Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.
kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Arun sudah balek kerja.
Dikamar atas hantu Leo lagi intropeksi diri untuk meredakan amarahnya.dan dia lagi memandangi Arun yang sedang mencari-cari dirinya.
"Assalamualaikum Leo,,Leo sudah gak marah lagi kan sama Arun?"
Hantu Leo hanya tersenyum melihat tingkah Arun,yang mohon maaf padanya.
"Leooo,Leo jangan hukum Arun?Arun jangan didiemin?"
Dengan perasaan sedih Arun memegang patung itu dengan kedua tangannya.
"Leo Arun saat ini gak tau Leo marah sama Arun,atau terjadi sesuatu sama Leo,Arun gak tau?"
"Tapi yang jelas dan pasti Arun akan tetap sama akan ganggu Leo tiap hari sampai Leo mau bicara lagi sama Arun."
Leo yang mendengar perkataan Arun nampak sedih,hatinya terasa sakit.
Dalam batin Leo.
"Arun maafkan aku,aku minta maaf aku yang bodoh ini,karena telah dikuasai nafsu amarah bikin kamu sedih?"
"Tapi aku janji sama kamu kalau aku dikasih kesempatan kedua akan aku jaga dirimu?"
"Sampai kapapun sampai batas akhir diriku didunia ini?" "Dan aku bersumpah aku akan selalu mendengarkan katamu."
Dengan sisa-sisa tenaganya Leo yang lemah berusaha memperbaiki energinya,demi Arun diberusaha bangkit dan memulai meditasi,
Dia heningkan batin dan fikiranya sampai pada titik netral, sehingga dia bisa merasakan ada sebuah energi terasa hangat menylimuti tubuhnya.
Sedangkan Arun masih dengan memegang tubuh patung dihadapannya dia sandarkan kepalanya dimeja sambil tiada henti bicara sampai akhir nya dia tertidur pulas.
Diwaktu bersamaan tubuh leo berangsur-angsur pulih,sampai akhirnya dititik alam semesta sunyi diantara jam satu dan dua energi semakin kuat masuk ketubuh Leo sampai Leo terkejut merasakanya.
"Kenapa tubuhku secepat ini pulih, jangan-jangan!,Arun?"
Langsung Leo menghentikan meditasinya,dan langsung keluar patung,karena energinya telah pulih kembali dia langsung bisa keluar dari patung itu,betapa terkejutnya dia melihat Arun tertidur pulas kepalanya disandarkan dimeja sambil tangannya masih memegang patung didekatnya.
"Yaallahh Arunn,seadainya aku gak keluar pasti energimu habis aku serap."
Berkali-kali Leo merasa bersalah sama Arun,langsung Leo bermeditasi lagi untuk mengirimkan sinyal-sinyal suara batin,kepada Arun dan dicobanya komunikasi lagi.
"Arunn,,Arunn,,"arunnn,denger aku gak?"
"Emmm,apa sih Leooo?" Arun langsung terperanjat,ingat dengan Leo.
"Oh,Leooo!!
"Iya kan,Leo ada disini kan?""
Sambil menangis lagi Arun,manggil nama Leo dan langsung dia berdiri tapi sempoyongan.
"Hiks hiks hiks hiks " Leoo?"""
"Na badan ku kenapa kok jadi capek banget dan lemes banget ya?" Kata Arun merasakan badannya lemah dan capek.
"Arun,,,, maafin Leo ya?" Leo meminta maaf ke pada Arun.
"Leoo marah ya sama Arun sampai gak mau ngomong lagi seharian sama Arun?"
"Arun sekarang dengarin Leo cerita ya?kenapa leo tadi gak ngomong sama Arun?"
"Tapi Arun tidurnya yang benar dulu kepalanya jangan di situ nanti sakit baring disofa?"
"Emm,iya?" Sambil masih terisak-isak Arun bangkit dengan sempoyongan dan pindah kesofa,dia baring kan tubuh nya,sambil mendengarkan cerita Leo dari awal sampai akhir,Arun amat sangat sedih mendengar cerita Leo,sambil masih menangis.
"Arun maafin Leo yaa sudah bikin Arun sedih dan kehabisan Energi?"
"Arun gak papa yang penting Arun bisa ngobrol lagi sama Leo?"
"Arun, Leeo terimakasih ya?"
"Iyaaa Arun juga terimakasih Leo telah kembali,Leo dimana sekarang?disamping kanan atau kiri."
"Leo dihadapan Arun,gak percaya?"" Leo dengan lembut ditiupnya wajah Arun,sehingga Arun salah tingkah.
"Iya Leo Arun percaya kok,hihi,"
"Ya sudah sekarang percaya kan?"
"Kalau gitu sudah bobo,Leo akan jaga Arun disini."
Dengan tenang menjawab Arun, suara Leo yang terdengar berkharisma membuat jatung Arun seakan berhenti berdetak.
Dalam Hati Arun.
"Leo kenapa sih tadi kamu tiup mukaku bikin jatungku berhenti berdetak saja, andai saja aku bisa lihat dirimu seperti apa ya?"
"Suaramu saja kalau gak marah atau jengkel bikin aku nyaman mendengarnya,emm coba aku bayangin wajah kamu ya?"pasti kamu itu dulunya orang nya cool,berkharisma dan aduh pasti seperti frizer deh."
Hantu Leo yang mendengar batin Arun geleng-geleng kepala.
Dia deketin lagi Arun,dan dia bisikan ditelinganya.
"Emmm masih belum tidurr?"
"Iya iyaaaa Arun tidur."
Lalu hantu Leo mbetul kan slimut Arun.
"Gak usah,,,Arun bisa kok, sendiri?"
"Gak usah bawel cepet tidur?"
"Tapi Leo,Leo kok bisa pegang slimut,jadi Leo berarti bisa?"
"Sudah besuk saja aku jelasin sekarang leo suruh Arun tidur!"
Kali ini leo dengan nada tegas menyuruh Arun tidur,Arun pun jadi agak takut dan langsung pejamkan matanya.
Dan Leo tanpa henti-hentinya memandang Arun,sedangkan Arun akhirnya terlelap juga,Leo mendekati Arun yang tertidur pulas,
"Kamu ini orangnya sama seperi aku ya? keras kepala,dan semua yang menarik hatimu kamu mencari tau secara detail."
"Kamu bener-bener kembaran jiwaku, sekarang aku baru paham kenapa kalau aku dekat kamu energiku semakin besar,karena kita sama,"
"Harapanku semoga kamu bisa melihatku suatu saat nanti, meskipun aku tidak bisa menyetuhmu,aku amat sangat bahagia hari ini, setelah melihat senyum dibibir mu?"
Kata hantu Leo kepada Arun.
"Kuharap kamu sehat terus dan bahagia selalu ya?"
Tanpa sadar air mata tulus Leo jatuh dipipi dan tidak sengaja terjatuh dimata Arun tanpa Leo ketahui,itu yang akan menjadi perubahan pada Arun nantinya,Leo setelah itu berdiri sejauh setengah meter dari Arun dan dia mulai bermeditasi lagi untuk menyetabilkan energinya.
Pagi mulai datang dari ufuk timur dan Arun telah bangun dari tidurnya,tapi dia masih bermalas-malasan karena Bu Rina gak ada jadi bisa bangun agak siang karena pekerjaannya bisa santai.
Dan disaat dia memalingkan wajahnya,kearah lain betapa terkejut nya Arun ketika melihat sosok yang sedang bermeditasi didepannya sampai dia terperajat,dan ingin berteriak langsung dia tutup mulutnya.
"Masyaallah betapa tampannya ciptaan mu Yaallahh bermimpikah aku kali ini?bisa liat orang setampan itu?" Karena gak percaya dengan penglihatan nya Arun cubit tangan nya. "Aduh sakit banget, ternyata aku gak mimpi,dia kah Leo yang selama ini bersamaku?"
"Pantesan saja suaranya bikin detak jatungku berhenti jika dia lagi gak marah?"
"Ohh terimakasih YaTuhan atas anugrahmu padaku,"
Habis itu Leo pelan-pelan membuka matanya,dan melihat Arun,Arun pura-pura tidur lagi,Leo mendekati Arun dan dia berkata.
"Pasti kamu capek,kasian kamu, istirahat lah yang cukup ya?" Kata Leo.
Lalu dari luar kamar Siti teriak panggil-panggil.
"Mba,mba?" "Apa sih Sittt masih pagi ini?"tidur saja dulu,aku juga masih ngantuk aku capek Sit?"" "Aku gak papa tidur lagi?" Kata Siti.
"Gak papa tidur saja lagi?" "Oky" kata Siti.
Arun pura-pura baru bangun dan menggeliat dan dia sengaja menghepaskan tangan nya ke arah leo,dan Leo diam saja cuma dilihatin saja kelakuan Arun dengan senyuman manis dibibirnya,bikin Arun terpana melihatnya,
Dan ternyata tubuh Leo bisa tembus oleh tangan Arun, disitu perasaan Arun berubah ada tersirat rasa sedih tidak bisa memegang tubuh Leo,dan dalam hati dia berkata,.
"Harusnya kamu sudah bersyukur Arun sekarang kamu sudah bisa melihatnya dibandingkan dengan suara saja."
Dan mulai saat itu Leo juga gak pernah mendengar kata hati Arun lagi,karena Leo sudah memberikan air mata ketulusan nya terhadap Arun,Arun masih pura-pura gak melihat Leo dan dia berkata.
"Leo,,leo dimana?"
"Kenapa ada apa?"
"Aku duduk didepan Arun?" Kata Leo bohongi Arun padahal Leo lagi berada disamping tidurnya sedang memandangi wajah Arun dengan mata penuh kasih yang tulus.
"Iss kenapa boong sih."
Kata hati Arun. "Ataukah selama ini memang boong sama aku ya,kalau begitu mending gak aku kasik tau kalau aku bisa melihat dia."
"Kenapa diam saja?"
"Gak papa kok." Kata Arun.
"Ya sudah Leo aku turun dulu ya?"
"Emmm iya, kalau kerja gak usah buru-buru kalau capek cepet istirahat?" Kata Leo mengngatkan Arun.
"Iyaaa."
Arun kali ini seperti merasa bener-bener diperhatikan.
Dan dia langsung turun kebawah sambil tersenyum bahagia.