NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : My Love

Usai permasalahan yang ditimbulkan Jungha. Youngha menjadi pendiam semenjak itu, wajahnya pucat. Dia tidur di sebelah Dohee, memeluk Dohee. Di tengah malam, tidak seperti biasanya, Dohee merasakan suhu badannya terasa hangat seperti demam rasa-rasanya. Dohee segera bangun lalu memegang kening Youngha, dia mengambil termometer tubuh.

Setelah tahu Youngha mengalami demam tinggi, Dohee langsung mengucir rambutnya acak-acakan. Dia segera membuka selimut lalu membuka baju Youngha, mengambil satu baskom air suhu ruang lalu mengompres bagian kening Youngha. Bibirnya sudah mulai kering, pucat. Saat Dohee membuka mulutnya, dia sudah menggigil. Dohee menelan kembali air yang ada di mulut lalu dia mengambil ponsel Youngha dan menghubungi Raon,

“Raon, ini Dohee” ujar Dohee terdesak bingung, panik sambil menggigit jarinya menyingkirkan poninya sambil mondar-mandir,

“Kak Dohee ada apa?” tanya Raon sigap yang suaranya terdengar,

“Raon, tolong aku” kata Dohee panik.

Tak lama Raon berlari menghampiri Dohee yang sudah ada di depan gerbang, mereka berlari masuk ke dalam kamar,

“Kak Dohee, dia kenapa?” tanya Raon panik,

“Demamnya tinggi, aku tidak tahu dia pucat sekali 5 menit barusan” jawab Dohee,

“Kak Dohee, bisa bawa mobil kan?” tanya Raon,

“Bisa, ayo” jawab Dohee, dia sempat meminum vitamin yang di berikan Jieun lalu dia menuntun jalannya Raon keluar sambil menggendong Youngha,

Dohee mengeluarkan mobil sport miliknya dari garasi khusus, “Wah~ Keren~” gumam Raon bengong,

“Raon! Ayo!” teriak Dohee,

Kemudian dia tersadar, tanpa membuka pintu dia langsung masuk ke dalam mobil. Dohee langsung tancap gas, dia jalan mencapai angka hampir 100/km. Di luar merasa guncangannya besar, tapi di dalam stabil. Dohee selalu jackpot saat melewati lampu merah, tak sampai satu jam mereka sampai di rumah sakit. Pihak rumah sakit menanganinya dengan cepat, setelah lamanya menunggu penanganan pertama, Dokter menyarankan untuk rawat inap dirumah.

Dohee dan Raon menyetujui hal ini, Dokter yang harus pergi kesana. Karena Dokter itu adalah kenalan Dohee, jadi dia hanya perlu rawat dirumah. Setelah kejadian itu, pukul tepat menunjukkan 4 pagi mobil ambulans keluar tanpa sirine, Youngha diantarkan kembali. Dohee menggunakan rumah utama sebagai perawatan Youngha sepenuhnya, karena luas. Dohee langsung lega melihat ini, dia hampir jatuh.

Raon sigap memegang lengan Dohee, “Kak Dohee, istirahat kak... Jangan terlalu memikirkan masalah Jungha ya kak” ujar Raon, Dohee langsung menganggukan kepala. Dia langsung menepuk lengan Raon,

“Raon, terima kasih banyak kamu sudah banyak membantuku... Aku tidak tahu cara membalas mu” ujar Dohee,

“Kak Dohee, tidak perlu sungkan... Sudah sepatutnya kita begini, Kak Youngha juga sudah aku anggap saudaraku sendiri... Jadi Kak Dohee sudah aku anggap kakak iparku sendiri” jawab Raon,

“Raon, terima kasih, jadi anak baik” kata Dohee lalu memeluk Raon seperti adiknya, tak sadar dia menangis

“Terima kasih juga kak, sudah jadi pendamping Kak Youngha” jawab Raon sambil menepuk punggungnya,

“Raon, hari ini cukup kita saja yang tahu tentang Kak Youngha jangan bilang ke yang lain ya?” ujar Dohee,

“Iya kak, aku akan bilang kalau dia masih mengurus Kakak” jawab Raon.

Kemudian Raon berpamitan untuk segera berangkat ke kantor, Dohee menyuruh Raon pulang kerumah untuk menyarap. Di rumah utama, Dohee memasakkan bubur. Youngha masih tertidur pulas, Dohee menatap wajah Youngha yang terbaring itu. Tiba-tiba, Dohee tersadar air matanya keluar. Dohee mengusap air matanya, “Sayang, aku tunggu kamu sampai sadar disini ya” bisik Dohee lalu mengecup kening Youngha.

Hari telah berganti menjadi sore, Raon sepulang dari kantor dia langsung menjenguk Youngha yang tak kunjung sadar itu. Raon membaca koran sambil duduk di kursi samping Youngha, tepat saat itu Hain penasaran dan mengecek di rumah Youngha tetapi tak ada jawaban dia langsung cepat-cepat ke rumah utama dan masuk. Disana Raon terkejut saat mendengar suara Hain, dia cepat-cepat keluar dari kamar. Hain berhenti lalu menatap Raon,

“Raon? Kenapa kau ada disini? Dimana Kak Youngha?” tanya Hain,

“Aku hanya ingin kesini saja” jawab Raon,

“Ada Kak Youngha? Dia dirumah tak ada” tanya Hain menggerutu Raon,

“Dia… aku juga tidak tahu” jawab Raon,

Hain menatap Raon curiga, dia langsung menerobos masuk ke dalam kamar itu, Raon sudah menghalanginya tapi tubuhnya yang besar itu tetap saja masuk ke dalam kamar. Setelah mereka bertengkar, Raon tidak memperbolehkan Hain masuk. Engsel kamar itu terbuka, Youngha yang berbaring dengan selang infus itu membuat hatinya sakit lalu masuk memegang tangan Youngha,

“Tidak… tidak mungkin!” gumam Hain sambil menggelengkan kepala,

“Raon! Dia kenapa?!” seru Hain yang kemudian panik sambil menangis,

“Hain, kenapa kau berisik sekali?” tanya Youngha yang masih memejamkan mata itu,

“Kak Youngha?!” panggil Raon terkejut, dia langsung menghampiri Youngha,

“Kak Youngha, bagaimana keadaanmu?” tanya Raon,

“Hmm... Aku baik-baik saja” jawab Youngha, lalu membuka kedua matanya,

“Raon, bantu aku” ujar Youngha.

Raon membantu Youngha bangun dan bersandar ke tempat tidur, Hain yang masih tidak tahu apa-apa itu menangis di depan Youngha,

“Kenapa kau selalu menangis sih?” tanya Youngha agak kesal,

“Aku tidak pernah melihatmu seperti ini, Kak” jawab Hain,

“Hey Yoon Hain, aku masih hidup ya... jadi menangis.” perintah Youngha,

“Iya kak” jawab Hain sambil mengusap air matanya,

“Raon, dimana Dohee?” tanya Youngha,

“Dia pergi sebentar dengan Ibu tadi Kak, untuk menjernihkan pikiran kata ibu” jawab Raon,

“Baguslah, aku tenang kalau dia sudah sembuh” ujar Youngha,

“Kau kenapa kak jadi seperti ini?” tanya Raon,

“Aku mimpi ibuku lalu wajahnya sedih, karna Jungha sudah sulit aku atur dan nakal sekali” jawab Youngha terus terang,

“Ada apa dia?” tanya Hain yang langsung berubah wajahnya menjadi tegas saat membahas Jungha,

“Dia sudah main dengan Miran, hah... Pusing sekali aku memikirkannya, padahal aku sudah keras dengan dia” jawab Youngha sambil memegang kepalanya,

“Kak Youngha, serahkan Jungha padaku sekarang. Aku akan mendidiknya jadi anak sekaligus pria matang” ujar Hain tegas, dia langsung beranjak dari kursinya lalu melihat ke arah luar jendela,

“Aku percayakan padamu Hain, aku sudah tidak kuat mengaturnya. Terserah dia kau apakan” jawab Youngha pasrah,

Youngha mencoba duduk di tepi tempat tidur, Raon membantunya. “Kak Youngha, perlu aku ambilkan minum?” tanya Raon, “Sudah Raon, kau istirahatlah” suruh Youngha baik. Tak lama, Dohee kembali dan masuk ke dalam kamar. Dia terdiam membatu saat melihat Youngha sudah duduk di tepi tempat tidur, Raon yang duduk di kursi dekat jendela, Hain yang sudah berdiri di depan jendela sambil kedua tangan di pinggang. Barang yang dipegangnya terjatuh, mereka bertiga terkejut saat barangnya jatuh, Youngha menaikkan kedua alisnya. Dohee langsung menghampiri Youngha yang ada di tepi tempat tidur itu, dia langsung memeluk Youngha sangat erat.

Youngha tersenyum puas lalu mengelus punggung Dohee dan mencium kepala bagian samping Dohee, Dohee menangis saat memeluk Youngha. Dia menatap wajah Youngha lagi dan menyentuh pipi Youngha, kemudian dia memeluk lagi dengan erat. Lalu, Dohee melepaskan pelukannya,

“Aku takut setengah mati, kamu sudah tak sadarkan diri agak lama” ujar Dohee kemudian nangis sesenggukan,

“Sayang, aku tidak apa-apa” jawab Youngha mengelus belakang pinggang Dohee lembut,

“Kak Hain? Kenapa kau disini?” tanya Dohee menoleh ke belakang,

“Dohee, aku ini punya batin yang kuat dengan Kak Youngha. Jadi, dia seperti kembaranku punya feeling yang sama” jawab Hain sambil sedikit menenangkan Dohee,

“Dasar” gumam Dohee yang langsung tersenyum mendengar Hain,

“Kak Youngha, kamu jangan kepikiran Jungha lagi ya... Aku tahu ibu sedih melihatnya, kamu juga manusia yang sedang punya tanggungan aku dengan bayi kita” ujar Dohee lembut sambil mengelus pipinya,

“Iya sayang” jawab Youngha tersenyum lembut sambil menganggukkan kepala,

“Kalau kamu sakit aku tidak kuat menggendong mu seperti kemarin kamu menggendong ku sepanjang hari” ujar Dohee sambil meneteskan air matanya,

Youngha hanya menganggukkan kepalanya lalu mengusap air mata Dohee sambil tersenyum menenangkan Dohee,

“Jangan nangis lagi ya, aku sudah sehat kembali... Bisa menggendong mu kemana saja” ujar Youngha lembut, lalu tertawa kecil,

Dohee tersenyum sambil mengusap air matanya, lalu Youngha mencium bibir Dohee sambil meneteskan air mata. Hain dan Raon langsung membelakangi mereka berdua,

“Hey, hari ini kenapa hujan sih?” tanya Hain berbisik,

“Hari ini cerah, Kak” jawab Raon.

Padahal langit di luar sedikit bersalju, lumayan cerah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!