lebih dalam, tajam, dan memesona. Sedikit perona pipi memberikan warna segar, dan lipstik warna alami yang membuat bibirnya terlihat ranum.

Rambut panjangnya yang tadinya dikunci kaku, kini dikepang sebagian dan dibiarkan menjuntai lembut dengan ikal-ikal alami yang jatuh di bahu, memberikan kesan anggun namun tetap feminin.

"Angkat dagunya sedikit, Nona. Sempurna," gumam penata rias itu puas.

Setelah wajah selesai, tibalah saatnya memakai gaun.

Lae ria melangkah masuk ke dalam gaun itu. Jahitannya pas sekali di tubuhnya, seolah-olah memang dibuat khusus untuk ukurannya. Roknya yang lebar dan mewah jatuh anggun ke lantai.

Para pelayan merapikan bagian belakang, mengancingkan kait-kait kecil yang berkilau, dan terakhir...

Mereka mengenakan sebuah kalung liontin berwarna hijau tua yang sangat besar dan berkilau, serta anting-anting yang menyamai.

"Selesai!" seru salah satu pelayan dengan girang. "Silakan Nona lihat ke cermin."

Lae ria yang tadinya hanya menurut saja, kini perlahan berbalik menghadap cermin besar yang berdiri tegak di depannya.

TRANS!

Lae ria menahan napasnya. Matanya membelalak tak percaya.

Di balik cermin itu, ia tidak melihat gadis bergaun kusam dan berwajah datar seperti sebelumnya.

Yang ia lihat adalah seorang putri sejati. Wajahnya cantik memukau, matanya bersinar cerdas dan anggun. Gaun hijau zamrud itu membuatnya terlihat sangat elegan, berkelas, dan memancarkan aura bangsawan yang kuat. Ia terlihat seperti ratu hutan yang cantik dan mempesona.

"Ini... ini aku?" bisik Lae ria pelan, tangannya terangkat menyentuh pipinya sendiri.

"Tentu Nona," jawab pelayan itu bangga. "Keluarga Star born memang lahir dari garis keturunan yang luar biasa. Hanya saja tadi tertutup sedikit. Sekarang... Nona adalah wanita tercantik di seluruh istana ini."

Lae ria tersenyum kecil di depan cermin. Senyum yang penuh percaya diri. Rasa takutnya pada Pangeran Ka el perlahan berganti menjadi harapan.

Kalau aku secantik ini... mungkin dia akan melihatku. Mungkin aku tidak akan sekedar menjadi bayangan, batinnya berpikir.

Tapi di balik kegembiraannya, ia tidak tahu bahwa di suatu tempat di sudut istana yang lain, Ratu Delia sedang tersenyum puas mendengar laporan bahwa 'bunga' yang mereka tunggu sudah mekar sempurna.

"Bagus," ucap Ratu Delia pada pelayannya. "Sekarang, antarkan dia kembali ke taman. Dan pastikan... jalur yang ia lewati harus melewati tempat di mana Ka el sedang berdiri."

 “Baik yang mulia. ”

Segera pelayan Ratu menjalankan perintah tuannya, pelayan itu melakukan sesuai yang diperintahkan Ratu.

Saat Lae ria melangkah keluar dari pintu istana dan kembali menapakkan kaki ke area taman pesta, suasana seketika berubah.

Semua obrolan yang tadinya riuh, perlahan mereda.

Semua kepala berbalik menatap ke arah pintu masuk.

Lae ria Star born berjalan dengan langkah anggun, diiringi oleh para pelayan. Cahaya matahari memantul dari gaunnya yang berkilau, membuatnya seolah bersinar dengan sendirinya. Kecantikannya tidak lagi disembunyikan, melainkan terpampang nyata dengan megah dan memukau.

"Ya Tuhan... siapa itu?" bisik-bisik tamu lain mulai terdengar.

"Bukankah itu putri Star born? Tadi kan penampilannya biasa saja?"

"Wow... dia berubah total. Cantik sekali..."

Lae ria menahan kepalanya tetap tegak, meski jantungnya berdegup kencang karena semua mata tertuju padanya. Ia mencari keberadaan ibunya, tapi matanya tanpa sengaja melirik ke arah balkon utama, atau ke arah lorong istana yang teduh.

Ia merasa seolah-olah ada sepasang mata yang sangat tajam sedang mengamatinya dari jauh. Mata yang dingin, namun seolah bisa menembus sampai ke tulang sumsum.

Pangeran Ka el...

Dia pasti sudah ada di sana. Dan rencana Ratu Delia berhasil sempurna. Gadis yang sengaja disembunyikan itu kini menjadi pusat perhatian seluruh kerajaan.

1
Frida
kerennnnnnn
Frida
sukaaaaaa.... deg2 an bacanya seruuuuu, belum lagi ditambah adegan romantis 17 thn ke atas...lemgkap sudah...😍😍😍😍
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!