Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16
Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.
Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.
Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.
Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10- CKOD 10
"Buka pintunya!" seru Leo ketika mereka sampai di depan pintu kamar pribadi mereka berdua.
Bella menggerakkan tangannya. Tangannya membuka pintu kamar itu.
Klik
Leo menendang pintu itu dengan kuat. Bella pun tidak menghindar ketika tangannya terkena lutut Leo.
Leo merebahkan Bella di sofa. Setelah itu dia berjalan menutup pintu, dan pergi berbaring di tempat tidur, sambil membelakangi Bella.
Bella juga hanya meringkuk, memeluk tubuhnya sendiri. Jangan tanya seperti apa rasanya tubuhnya. Lengket, bau, dan sangat tidak nyaman. Udara di gudang tidak ada baik-baiknya. Aroma menyengat sangat tidak enak, lalu lembab. Bella berkeringat dan tubuhnya sangat lengket.
Namun rasa lelah, membuatnya bahkan tak membutuhkan waktu sampai satu menit untuk bisa tertidur.
Sementara itu, pria yang berbaring membelakanginya tampak gelisah. Leo memejamkan matanya, membukanya lagi, dan memejamkan matanya lagi. Tapi dia sama sekali tidak bisa terlelap.
Hingga akhirnya Leo berbalik, menatap punggung Bella cukup lama. Sampai akhirnya, dia merasa lebih tenang, memejamkan matanya dan tidur.
**
Pagi harinya, pagi-pagi sekali. Bella merasa sesuatu menyentuh kakinya.
Bella menoleh, Leo ada disana dengan sebuah cambukk di tangannya yang di gerakkan baik turun di kaki sampai telapak kaki Bella.
Spontan, Bella menarik kakinya. Dan Leo yang melihat itu malah menarik tangan Bella dan membawa wanita itu ke arahnya.
Dugh
Kening Bella sampai membentur dada Leo. Wajah ketakutan itu terlihat jelas. Leo menatapnya dengan begitu tajam. Tatapan yang terlihat marah, mengerikan.
"Kenapa kamu merayu kak Sony?"
Bella terbelalak kaget. Leo bertanya seperti itu, dan cengkeraman tangan Leo di pergelangan tangannya. Seperti akan membuat tangannya remuk.
"Aku... aku tidak!"
Cetarr
Leo mencambukk lantai. Tapi suaranya sangat kencang. Bella sampai memejamkan matanya. Dia benar-benar takut. Dia sampai mengira Leo akan mencambukk tubuhnya.
"Bohong! kamu merayu kak Sony, supaya kamu tidak perlu berlutut di teras. Apa kamu tidak mau melakukan hukuman itu lagi? Apa menurutmu hukuman itu terlalu ringan!"
Leo memekik, suaranya sampai membuat seluruh tubuh Bella gemetaran. Air mata itu mengalir begitu saja.
"Tidak mas, sungguh tidak...."
Cetarr
Leo marah sekali. Dini hari tadi, dia merasa tenggorokannya kering. Pergilah dia keluar mengambil minum. Karena jam segitu, semua pelayan di rumah ini pasti masih tidur.
Tapi dia mendengar pertengkaran di kamar kakaknya. Awalnya Leo hanya berniat melerai. Tapi dia malah mendengar, kakaknya marah pada kakak iparnya. Karena Sony menggendong Bella yang pingsan ke dalam kamarnya. Leo pun menjadi emosi. Dia tidak suka, Bella di sentuh orang lain, pria lain. Sangat tidak suka. Dadanya seperti terbakar.
Ketika Leo kembali ke kamar. Entah kenapa dia malah merasa sangat marah pada Bella. Wanita yang katanya merayu Sony. Leo kesal, dia sangat kesal. Leo tak kembali tidur, dia memilih mengambil cambuk yang ada di lemarinya. Dan menunggu Bella bangun.
Bella terisak ketakutan. Tubuhnya masih sangat sakit. Kalau cambuk itu melukainya lagi. Entah rasa sakit dan perih seperti apa yang akan dia rasakan.
"Mas, aku sungguh tidak... emphhh"
Leo menekan tubuh Bella sampai terjatuh lagi ke sofa. Dan menciumnya dengan begitu kasar.
Mata Bella menatap pria yang begitu kasar padanya itu. Bibirnya sakit, Leo bahkan memaksa Bella membuka mulutnya. Tak ada getaran yang pernah dia rasakan sebelumnya. Sungguh hanya ada rasa sakit yang membuat Bella merasa rasa cintanya perlahan, sedikit demi sedikit terkikis. Pada pria yang dulu merupakan setengah jiwanya itu.
Leo melepaskan ciumannya. Tapi Bella tidak pernah berpikir kalau sikap kasar Leo hanya akan sebatas itu. Sudah satu tahun seperti Iki, rasanya Bella sudah hafal. Suaminya itu akan melampiaskan kekesalannya, amarahnya bahkan kelelahannya pada Bella. Pada tubuhnya.
Benar saja, Leo bangkit dari tubuh Bella, tak bukan benar-benar untuk melepaskannya. Leo justru membuka jubah tidurnya. melemparkan jubah itu ke lantai dengan sembarangan.
Masih dengan tatapan tajam penuh emosinya, suami Bella itu mengangkat tubuh Bella dengan begitu kasar dan mengejutkan.
Pinggang Bella rasanya tersentak dan itu benar-benar membuat Bella meringis tipis. Karena memang rasanya sakit. Namun Vella tidak bersuara, semakin dia merintih, semakin dia meluapkan rasa sakitnya. Yang ada Leo akan semakin kasar padanya. Jadi, memang tidak ada gunanya.
Bella menahan suaranya sebisa mungkin agar tidak keluar dari mulutnya. Pria itu membawanya dengan cepat ke kamar mandi.
Leo menurunkan Bella tepat di bawah shower, dia menyalakan air dingin dan langsung mengguyur kepala Bella dengan setelah air yang cukup deras.
Bella menutup rapat mulutnya, memejamkan matanya. Meski rasanya seperti di jatuhi sesuatu yang cukup mengangetkan dan sangat dingin di kepala dan bahunya. Bella berusaha untuk tidak bersuara. Kedua tangannya mendorong kuat dinding di belakangnya. Ungkapan rasa dingin di sekujur tubuhnya.
Dan Leo, pria itu menatap Bella dengan amarah bercampur cemburu yang begitu besar.
"Di bagian mana kak Sony menyentuhmu?"
Awalnya pertanyaan itu pelan, seperti sebuah bisikan yang penuh dengan penekanan. Bella sendiri bingung mau jawab apa? karena memang dia pingsan saat Sony menggendongnya.
Bella berpikir, kira-kira kalau orang pingsan itu. Bagian tubuh mana yang akan dipegang saat di angkat untuk di gendong.
Namun, selagi Bella masih berusaha berpikir. Leo malah semakin emosi.
Brakk
Bella terkejut bukan main. Wanita itu sampai membuka matanya secara refleks dengan begitu cepat. Bahkan bahunya juga terangkat tinggi. Tangannya, kedua telapak tangan itu salah memukul dinding sangking kagetnya dia mendengar suara pukulan keras di samping kanan dan kiri kepalanya.
"Mas..."
Bella berusaha menjelaskan, dia ketakutan. Dia kebingungan dan dia ingin menjelaskan pada Leo. Tapi lagi-lagi, baru mau mengucapkan sepatah kata, Leo kembali membuatnya tak bisa melanjutkan apa yang ingin Bella katakan pada pria itu.
Leo mencengkeram kuat rahangnya. Bella rasanya ingin menyerah. Jujur itu, rasanya sangat sakit. Ketika rahang yang kedinginan malah di cengkeram dengan sangat kuat. Oleh seorang pria yang kekuatannya begitu besar, di tambah dia sedang marah.
Bella tak bisa melanjutkan ucapannya. Dia benar-benar hanya bisa menangis. Bahkan mana air mata dan mana air shower sudah tidak bisa dibedakan, keduanya sama-sama mengalir deras di wajah Bella.
"Dimana dia menyentuhmu?" geram Leo.
***
Bersambung...
Author, boleh ngamuk gak, sama suami & keluarga nya..?
Karena menurut ku keluarga suaminya ada gila²nya.. 🤭
Pengen aja jadi psikopat jika di posisi si Bella..
Biar di babat habis mereka semua.. 🤭
mudah mudahan ada penolong 🤲
mimpi aja kamu Leo 🤭
Nicklas
niklas🙈