NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:56.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdebat

Natalia baru saja selesai mandi dan mengenakan hanfu putih sederhana yang membuatnya tampak bersih dan tenang. Ia duduk di depan cermin besar, sementara Wulan berdiri di belakangnya, perlahan menyisir rambut panjangnya.

Suasana di paviliun mawar terasa hening. Hanya suara sisir yang menyentuh rambut dan angin lembut yang masuk dari jendela.

Brak!

Tiba-tiba pintu terbuka tanpa permisi.

Andrian masuk dengan langkah lebar, wajahnya dingin dan penuh amarah. Kehadirannya membuat Wulan langsung berhenti menyisir.

“Kau keluar dulu,” ucap Natalia tanpa menoleh.

Wulan ragu sejenak, lalu menunduk. “Baik, Nyonya.” Ia segera keluar, meninggalkan keduanya di dalam ruangan.

Andrian menatap punggung Natalia yang masih duduk tenang di depan cermin.

“Jadi benar,” katanya tajam, “kau menghamburkan uang kediaman hanya untuk membeli pakaian dan perhiasan untuk dirimu sendiri?”

Natalia menatap bayangannya di cermin, lalu tersenyum tipis. “Tentu saja,” jawabnya santai. “Aku berbelanja. Kapan lagi aku memanjakan diri sendiri?”

Jawaban itu membuat rahang Andrian mengeras.

“Jadi kau juga memukul Karina dan Kak Lusi?” tanyanya dengan nada menekan.

Natalia akhirnya berdiri perlahan. Ia berbalik menghadap Andrian dengan tatapan datar.

“Aku tidak akan menyentuh mereka,” ucapnya tenang, “jika mereka tidak mengusikku. Jadi, kenapa kau hanya menyalahkan aku?”

Tangan Andrian mengepal kuat. “Natalia! Kau benar-benar keterlaluan. Sekarang serahkan semua perhiasan dan pakaian itu,” katanya tegas. “Berikan pada Ibu, Lilith, Karina, dan Kak Lusi sebagai permintaan maafmu.”

Ia melangkah lebih dekat. “Lagipula untuk apa kau membeli semua itu? Kau hanya tinggal di kediaman, tidak pernah bergaul dengan para istri bangsawan. Jadi lebih baik kau berikan pada mereka,” lanjutnya dingin.

Natalia tertawa kecil, namun tidak ada kehangatan di dalamnya. Ia melangkah maju hingga berdiri tepat di hadapan Andrian.

“Kau tidak berhak memerintahku seperti itu,” ucapnya tajam. “Aku tidak mau.”

Andrian langsung membentak. “Kau harus mau! Itu semua hasil jerih payahku! Harusnya kau tahu diri.”

Natalia terkekeh pelan, sorot matanya berubah dingin. “Kau yakin itu hasil jerih payahmu?” tanyanya pelan.

Andrian terdiam sesaat.

“Perlu kau ketahui, Andrian,” lanjut Natalia, “aku membeli semua itu bukan dengan uangmu.”

Wajah Andrian langsung berubah. “Omong kosong!” bentaknya. “Kau hanya boros dan tidak tahu diri! Lagipula dari mana kau mendapatkan uang? Kau bukan seperti Lilith yang memiliki penghasilan.”

Tangan Natalia mengepal kuat. Natalia menatapnya tajam, kali ini tanpa sedikit pun menahan diri.

“Ingat baik-baik,” ucapnya tegas. “Sebelum kau seperti sekarang, kau hanyalan pria biasa.”

Langkah Natalia mendekat, suaranya semakin rendah namun penuh tekanan.

“Kau tidak ingat siapa yang membiayaimu? Siapa yang membuatmu menjadi sarjana, masuk ke istana, hingga menjadi jenderal?”

Ia menatap lurus ke mata Andrian. “Semua itu menggunakan uangku.”

Andrian mengepalkan tangannya kuat. Wajahnya menegang, campuran antara marah dan tidak terima. Ia tidak menyangka Natalia akan mengungkit hal itu.

“Kenapa kau berubah?” tanyanya akhirnya, suaranya lebih rendah namun penuh emosi. “Dulu kau tidak seperti ini.”

Natalia tersenyum tipis, namun matanya dingin. “Kenapa kau masih bertanya?” balasnya. “Kau penyebabnya, Andrian.”

Wanita itu lalu menarik napas panjang. “Aku hanya lelah,” lanjutnya pelan. “Lelah diabaikan, lelah diperlakukan seperti tidak ada.”

Tatapannya semakin tajam. “Dan sekarang aku tidak akan bersikap lembut pada orang yang tidak tahu malu.”

Andrian langsung tersulut. “Apa karena aku tidak pernah menyentuhmu,” bentaknya, “jadi kau bersikap seperti ini?”

Ruangan mendadak hening.

Natalia menatapnya tanpa berkedip. Dulu, ia memang selalu berharap untuk disentuh oleh suaminya. Bahkan Natalia pernah menggoda Andrian. Tapi pria itu langsung pergi begitu saja dengan alasan ada panggilan dari istana.

Natalia berpikir, jika Andrian mengalami kelainan fungsi, makanya ia terus berusaha. Bahkan ia harus menahan hinaan dan cacian oleh keluarga Li tapi Natalia menahan semuanya karena ia mencintai Andrian.

Tapi setelah Andrian membawa seorang wanita dengan perut hamil. Natalia akhirnya mengerti suaminya bukan memgalami kelainan. Ia memang tak mau menyentuh Natalia, yang entah apa alasannya.

Lalu Nataliaa tersenyum dingin. “Jangan terlalu percaya diri,” ucapnya tajam. “Seolah aku mengharapkan sentuhanmu. Mungkin itu dulu, tapi sekarang tidak lagi.”

Langkahnya mendekat satu lagi. “Seorang pria yang bahkan tidak bisa menghargai istrinya sendiri,” lanjutnya, “tidak layak dibanggakan.”

Andrian terdiam.

“Dan sekarang,” tutup Natalia dingin, “kau ingin aku meminta maaf pada wanita yang masuk ke rumah ini sebagai perusak?” Ia menggeleng pelan. “Bermimpilah. Aku juga tidk akan pernah meminta maaf pada orang-orang yang mencoba menyakitiku.”

Wajah Andrian semakin gelap, amarahnya tak lagi bisa disembunyikan. Ia menatap Natalia dengan sorot tajam, lalu berkata dengan suara menekan.

“Di mana barang-barang yang kau beli itu?” tanyanya dingin. “Katakan sekarang.”

Tanpa menunggu jawaban, Andrian langsung bergerak. Ia membuka lemari, laci, bahkan membongkar kotak-kotak di dalam kamar Natalia.

Suara barang berjatuhan terdengar berantakan. Namun tak satu pun dari perhiasan atau hanfu yang ia cari ditemukan.

Napasnya mulai berat. Ia berbalik menatap Natalia dengan wajah penuh emosi.

“Katakan di mana kau menyembunyikannya!”

Natalia tetap berdiri tenang di tempatnya. Tatapannya datar, seolah semua itu tidak berarti apa-apa.

“Kau tidak memiliki hak atas barang-barangku,” ucapnya dingin.

“Aku suamimu, Natalia!” bentak Andrian.

Natalia tersenyum sinis. “Sebentar lagi tidak,” balasnya santai.

Andrian langsung terdiam, alisnya berkerut. “Apa maksudmu?” tanyanya tajam.

Natalia hanya mengangkat bahu. “Artikan sendiri,” ucapnya ringan.

Sikap acuh itu justru membuat Andrian semakin marah. Ia mengatupkan rahangnya kuat, berusaha menahan emosinya.

“Baik,” katanya akhirnya. “Kalau kau tidak mau menyerahkan barang-barang itu, berikan cap kediaman sekarang.”

Ia menatap Natalia dengan penuh tekanan. “Biarkan Lilith yang mengurus semuanya.”

Tanpa ragu, Natalia langsung mengangguk. “Baik,” jawabnya singkat. “Aku juga sudah lama muak mengurus kediaman ini.”

Jawaban itu membuat Andrian terkejut sekaligus semakin tersulut.

“Jadi ini sikap aslimu?” sindirnya. “Pantas saja kau pantas dihukum tidak bisa—”

“Tidak bisa apa?” potong Natalia tajam.

Andrian langsung terdiam. Kata-katanya tertahan di tenggorokan, seolah ia sendiri sadar apa yang hampir ia ucapkan. Ia mengalihkan pandangan, lalu berkata dengan nada keras.

“Berikan cap kediaman itu.”

Natalia menatapnya tanpa ekspresi. “Besok,” jawabnya tenang. “Aku akan memberikannya.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan. “Sekaligus menyerahkan gajimu.”

Andrian mengernyit. “Maksudmu?” “Kebetulan besok pihak istana akan datang,” lanjut Natalia santai. “Jadi sekalian saja semuanya diselesaikan.”

Suasana kembali hening.

Andrian menatapnya beberapa detik, mencoba membaca sesuatu dari wajah wanita itu. Namun yang ia temukan hanya ketenangan yang asing.

Tanpa berkata lagi, ia berbalik. Langkahnya berat saat meninggalkan kama itu. Sementara Natalia tetap berdiri di tempatnya.

1
j4v4n3s w0m3n
lapar apa kelaparan pangeran 🤭🤭🤭🤭bikin malu aja😄😄😄
gina altira
senangnyaa triple up
Lyvia
suwun thor crazy upnya, matrehat sehat sllu thor 😄
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Korona ini
Maria Lina
makasih thor ud treeple up. y n bsk gimi lgi ya thor
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sudah kere pun masih tak berpikir
itu siapa punya hak

hadeh dasar ya kko manusia serakah
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Dih ga sadar2 ni manusia
vj'z tri
gak yakin makan hanya sedikit /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ya jelas beda dong kan yaaa
vj'z tri
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/ gpp kok horang ganteng juga manusia bisa lapar juga /Facepalm/
vj'z tri
pepet teros kang jangan kasih kendor /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tambah laper juga itu /Facepalm/
Osie
wu reno g usah kepo..org kepo cpt matii🤣🤣🤣
Osie
jiiiaahh sampah merasa tuan muda
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Wu Reno bnyk nanya dah th keadaan darurat 😏😤
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
tenang Adrian stlh kamu ketemu sama Natalia kamu akan di beri surat cerai yg nanti akan bikin duniamu runtuh karna tanpa Natalia kamu dan keluarga Li akan nyungseb 😏😤
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
doyan apa lapar Zhang Tian 😅😅
Osie
doyan apa rakus nih zhang tian🤣🤣🤣🤣
mama_im
tongkol nya pake sambal gak kak yul?? 🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Astaga typo kak gara-gara nulis dalam kondisi lapar 🤣🤣🤣
total 1 replies
sambua
kacang lupa kulitnya anda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!