NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Aku Harus Meningkatkan Level Kebencian Keluarga Sinclair

**Pukul 08.30, Ruang Makan Kediaman Keluarga Sinclair**

Eleanor melangkah turun melalui tangga kayu jati yang dipoles mengilap. Suasana rumah terasa tenang, hanya terdengar suara gesekan kain dan langkah kaki tipis di atas karpet tebal.

Eleanor mengarahkan langkahnya menuju ruang makan. Ruangan itu memiliki langit-langit tinggi dengan lampu gantung kristal yang tidak menyala karena cahaya alami sudah cukup terang. Di tengah ruangan, terdapat meja panjang berbahan kayu mahoni yang bisa menampung dua belas orang, namun pagi ini hanya tiga kursi yang terisi.

Di sana duduk Gideon, kepala keluarga yang sedang membaca koran sambil menunggu makanannya disajikan istri tercintanya itu. Di sisi kiri meja, Evangeline sedang berdiri sedikit condong ke arah piring Gideon, untuk menyendokkan sepotong daging asap. Alistair sendiri sudah mulai sarapan dengan gerakan yang sangat elegan.

Eleanor menarik kursi kayu yang berat di sisi kanan meja. Suara gesekan kaki kursi dengan lantai marmer menimbulkan bunyi decit yang pendek. Ketiga orang di meja itu serentak menoleh ke arahnya.

Gideon melipat dan meletakkan korannya di atas meja. Ia melihat ke arah jam tangannya, lalu kembali menatap Eleanor dengan ekspresi datar. "Kenapa kau baru turun sesiang ini? Hanya karena ini adalah akhir pekan, bukan berarti kau bisa bangun terlambat. Kau seharusnya bangun lebih awal dan melakukan kegiatan yang bermanfaat," ujar Gideon dengan nada suara yang berat dan tegas.

Eleanor tidak menyapa siapapun, ia cuek saja dengan ucapan ayahnya. Ia langsung duduk dan menarik serbet kain ke pangkuannya.

Di dalam kepalanya, Eleanor teringat akan kehidupannya yang lama. Dahulu, saat ia masih tinggal di desa bersama orang tua angkatnya, ia sudah berada di luar rumah sejak pukul empat pagi. Ia harus memberi makan ayam, membersihkan kotoran kuda, dan memanen sayuran di ladang untuk dibawa ke pasar desa. Setiap hari adalah kerja keras demi bisa membayar biaya sekolah dan makan sehari-hari. Meskipun Eleanor pintar, tapi tidak ada program pemberian beasiswa untuk siswa kurang mampu di desa terpencil seperti ini. Kehidupannya baru sedikit lebih baik setelah nenek Margot datang untuk memberikan sumbangan ke desa. Tapi kehidupannya kembali memburuk setelah orang tua angkatnya meninggal dan nenek Margot tidak pernah datang lagi. Kalau berdasarkan cerita aslinya kekuasaan perusahaan sedikit demi sedikit mulai diambil Paman Liam sedangkan Liam masih terlalu muda untuk bergabung ke perusahaan, jadi nenek tidak punya waktu untuk mengurusi soal donasi kemanusiaan lagi.

"Sekarang aku punya keluarga sekaya ini, banyak pelayan yang selalu siap sedia, tapi aku tetap tidak diperbolehkan untuk menikmati hidup santai? Ah sudahlah lagipula aku kan sudah memutuskan akan keluar dari rumah ini sebelum mereka bangkrut," pikir Eleanor dalam hati, masih dengan tatapan cueknya.

Gideon dan Evangeline saling berpandangan sejenak. Ada perubahan raut wajah pada Gideon, ketegasannya sedikit luntur. Mereka berdua mengetahui fakta bahwa Eleanor tumbuh besar dalam kemiskinan dan harus bekerja kasar sejak kecil. Informasi itu sudah tercatat dalam laporan yang mereka terima saat pertama kali menemukan Eleanor tiga tahun lalu.

Evangeline menyentuh lengan suaminya dengan lembut, memberi isyarat agar ia berhenti bicara. "Sudahlah, Gideon. Ini masih pagi dan kau sudah menegur anakmu sendiri. Kau hanya akan membuat suasana di meja makan ini menjadi canggung," ucap Evangeline. Ia kemudian beralih menatap Eleanor dengan senyum tipis. "Eleanor, makanlah yang banyak. Kamu kan masih masa pertumbuhan. Ibu menyiapkan banyak menu hari ini."

Evangeline mulai mengambilkan nasi dan menyusun berbagai macam lauk di piring Eleanor. Ada tumis daging sapi, potongan sosis premium, dan sayuran hijau yang masih mengepulkan uap panas. Aroma rempah dan daging memenuhi indra penciuman Eleanor.

Eleanor melihat tumpukan makanan itu dengan pandangan dingin. Ia berpikir, "Bukankah ini kesempatan yang tepat untuk menunjukkan sikap memberontak agar mereka merasa tidak nyaman memilikiku di rumah ini? Kalau mereka sampai mengusirku dari rumah itu tanda tingkat kebencian mereka padaku sudah maksimal kan?" Dengan gerakan perlahan namun pasti, Eleanor mendorong piring yang sudah penuh itu menjauh bahkan membanting sendok dan garpunya dengan keras di permukaan meja.

"Aku tidak mau makan ini," kata Eleanor singkat.

Alistair yang sejak tadi diam, meletakkan garpunya. Ia menatap adiknya dengan alis yang sedikit bertaut. "Eleanor, apa yang kamu lakukan? Ibu memasak semua menu ini sendiri tanpa bantuan koki. Meskipun ada makanan yang tidak kamu sukai, kamu setidaknya harus menghargai usaha ibu yang sudah memasak di dapur sejak subuh."

Eleanor membalas tatapan kakaknya dengan berani. "Kalau aku tidak suka, ya aku tidak suka. Aku tidak akan memakannya hanya karena disuruh. Ganti menu yang lain."

1
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!