NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Perjodohan
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik ma'had yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gosip santriwati

Hari hari berlalu... hari ini adalah hari aku untuk check up setelah pulang dari rumah sakit, tentu saja aku tidak mungkin berangkat sendiri ke rumah sakit, setelah kejadian itu.. Abah dan ibu sedikit takut untuk mengijinkan aku berangkat sendiri, Abah dan ibu juga areez ikut bersama, padahal aku sudah bilang kalau aku baik-baik saja, ingatanku yang kacau itu kembali perlahan seiring waktu, tapi Abah dan ibu kekeh mau mengantar dan alhasil areez juga ikut mengantar karna hanya dia yang bisa bawa mobil.

Sampai di rumah sakit, Abah dan ibu bilang kalau mau ke kamar temannya yang sedang sakit, jadi hanya areez yang mengantarkan aku ke ruangan dokter.

" selamat siang mbak aleea dan mas areez " sambut dokter ketika aku dan areez masuk ruangan. kami hanya mengangguk pelan dan tersenyum, akward sekali rasanya.

" gimana mbak aleea, apakah ada keluhan setelah pulang dari sini" tanya dokter

" engga ada dok " ucapku singkat

" oke... Tapi kita akan tetap lakukan CT scan untuk memastikan tidak ada masalah serius kedepannya " ucap dokter, aku hanya mengangguk pelan mengiyakan

" mbak aleea sama mas areez apa sudah menikah? " ucap dokter tiba-tiba. terkejut bukan main, pertanyaan macam apa ini.

" mboten... saya hanya mengantar saja " ucap areez mempertegas.

Setelah itu suasananya jadi hening seketika, dokter juga tidak mengatakan apapun setelah itu, wah... Keadaan macam apa ini... Lalu seorang suster ditugaskan untuk mengantar aku ke ruangan CT scan, areez tetap menunggu di ruangan dokter, aku deg-degan sekali.

Tak lama aku selesai, hasilnya harus menunggu 3 hari lagi, kata dokter kalau tidak ada hal serius, hasilnya akan di kirimkan secara online berserta penjelasannya tapi kalau ada yang serius dokter akan mengkonfirmasi kembali untuk kedatangan berikutnya.

saat aku sudah di lobi rumah sakit, Abah dan ibu belum ada disana, katanya akan menunggu di lobi, lalu aku telpon Abah tapi ga di angkat telpon ibu juga ga di angkat, ya sudah aku sama areez nunggu di lobi Sampai ibu datang, dan kami duduk berjauhan seperti musuh bebuyutan, ahahahah

" loh aleea mana areez kok sendirian " ucap Abah yang tiba-tiba sudah berdiri di depanku.

" itu.. Disitu " tunjukku ke arah ujung sofa dekat pintu keluar

" emmm pantesan ga keliatan, wong duduk.e jauh jauhan Bu "

ucap Abah

kami pulang setelahnya, sebenarnya Abah masih mau beli keperluan, tapi karna aku bilang capek, jadi semuanya pulang dulu untuk nganterin aku.

Setelah sampai rumah tak lama adzan dhuhur berkumandang, terdengar suara anak Santri ramai karna mengantri untuk wudhu bergantian. aku juga langsung mengambil wudhu dan sholat setelahnya, karna aku mau melanjutkan menulis yang sudah lama tak ku sentuh sama sekali, aku buka tabku dan mulai ku kerjakan lagi cerita novelku. Suasananya sangat mendukung siang ini, Abah,ibu dan areez pergi entah kemana dan aku sendirian di rumah, masih terdengar suara ramai santri tapi itu sudah biasa anggap saja backsound.

Aku menulis sambil melihat catatan yang aylin tulis, setelah kejadian itu kepalaku seperti di refresh, aku merasa mengarang kali ini sangat mudah sekali, apa lagi dengan catatan aylin jadi semakin lancar tanpa hambatan, stuck untuk penulis memang hal biasa tapi seberapa stuck bisa memicu cerita jadi gagal tolal, seperti tidak ada jalan keluar atau tidak bisa mengontrol setiap sub-sub dan membuat cerita jadi tidak menarik untuk di baca. Aku sudah beberapa kali stuck sampai pernah menulis ulang karna tidak ada jalan keluar dan tidak menarik untuk dibaca.

What's up...

( ibu ) 14.56 : " mbak leea mau titip apa? " satu pesan ibu masuk

( aku ) 15.00 : " ndausah Bu... Lagi engga pengen apa-apa "

balasku

saat aku lihat lagi pesan dari ibu, aku baru sadar kalau sudah masuk waktu ashar dan anak santri sudah selesai adzan ashar, aku segera sholat karna ada jam ngajar setelah ini. padahal lagi asyik sekali menulis sampai tidak sadar kalo sudah sore.

Di pesantren perempuan

Setelah abis waktu mengajarku, aku mempersilahkan mereka untuk bertanya apa yang belum mereka mengerti

" mbak aleea saya mau bertanya " ucap salah seorang santriwati

" Enggeh silahkan? " jawabku

" bagaimana cara tetap menjaga hafalan saat kita sedang berhalangan? " tanyanya

" ini adalah suatu hal remeh sebenarnya tapi sangat sulit untuk di ulang lagi, semoga mbak mbak disini yang sedang menghafal maupun yang mempertahankan di beri ingatan yang kuat dan dimudahkan kembali untuk menghafalkan juga mengamalkan, aamiin... Jadi ketika kita sedak berhalangan atau sakit yang sampai kita tidak bisa untuk melakukan murojaah, kalian bisa dengar teman kalian yang sedang murojaah atau menghafal, lalu kalau teman kalian sedang tidak murojaah kali bisa menghafal dalam hati tanpa menggerakkan bibir dan mengeluarkan suara, ini di perbolehkan dalam madzhab Maliki, ini yang paling mudah di lakukan dan saya sering melakukan ini dulu saat saya sedang berhalangan, begitu " jawabku menjelaskan

" ada yang mau bertanya lagi? Sebelum saya tutup " tanyaku

" mbak aleea sama ustadz areez itu pacaran atau mboten" celetuk spontan seorang santriwati.

" astaghfirullah... eh sejatinya pacaran itu tidak boleh mbak mbak, jadi jangan tanyakan apapun yang sudah di larang, karna itu tidak akan terjadi, kenapa bertanya seperti itu " sambungku... Tegas, kaget sekali aku sampe tidak sadar melotot ke arah mereka.

" kita dengar dari cerita mas mas santri mbak lea " jawab santriwati lain

" baiklah saya akhiri sampai di sini, semoga kita semua mendapatkan manfaat dari apa yang telah kita pelajari sore ini, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh "

" jangan percaya gosip ya Mbak mbak, fokus saja untuk belajar dan mengaji, oke..."

" oke mbak leaaa " jawab seluruh santriwati

Saat aku keluar dari kelas hendak pulang, aku berpapasan dengan ila, dia sedang membawa beberapa potongan kain

" mau kemana mbak " tanyaku

" oh mbak lea... Maaf saya Ndak keliatan, ini mau di bawa ke ruang jait mbak " ucapnya

" owalah yasudah keburu magrib " ucapku

" eh mbak leea, ustadz areez apa benar mau ke Maroko? "

" hah... Saya tidak tau mbak, saya juga baru denger dari kamu justru " ucapku sedikit kaget

" iya tadi saat saya ambil kain, saya Ndak sengaja denger beberapa ustadz mengobrol, katanya ustadz areez mau ke Maroko untuk lanjut S2 begitu " kata ila

" oh begitu... Saya ngga tau soalnya mbak, yasudah saya pulang dulu" pamitku

Aku beneran tidak tau kalau areez mau melanjutkan S2, aku juga tidak dengar Abah mengatakan apapun tentang Maroko Dengan areez, padahal Abah dulu juga mencari ilmu disana, entahlah mungkin aku terlalu mengurung diri sampai tidak tau apapun berita yang ada di dalam pesantren. sampai aku juga masuk dalam topik beritanya, astaghfirullah bisa-bisanya mereka...

Aku kembali hendak masuk ke kamar, terdengar suara abah dan ibu baru pulang, aku melangkah ke garasi hendak menyambut mereka, saat membuka pintu, tepat di depanku ada areez yang sedang membawa belanjaan dapur

" eh... " ucapku kaget, aku langsung minggir dan mempersilahkan areez masuk

" mbak leea.. Ini bantuin ibu bawa sayur " ucap ibu di bagasi belakang

" kok beli sayur Bu, Nemu di mana kan udah sore " tanyaku sambil membawa belanjaan

" soalnya ibu pesen kemaren ke temen ibu, jadi ibu tinggal ambil aja tadi " ucap ibu

" iya soalnya kemaren pas areez masak buat kamu itu abis ga bersisa, jadi ibu beli lagi mau minta ajarin areez masak kayak kemaren lagi " entah Abah sedang menyindir atau cuma bilang saja.

" iya biasanya mbak leea kalau makan ga habis dan makannya dikit, jadi pas tau ibu jadi mau juga " ucap ibu

Emmm jadi setelah ini ada acara belajar memasak bersama chef areez ni...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!