ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Tersembunyi
Sementara itu di sebuah mansion mewah terlihat pasangan suami istri paruh baya memasuki mansion dengan beberapa koper di belakang mereka yang dibawa oleh beberapa pelayan.
“Dimana perempuan itu? Pasti sedang menghabiskan uang putraku", omel sang wanita.
"Dia istrinya sudah pasti dia akan berbelanja menggunakan uang putra kita” ucap sang pria.
“Terus saja kamu membelanya,dari awal aku tidak pernah setuju Victor menikahi wanita itu, aku lebih suka Victor menikah dengan wanita biasa saja tapi mempunyai attitude yang baik” jelas wanita tersebut.
Tak beberapa lama terdengar suara mesin mobil yang memasuki pelataran mansion dan tampaklah Irene yang memasuki mansion dengan beberapa kantong belanjaan di tangannya.
“Papa, mama kalian datang", sapa Irene terkejut akan kehadiran mertuanya.
"Kenapa? Kamu tidak suka dengan kedatangan kami” tanya Baekhyun sedangkan Chanyeol sang suami hanya diam.
"Ah bukan begitu mah, Irene hanya terkejut saja" ucap Irene.
“Apakah suamimu masih di perusahaan?" Tanya Chanyeol
“Iya pah, taehyung masih di perusahaan" ucap Irene.
Sementara itu…
“Kaaak…” panggil Kinan dengan berlari kecil menghampiri suaminya.
"Jangan berlari sayang” ucap Victor pelan lalu membawa Kinan untuk duduk di pangkuannya.
"Ada apa hmm?”, tanya Victor.
"Ayo ke rumah kak Jinnie” ucap Kinan sambil menatap suaminya.
"Kenapa kesana hmm?”, tanya Victor.
"Kinan ingin ayam panggang buatan kak Jinnie” ucap Kinan lirih sambil memainkan surai belakang suaminya.
"Ngidam eoh” ucap Victor dan diangguki oleh Kinan.
Victor mengambil ponselnya dan menghubungi kakak perempuannya soal keinginan Kinan dan Jinnie menyanggupi dan akan membuatkannya khusus untuk adik iparnya itu.
Victor dan Kinan tiba di mansion Namjin dan disana ternyata telah berkumpul yang lainnya juga.
"Kalian juga kesini?” Tanya Victor saat melihat atensi yang lainnya.
“Kak Jinnie yang mengundang kami, katanya untuk merayakan kehamilan Kinan" jelas Jisoo.
Disaat semuanya sedang menikmati makan malam tiba-tiba ponsel Victor berdering dan terdapat nama Irene di layar yang berkedip itu.
Victor menjauh untuk menerima panggilan, sedangkan netra Kinan mengikuti pergerakan sang suami.
“Kinan, kamu ingin makan apa lagi? Biar kakak ambilkan" ucap Jinnie mengalihkan perhatian Kinan dari Victor.
“Kinan sudah kenyang kak", ucap Kinan pelan.
Sementara itu…
“Ada apa?" Tanya Victor tanpa basa basi saat panggilan tersambung.
“Kamu dimana? Papa dan mama baru saja tiba dan nyari kamu", ucap Irene.
Victor menoleh kebelakang dimana Kinan berada dan sedang menikmati makanannya.
Victor menghela nafas kasar.
"1 jam lagi aku sampai mansion” jelas Victor lalu mengakhiri panggilan begitu saja tanpa menunggu respon Irene.
Victor lalu mengetik sebuah pesan kepada seseorang dan mengirimkannya lalu kemudian Victor berjalan mendekat dan mengelus surai Kinan sayang.
"Sayang, ayo pulang kata dokter kamu tidak boleh terlalu letih", bujuk Victor.
Jinnie melihat ponselnya berkedip lalu membaca pesan yang masuk setelahnya dirinya menatap sang adik Victor.
“Ah iya sayang, kamu sedang hamil jadi jangan terlalu letih, jangan malam-malam tidurnya" jelas Jinnie.
Setelah berpamitan dengan semuanya Victor dan Kinan akhirnya pulang ke mansion mereka.
Dalam perjalanan Victor melirik ke samping tepatnya ke arah istrinya yang berulang kali menguap, Victor meraih tangan Kinan dan mencium punggung tangan itu pelan.
"Tidurlah sayang, jangan ditahan” ucap Victor lembut tapi terdengar tegas tanpa ada celah bantahan, dan benar saja perlahan kelopak mata itu tertutup rapat.
Victor membawa Kinan masuk ke dalam mansion dan langsung menuju kamar mereka dan merebahkan sang istri perlahan, lalu setelahnya menarik selimut untuk menutupi tubuh Kinan hingga sebatas dada.
Victor mencium kening istrinya lama lalu berbisik pelan.
“Kakak keluar dulu ya, hanya sebentar", ucap Victor lirih.
Mobil Victor memasuki mansion utama Kim dan setelah memarkir mobilnya Victor bergegas memasuki mansion.
“Akhirnya kamu datang juga, kamu sudah makan malam sayang?" Tanya Irene menghampiri sang suami.
“Aku sudah makan malam dengan kak Jinnie" ucap Victor singkat lalu berjalan menuju ruang tengah dimana kedua orang tuanya sedang bersantai.
“Pah, mah sejak kapan kalian pulang?" Tanya Victor lalu duduk di sofa single sedangkan Irene pergi ke kamar untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Victor.
“Tadi sore, bagaimana kabarmu Vi?” Tanya Chanyeol.
"Kabarku baik pah”, jawab Vi sambil melihat layar ponselnya yang terhubung dengan cctv di kamar utamanya untuk memantau istri kecilnya.
"Vi, kapan kamu akan memberikan kami cucu? Pernikahan kalian sudah 5th lamanya” tanya Baekhyun sambil menatap sang putra.
Victor menatap kedua orang tuanya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Jika waktunya tepat pasti kami akan mempunyai anak mah” Jawab Victor tenang.
“Victor ke kamar dulu" pamit Victor lalu naik ke lantai 2 menuju kamarnya dan Irene.
“Sayang, kamu mau mandi dulu hmm? Atau kita mandi bersama", goda Irene sambil mengelus dada Victor sensual.
“Aku lelah Irene" ucap Victor singkat sambil menahan tangan Irene lalu setelahnya berlalu menuju kamar mandi. Sedangkan Irene hanya menatap pintu kamar mandi tersebut.
Beberapa saat kemudian Victor keluar dari kamar mandi.
“Vi, bagaimana perempuan itu apakah dia sudah hamil?" Tanya Irene telak.
Victor terdiam sesaat lalu menatap Irene.
“Apa urusanmu jika dia hamil atau tidak?" Tanya Victor dingin.
“Tentu saja urusanku, kamu lupa jika kamu menikahi wanita itu hanya demi kita untuk mendapatkan keturunan dan setelahnya kamu berjanji padaku untuk menceraikannya” ucap Irene.
"Kecilkan suaramu Irene ssi, aku menyesal mengikuti ide gilamu dulu dan menyakiti gadis sepolos dia" ucap Victor lirih.
“Kenapa kamu jadi kasihan dengannya Vi? Apa kamu mulai jatuh cinta dengannya?" Tanya Irene telak.
Victor berjalan keluar kamar dan saat dirinya hendak keluar kamar Victor menoleh dan menatap Irene.
“Ya aku mulai mencintainya dan aku tidak akan pernah menceraikannya karena dia sekarang mengandung anakku, cucu keturunan keluarga Kim" ucap Victor lalu keluar kamar meninggalkan Irene.
Tubuh Irene membeku seketika saat mengetahui fakta jika pria yang dirinya pikir akan terus mencintainya ternyata sudah jatuh cinta dengan wanita lain.
Victor duduk termenung seorang diri dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, saat ini dirinya benar-benar takut jika rahasia besarnya akan terbongkar dan Kinan akan pergi meninggalkannya.
“Tidak, kamu tidak boleh pergi dari hidup kakak Kinan” monolog Victor sambil menatap layar ponsel yang terdapat photo Kinan.
"Sedang apa kamu disini Vi?” Tanya Baekhyun yang tiba-tiba muncul dan duduk disebelah sang putra.
"Hanya menikmati angin malam mah” jawab Victor singkat lalu kembali menatap lurus ke depan.
Keheningan menyelimuti keduanya.
“Kamu sudah lama menikah Vi, kenapa istrimu belum hamil juga?", tanya Baekhyun sambil menatap sang putra.
"Mungkin memang belum diberi kepercayaan mah”, jawab Victor singkat.
"Mah, jika papa menyembunyikan rahasia besar dari mama serta menyakiti hati dan mama mengetahuinya apa mama akan meninggalkan papa?” Tanya Victor.
"Memang papamu menyembunyikan apa dari mama eoh?” Tanya balik Baekhyun.
"Hanya misal mah” ucap Victor cepat.
“Jika mama mungkin mama akan membicarakan baik-baik dengan papamu, tapi setiap orang akan beda menyingkapinya tergantung masalah yang menimpa", jelas Baekhyun.
Baekhyun menggenggam tangan putranya lalu menatap sang putra lekat.
“Setiap perbuatan pasti ada resikonya bahkan setiap kesalahan yang kita lakukan pasti ada resikonya dan kita harus siap menanggung semua resiko itu", jelas Baekhyun panjang lebar.