NovelToon NovelToon
Desa Pocong

Desa Pocong

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Berlatar di sebuah desa bernama Desa Suka Makmur. Anggap saja salah satu desa di Jawa Barat. Desa dengan beberapa fasilitas yang tersedia, seperti bangunan sekolah dasar, balas desa, puskemas pembantu, posyandu , lapangan sepak bola dan lainnya. Namun dibalik itu desa tersebut menyimpan kisah misteri dan terkenal dengan kemistisan nya. Desa pocong sebutan lain dari nama desa itu. Terdapat pantangan untuk tidak membuka pintu dan jendela di malam hari. Lebih-lebih keluar di waktu malam , apapun alasan nya. Jika melanggar maka siapapun akan terkena musibah. Sebuah teror, celaka , jatuh sakit , bahkan hingga kematian. Namun tak hanya itu , teror lain turut membayangi warga desa. Hingga seorang gadis pendatang baru yang tinggal di salah satu rumah yang terkenal angker berusaha mencari tahu tentang desa itu. Fitri namanya, gadis dengan kemampuan spiritual yang akan membantu warga desa terbebas dari ketakutan nyata teror pocong yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengganggu

Fitri mengusap wajahnya yang sudah basah kuyup. Dengan nada lirih gadis itu menatap telapak tangan nya yang nampak kotor," luntur deh bedak gue " terang saja sebab bedak yang ia pakai merupakan bedak murah yang akan langsung luntur ketika terkena air. Dia mendapatkan bedak itu dari hadiah undian sabun colek seribuan. Kala itu seakan mendapat jakpot berlian dia sampai sujud syukur dengan air mata yang sebenarnya dipaksakan keluar.

"Syukurlah dia sudah sadar,untung saya datang tepat waktu dan bisa segera mengusir hantu itu pergi kalau tidak mungkin sampai saat ini dia masih kerasukan"

Fitri melirik Mbah Edeng yang dipercaya warga mampu mengusir makhluk halus.

"Memangnya bapak ...."

"Panggil saya Mbah Edeng !" Sela pria tua itu sambil mengusap janggut nya yang sedikit panjang.

"Oh,...Mbah Edeng. Maaf memangnya Mbah Edeng bisa melihat hantu ?" Tanya Fitri tak yakin.

"Tentu saja bisa" Jawab Mbah Edeng dengan percaya diri.

"Kalau gitu...apa di sini ada hantu?" Tanya Fitri ngetes.

"Tentu saja ada,makanya dia gangguin kamu ,tapi tenang saja sekarang hantunya sudah pergi. Dia takut sama Mbah " Jawab Mbah Edeng begitu yakin.

Fitri menoleh ke arah lemari,dimana hantu wanita bergaun merah berada. Hantu itu menyeringai lebar. Fitri mengangguk sambil meringis senyum.

"Oh,...gitu ya. Kalau boleh tahu,apa yang sudah terjadi pada ku,tadi ? Kenapa aku disiram-air ? " Tanya Fitri lagi,seolah memang dia tak tahu apa-apa.

"Kamu tadi telah dirasuki,dan yang merasuki mu tadi itu adalah poc....."

"Ini sebab kamu membuka jendela malam-malam ! Kan bibi sudah peringatin,kamu nya ngeyel !" Potong Nina sebelum Mbah Edeng menyelesaikan ucapannya,ia tahu apa yang akan pria tua itu katakan.

"Hmm....sudah Mbah duga. Pantas saja po...hantu bungkus itu merasuki mu. Tapi kamu tak usah khawatir,saya ada penangkal nya biar malam ini dan seterusnya kamu tak diganggu" Mbah Edeng mengeluarkan bungkusan hitam kecil dalam saku celana komprang nya.

Fitri ragu dan memicingkan matanya melihat bungkusan tersebut,tetapi Nina dan Daryo langsung menyuruh Fitri untuk menerima nya. Mau tak mau akhirnya Fitri pun menerima nya.

"Campurkan bubuk ajaib itu dengan air,lalu ciprat kan ke sekeliling rumah ! Dijamin para poc...maaf,para hantu bungkus itu tidak akan berani mengganggu " Ucap Mbah Edeng dengan tegas.

Fitri mengernyit," Tapi ini apa ?" Tanya Fitri

"Jangan banyak tanya, turuti saja perintah saya,jika kamu ingin selamat !" Ucap Mbah Edeng

"Baiklah " Ucap nya ragu.

Beberapa saat kemudian, Fitri pun diantar ke rumah peninggalan alm ayahnya oleh Nina dan juga Daryo. Meninggalkan Rusdi sang ketua RT yang masih tergeletak pingsan di rumah nya.

"Ini rumah nya ?" Tanya Fitri dengan raut wajah yang kompleks.

"Iya,tapi....."

"Tapi apa bi ?" Tanya Fitri.

"Kami hanya bisa mengantarmu sampai sini,kami mau pulang. Lupa sebentar lagi mau ada acara sama ibu kader,paman mu harus ke ladang " Ucap Nina beralasan,padahal dia dan suaminya itu takut memasuki rumah itu .

"Iya bi,gak apa-apa. Terima kasih sudah diantar dan maaf merepotkan " Ucap Fitri tak mempermasalahkan nya.

"Memangnya kamu berani masuk sendirian ? Rumah ini kan....." Nima segera menyenggol lengan suaminya.

"Banyak hantunya ?" Tebak Fitri.

Nina dan Daryo saling bertukar pandang. Sebenarnya bukan asal tebak saja,Fitri dapat melihat bayangan-bayangan samar di kaca jendela yang penuh dengan debu itu. Ada satu yang nampak mengintip di celah jendela.

"Kalian tenang saja,aku hafal ayat kursi kok. Kalau tiba-tiba ada hantu nongol tinggal baca ayat kursi saja,kalau tidak mempan nanti kursi nya aku lempar " Ucap Fitri malah berkelakar.

Tanpa menanggapi kelakar nya,Nina dan Daryo memilih untuk segera pergi,sebab bulu kuduk mereka sudah terasa berdiri.

"Huuuuhhhh....." Fitri menarik nafas panjang menatap punggung paman dan bibinya.

Fitri mengalihkan pandangan nya pada rumah sederhana yang terlihat usang dan berdebu. Banyak tanaman merambat menjalar hingga bagian dalam rumah. Di bagian genteng pun tumbuh rumput kecil dan lumut yang tebal-tebal.

Fitri mulai melangkahkan kakinya, menuju pintu. Aroma pengap dan lembab segera terasa begitu ia membuka pintu.

Para makhluk halus yang daritadi mengintip dan memperhatikan segera bersembunyi di tempat masing-masing.

"Assalamualaikum ....." Ucap Fitri dengan lantang. Gadis itu mendengus pelan," tadi aja pada ngintip sekarang malah sembunyi. Lihat saja,kalau mereka tiba-tiba nongol akan aku cuekin " Gumam nya membatin.

"Ya ampun ...berantakan banget begini,gimana cara beresin nya " lirih nya menatap bingung melihat kondisi rumah yang begitu berantakan.

Debu dan tanah menyatu sempurna di atas lantai keramik yang sudah retak dan pecah di beberapa bagian. Rumput-rumput nakal tumbuh menyelip diantara retakan keramik. Melihat penampakan rumah yang lebih dari kata berantakan itu membuat semangat nya yang tadi sempat berkobar untuk merapikan rumah itu kini padam lah sudah dalam waktu sekejap. Dia lemas sebelum memulai.

"Ya Tuhan...kalau begini sih sampai lebaran tahun depan juga gak bakalan kelar dikerjain sendirian. Banyak yang harus direnovasi juga" lirih nya dengan tatapan nanar.

Puas berdiri di tempatnya,Fitri mulai berjalan menuju ruangan-ruangan lain. Dia berjalan ke arah dapur,kondisi di dapur tak jauh berbeda dari ruang tamu. Begitupun di kamar dan ruangan lain nya.

Setelah melihat-lihat kondisi rumah, Fitri akhirnya memutuskan untuk tetap membersihkan rumah itu semampunya saja. Dan akhirnya hari itu juga gadis itu bekerja keras mulai dari mencabuti rumput, mengeluarkan barang yang tak layak guna karena lapuk dan rusak parah. Dan...tentu saja pekerjaan nya tak luput dari gangguan para penghuni tak kasat mata.

Saat Fitri memindahkan meja dan kursi sosok kuntilanak menduduki nya,tujuan nya agar meja dan kursi tersebut menjadi berat. Namun Fitri seolah tak melihat,gadis itu mengambil sapu lidi dan menepuk-nepuk nya mengenai si kuntilanak.

"Pantesan rasanya berat,debu nya numpuk banget " Ucap nya sambil menepuk-nepuk nya dengan keras.

"Aduh...aduh...aduuuuhhh......!" Kuntilanak itu turun sambil mengaduh kesakitan.

Saat Fitri menyapu lantai pun,hantu anak kecil berusaha mengganggunya dengan terus membuat lantai yang sudah bersih menjadi kotor. Fitri tentu saja kesal,dia lalu mengunakan ujung gagang sapu dan seolah memukul-mukul udara,padahal targetnya adalah hantu itu. Hantu anak kecil itu pun pergi sambil menangis memegangi kepalanya. Tak hanya itu,ketika Fitri sedang mengumpulkan sampah,meja dan kursi bergeser dengan sendirinya,tentu saja pelakunya para penghuni tak kasat mata. Bukan nya takut,Fitri hanya mendecakan lidah nya.

Beberapa saat kemudian,Fitri menghela nafas panjang setelah melihat hasil kerja keras nya.

"Huuuuhhh.....lumayan juga " Gumam nya.

Kumandang adzan dhuhur terdengar dari pengeras suara masjid. Fitri pun segera  menghentikan pekerjaan nya.

"Sudah waktunya sholat. Mending gue bersih-bersih dulu abis itu sholat di masjid. Gak mungkin gue sholat di sini,masih kotor gak bawa mukena juga" Namun kemudian ia menurunkan pandangan nya menatap perut saat suara di perutnya menandakan jika dirinya perlu makan siang.

Krucuuuukkkk....

"Sabar,nanti abis solat kita cari makan " Ucap nya sambil menepuk perutnya pelan.

Prakkk'

Fitri melonjak kaget saat kursi kayu lapuk yang ia tumpuk di sudut ruangan tiba-tiba terjatuh. Tanpa membetulkan nya, gadis itu segera berbalik dan pergi ke luar. Bukan karena takut melainkan karena ia ingin cepat-cepat mengerjakan sholat agar dia bisa segera mencari makanan. Tak lama setelah Fitri pergi,semua hantu di rumah itu keluar dari tempat persembunyiannya.

"Gimana ini,sepertinya dia gak takut. Dari tadi kita takutin biasa saja,palingan kaget doang " Ucap salah satu kuntilanak. Di sana ada dua kuntilanak,satu pocong,satu hantu anak kecil dan jerangkong.

"Iya ih parah banget ,bukan nya takut malah kita yang babak belur,hampir lepas tulang kaki ku tau " Timpal jerangkong.

"Jangan-jangan dia mau tinggal di rumah ini ,terus kita bagaimana? Bagaimana kalau kita diusir ,mau tinggal dimana kita ? Hanya rumah ini tempat kita berlindung dari pocong-pocong di luar " Ucap kuntilanak satunya lagi nampak cemas dan gelisah.

"Kita takutin lagi saja dia ,bagaimana pun caranya kita buat gadis itu tidak betah dan segera angkat kaki dari rumah ini" Ucap pocong begitu yakin dengan ide nya.

"Bagaimana kalau kita buat berantakan lagi , biar dia tahu kalau kita lebih berkuasa di sini " Seru jerangkong.

"Ok,kita buat kembali berantakan!" Sahut para Kuntilanak menyeringai.

(anggap saja tak ada tangga nya,ya...aku males edit-edit lagi 🤭)

........

1
Kardi Kardi
ALHAMDULILLAHHH. COME ON TO HOMEEEE👍
Kardi Kardi: bismillahhh. goooo💪
total 1 replies
Kardi Kardi
DREAM ALIAS MIMPI LAGI KAH ?💪
Kardi Kardi: yup. maybeee💪
total 1 replies
Nurr Tika
ridho selamet untung filing fitri bener
Nurr Tika
penasaran ya fit ada mesteri pa didesa
Nurr Tika
😄😄😄 ya ampun bi nina ga usah tkut setanya udah besti ma fitri
falea sezi
🤣🤣 ngakak bi nina ketakutan sendri
Kardi Kardi
CI ... PANCI. GOLET MASALAH WAEEEEE😍
Kardi Kardi: PANCIIIIIIIIII😄
total 1 replies
Kardi Kardi
NAH NASI BUNGKUS LAGIIIIIIII😄
Kardi Kardi: come on. bungkus nasinyaaaa💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NAHHHH. ADA JAWABAN KAH ?👍
Kardi Kardi: yup. maybeeee💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NGINTIP MANINGGGGG😍
Kardi Kardi: ampiunnnn. tip..tipppp🤭
total 1 replies
Asri
Karena memang orang-orang pada takut,🤭
Asri
Alhamdulillah... ada yang penasaran 🤭,
Nurr Tika
knp ga da yg brni nyeritain mg knp sih
Nurr Tika
apaan sih bkin penasaran ja deh
Nurr Tika
liat apa sih kamu fit sampe teriak
Asri: Ternyata pada gak ngeh si Fitri liat apaan 😅kemarin pas di post di apk sebelah juga sama😅mungkin author yang kurang jelas 😁,baiklah nanti diperjelas di bab selanjutnya 😁🙏
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
melasi kang mamattttt💪
Kardi Kardi: sing sabar kang matttt💪
total 1 replies
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!