NovelToon NovelToon
Si Kembar Cantik

Si Kembar Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:243
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tes masuk

" Oh ini yang mau pindah ke kampus kita ya Utari?"

" Iya pak, namanya Gabriella Xander, pak." ucapnya dengan memberikan berkas Gabriella

" Gabriella Xander, namanya bagus juga. Kalau begitu bapak lihat dulu ya dia bisa masuk atau tidak." ucapnya dan keduanya mengangguk.

Bapak-bapak itu pun mengecek berkas Gabriella, dan mereka menunggu. Mereka berdua berharap IPK Gabriella bisa lulus, karena syarat mahasiswa pindahan masuk ke kampus tersebut adalah IPK. Dan bila IPK memenuhi standar maka mahasiswa tersebut akan diterima, dan bisa langsung berkuliah esok hari.

" Saya sudah mengecek semuanya, dan kamu memenuhi untuk menjadi mahasiswa pindahan di kampus ini."

" Beneran pak?"

" Iya, ini saya input kan terlebih dahulu datanya. Nanti kemudian setelah ini kamu langsung datang ke fakultas ya, dan kamu sudah bisa langsung mengisi KRS."

" Baik pak." ucapnya dan mereka pun menunggu prosesnya selesai, paling tidak mereka sudah mengetahui kalau Gabriella bisa masuk ke kampus tersebut.

Setelah semua urusannya selesai Mereka pun langsung pergi mengurus administrasi di fakultas, tentunya Gabriela bersama dengan Utari menjadi pusat perhatian. Mereka semua sangat penasaran dengan siapa sebenarnya Utari datang, selama ini mereka tidak pernah melihat Utari bersama dengan orang lain. Sejak awal masuk di kampus tersebut Utari selalu saja sendiri, dan mungkin hanya bergabung jika ada tugas kelompok saja.

Tentunya kedatangan Gabriela membuat rasa penasaran mereka semua menjadi semakin memuncak, ditambah lagi dengan rupa dan penampilan dari Gabriella yang cukup menarik perhatian mereka semua. Rasa penasaran itu semakin meningkat, dan mereka pun memperhatikan Utari dan Gabriela yang pergi menuju ruangan tata usaha. Dan kemudian mereka diarahkan untuk menuju ke ruangan dekan.

Mereka semua pun menjadi yakin kalau gadis yang bersama dengan Utari adalah mahasiswa baru di fakultas mereka, dan tentunya mereka semua berharap bisa berkenalan secara langsung dengan gadis tersebut. Karena mereka masih belum mengetahui kalau gadis itu akan masuk di prodi yang mana, Sebab di fakultas mereka itu ada tiga prodi. Dan mereka semakin penasaran dengan arah dan tujuan gadis yang bersama Utara itu, walaupun mereka sudah mulai menebak kalau gadis itu kemungkinan akan satu prodi dengan Winda.

" Cewek yang sama si Utari itu cantik banget ya."

" Iya dia cantik, dan kayaknya dia mahasiswa baru deh di sini."

" Tapi mahasiswa baru kenapa pindahnya di tengah-tengah gini sih, kalau begitu dia kan jadi repot karena pastinya di kampus dia yang sebelumnya dan di sini bidang studi yang diambil itu beda sks-nya per semesternya."

" Mungkin aja ada situasi yang mendesak sehingga dia harus segera pindah, ya memang sih nantinya dia akan menjadi beban untuk kita."

" Nggak papa deh kalau aku dibebani sama dia, lagian dia cantik."

" Cantik aja langsung di utamain ya, coba tadi dia biasa-biasa aja. Aku yakin nggak ada satupun dari kalian yang mau dia menjadi beban, dan ujung-ujungnya kalian pasti akan sering nyindir dia."

" Gue nggak munafik, lagian siapa sih yang nggak mau kalau dibebanin sama cewek cantik."

" Sangking gak munafiknya engkau, kau sampai berani berkata seperti itu di depan kami semua."

" Santuy aja kali, udah biasa juga kita ngobrol dengan nada seperti ini."

" Sudahlah kita berharap saja agar dia masuk satu kelas dengan kita, ya memang benar Utari satu kelas sama kita tapi belum tentu mahasiswa baru itu akan satu kelas dengan kita."

" Masuk akal sih, kalau begitu kita berdoa." ucapnya dan mereka pun berdoa bersama-sama.

...🐵🐵🐵...

Siang ini, Galuh dan juga Winda datang ke kampus diantar oleh Valentino. Tentunya Valentino merasa kesal karena hari ini dia harus mengantar dua orang gadis itu, karena jumlah mereka yang berdua Valentina tidak bisa seperti biasa yang menggunakan motornya. Motor sport kesayangan Valentino itu harus ditinggal di rumah, dan ia pergi mengantar adik dan juga sahabatnya itu ke kampus menggunakan mobil.

" Pulangnya nanti kabarin ya!"

" Ngomongnya jangan ketus gitu kenapa Kak!"

" Sudahlah kau tidak usah mengurusi gaya bicara aku Winda, saat ini lebih baik kau dan juga Galuh masuk ke dalam. Kalian harus mengurus kepindahan Galuh terlebih dahulu kan, nanti kalau lama-lama di sini kalian bisa terlambat masuk kelas."

" Ya udah deh lain kali nanti aku bahas mengenai hal ini, Kakak pulangnya jangan malam-malam nanti ya. Dan kalau bisa kakak jemput kami pulang ya, jujur aja aku nggak nyaman kalau harus pulang naik taksi."

" Ya udah nanti kabarin aja kalau udah waktunya jam pulang, Kakak usahain untuk jemput kalian."

" Makasih kakakku yang ganteng, kalau begitu hati-hati di jalan ya Kak."

Winda dan juga Galuh perlahan meninggalkan Valen sendirian di parkiran, tentunya hafalan tetap menatap ke arah adik dan juga sahabatnya itu. Entah kenapa sejak kejadian kemarin malam Valen merasakan lebaran yang aneh, ia merasa ada yang janggal ketika melihat Galuh. Jujur saja ia tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan, tapi menurutnya ada hal yang aneh ketika ia menatap wajah Galuh.

Setelah keduanya menghilang dari pandangan, Vallen memutuskan untuk pergi ke perusahaan. Karena hari ini memang ada jadwal rapat, dan karena itu ia tidak boleh terlambat. Sebenarnya ia masih ingin bertemu dengan Galuh, karena ia masih penasaran dengan apa yang ia rasakan.

Tetapi Valentino tidak boleh egois, jika Iya memilih untuk tetap berada di kampus itu dan memperhatikan kedua gadis itu. Maka mungkin iya akan mendapatkan amarah dari para dewan perusahaan, dan selain itu ayahnya juga akan marah besar kepadanya. Jadi iya tidak boleh egois dan harus mementingkan orang banyak, sebab apa yang akan dia urus adalah hal yang lebih besar daripada seorang gadis.

Kedua gadis itu langsung mengurus berkas-berkas, sebelumnya Winda telah memberitahu kepada pihak kampus kalau hari ini ada temannya yang akan pindah kampus. Orang tua Winda adalah salah satu dewan yayasan di kampus tersebut, oleh karena itu bisa dengan mudah mengurus semuanya. Winda dan juga Galuh segera mengurus berkas-berkas tersebut, dan setelah berkasnya usai Winda dan juga Galuh langsung masuk ke ruangan kelas.

Kali ini mereka berdua masuk ke dalam ruangan kelas, tentunya dosen dan juga teman-teman Winda merasa penasaran dengan Galuh. Dosen itu pun menatap ke arah wajah Galuh, karena menurutnya wajah Galuh sangat asing.

" Ini siapa Winda?"

" Ini namanya Galuh, Pak Xylon. dia adalah mahasiswa baru di kampus kita."

" Mengapa saya tidak mendapatkan kabar kalau hari ini ada kedatangan mahasiswa baru?"

" Kebetulan saya baru menginformasikan kepada pihak kampus kemarin kalau hari ini ada mahasiswa baru yang hadir."

" Oh ternyata mahasiswa ini adalah temanmu ya Winda."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!