NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:958
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: RAHASIA DI BALIK CCTV

Bab 4: Rahasia di Balik CCTV

Udara di dalam mobil Aruna terasa semakin menipis, seolah oksigen di sana sengaja disedot habis oleh kehadiran Bimo. Aruna masih terengah-engah, matanya liar menyapu setiap sudut jok mobilnya yang berwarna kulit gelap. Kursi itu kosong. Tidak ada gunting karat, tidak ada serpihan logam, bahkan tidak ada goresan kecil pun di dasbor.

Bagaimana mungkin sesuatu yang tadi ia pegang—yang sensasi dingin dan tekstur kasarnya masih tertinggal jelas di ujung jarinya—bisa lenyap begitu saja dalam hitungan detik?

"Run, lihat aku," suara Bimo terdengar sangat tenang, tipe suara yang dulu selalu berhasil menenangkan Aruna saat ia sedang panik. Tapi sekarang, suara itu terdengar seperti suara gergaji yang pelan-pelan mengiris kewarasannya.

"Kamu gemetar hebat. Kita nggak bisa biarkan kamu menyetir dalam kondisi seperti ini. Bahaya buat kamu, dan bahaya buat Kenzo kalau dia ada di dalam mobil."

Aruna menepis tangan Bimo yang mencoba menyentuh keningnya. "Aku nggak apa-apa, Bim! Aku cuma... aku yakin tadi ada sesuatu di sini. Aku yakin!"

"Iya, aku tahu kamu merasa begitu," Bimo mengangguk pelan, senyum kasihan itu kembali muncul. "Itu namanya proyeksi stres, Aruna. Psikolog bilang orang yang kelelahan hebat sering mengalami distorsi realita. Kamu terlalu keras pada dirimu sendiri di kantor. Ditambah lagi, obsesimu pada Siska membuat kamu mulai menciptakan skenario yang tidak ada."

"Obsesi? Kamu bilang aku obsesi?!" Aruna tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar nyaris histeris. "Dia yang masuk ke hidupku, Bim! Dia yang nyabotase pekerjaanku hari ini!"

"Siska melakukan tugasnya sebagai auditor, Run. Kamu yang gagal menyiapkan draf dengan benar," Bimo menghela napas, seolah ia adalah orang paling sabar di dunia yang sedang menghadapi anak kecil yang tantrum. "Dengar, aku sudah pesankan taksi buat kamu. Mobil kamu biar aku yang bawa pulang nanti atau aku panggil supir kantorku. Kamu pulang, mandi, dan tidur. Kenzo biar malam ini sama aku dan Siska. Kami mau ajak dia makan malam di luar."

Mendengar nama Kenzo disebut bersama Siska, adrenalin Aruna kembali terpompa. Ia tidak boleh menyerah. Jika ia menyerah sekarang dan membiarkan Bimo mengambil Kenzo, ia akan benar-benar kehilangan pegangan hidupnya.

"Nggak. Kenzo pulang sama aku," ucap Aruna dingin. Ia segera masuk ke mobil, mengunci pintu dari dalam, dan menghidupkan mesin tanpa memedulikan Bimo yang masih berdiri di luar dengan wajah yang pura-pura prihatin.

Sepanjang perjalanan pulang, Aruna terus melirik kaca spion tengah. Ia merasa bayangan gunting itu masih ada di sana, menghantuinya.

Sesampainya di apartemen, ia tidak langsung menuju kamar Kenzo. Ia justru langsung menghambur ke arah meja kerjanya dan membuka laptop.

Ada satu hal yang Bimo dan Siska lupakan. Aruna adalah wanita yang sangat teliti dalam hal keamanan. Dua minggu lalu, karena merasa ada yang aneh dengan posisi barang-barangnya, ia secara diam-diam memasang kamera CCTV kecil yang tersembunyi di dalam jam meja di ruang tamu dan satu lagi di sudut kamarnya.

Dengan tangan yang masih gemetar, Aruna memutar rekaman hari itu. Ia mempercepat durasi rekaman saat ia sedang berada di kantor.

Menit demi menit berlalu. Layar menunjukkan ruang tamunya yang sepi. Hingga pada pukul 14.15, pintu apartemennya terbuka.

Jantung Aruna berdegup kencang hingga telinganya berdenging. Di layar itu, muncul sosok pria. Bukan Bimo. Pria itu memakai topi rendah dan masker, tapi gerak-geriknya sangat santai, seolah ia memegang kunci duplikat. Pria itu berjalan menuju meja makan, mengambil gelas minum Aruna, dan memasukkan sesuatu dari kantongnya ke dalam sana.

Namun, yang membuat Aruna hampir melempar laptopnya adalah kejadian lima menit kemudian.

Pria itu mendekat ke arah kamera—seolah dia tahu di mana kamera itu disembunyikan. Dia membuka maskernya sedikit, menatap tepat ke lensa dengan seringai tipis. Aruna menutup mulutnya dengan tangan, menahan jeritan yang nyaris lolos.

Pria itu adalah Tyas. Asistennya sendiri di kantor.

Tapi bukan itu yang paling mengerikan. Di belakang Tyas, berdiri sosok lain yang hanya terlihat separuh badannya. Sosok wanita yang sedang memegang sebuah gunting besar—gunting yang sama dengan yang Aruna lihat di mobilnya. Wanita itu tidak memakai baju kerja, ia memakai gaun tidur milik Aruna yang biasanya tersimpan rapi di lemari.

"Mereka... mereka masuk ke sini," bisik Aruna dengan suara parau.

Tiba-tiba, lampu apartemennya padam. Sunyi senyap menyergap. Di tengah kegelapan itu, Aruna mendengar suara pintu kamar Kenzo terbuka pelan. Dan sebuah suara anak kecil berbisik di kegelapan.

"Mama... Tante Siska bilang, kalau lampu mati, artinya Mama lagi main petak umpet sama hantu ya?"

Aruna membeku. Ia tidak berani menoleh. Karena di belakang suara Kenzo, ia mendengar suara gesekan logam yang tajam. *Srek... srek... srek...* seperti suara gunting yang sedang dimainkan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambung ke Bab 5: Labirin Halusinasi.

Author Note:

Gimana, makin merinding nggak? Ternyata asistennya sendiri, Tyas, adalah pengkhianat! Dan Siska bener-bener sudah berani masuk ke area pribadi Aruna bahkan memakai bajunya. Menurut kalian, apakah sosok di kegelapan itu beneran Siska, atau Aruna beneran mulai berhalusinasi karena efek obat yang dimasukkan ke minumannya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!