Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dokter Rahmat
Menjelang malam hari, AKP Dean Thomas sudah bersiap untuk tidur usai berdoa seperti biasanya. Rafika sendiri yang sedang hamil besar, sudah tidur dari tadi. Disaat AKP Dean Thomas hendak merebahkan tubuhnya, suara getaran ponselnya terdengar dan dia tampak bingung melihat nama Kompol Jarot di layar.
"Ya Bang Jarot?" sapa AKP Dean Thomas saat menerima panggilan rekannya.
"Mas Dean, aku dapat kabar dari Dokter Rahmat yang kita ketemu tadi siang. Yugo meninggal setengah jam yang lalu."
"Ya Tuhan ... Terus?"
"Mas Dean tahu, anak-anaknya dikabari hanya bilang "kubur saja secepatnya!" Mereka tidak ada yang mau datang," jawab Kompol Jarot.
"Astaga ... Tapi yah, aku tidak bisa menyalahkan anak-anaknya begitu karena rasa sakit hati sama ayahnya juga sih," ucap AKP Dean Thomas.
"Makanya aku tidak mau menikah lagi, Mas Dean. Bukan apa-apa, aku lebih memilih menikah dengan pekerjaan aku daripada aku gagal jadi suami dan orang tua," timpal Kompol Jarot.
"Bang Jarot tidak akan seperti Yugo lah ...."
"Kita tidak tahu jalannya kita ke depan kan Mas. Siapa sangka kita mendapatkan istilahnya berkah dilepaskan dari divisi yang banyak anomalinya. Kita tidak tahu kenapa kita yang dipilih oleh Pak Quinn dan keluarganya. Kalau soal beking, kita tidak ada apa-apanya dibandingkan keluarga mereka! Iparnya saja mantan direktur FBI begitu juga keponakannya raja Belgia, Emir Timur Tengah ...."
"Iya sih. Konoha kalah. Terus bagaimana dengan biaya pemakaman?" tanya AKP Dean Thomas.
"Entahlah ... Tapi sepertinya ada yang memberikan biaya pemakaman. Aku tidak tahu ...."
"Itu jadi kaca benggala buat aku dan Fika besok kalau anak kami lahir ... Kita mendidiknya ala keluarga Pratomo tapi tetap dengan style kita karena masing-masing anak kan beda karakter."
Kompol Jarot tertawa kecil. "Apalagi kalau anakmu akan bergaul bersama dengan anak mas Lachlan, mas Raiden, mas Ai dan mas Kai. Yakin, mereka akan jadi sahabat yang baik."
"Dan circle pergaulannya yang baik juga," timpal AKP Dean Thomas.
"Aamiin."
***
Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta
Pagi ini diributkan dengan kabar Yugo Pandowo meninggal tadi malam sesuai dengan prediksi Lachlan. Disamping itu, ada kabar duka lainnya yang membuat Iptu Nana harus cuti dan mengurus ke Papua.
"Nana kenapa?" tanya Iptu Rayyan.
"Oom dan Tantenya meninggal di Papua jadi dia bersama dengan sepupunya harus terbang kesana. Kasihan sepupunya baru kuliah di kedokteran Unair. Nana tadi pergi bersama dengan Rommy ke Surabaya dulu jemput sepupunya terus ke Papua," jawab Iptu Atikah.
"Memangnya Oom dan Tantenya orang polri?" tanya AKP Dean Thomas.
"Iya Dua-duanya dokter di kepolisian."
"Sepupunya namanya siapa?" tanya Iptu Rayyan.
"Lucky katanya. Nana tadi telepon aku nangis-nangis karena bingung soal ijin bawa jenazah ke Surabaya. Kan Bapaknya Nana di Surabaya dan sepupunya kuliah di Surabaya," jawab Iptu Atikah.
"Biasanya kalau korbannya orang kepolisian apalagi dokter, dipermudah kok. Mereka meninggal kenapa?" tanya AKP Dean Thomas.
"Kecelakaan saat hendak kunjungan kesehatan rutin. Mobil mereka terbalik akibat pecah ban."
"Innalilahi wa innailahi Raji'un," ucap Kompol Jarot dan Iptu Rayyan.
"Insyaallah meninggalnya Husnul khatimah karena kan untuk kebaikan umat," senyum Iptu Atikah.
"Aamiin."
Suara ketukan di pintu terdengar dan tampak seorang petugas piket mengantarkan seorang pria muda yang tampak bingung melihat ruangan itu.
"Maap, bang Dean. Ada dokter Rahmat hendak bertemu dengan anda. Katanya sudah janjian," ucap petugas itu dengan mata melihat sekelilingnya dengan perasaan horor.
"Oh, iya ... Dokter Rahmat. Terima kasih dik Joko," senyum AKP Dean Thomas.
Petugas bernama Joko itu langsung ngibrit karena merasa ada yang mengawasinya. Joko tidak salah karena Tole dan Mbak Susi berdiri di depan pintu dengan wajah dingin.
"Aku tidak percaya sama Joko!" ucap Tole.
"Aku juga. Dia pernah nyolong bulpen pak Rayyan kan?" balas Mbak Susi.
"Mbak Susi tahu?" Tole mendongak ke arah Kunti kalem itu.
"Tahu. Polisi kok maling! Antara kleptomania atau memang dasare maling wae!" jawab Mbak Susi.
"Aku yang kembalikan ke pak Rayyan," jawab Tole.
"Terus kamu ganti apa?" tanya Mbak Susi.
"Tulang manusia yang bagian lengan dari contoh tengkorak di Medical Examiner. Kocak deh. Dia jejeritan pas buka tas nya. Itu benar-benar seru!" kekeh Tole. "Kan sesuai mandat Mas L dan Pak Quinn, boleh jahil ke orang yang jahatin tim pak Dean. Ya aku lakuin lah!"
Mbak Susi cekikikan. "Kayaknya, kita harus jagain tim ini deh Le ...Mau ada mas L atau tidak. Karena kita tahu, mas Dendeng pasti akan tinggal di Tokyo bersama mbak Dewi."
"Atau kita bagi tugas. Mbak Susi dan aku merangkum kasus terus aku laporan ke mas L. Kan aku pakai jalur pintu kemana saja Doraemon jadi gampang lah! Mbak Susi kan belum dapat jalur yang itu," usul Tole.
"Apa saja deh yang penting kita bantu dan lindungi tim ini."
Tole dan Mbak Susi saling tos.
"Silahkan masuk Dok Rahmat," senyum AKP Dean Thomas ke Dokter Rahmat yang tampak lelah.
"Terima kasih Pak Dean."
"Saya perkenalkan ini Iptu Rayyan dan Iptu Atikah. Kemarin dik Rayyan tidak bisa ikut karena masih bulan madu. Dia baru menikah dengan seorang dokter gigi bernama dik Anala. Kalau Tikah, sudah menikah dengan dokter Aji, dokter yang sedang ambil spesialis obgyn di RSCM."
"Dokter Aji siapa Bu Tikah?" tanya Dokter Rahmat.
"Aji Wasista, Dok Rahmat," jawab Iptu Atikah.
"Oh ini istrinya. Aji itu kakak kelas saya di UI. Orangnya kalem dan cool. Pantas kalau di rumah sakit dikenal dingin dan tidak tertarik dengan coas dan suster ... wong istrinya cantik begini!" kekeh Dokter Rahmat.
Pipi Iptu Atikah merona. "Dok Rahmat bisa saja."
"Dok Rahmat sudah menikah?" tanya Iptu Rayyan.
"Alhamdulillah sudah. Istir saya namanya Fifi dan dia bekerja di kantor telekomunikasi."
"Jadi, apa yang membuat Dok Rahmat curiga dengan kasus di RS Bhayangkara?" tanya AKP Dean Thomas.
"Oh, hampir lupa. Jadi begini, pak Dean. Saya kan memang sedang ambil spesialis bedah dan ditempatkan di Bhayangkara. Otomatis saya sering berada disana. Entah mengapa, setiap pasien yang baru saja dioperasi oleh dokter ini, dia membaik tapi tiga hari kemudian meninggal."
"Apakah ada komplikasi?" tanya Kompol Jarot.
"Itu yang saya curigai awalnya. Okelah kalau satu pasien tapi sudah lima pasien! Kan ini jadi ... Big question! Dalam waktu setahun lho pak ... Aneh kan?" jawab Dokter Rahmat.
"Anda tidak berani lapor karena?"
"Dia adalah dokter senior dan konsulen saya di bedah!"
Semuanya melongo. "Waduh!"
***
Note
Konsulen (atau konsultan) dalam dunia medis adalah dokter spesialis yang telah menempuh pendidikan lanjut (subspesialis/fellowship) dan memiliki keahlian mendalam pada satu cabang ilmu tertentu. Mereka bertindak sebagai penasihat ahli tertinggi, pembimbing residen/dokter muda, dan menangani kasus penyakit kompleks yang memerlukan penanganan sangat spesifik.
Sumber Google
***
Yuhuuuu up malam Yaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
pntsn mbilnya smp ringsek,yg nmpel ada 10.....tp bgus sih,biar tu pnjht nrima akibtnya....abs ni siap2 bbo d sel pula.....