NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Seiring Waktu / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Kegelapan di unit Tribeca mulai menipis, berganti dengan semburat abu-abu fajar yang menyelinap malu-malu di balik hordeng. Pukul empat pagi.

Dunia di luar sana masih terlelap, namun di dalam kamar yang sarat dengan aroma lavender dan sisa gairah semalam, Veronica sudah terjaga.

Kali ini, ia tidak langsung melompat dari ranjang dan lari menuju kamar mandi. Ada sesuatu yang menahannya. Rasa penasaran yang mendesak, atau mungkin, secuil rasa nyaman yang mulai berani menampakkan diri.

Dalam posisi miring, Veronica mengamati siluet pria di sampingnya. Dengan jemari yang masih terasa hangat, ia mulai meraba.

Ia menelusuri garis alis yang tegas, turun ke jembatan hidung yang bangir, lalu berhenti di bibir bawah yang penuh. Terakhir, jemarinya mengusap rahang Azeant yang kokoh dan sedikit kasar karena tumbuhnya bulu halus pagi hari.

Azeant, yang sebenarnya berada dalam fase tidur ayam, merasa ada sentuhan lembut yang memainkan bibirnya. Ia melenguh pelan, suaranya berat dan serak khas bangun tidur—suara yang membuat bulu kuduk Veronica meremang.

"Sudah bangun?" tanya Azeant tanpa membuka mata, suaranya parau namun hangat.

"Hmmm," jawab Veronica pendek, masih asyik dengan rahang pria itu.

"Kau akan langsung pulang lagi?"

"Hmmm," jawab Vea lagi, meski kali ini ada sedikit nada enggan dalam gumamannya.

Veronica terdiam sejenak, menatap lekat bayangan wajah pria itu di tengah keremangan. "Kau tampan, Azeant. Sangat tampan."

Azeant menarik napas panjang, sebuah senyum lebar mengembang di bibirnya meski matanya masih terpejam. Ia menarik tangan Veronica dan mengecup telapak tangannya. "Kau juga cantik, Sayang. Sangat cantik."

Veronica terkekeh kecil, ada nada skeptis dalam tawanya. "Kenapa kau bisa berkata aku cantik? Kau bahkan belum melihatku di bawah cahaya lampu yang terang."

Azeant akhirnya membuka mata, menatap bayangan Vea di hadapannya. Ia mengulurkan tangan, menyentuh wajah wanita itu dengan pemujaan yang tulus.

"Wajah ini... hidung ini, bibir ini," jemarinya turun ke bawah, "rambut ini, dada ini, bokong ini, punggung ini... Semuanya sempurna, Vea. Walaupun dalam kegelapan yang remang, aku tahu kau sempurna. Tubuhmu punya bahasanya sendiri, dan aku sudah mempelajarinya semalaman."

Veronica tersenyum, hatinya menghangat mendengar pujian yang begitu frontal namun terasa jujur itu. Ia menyandarkan kepalanya di dada Apolo, mendengarkan detak jantung pria itu yang tenang.

"Azeant," panggilnya tiba-tiba.

"Ya?"

"Seandainya aku ingin punya anak suatu saat nanti... apa kau mau memberikanku bibit unggulmu?" tanya Veronica dengan nada yang terdengar seperti bercanda, namun ada kilat serius di balik suaranya.

Azeant tertawa. Suara tawanya rendah dan bergema di dalam dadanya. "Dengan senang hati, Vea. Aku akan memberikan sebanyak yang kau mau. Keturunan ku tidak pernah mengecewakan."

Azeant kemudian berbalik, memposisikan tubuhnya menghadap Veronica sepenuhnya. "Berapa umurmu, Vea? Aku merasa kau masih sangat muda, tapi caramu... kau tahu, kau sedikit berani untuk ukuran gadis seusiamu."

Veronica tersenyum misterius. "Coba tebak?"

"Sembilan belas?" tebak Azeant asal.

"Tidak. Terlalu muda."

"Dua puluh?" tanya Azeant lagi.

"Hmmm... benar. Aku dua puluh tahun."

Azeant mengangguk-angguk. "Kau berkuliah? Atau sudah bekerja di suatu tempat? Di mana rumahmu yang sebenarnya?"

Veronica langsung menarik tangannya menjauh. "Apa kau presiden? Kenapa banyak sekali bertanya? Kita sudah sepakat, tidak ada urusan pribadi."

"Hahaha!" Azeant tertawa lepas.

Tawanya kali ini begitu renyah, seolah semua beban sebagai putra mahkota Valerio menguap begitu saja. Ia tiba-tiba menjangkau ke bawah selimut, meremas bagian depan tubuh Vea dengan gemas. "Aku hanya ingin tahu siapa gadis gila yang sudah menjajah apartemenku dua malam panas ini."

Veronica terkekeh, mencoba menepis tangan nakal Azeant. "Tidak perlu mengetahuinya. Rahasia itu yang membuat ini menarik, bukan? Sekarang, aku akan mandi. Gendong aku sampai kamar mandi. Kakiku masih terasa lemas karena ulahmu semalam."

Azeant langsung bangkit dengan sigap, memamerkan tubuhnya yang atletis tanpa sehelai benang pun. "Baiklah, Tuan Putri... hamba bersedia melayani."

Azeant mengangkat tubuh Veronica dengan mudah, menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi utama yang luas.

"Mau mandi bersama?" tanya Azeant dengan nada menggoda saat mereka sudah di depan pintu kaca kamar mandi.

"Tidak! Kau hanya akan memperlambatku!" protes Veronica, meski ia tidak turun dari gendongan itu.

"Aku hanya ingin menyambung apa yang kita lakukan semalam, Sayang... bokongmu itu benar-benar indah, aku belum puas mengaguminya," bisik Azeant tepat di telinga Veronica, membuat gadis itu merinding.

Veronica mendorong wajah Azeant menjauh sambil tertawa. "Mulutmu manis sekali, Azeant! Kau pasti penggombal yang handal di luar sana. Berapa banyak wanita yang kau tipu dengan kata-kata itu?"

"Hanya kau, Vea. Hanya kau yang membuatku sampai memohon-mohon agar mau di posisi atas," balas Azeant sambil menurunkan Veronica di depan pintu kamar mandi.

Pagi itu ditutup dengan sebuah ciuman yang sangat panjang. Sebuah ciuman yang terasa berbeda—ada rasa enggan untuk berpisah di sana.

"Aku akan pergi sekarang. Jangan merindukanku," ucap Veronica saat ia sudah berpakaian rapi dan berdiri di depan pintu apartemen.

Azeant, yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya, bersandar di bingkai pintu kamar. "Aku juga akan merindukanmu, Vea."

Pintu tertutup. Klik.

Begitu suara langkah kaki Veronica menghilang di lorong, Azeant tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang yang masih berantakan. Ia berguling-guling di atas seprai yang kini sudah tidak putih bersih lagi, tertawa sendirian seperti orang gila.

"Oh, tidak... aku belum pernah merasa sekacau ini sebelumnya," ucapnya sambil tertawa lebar. Tubuhnya yang putih kini tampak kontras dengan telinganya yang memerah padam.

Ia menatap langit-langit, mencoba mengingat setiap detail malam tadi.

Bagaimana Vea mendesah di bawahnya, bagaimana aroma lavendernya memenuhi paru-parunya, dan hal paling gila dari semuanya...

"Rekam aku, Azeant... rekam aku," suara Vea semalam kembali terngiang.

Wanita itu benar-benar gila. Dia meminta Azeant merekam beberapa momen panas mereka dengan ponselnya sendiri, juga ponsel Azeant, seolah ingin menyimpan bukti bahwa malam itu benar-benar terjadi, atau mungkin untuk memanaskan suasana.

Apolo belum pernah bertemu gadis seberani itu. Gadis yang tampak cerdas dan berkelas, namun memiliki sisi gelap yang begitu liar.

Azeant meraih ponselnya, melihat folder tersembunyi yang baru saja ia buat. Jantungnya berdegup kencang. Pangeran Teknik yang biasanya kaku itu kini sadar, dia bukan hanya sekadar kecanduan fisik. Dia kecanduan pada misteri bernama Vea.

Sementara itu, di bawah sana, Veronica berjalan menuju stasiun kereta bawah tanah dengan langkah sedikit kaku namun senyum kemenangan di bibirnya.

Di lehernya, di balik kerah jaket tingginya, sebuah tanda kemerahan—gigitan Azeant—tersembunyi rapat. Ia tidak tahu bahwa pagi ini, tanda itu akan menjadi awal dari kekacauan di kelas Manajemennya.

Bagi Veronica, Azeant adalah bibit unggul yang menyenangkan. Bagi Azeant, Vea adalah teka-teki yang paling ingin ia pecahkan.

Dan New York, dengan segala keangkuhannya, hanya menjadi saksi bisu dua orang asing yang sedang jatuh ke dalam lubang yang mereka gali sendiri.

1
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Kiwww Kiwww Visual di lempar ke 'Arena' ini 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi Fav ya, De 🤣🤭🥳
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Ht², jgn sampe hangus 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi 🤣🤣🤣
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Biasaa, cwo msh kudu dgetok martil dulu baru sadar-sesadarny 🤦🤦🤦
Ros 🍂: Mari kita getok Bersama Kak 🤭🤣🤣🫣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Awas y, jgn nyesel udh putusin Apolo
Ros 🍂: iyaa kak 🫶🥰
total 3 replies
ren_iren
selalu menyukai debaran tulisan yg kau ciptakan kak.... serasa diriku masuk ke ceritanya liat adegan2 mereka yg malu2 meowwww... 😂🤣
Ros 🍂: ma'aciww ya kak 🫶😍 semoga suka cerita nya🥰
total 1 replies
ren_iren
gasssss bacaa bacaaa....... 🤗
ren_iren: always kak 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!