Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.
Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.
Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
“Micheal, beri dia pelajaran!” jerit Amy dengan penuh amarah.
Colly menatap lurus ke arah Micheal.Tatapannya dingin, tanpa rasa takut.
“Aku tidak menyangka… seorang sang juara,” ucapnya pelan,“memiliki tunangan yang selalu membuat masalah.”
Ia tersenyum tipis.
“Benar-benar membuatku memandang rendah padamu.”
Suasana mendadak hening.
Micheal menatapnya dalam, tanpa emosi berlebihan.
“Colly Shen,” ucapnya tenang,
“kau hanya perlu berhenti. Siapa menang atau kalah… tidak akan membawa kebaikan bagi kita.”
Colly langsung membalas tanpa ragu. “Yang memulai adalah calon istrimu,” katanya tajam.“Seharusnya kau menyuruhnya berhenti… bukan mengaturku.”
Tatapan Colly dan Micheal masih saling mengunci.
Suasana di antara mereka menegang.
Namun...
Amy yang berdiri di sana tidak mampu lagi menahan amarahnya.
Tangannya meraih sebuah cangkir di meja.
Tanpa berpikir... ia langsung melemparkannya ke arah Colly.
“Dasar hina...!” teriak Amy.
Cangkir itu melayang cepat dan di saat yang sama...
Colly sudah menyadari gerakan kecil Amy.
Pendengarannya tajam.
Refleksnya lebih cepat.
Tubuhnya sedikit memiring...
Sret!
Cangkir itu meleset dari wajahnya dan menghantam lantai.
Prang!
Pecah berkeping-keping.
Colly menoleh perlahan.
Tatapannya dingin menusuk ke arah Amy. “Masih belum cukup?” ucapnya pelan.
Belum sempat suasana mereda...
Josep yang sudah kembali berdiri di luar langsung berteriak dari pintu.
“Serang dia!”
Perintah itu membuat anak buahnya bergerak bersamaan.
Mereka menyerbu ke arah Colly dari berbagai sisi.
Langkah kaki terdengar cepat.
Serangan datang hampir bersamaan.
Colly tidak mundur.
Tubuhnya berputar.
Brak!
Satu tendangan menghantam dada lawan di depan.
Ia memutar tubuh
Plak!
Pukulan mengenai wajah pria di sisi kanan.
Dari belakang, satu serangan datang...
Colly merunduk.
Sikutnya langsung menghantam perut lawan.
Gerakannya cepat.
Tanpa celah.
Satu lawan demi satu mundur.
Namun jumlah mereka banyak.
Serangan terus berdatangan.
Wilbert ikut maju membantu, menahan beberapa orang yang mencoba mendekat.
Suasana kafe benar-benar kacau.
Di tengah kepungan itu...
Colly tetap berdiri.
Sendirian di pusat serangan.
Namun tidak goyah.
Micheal berdiri tidak jauh dari sana. Matanya memperhatikan setiap gerakan Colly.
Tajam.
Tenang.
Seolah sedang menilai.
Dan semakin ia melihat, semakin jelas satu hal dalam pikirannya.
Gadis itu... semakin hebat.
Serangan datang bertubi-tubi dari segala arah.
Namun Colly tetap tenang.
Matanya menyapu sekeliling, mengukur jarak, membaca pergerakan.
Dalam sekejap, ia melangkah maju lalu meloncat naik ke atas meja di depannya.
Duk!
Sepatu kakinya menghantam permukaan meja.
Tubuhnya langsung berputar di atasnya.
Dari posisi tinggi ia menyerang.
Brak!
Tendangan cepat mengenai wajah pria pertama.
Belum sempat jatuh, kakinya berputar lagi.
Plak!
Serangan kedua menghantam pipi lawan lain.
Gerakannya mengalir tanpa jeda.
Ringan… tapi mematikan.
Satu pria mencoba menarik kakinya...
Colly melompat kecil, menghindar.
Lalu...
Bruk...
Ia menendang lurus ke dada pria itu hingga terlempar ke belakang.
Meja di bawahnya bergetar keras.
Namun Colly tetap seimbang.
Dari atas meja itu... ia terlihat seperti menguasai seluruh area.
Tatapannya dingin, tidak memberi celah.
Anak buah Josep mulai ragu.
Beberapa dari mereka mundur setengah langkah sambil menahan sakit.
Di sisi lain, Wilbert menghentikan dua orang sekaligus, lalu menoleh ke arah Colly.
Colly masih berdiri di atas meja.
Tatapannya dingin, napasnya stabil.
Seluruh kafe sudah kacau, tapi tak ada lagi yang berani mendekat.
Micheal melangkah maju.
Tanpa bicara panjang, kakinya menghantam meja di depannya.
Brak!
Meja itu terdorong keras, meluncur cepat dan menghantam meja tempat Colly berdiri.
Duar!
Meja bergeser keras.
Colly langsung melompat ke samping. Tubuhnya ringan, mendarat di meja lain dengan sempurna.
Matanya langsung menatap Micheal.
Micheal tidak berhenti. Ia melompat naik.
Duk!
Mendarat di atas meja, lalu langsung menyerang.
Colly menahan.
Brak!
Tangan mereka beradu.
Kuat.
Cepat.
Colly berputar, menendang...
Micheal menangkis.
Ia membalas dengan dorongan keras.
Colly mundur, lalu meloncat ke meja lain.
Gerakan mereka mengalir.
Dari satu meja...
ke meja lain.
Duk! Brak! Plak!
Setiap pijakan membuat meja bergetar.
Setiap serangan terasa nyata.
Tak ada yang berani mendekat.
Semua orang di kafe... terdiam.
Anak buah Josep dan Wilbert pun berhenti bertarung.
Tatapan mereka hanya tertuju pada dua orang itu.
Colly melompat tinggi, menyerang dari atas.
Micheal menghindar setengah langkah dan membalas dengan sapuan kaki.
Colly mundur, menjaga keseimbangan di ujung meja.
Keduanya berhenti sejenak.
Berdiri saling berhadapan.
Tatapan mereka saling mengunci.
Micheal menatapnya dalam.
"Luar biasa!" ucapnya.
"Patahkan kakinya!" jerit Amy.
Dalam sekejap...
Colly bergerak.
Ia melompat ringan ke meja lain di sampingnya.
Duk!
Kakinya mendarat tepat di tepi meja.
Di atas meja itu yang terdapat sebuah vas bunga.
Tanpa ragu ... Colly memutar tubuhnya.
Kakinya menyapu cepat.
Brak!
Vas itu terpental keras.
Melayang lurus ke arah Amy.
“Apa—”
Duk!
Vas itu menghantam kepala Amy.
“Aahh!” jeritnya sambil memegang kepalanya. Tubuhnya terhuyung dan kepalanya mengeluarkan darah.
mau gunakan cara licik
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄