Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 10.
Ketika seluruh anggota mulai berbisik-bisik membicarakan tentang ucapan Victoria yang sempat mengejutkan semua orang.
Victoria terdiam sesekali melirik kearah semua anggota keluarga yang diam-diam membicarakannya. Namun hal itu diabaikan Victoria begitu saja, lagipula dia tidak mau ambil pusing dengan ejekan atau gosipan orang lain.
"Apa yang kamu katakan, Victoria. Pernikahan ini sudah ditetapkan untukmu, bagaimana kamu bisa menyerahkannya begitu saja."ucap ibu suri sambil menggenggam tangan Victoria lembut menasihati cucunya untuk tidak mengalah
"Nenek, saya tidak apa-apa jika posisi calon pengantin wanita digantikan oleh Bianca, karena saya tidak ingin menikahi pria yang sudah mencintai wanita lain."ujar Victoria dengan tenang lalu menjelaskan pada nenek alasan dia menolak
Mendengarnya tidak bisa membuat Ibu suri bersedih, ketika melihat cucu kesayangannya dengan rela menyerahkan calon suami demi adiknya. Ibu suri mengangkat satu tangannya mengusap pucuk kepala Victoria dengan lembut, seakan mengerti dan memahami perasaan cucunya saat ini.
"Baiklah, nenek tidak akan memaksamu. Tetapi jika suatu saat ada seorang pria yang kamu sukai, katakan pada nenek maka nenek akan melamarnya untukmu."ujar Ibu suri tersenyum kecil menahan air mata dan kekecewaan terhadap putranya yang keras kepala
"Baik nenek, terimakasih atas pengertiannya."jawab Victoria mengangguk mengerti tersenyum lebar
Pada saat Ibu suri dan Victoria saling memahami satu sama lain, dari arah belakang Bianca yang sebelumnya masih berdiri ditempat duduknya. Kemudian berjalan mendekati nenek dengan kesenangan diwajahnya.
Dia dengan hormat berterimakasih pada nenek atas kemurahan hatinya untuk tidak marah kepadanya, karena dia memang menginginkan posisi permaisuri itu menjadi miliknya.
"Nenek terimakasih atas kemurahan hatinya karena bersedia menyatukan cinta saya dengan putra mahkota."ucap Bianca sambil menyatukan kedua tangannya sedikit menundukkan tubuhnya berterimakasih sesekali tersenyum puas
Tanpa ada angin dan hujan, Ibu suri menatap cucu dari istri kedua putranya dengan tatapan serius. Kenapa dia tiba-tiba datang dan mengucapkan terimakasih, sejak kapan dia menyetujui posisi pengantin wanita digantikan pada Bianca.
"Apa yang sedang kamu lakukan?."ucap Ibu suri dengan tatapan dingin terkejut dengan perkataan Bianca
Saat mendengar ibu suri terlihat sama sekali mengabaikan ucapannya, Bianca mengangkat wajahnya dengan satu alis terangkat heran. Apakah nenek sengaja pura-pura tidak menanggapi ucapannya?.
"Apa?."terkejut Bianca dengan heran menatap nenek dengan tatapan dingin mengabaikan ucapannya
"Sejak kapan saya menyetujui bahwa kamu akan menggantikan posisi pengantin wanita kepadamu, jangan besar kepala."ujar ibu suri dengan tatapan serius menyindir cucunya yang tamak dan sombong itu
Pada saat Ibu suri selesai bicara dan terdengar begitu tidak menyukai Bianca atas ucapannya. Permaisuri Venia berjalan cepat mendekati putrinya, dia menyentuh bahu putrinya dengan lembut lalu mulai buka suara dengan ekspresi sedih.
"Ibu, Bianca hanya begitu sangat bahagia sampai dengan asal bicara begitu."ucap permaisuri Venia dengan tertawa canggung sambil merangkul bahu Bianca
Saat mendengar ibunya selesai bicara dan terdengar malah berkata sebaliknya. Bianca menolehkan wajahnya menatap ibunya dengan dahi berkerut heran.
Tetapi dengan cepat Bianca mulai mengerti ketika ibunya memberi isyarat untuk tidak terlalu banyak bicara tentang pernikahan. Kemudian Bianca dengan cepat menundukkan kepalanya dengan rendah.
"Maaf nenek, saya terlalu banyak bicara tanpa berpikir terlebih dulu!."ucap Bianca dengan wajah tertunduk kemudian meminta maaf
Ketika dua orang yang tidak diinginkan keberadaannya, Ibu suri dengan acuh mengabaikan menantu dan cucu liciknya. Arah pandangannya kembali menatap Victoria dengan raut wajah yang berbeda menjadi lebih tenang dan penuh kasih sayang.
"Nenek bawakan hadiah untukmu, ikutlah bersama nenek!."ucap Ibu suri menatap Victoria lalu mengabaikan menantu dan Bianca cucunya
"Baik nenek!."jawab Victoria mengangguk patuh lalu mengikuti nenek duduk ditempatnya
Kemudian Ibu suri dan Victoria pun melangkah pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja.
"Ibu, kenapa nenek begitu pilih kasih padaku?."gumam Bianca dengan wajah ditekuk kesal mengadu pada ibunya sambil menghentakkan kakinya
"Tahan dirimu putrimu, biarkan saja jika nenekmu lebih menyayangi cucu sialan itu. Jika kamu sudah menjadi permaisuri dikerajaan Cahaya, maka beri perhitungan dan balas dendam pada mereka karena berani pilih kasih padamu, terutama wanita sialan itu jika perlu singkirkan dia agar kasih sayang nenek hanya untukmu seorang."ujar permaisuri Venia dengan wajah sinis menahan kesal dan marah
"Ibu benar, setelah saya resmi menjadi permaisuri dan istri putra mahkota. Saya ingin membuat perhitungan pada mereka berdua dan tidak akan melepaskan mereka dengan mudah."ucap Bianca dengan senyum licik memperhatikan dua orang didepan matanya saat itu
"Itu baru putriku!."lanjut permaisuri Venia dengan bangga dengan pemikiran putrinya yang menurun dengannya
Sementara itu semua anggota mulai memberikan hadiah penyambutan untuk ibu suri secara bergantian. Ketika tiba waktu ibunya arah tatapan Victoria langsung tertuju pada ibunya yang juga memberikan hadiah pada nenek.
"Ibu, ada sedikit bingkisan untuk ibu. Maafkan saya jika tidak mampu memberikan hadiah yang mewah kepada ibu."ucap nyonya Viona dengan rendah hati sambil menyerahkan hadiah yang dirinya bawakan dan tidak begitu mewah dari yang lain
Memandangi menantu yang sejak dulu dia sayangi dan tidak pernah berubah selalu rendah hati, Ibu suri tersenyum lebar saat menantunya memberinya hadiah untuknya.
"Tidak masalah, hadiah mewah ataupun tidak Ibu tidak akan menolak dan akan menerima dengan senang hati."ujar Ibu suri tersenyum lebar memahami maksud menantu kesayangannya
"Kenapa kamu begitu meragukan bahwa ibu tidak akan menerima hadiah sebesar atau sekecil apapun. Apa kamu melupakan kepribadianku setelah lama tidak bertemu."tambah ibu suri menatap menantunya dengan tatapan santai
Mendengar perkataan Ibu mertuamu, nyonya Viona mengedipkan matanya sebentar lalu menatap ibu mertuanya yang tidak pernah berubah sejak dulu.
"Tentu saja tidak, ibu begitu peduli dan menghargai kami semua tanpa terkecuali."ujar nyonya Viona
Dengan rendah hati nyonya Viona tersenyum kecil sambil menundukkan kepalanya dengan malu. Dia begitu beruntung memiliki ibu mertua yang begitu memperdulikannya dan tidak pernah pilih kasih terhadap dua menantunya.